Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KETAHUAN DALANGNYA



Geser keDerral dan Ava lagi.


Ava yang sudah selesai mandi dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan lingerie seksinya saja.


Sontak hal itu membuat Derral yang sedang menunggunya diatas ranjang sambil memainkan ponselnya.


Langsung saja melototkan matanya ketika melihat Ava keluar dari dalam kamar mandi hanya berpakaian seksi seperti itu.


" Ava.............??, kamu tidak sedang menggodaku kan?? ",, kata Derral kepada Ava.


Ava pun reflek langsung saja menghentikan langkah kakinya yang ingin menuju kedalam ruang walk in closet.


" Apakah kamu melihat jika aku sedang menggodamu saat ini?? ",, tanya dari Ava kepada Derral.


" Iya......... ",, jawab polos dari Derral kepada Ava.


Ava pun hanya menggelengkan kepalanya saja ketika mendengar jawaban dari Derral.


Setelahnya Ava memilih ingin melanjutkan langkah kakinya menuju keruang walk in closetnya.


Namun ketika Derral melihat Ava ingin berganti baju, Derral langsung saja melompat dari atas ranjang dan menggendong Ava untuk menuju ke ranjang.


" Derral apa yang kamu lakukan??, aku ingin berganti baju.... ",, kata Ava kepada Derral.


" Biarlah seperti ini saja dulu, dan sini aku obati dulu tengkuknya ",, kata Derral kepada Ava.


Dan Ava pun langsung saja tengkurap membelakangi Derral.


Sedang Derral sendiri dia malah salah fokus dengan p***t kenyal milik Ava yang menggodanya ingin dia pukul-pukul mesra.


Derral pun sekuat tenaga memfokuskan fikirannya untuk mengolesi salep ditengkuknya Ava.


Setelah sudah selesai, Derral langsung saja menyuruh Ava untuk meminum obat yang tadi sudah diberikan oleh Dokter Gerald.


" Sudah, semua sudah selesai kan??, sekarang aku ingin ganti baju dulu ",, kata Ava kepada Derral ketika sudah selesai meminum obatnya.


" Biarlah begini saja dulu Ava, aku sangat senang melihatmu memakai ini ",, kata Derral kepada Ava sambil tersenyum senang.


Ava pun yang ingin menyenangkan hati suaminya, akhirnya menurut saja sambil memangku bantal miliknya.


" Sekarang ceritakan kepadaku kenapa tahu-tahu aku sudah ada didalam kamar dan juga ada Papah tadi disini?? ",, kata Ava kepada Derral.


" Apakah sungguh kamu tidak ingat sesuatu Ava?? ",, tanya dari Derral kepada Ava.


Ava pun langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Derral.


" Itu tengkuk belakang leher kamu sakit, karena tadi kamu sudah dipukul oleh seseorang yang ingin menculik kamu ketika kamu baru saja keluar dari dalam kamar mandi ",, kata Derral kepada Ava.


Ava pun yang mendengar perkataan dari Derral, dia langsung saja memikirkan sesuatu dan seperti teringat sesuatu.


" Iya sekarang aku ingat.......... ",, kata Ava dengan tiba-tiba.


" Tadi ketika aku baru saja membuka bilik toilet yang aku masuki, tiba-tiba saja ada yang memukulku dari belakang, setelah itu semuanya gelap dan aku tidak ingat sama sekali ",, sambung lagi perkataan dari Ava kepada Derral.


" Iya itulah percobaan penculikan yang dia lakukan kepadamu Ava ",, jawab Derral kepada Ava.


" Dan untung saja tadi ada salah satu waiters yang melihat kamu sedang pingsan seperti itu dan sedang digendong oleh laki-laki misterius ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepad aAva.


" Waiters itu langsung saja berteriak dan mengundang banyak temannya untuk datang kearahnya, akhirnya para waiters itu bisa mengamankan orang yang sudah menculik kamu itu Ava ",, sambung terus perkataan dari Derral kepada Ava.


" Kurang asin, kurang kecut, lan kurang enak tenan uripe wong ui arep nyulik aku, ora reti wae yen bapakku ui wonge medeni yen nesu, mbuh yen bojoku nek nesu kepriye?? "


" ( Kurang asin, kurang asam, dan kurang enak hidupnya orang itu mau menculik aku, tidak tahu saja jika Papahku itu menakutkan jika sedang marah, entahlah jika suamiku kalau marah bagaimana?? ) ",, kata Ava dengan bernada jengkel sambil menggunakan Bahasa Jawa.


Derral yang sudah terbiasa dengan perkataan dari Ava yang sering menggunakan Bahasa Jawa seperti itu, dia langsung saja menggelengkan kepalanya.


Dan yang pasti Derral sangat tahu sekali jika Ava sedang marah, terlihat dari ekspresi muka Ava yang seperti itu dihadapannya.


Bunyi dering ponsel itu membuat Derral dan Ava langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah ponsel milik Derral.


" Papah ",, kata Derral ketika sudah membaca nama seseorang yang sudah menelfonnya.


Setelahnya Derral langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu dengan segera.


" Halo Pah ",, kata Derral ketika sudah mengangkat sambungan telefon dari Papah Zohan.


" Derral, Papah baru saja keluar dari dalam markas kamu, dan Papah sudah tahu siapa dalang dibalik penculikan Ava ",, kata Papah Zohan kepada Derral.


" Siapa Pah orangnya?? ",, tanya Derral dengan segera kepada Papah Zohan.


" Apakah kamu ingat dengan Dokter muda yang pernah Papah panggil untuk datang kemansion kemarin?? ",, kata Papah Zohan kepada Derral.


" Ingat Pah, Derral masih ingat jelas wajah dari Dokter tersebut ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.


Yah wajar saja jika Derral masih ingat dengan wajah dari Dokter Rava, sebab Derral tidak akan melupakan wajah dari laki-laki yang terlihat mempunyai rasa terhadap istrinya.


Sedang Ava sendiri dia masih saja diam sambil terus mendengarkan pembicaraan dari Derral bersama Papah Zohan.


" Iya, dialah otak utamanya Derral, Dokter Rava menyuruh orang untuk memata-matai kalian berdua, karena Dokter Rava ingin merebut Ava darimu, sebab dia sangat terobsesi sekali ingin memiliki Ava ",, kata dari Papah Zohan kepada Derral.


Dan perkataan dari Papah Zohan membuat Derral langsung saja melototkan matanya karena terkejut.


Ava sungguh sangat penasaran sekali ketika melihat ekspresi Derral yang seperti itu.


" Tapi kamu tenang saja Derral, Papah sudah mengerahkan semua anak buah kita untuk mencari keberadaannya, dan jika sudah ketemu nanti kita eksekusi bersama-sama serta berikan hukuman yang setimpal kepadanya, karena sudah berani mengusik rumah tangga kamu bersama Ava ",, sambung lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Derral.


" Baiklah hanya itu yang ingin Papah katakan kepadamu, Papah sudahi dulu telefonnya ",, kata Papah Zohan lagi ketika belum mendengar tanggapan dari Derral.


" Iya Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan dengan singkat sekali.


Setelahnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.


Ava yang melihat sambungan telefonnya sudah terputus, dia langsung saja bertanya kepada Derral.


" Dokter Rava pelaku utama dari penculikan kamu Ava ",, jawab Derral kepada Ava.


" Dokter Rava..........??!! ",, kata Ava dengan sangat terkejut sekali.


" Pantas saja dia menunjukkan gelagat kurang menyenangkan ketika melihatku dan kemarin dia seperti mengikutiku ",, kata batin dari Ava sambil sedikit melamun.


" Dia terobsesi denganmu untuk menjadikanmu miliknya Ava ",, kata Derral kepada Ava membuat Ava langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Derral.


" Dan aku pastinya tidak akan membiarkan semua itu terjadi, tidak akan aku biarkan ada seseorang yang merebut kamu dariku ",, sambung lagi perkataan dari Derral kepada Ava sambil mengepalkan kedua tangannya dengan ekspresi marah.


Ava yang melihat Derral mengepalkan kedua tangannya seperti itu, dia langsung saja menggenggam kedua tangan Derral dengan lembut.


" Tenanglah, aku sudah menjadi milikmu Derral, bagaimanapun juga tidak akan ada yang bisa memisahkanku darimu ",, kata lembut dari Ava untuk menenangkan perasaan dari Derral.


" Apakah itu artinya kamu mau memberikannya lagi sekarang kepadaku Ava?? ",, jawab Derral kepada Ava sambil menaikkan sebelah alisnya keatas.


" Sampeyan iku ya...... fikirane sel4k4n94n wae, nyesel aku wis nenangno atimu, ngerti ngunu tak jarno wae ben sampeyan muring-muring dewe!! "


" ( Kamu itu ya...... fikirannya cuma sel4k4n94n saja, menyesal aku sudah menenangkan hatimu, tahu begitu aku biarkan saja, supaya kamu marah-marah sendiri!! ) ",, sahut Ava kepada Derral.


Derral yang tidak tahu arti dari perkataannya Ava, dia malah langsung saja menunjukkan wajah m35umnya kepada Ava.


Sehingga membuat Ava yang gemas kepada Derral langsung saja memukul wajah Derral menggunakan bantal yang sedang dipangkunya tadi.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...