Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
BERBINCANG



Ketika Aaric sudah berada didalam mobil dan sedang mengendarainya menuju kerumah Ayah Chyou.


Aaric tiba-tiba mendapat telefon dari Papah Zohan yang sedang bertanya kepadanya ada dimana, karena katanya tadi Aaric ingin segera pulang akan tetapi ketika sudah ditunggu daritadi tidak sampai-sampai juga divila.


" Aaric lagi perjalanan lagi kerumah Ayah Chyou Pah, karena tadi ketika Aaric baru saja sampai divila, Aaric ditelefon oleh Ayah Chyou, jika Dian tiba-tiba saja demam dan memanggil-manggil nama Aaric terus ",, jawab Aaric kepada Papah Zohan melalui sambungan telefon.


" Oh ya sudah kalau begitu, hati-hati saja kamu dijalan ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.


" Iya Pah ",, jawab Aaric kepada Papah Zohan.


Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.


Setelahnya Aaric fokus saja mengendarai mobilnya untuk segera sampai dirumah mewah milik Ayah Chyou.


Meninggalkan Aaric dan Dian sejenak, kita akan beralih keVia dan juga Leon.


Tadi acara pernikahan dari Leon dan Via berjalan dengan sangat lancar sekali.


Suka cita terpancar diwajah semua orang yang hadir disitu, bahkan Ava pun tidak henti-hentinya menggoda Via yang akhirnya bisa menjadi istri dari seorang Jenderal.


Dan Leon sendiri akhirnya mengetahui serta mengenal juga sahabat sang istri yang bernama Ava.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, acara pemberkatan pernikahan dari Via dan Leon akhirnya selesai juga.


Hanya tinggal keluarga inti saja yang masih tersisa dirumah mewah Ayah Markus.


Bahkan Ava dan Derral mereka berdua sudah pulang sejak setengah jam yang lalu kemansion mereka sendiri untuk bersiap-siap lagi.


Karena malam harinya mereka berdua akan kembali terbang lagi keIndonesia untuk menghadiri acara pernikahan dari Aaric bersama Dian.


Makeup yang ada diwajah cantik Via pun sudah Via hapus sejak tadi, dan saat ini juga Via sudah berganti baju menggunakan baju rumahannya yang masih sopan karena masih banyak Keluarga yang ada dirumah sang Ayah.


Serta untuk Leon sendiri, dia juga sudah berganti baju menggunakan kemeja dan celana yang sudah dibawanya tadi dari rumah Ayah Cana.


Tanisa walau dia bersedih karena cintanya harus layu sebelum berkembang, namun rasa sedihnya tidak sebesar rasa bahagianya yang akhirnya bisa melihat sang Kakak menikah juga dengan atasannya sendiri yaitu Via.


Berawal dari ketidaksengajaan karena Via terpaksa menginap dirumah Leon, akhirnya berakhir jodoh juga dengan sang pemilik rumah yaitu Leon.


Cinta itu datang dengan tidak terduga, dan bahkan jodoh yang tidak kita sangka ternyata adalah jodoh kita.


Seperti Via dan Leon, mereka tidak menyangka jika akhirnya mereka bisa berakhir bahagia dengan disatukannya cinta sesaat mereka diatas panggung pelaminan yang sederhana itu.


Sore pun berganti malam, dan semua orang yang sudah melaksanakan makan malam, mereka semua langsung saja beristirahat didalam kamar mereka masing-masing setelah seharian mereka harus sibuk mengurus pernikahan dari Via dan Leon.


Rumah Ayah Markus pun sudah bersih seperti sedia kala, karena sudah dibersihkan oleh petugas WO yang dipekerjakannya.


Saat ini Via dan Leon sendiri mereka berdua juga sedang pada beristirahat didalam kamar Via yang sudah disulap menjadi kamar pengantin.


" Leon........... ",, panggil Via kepada Leon.


" Don't call me Leon, panggil honey saja ya Via ",, kata Leon kepada Via.


" Jika aku memanggil kamu honey, terus kamu memanggil aku apa dong?? ",, tanya Via kepada Leon.


" Sweety or darling, atau juga baby, atau emm Mamah mungkin.............. ",, jawab Leon kepada Via sambil tiduran diatas ranjang, dengan kedua tangan yang dia silangkan dibelakang kepalanya.


Via yang mendengar perkataan dari Leon, dia langsung saja menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Terserah kamu sajalah............. ",, jawab Via kepada Leon.


" Eeh Mamah mau kemana??, apa Mamah Via tidak capek?? ",, tanya Leon kepada Via yang beranjak turun dari atas ranjang.


" Mau pipis................ ?? ",, jawab Via kepada Leon sambil berlalu menuju kedalam kamar mandi.


Leon langsung saja beroh ria saja ketika mendengar jawaban dari Via.


" Honey, aku mau bertanya sekarang.......... ",, kata Via kepada Leon sambil ikut masuk kedalam selimut yang dipakai oleh Leon.


" Tanya sajalah sayang ",, jawab Leon kepada Via sambil memeluk Via dari samping.


" Itu tadi aku kenapa ya honey??, kenapa acara pernikahan kita bisa diundur begitu lama sekali?? ",, tanya Via kepada Leon.


Leon yang mendengar perkataan dari Via dia sedikit bingung menjawabnya.


Karena Leon bingung ingin darimana memulai berceritanya kepada Via.


" Jawab dong honey......... kenapa kamu malah diam saja seperti itu?? ",, kata Via kepada Leon.


" Eem tadi kamu tidak sadarkan diri Via ",, jawab Leon kepada Via.


Via langsung terkejut namun sedikit bingung mendengar perkataan dari Leon.


" Tidak sadarkan diri??, memangnya aku kenapa Leon??, karena setahu aku......... badanku sehat-sehat saja ",, kata Via kepada Leon.


" Kamu baru saja meminum obat tidur yang berdosis cukup tinggi Via ",, jawab Leon kepada Via.


" Obat tidur??, seingatku aku tidak meminum obat tidur sama sekali??, bagaimana sih maksudnya, cerita yang jelas dong ",, kata Via lagi kepada Leon.


" Apakah kamu ingat kamu pernah minum air putih ketika disedang dimakeup oleh MUA?? ",, tanya Leon kepada Via.


Via langsung saja mengingat-ingat perihal minum air putih itu.


" Iya aku ingat, aku minta dibawakan air putih oleh seorang petugas WO laki-laki ",, jawab Via kepada Leon.


" Dia bukan petugas WO Via, melainkan Chico yang sedang menyamar ",, jawab Leon kepada Via.


" Chico yang sedang menyamar?? ",, kata Via kepada Leon dengan sangat terkejut sekali.


" Iya, dia sengaja menyamar menjadi petugas WO untuk bisa menculik kamu dengan cara membuat kamu tertidur seperti tadi Via ",, kata Leon kepada Via.


" Terus sekarang Chiconya dimana??, apakah sudah kamu bawa kepenjara??, karena aku tidak menyangka Chico akan berbuat seperti itu kepadaku ",, kata Via kepada Leon.


Leon langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Via.


" Maksud kamu menggelengkan kepala kamu apa Leon?? ",, kata Via kepada Leon.


" Aku sengaja melepaskannya ",, jawab Leon kepada Via.


" Kenapa kamu melepaskannya??!!, nanti jika dia berulah lagi bagaimana?? ",, kata Via kepada Leon.


" Aku rasa dia tidak akan berani mengulanginya lagi, sebab Tuan Derral sudah berani mempertaruhkan harga diri dan juga Perusahaannya demi Chico ",, jawab Leon kepada Via.


" Derral??, maksud kamu suaminya Ava?? ",, kata Via kepada Leon.


Dan Leon langsung saja mengangguk kepada Via.


" Iya, dia berani sebagai jaminan jika Chico tidak akan mengganggu hubungan kita lagi Via ",, jawab Leon kepada Via.


" Sudah yuk, tidak perlu difikirkan, sekarang kita tidur saja dulu, capek sekali badanku ini ",, kata Leon lagi kepada Via.


" Iya baiklah ",, jawab Via kepada Leon, walau sebetulnya Via belum puas dengan jawaban dari Leon tadi.


Setelahnya Leon dan Via mencoba mengistirahatkan badan mereka malam itu dengan saling berpelukan untuk menghangatkan tubuh mereka masing-masing dibawah satu selimut yang sama.


Leon dan Via sengaja malam itu tidak melakukan ritual malam pertama mereka, sebab badan mereka sedang merasa sangat capek sekali.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...