Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PERASAAN SEORANG ISTRI



Berpindah keIndonesia terlebih dahulu, tepatnya divila sang Opanya Ava.


Ava yang sedang berbincang hangat dengan Mamah Gretl, Oma dan Opa sambil menonton televisi, pandangan mereka semua langsung saja teralihkan dengan kedatangan dari Aaric bersama Dian.


Aaric dan Dian ketika semalam sudah melakukan ritual pengantin baru mereka, paginya ketika mereka bangun perasaan mereka sungguh sangat bahagia sekali.


Sebab pada akhirnya Aaric dan Dian bisa melakukan hal itu dengan status mereka yang sudah sah sebagai sepasang suami istri.


Ketika sudah selesai sarapan pagi tadi, Aaric mencoba berbicara kepada Dian jika dia ingin mengajak Dian melihat keadaan dari sang adik tercinta yaitu Ava divila sang Opa sebab Aaric sebelumnya sudah diberitahu oleh Mamah Gretl jika Ava sudah kembali kevila.


Dian yang mendengar perkataan dari Aaric, dia sangat senang sekali, karena sejujurnya Dian juga merasa sangat khawatir sekali kepada Ava.


Namun ketika Aaric dan Dian ingin segera pergi berkunjung kevila sang Opa tadi, tiba-tiba saja ada beberapa rekan bisnis Ayah Chyou datang berkunjung kerumah Ayah Chyou untuk memberikan selamat atas pernikahan mereka berdua.


Akhirnya baik Dian dan Aaric mengundurkan sejenak jadwal kepergian mereka untuk menjenguk Ava.


Dan ketika teman bisnis sang Ayah sudah pada pulang, Dian dan Aaric langsung saja berpamitan pergi kevila sang Opa kepada Ayah Chyou dan Mamah Sherlly.


Disinilah Aaric dan Dian sekarang yang sudah ikut bergabung duduk diruang Keluarga vila sang Opa bersama yang lainnya.


" Dian, Kak Aaric............ ",, sapa hangat dari Ava kepada Dian dan Aaric.


" Kalian berdua darimana?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Aaric dan Dian.


" Kita dari rumah sengaja ingin kesini Mah ",, jawab Aaric kepada Mamah Gretl.


" Bagaimana keadaan kamu Ava?? ",, tanya Aaric kepada Ava.


" Iya Ava bagaimana keadaan kamu, wajah kamu masih terlihat sedikit pucat ",, kata Dian juga kepada Ava.


" Aku sudah mendingan ko, walau masih sedikit lemas, tapi setidaknya tidak separah kemarin ",, jawab Ava kepada Aaric dan juga Dian sambil tersenyum.


Ketika mereka sedang mengobrol seperti itu, tiba-tiba saja pandangan mereka teralihkan lagi kepada pembantu yang mengatakan jika makan siangnya sudah siap.


" Ayo kita berbincangnya sambil makan siang, Opa juga sudah lapar ",, ajak Opa kepada semua keluarganya.


" Ayo Nak, kamu dan Ava harus banyak makan untuk kesehatan baby kamu ",, kata Oma kepada Dian dan Ava.


" Iya Oma ",, jawab Dian kepada Oma.


Dan saat ini mereka semua sudah pada duduk dimeja makan yang ada diruang makan.


" Ngomong-ngomong Derral dan Papah dimana??, ko mereka berdua tidak kelihatan?? ",, tanya Aaric kepada semua orang.


" Papah sama adik ipar kamu mereka berdua sudah pulang keSpanyol sejak kemarin Aaric ",, jawab Mamah Gretl kepada Aaric dan masih didengar Dian.


" Kenapa Mamah sama Ava tidak sekalian pulang juga bersama mereka??, apakah Papah sama Derral ada keperluan mendesak hingga harus pulang terlebih dahulu Mah?? ",, tanya Aaric kepada Mamah Gretl.


" Iya, Papah sama Derral ada keperluan mendesak dikantor yang harus segera mereka tangani, berhubung Ava belum diperbolehkan naik pesawat jadi Mamah sama Ava akan kembali pulang nanti jika Ava sudah sehat dan kandungannya juga sudah kuat ",, jawab Mamah Gretl kepada Aaric sambil menikmati makanannya.


" Terus kalian berdua setelah ini akan tinggal dimana Aaric?? ",, tanya Opa kepada Aaric.


" Aaric juga akan kembali keSpanyol Opa, karena semua pekerjaan Aaric ada disana ",, jawab Aaric kepada Opa.


" Jaga Dian dengan baik-baik, karena dia sekarang tanggung jawab kamu ",, pesan dari Opa kepada Aaric.


" Tentu saja Opa ",, jawab Aaric dengan mantap kepada Opa.


Aaric yang duduk didepannya Ava dan melihat Ava seperti tidak berselera makan, sebagai sang Kakak dia pun langsung saja bertanya kepada Ava.


" Ava kamu kenapa??, makan kamu pun terlihat sangat tidak berselera seperti itu?? ",, tanya Aaric kepada Ava.


Semua orang yang ada dimeja makan itu langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah Ava .


" Iya Nak, kamu kenapa?? apa kamu sedang sakit??, mana yang sakit??, apa perut kamu sakit lagi?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Ava.


" Ava apa makanannya tidak enak?? ",, tanya Opa juga kepada Ava.


" Bukan Mah, Opa, hanya saja Ava tidak berselera makan, rasanya ingin bersama Derral ",, jawab Ava dengan jujur kepada semua orang.


" Dasar anak muda, jauh cuma beberapa jam saja sudah seperti itu ",, kata Opa kepada Ava.


" Opa kan dulu juga seperti itu ketika masih muda, ya mengerti sedikitlah ",, sahut Oma kepada Opa.


" Apakah kamu ingin pulang sekarang Ava?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Ava.


" Bolehkah Mah??, Ava rasanya ingin sekali melihat Derral saat ini ",, kata Ava kepada Mamah Gretl.


" Tapi Dokter belum mengijinkan kamu naik pesawat Ava?? ",, kata Opa kepada Ava.


" Tapi Opa, Ava rasanya tidak tahan berjauhan seperti ini sama Derral ",, jawab Ava kepada Opa.


Dan setelahnya Ava langsung meninggalkan meja makan itu tanpa berpamitan kepada semua orang dengan perasaan semakin tidak karuan sekali.


Baru kali itu Ava marah seperti sekarang kepada Opa dan semua Keluarganya.


Semua orang berfikir karena faktor kehamilan Avalah yang membuat Ava bersikap seperti itu kepada mereka semua.


Serta mereka semua berfikir jika Ava sedang mengidam ingin terus berdekatan dengan Derral.


Aaric, Dian, Opa, Oma dan juga Mamah Gretl sangat terkejut sekali melihat Ava merajuk seperti itu.


" Mah, apa tidak sebaiknya kita konsultasikan dulu sama Dokter, kasihan Ava jika dia begini terus, akan tidak baik untuk sibabynya jika dia stres tidak bisa berdekatan dengan Derral ",, kata Dian kepada Mamah Gretl.


" Iya Mah, benar apa kata Dian, lagi pula sekarang sudah jaman maju, obat pun sudah banyak yang bagus, dan terlebih uang kita banyak kenapa sepertinya sulit sekali sih memenuhi permintaan dari Ava ",, kata Aaric kepada Mamah Gretl dan didengar oleh semua orang yang ada dimeja makan.


Mendengar perkataan dari Aaric, Opa pun langsung saja berdiri dari duduknya dan pergi dari meja makan itu walau makanan dia belum habis.


Dan hal itu juga membuat semua orang semakin terkejut serta takut, sebab sang tetua tanpa banyak berbicara langsung meninggalkan mereka semua dimeja makan.


" Mamah tidak tahu harus berbuat apa Aaric, Dian, lihatlah saja Opa kalian hanya diam saja bahkan dia pergi meninggalkan meja makan tanpa sepatah kata pun, dan jika hal ini sudah dilakukan oleh Opa, itu artinya kita semua bersalah kepadanya ",, jawab Mamah Gretl kepada Aaric dan Dian.


" Kalian semua tenang saja, nanti Oma yang akan mencoba membujuk Opa, karena bagaimanapun juga apa yang dikatakan oleh Aaric dan Dian ada benarnya juga ",, sahut dari Oma kepada Mamah Gretl.


" Dan kita juga tidak mau jika sampai terjadi apa-apa sama Ava terlebih sama calon babynya ",, sambung lagi perkataan dari Oma kepada mereka semua.


Setelah Oma diam, mereka semua pun menjadi tidak berselera makan dan diam dengan fikiran mereka masing-masing.


Makan siang yang tadinya tenang dan hikmat menjadi tidak karuan lagi rasanya, karena fikiran dan perasaan Ava yang sungguh sangat menyiksanya kali ini.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...