
Ava sudah makan, Ava juga sudah minum obat, apalagi beristirahat, semua sudah Ava lakukan, namun semua itu tidak membuat Ava merasa baikan badannya.
Malahan rasa pusing dikepala Ava jika efek obat yang diminumnya sudah tidak berpengaruh lagi ditubuhnya, kepala dia akan semakin pusing saja.
Mata yang berkunang-kunang, dan badan yang merasa lemas, membuat Ava seharian itu hanya bisa beristirahat saja didalam kamar.
Bahkan ketika jam waktu makan malam, Ava sama sekali tidak kuat untuk bangun dari atas ranjangnya.
Derral walau dia juga merasa capek, namun dia senantiasa menemani Ava didalam kamar, karena takut siapa tahu Ava akan membutuhkan bantuannya.
Derral begitu sangat khawatir sekali dengan keadaan dari Ava yang seharian itu hanya bisa diatas ranjang saja, dan wajah Ava pun masih terlihat sangat pucat sekali.
Semua Keluarga yang melihat Ava tidak ada perkembangannya seharian itu, mereka sudah berusaha membelikan obat diapotek yang sesuai dengan gejala yang dirasakan oleh Ava.
Akan tetapi sama saja, obat itu seperti obat yang diberikan oleh Dokter tadi, tidak ada efeknya sama sekali ketika sudah diminum oleh Ava.
Ketika malam tiba, sekitar jam sepuluh malam waktu Indonesia, tiba-tiba saja Ava merasakan mual yang berlebih diperutnya, sehingga membuatnya harus mengeluarkan semua makanan yang seharian ini sudah dimakannya.
Seharian fikiran Derral sudah tidak tenang sama sekali, karena sang istri yang tumben sekali sakit cukup lama.
Padahal selama mereka menikah Ava belum pernah sakit seperti itu, kalau cuma sakit kecapekan biasa sudah sering Ava alami, akan tetapi jika sudah dibuat istirahat oleh Ava, dia akan kembali sembuh seperti sedia kala.
" Ava, kita kerumah sakit ya??, seharian ini kamu seperti ini terus.......... aku takut jika kamu kenapa-kenapa ",, kata Derral kepada Ava sambil membantu Ava memijat tengkuknya.
" Tidak perlu, mungkin aku kecapekan saja Derral ",, jawab Ava dengan lirih kepada Derral.
" Kepalaku pusing sekali ",, kata Ava ketika dia sudah selesai muntah-muntahnya didalam kamar mandi.
" Mau aku bantu berjalannya sayang..........?? ",, tanya Derral kepada Ava.
Ava hanya mengangguk saja kepada Derral.
Dan ketika Ava baru saja berjalan beberapa langkah, kepala dia semakin pusing sekali, bahkan satu ruangan yang Ava pijak seperti berputar-putar didepan matanya.
Derral yang melihat Ava memegangi kepalanya seperti itu, dia terus memegang erat tubuh dari Ava, karena Derral tidak mau jika Ava sampai pingsan lagi diatas lantai.
Akhirnya apa yang ditakutkan oleh Derral terjadi juga, Ava pingsan lagi namun bisa segera Derral tangkap sebelum Ava menyentuh lantai.
" Aku tidak bisa jika harus berdiam diri seperti ini terus ",, kata Derral sambil menggendong Ava untuk keluar dari dalam kamar.
Derral menuruni tangga dengan sangat hati-hati sekali karena dia sambil menggendong Ava.
Dan ketika Derral sudah sampai ditangga terakhir, dia tidak sengaja berpas-pasan dengan Papah Zohan yang baru saja dari dapur untuk mengambil minum.
" Astaga Derral, Ava kenapa?? ",, tanya Papah Zohan dengan nada yang sangat khawatir dan juga terkejut sekali.
" Ava pingsan lagi Pah, Papah bisa temani Derral untuk mencari rumah sakit terdekat yang ada disini?? ",, kata Derral kepada Papah Zohan.
" Ayo Papah antar ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
Setelahnya mereka berdua langsung saja keluar dari dalam vila untuk segera masuk kedalam mobil milik Derral.
Papah Zohan dan Derral mereka berdua bahkan belum sempat memberitahukan kepada Opa, Oma dan Mamah Gretl jika mereka akan membawa Ava kerumah sakit, karena saking khawatirnya kepada keadaannya Ava.
Ketika mereka semua sudah masuk kedalam mobil, Papah Zohan langsung saja mengendarai mobilnya untuk segera membawa Ava kerumah sakit atau klinik terdekat yang ada disekitar vila sang Opa.
Setelah Papah Zohan mengendarai mobil milik Derral sekitar dua kilometer jauhnya, akhirnya Papah Zohan melihat ada papan reklame bertuliskan nama klinik yang cukup besar dipinggir jalan, dan ternyata klinik itu buka selama dua puluh empat jam.
Papah Zohan langsung saja menghentikan mobilnya tepat didepan pintu masuk klinik tersebut.
Dan ketika mobil sudah berhenti, Derral langsung saja membawa Ava kedalam klinik dibantu oleh Papah Zohan.
Suster dan Asisstan Dokter yang berjaga, mereka yang melihat Derral sedang menggendong Ava yang tidak sadarkan diri, mereka semua langsung sigap membantu Derral untuk memindahkan Ava keatas brankar yang ada disitu.
Suster dan para asisstan Dokter yang tidak berbahasa Inggris mereka sedikit kesulitan ketika berkomunikasi dengan Derral dan Papah Zohan.
Hanya menggunakan Bahasa seadanya saja suster tadi menyuruh Derral dan Papah Zohan untuk menunggu Ava didepan ruangan.
" Derral apakah kamu membawa ponsel?? ",, tanya Papah Zohan kepada Derral.
Derral langsung saja meraba semua tubuhnya namun ternyata dia lupa membawa ponsel dan juga dompetnya.
" Derral lupa membawa ponsel dan juga dompet Derral Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
" Papah juga ",, jawab Papah Zohan kepada Derral.
" Papah akan mencoba meminjam telefon untuk menghubungi orang rumah ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
" Iya Pah, biar Derral yang menunggu disini ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
Setelahnya Papah Zohan langsung saja berlalu pergi menuju kepetugas resepsionis untuk meminjam telefon klinik sebentar untuk menghubungi Keluarganya .
Untung saja petugas resepsionis itu dia bisa sedikit-sedikit berbicara Bahasa Inggris, jadi Papah Zohan tidak terlalu kesulitan berbicara ketika dia ingin meminjam telefon.
Dan ketika Papah Zohan sudah diijinkan untuk meminjam telefon klinik, dia langsung saja menghubungi nomor ponselnya sendiri yang berada didalam kamar.
Fikir Papah Zohan jika dia menelfon ponselnya, pasti akan diangkat oleh sang istri yaitu Mamah Gretl.
Dan benar saja ketika ponsel milik Papah Zohan berdering terus menerus sebanyak tiga kali sedangkan Papah Zohan tidak segera masuk kedalam kamar, akhirnya Mamah Gretl memberanikan diri untuk mengangkat sambungan telefon milik suaminya.
Mamah Gretl sedikit kebingungan, karena ketika dia ingin mengangkat sambungan telefonnya itu, dia melihat nomornya tidak ada namanya, dan terlebih lagi nomor telefonnya berbeda dengan nomor telefon milik Negara.
Walau begitu, Mamah Gretl tetap mencoba mengangkat sambungan telefon tersebut.
" Halo........ ",, kata Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Halo Mamah, ini Papah lagi menelfon diklinik yang terdekat divila Ayah ",, kata Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Papah??, Papah diklinik malam-malam begini ada apa?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Papah sedang membantu Derral membawa Ava yang pingsan lagi Mah ",, jawab Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Mamah segera beritahu Ayah dan Mamah, dan jangan lupa jika kesini bawakan ponsel dan dompet milik Papah serta milik Derral yang ketinggalan Mah, kami sekarang tidak bawa apa-apa ",, kata Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Baik-baik, Papah sama Derral tunggu saja dulu disana, biar Mamah memberitahukan kepada Opa sekalian nanti akan mengantarkan ponsel serta dompet milik Papah dan Derral ",, jawab Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Baik Mah, secepatnya Papah tunggu ",, kata Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Papah Zohan langsung saja mengucapkan terimakasih kepada petugas resepsionis tersebut ketika dia sudah diperbolehkan menggunakan telefonnya tadi.
Setelahnya Papah Zohan langsung saja berlalu lagi menuju keruangan perawatan Ava yang disana sudah ada Derral yang setia menunggu didepan ruangan.
...💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛...
Mampir yuk diPietro 🤗
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...