
Jantung dari Leon tiba-tiba berdegub dengan sangat kencang sekali.
Dan Leon yang sudah memalingkan mukanya, dia langsung saja berbicara didalam hatinya.
" Aku tidak bisa melakukannya!!, dan aku harus menahannya ",, kata batin dari Leon untuk Via.
Setelah itu Leon memilih untuk membangunkan Via dengan cara menepuk-nepuk pelan pipi dari Via.
" Via, hei bangun Nona?? ",, panggil-panggil dari Leon kepada Via.
Via yang merasa terganggu dengan tepukan dipipinya membuat dia langsung saja mencoba membuka matanya.
" Ennngggh ",, dengung dari Via sambil membuka matanya.
" Pindahlah ke ranjang, karena saya juga ingin tidur didalam kamar saya ",, kata Leon kepada Via.
Via pun tanpa banyak berbicara kepada Leon, dia langsung saja berjalan dengan kondisi mengantuk dan langsung juga merebahkan badannya diatas ranjang sambil memeluk gulingnya dengan nyaman sekali.
Via yang langsung tidur dengan posisi seperti itu, membuat kaos yang dipakai oleh Via pun sampai tersingkap keatas hingga memperlihatkan p***t mulusnya didepan Leon.
Dan Leon yang melihat kelakuan dari Via dia langsung saja menggelengkan kepalanya, sambil terus menahan gejolak hewan buas didalam dirinya.
Leon sebelum meninggalkan Via dia langsung saja menarik selimut yang ada disitu untuk menutupi tubuh seksinya Via.
Setelahnya Leon langsung saja mematikan lampu utama dan menutup pintu kamar Via dengan sangat rapat dari luar kamar.
Leon yang sudah keluar dari dalam kamar Via, dia langsung saja memegangi dadanya yang sedang berdetak kencang seperti itu.
" Mungkin ini hanya sensasi sesaat saja ",, kata Leon sambil berbicara sendiri.
Dan setelahnya Leon langsung melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar pribadinya.
Jam yang silih berganti akhirnya membuat sang surya menampakkan sinarnya menggantikan sang rembulan yang ingin beristirahat.
Sekitar pukul delapan pagi Via baru saja bangun dari tidurnya, dan ketika Via sudah bangun tempat yang pertama kali dia tuju adalah kamar mandi.
Via yang sudah keluar dari dalam kamar mandi dan melihat ada paperbag diatas shofa kamarnya, dia langsung saja ingin melihat apa isi dari dalam paperbag tersebut.
" Ternyata pakaian, ini pasti Tanisa yang menaruhnya disini ",, kata Via sambil berbicara sendiri.
Setelahnya Via kembali lagi kedalam kamar mandi untuk mandi, dan ketika sudah selesai mandi Via langsung saja memakai salah satu pakaian yang sudah diambilkan oleh Tanisa semalam.
Via yang sudah selesai berdandannya dia langsung keluar dari dalam kamar, dan tidak melihat ada siapapun didalam rumah tersebut.
" Kenapa sepi sekali sih ini rumah?? ",, kata Via ketika dia sudah keluar dari dalam kamar.
" Pasti siTuan Singa sudah berangkat bekerja, dan siTanisa juga sudah berangkat kebutikku ",, kata Via lagi kepada dirinya sendiri.
Setelahnya Via memilih melangkahkan kakinya kedalam dapur untuk mengambil minum didalam kulkas.
Akan tetapi ketika baru saja berada didepan kulkas Via melihat kertas note bertuliskan tangan yang mengatakan.....
" Nona Via, Kak Leon sudah berangkat sejak jam setengah tujuh pagi karena ada pertemuan penting dikantornya, dan dia juga belum sarapan tadi dirumah, jika Nona Via ingin mengantarkan makan siang lagi untuk Kakak, makanan favorite dari Kak Leon adalah ( nama makanan kesukaan Leon ) ",,
Yah begitulah yang dituliskan oleh Tanisa kepada Via.
" Oh ternyata dia suka makan makanan itu, kalau itu mah kecil untuk membuat ",, kata Via kepada dirinya sendiri.
" Tapi ko aku aneh ya, kenapa jika sama Tuan Singa aku merasa nyaman dan jinak sekali ",, kata Via sambil bertanya kepada dirinya sendiri.
" Beda jika sama siTuan brokoli itu, aku pasti bawaannya kepingin marah terus ",, kata Via lagi sambil duduk dikursi yang ada didapur.
" Tapi apa kabar dengan Tuan brokoli itu ya, karena Tuan Singa aku jadi lupa sama dia, tapi biarlah, sebab memang itu tujuanku menghindar darinya ",, kata Via lagi kepada dirinya sendiri.
Ava yang sudah berada didalam kantornya, dan mendengar suara dering ponselnya serta melihat nama Via dipanggilan masuk, dia langsung saja mengangkatnya.
" Halo Via ada apa?? ",, tanya Ava sambil fokus dengan laptop didepannya.
" Ava aku saat ini sedang berada dikota V untuk menghindar dari Tuan Chico, jika Tuan Chico atau suami kamu bertanya dimana keberadaanku katakan saja jika kamu tidak tahu ",, kata Via kepada Ava.
" Memangnya kenapa kamu menghindar dari Chico Via?? ",, tanya Ava kepada Via.
" Aku tidak suka saja dengan sikap dia yang over kepadaku Ava, padahal aku bukan siapa-siapa untuknya, dan aku juga tidak nyaman saja dengan kehadirannya disisiku ",, jawab Via kepada Ava.
" Iya baiklah aku mengerti apa maksud kamu ",, kata Ava kepada Via.
" Cuma itu saja Ava yang ingin aku katakan, dan kalau begitu aku matikan saja ya telefonnya, sebab aku mau masak dulu untuk calon suamiku ",, kata Via dengan asal kepada Ava.
Ava yang mendengar perkataan dari Via yang mengatakan calon suamipun dia langsung saja mencoba bertanya kepada Via, namun sayang sambungan telefonnya sudah diputus oleh Via.
" Apa maksud perkataan dari siVia tadi ya??, aah biar sajalah nanti siVia juga akan bercerita sendiri kepadaku, sekarang aku mau bekerja lagi, pekerjaanku masih banyak sekali ",, kata Ava sambil berbicara sendiri.
Sedang Via setelah selesai menelfon Ava, dia langsung saja menyiapkan bahan-bahan untuk dia masak dan akan dia antarkan kekantor Leon lagi.
Dan masih sama seperti kemarin, dikantor polisi dibuat sedikit gempar lagi dengan kedatangan dari Via yang datang lagi sambil membawa rantang makanan yang sama untuk Leon.
Pada waktu Via datang Leon masih meeting dengan para jajaran kepolisian yang lain, alhasil membuat Via harus menunggu sejenak didepan ruang tunggu yang ada didepan ruang kerjanya Leon.
Akan tetapi ketika Leon sudah selesai meeting dan Via melihat Leon berjalan kearahnya, wajah dari Leon sudah menunjukkan wajah yang kurang enak dipandang oleh Via dan Via menyadari akan hal itu.
Dan ketika Via sudah diajak masuk kedalam ruang kantornya Leon, Leon pun tiba-tiba langsung saja mengucapkan sebuah perkataan yang membuat Via langsung bersedih saat itu juga.
" Yang menyuruh anda datang kesini itu siapa Nona apalagi anda juga mengaku sebagai calon istri saya, cepat bawa pergi rantang makanan itu, karena saya tidak lapar dan juga tidak membutuhkannya!!, serta silahkan pergi dan jangan kembali lagi kesini jika bukan saya sendiri yang menyuruh anda!! ",, kata pelan namun menusuk sekali dihati Via.
Via yang mendengar perkataan penas dan dingin dari Leon, dia langsung saja pergi dari dalam ruang kantor Leon namun tidak membawa rantang makanan yang dibawanya.
Via yang sudah keluar dari dalam ruang kerja Leon, dia masih menunjukkan wajah tersenyum ramah ceria kepada para polisi yang ditemuinya.
Namun ketika Via sudah sampai didalam mobilnya, tangis dia pun pecah juga, karena entah kenapa hatinya sangat sakit sekali diperlakukan seperti itu oleh Leon tadi.
Sedang Leon sendiri, setelah kepergian dari Via, dia langsung saja menjambak rambutnya dengan kasar, karena malah melampiaskan kemarahannya kepada Via yang tidak tahu apa-apa.
Leon yang tersadar jika dia sudah sangat kasar sekali dengan Via, dia lalu bergegas keluar dari dalam ruang kantornya untuk menyusul Via.
Namun sayang, ketika Leon yang sudah sampai diparkiran mobil, Leon sudah tidak menemukan mobil Via sama sekali.
Semua masalah yang baru saja dihadapinya itu membuat Leon tanpa sadar melampiaskannya kepada Via yang tidak tahu apa-apa.
Dan Leon yang tidak keburu menyusul Via, dia lalu memutuskan untuk kembali lagi kedalam ruangannya.
Didalam ruangannya, Leon langsung saja duduk dishofa untuk membuka rantang makanan yang dibawa oleh Via.
Sungguh hati Leon langsung menangis sambil tertawa ketika melihat menu makanan yang dimasak oleh Via untuknya.
" Maafkan aku Via ",, kata Leon untuk Via.
Dan setelah itu Leon langsung saja memakan serta menghabiskan semua makanan yang ada didalam rantang tersebut.
Leon bertekad ingin meminta maaf kepada Via nanti jika dia sudah pulang kerumah.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...