
Leon yang sudah aktif lagi dikantor, dan membuat Via selalu merasa sendirian didalam rumah.
Karena belum terbiasa di tinggal oleh Leon, akhirnya Via semalam meminta ijin kepada Leon ingin berkunjung kerumah ke dua orang tuanya dan akhirnya di ijinkan juga.
Yaps kita akan membahas Leon dan Via sejenak.
" Iya hati-hati nanti di jalan ya sayang ",, jawab Leon pada malam itu kepada Via.
" Iya, nanti apakah kamu akan menyusulku?? ",, tanya Via kepada Leon.
" Nanti jika semua pekerjaanku sudah selesai pasti aku akan menyusul kamu ",, jawab Leon kepada Via.
" Aku tiga hari lho honey dirumah Mamah, apakah kamu tidak merindukanku nanti ",, kata Via kepada Leon sambil bermanja-manja ria diatas ranjang.
" Kan aku sudah bilang, nanti aku akan menyusul kamu sayang, lagipula kamu disana ingin membahas pesta pernikahan kita ",, jawab Leon lagi kepada Via.
" Dan apakah kamu sudah mengabarkan kepada kedua Mamah serta kedua Ayah tentang rencana pesta resepsi pernikahan kita sayang?? ",, lanjut lagi perkataan dari Leon kepada Via.
" Tentu saja sudah dong honey, bahkan mereka mengharapkan ke datangan kita untuk membahas pesta pernikahan kita itu ",, jawab Via kepada Leon.
" Tapi sayangnya jika aku disuruh menginap disana lama-lama tidak bisa Via, karena pekerjaanku masih banyak, dan nanti juga aku akan meminta cuti lagi untuk acara resepsi pernikahan kita ",, kata Leon kepada Via sambil memainkan rambut panjangnya Via.
" Iya aku tahu ko sayang ",, jawab Via kepada Leon.
Dan sebelum tidur malam itu mereka berciuman dengan sangat lama sekali, hingga akhirnya terjadilah yang seharusnya terjadi di antara mereka berdua.
Keesokan harinya saat ini baik Leon dan juga Via setelah selesai sarapan bersama tadi, mereka berdua lalu pergi dari dalam rumah secara bersama-sama.
Dan ketika di perjalanan mereka berpisah di pertigaan, karena jalan yang akan mereka lalui berbeda jalurnya.
Jika Leon ingin berangkat ke kantornya, sedang Via akan menuju kerumah ke dua orang tuanya.
Didalam perjalanan Via mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata, sambil mendengarkan music supaya Via tidak mengantuk nanti di perjalanan.
Sebab jarak yang akan Via tempuh nanti akan memakan waktu yang cukup lama sekali.
Setelah Via mengendarai mobilnya kurang lebih sekitar satu setengah jam lamanya, dia berhenti sejenak direst area untuk mengistirahatkan badannya sambil membeli minuman dan beberapa camilan untuk dia makan nanti didalam mobil.
Via pun yang sudah merasa ada tenaga lebih, dia langsung saja melanjutkan lagi perjalanannya supaya bisa segera sampai di rumah ke dua orang tuanya.
Sedang di rumah Ayah Markus sendiri, kemarin ketika siang hari sekitar pukul sebelas siang, tiba-tiba saja rumah mereka kedatangan seorang laki-laki yang berpakaian rapi dan orang itu adalah Ben sekretaris dari Chico.
Mamah Delva yang kebetulan ada di ruang Keluarga, dan mendapatkan laporan dari asisstan rumah tangganya jika ada tamu yang datang ke rumahnya, dia pun langsung saja keluar menuju keruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu, Mamah Delfa di buat sedikit bingung, sebab dia tidak mengenali Ben sama sekali.
Dan Ben sendiri ketika melihat Mamah Delfa sudah keluar dari dalam rumah, dia langsung saja berdiri lagi dari duduknya untuk menyapa Mamah Delfa.
" Silahkan duduk kembali Tuan ",, kata Mamah Delfa dengan ramah kepada Ben.
Dan Ben hanya mengangguk saja kepada Mamah Delfa sambil duduk kembali di shofa yang tadi dia duduki.
" Maaf Tuan, anda sedang mencari siapa ya disini?? ",, tanya dari Mamah Delfa kepada Ben.
" Apakah benar anda Mamahnya Nona Via Nyonya?? ",, tanya Ben kepada Mamah Hanna.
" Iya benar saya Mamahnya Via ",, jawab Mamah Delfa kepada Ben.
" Berarti anda istrinya Tuan Markus?? ",, tanya dari Ben lagi kepada Mamah Delfa.
" Iya benar dia suami saya ",, jawab dari Mamah Delfa lagi kepada Ben.
Ben langsung saja tersenyum tipis ketika sudah mendengar semua jawaban dari Mamah Delfa.
" Kedatangan saya kesini, saya ingin mengantarkan ini Nyonya, untuk Tuan Markus dan juga Nona Via ",, kata Ben kepada Mamah Delfa sambil mengeluarkan kartu undangan dari balik saku jasnya.
" Ini Nyonya ",, kata Ben lagi sambil menyerahkan kartu undangan tersebut kepada Mamah Delfa.
Mamah Delfa tanpa banyak berbicara dia langsung saja mengambil dua kartu undangan tersebut dan juga membacanya.
" Chico??,........ ",, kata Mamah Delfa ketika membaca nama Chico.
Ketika Mamah Delfa ingin bertanya lagi kepada Ben, tiba-tiba saja pandangan dia dan Ben teralihkan dengan kedatangan dari Ayah Markus yang baru saja datang dari luar.
" Maaf anda siapa ya Tuan?? ",, tanya dari Ayah Markus kepada Ben.
Dengan sopan dan ramah, Ben langsung saja berdiri lagi dari duduknya untuk memperkenalkan diri kepada Ayah Markus.
" Jadi anda sekretaris dari Tuan Chico Tuan?? ",, tanya dari Ayah Markus kepada Ben sambil mempersilahkan duduk kembali.
" Benar Tuan, dan saya kesini cuma ingin menyampaikan itu kepada anda dan Nona Via ",, jawab Ben kepada Ayah Markus sambil menunjuk dua kartu undangan yang sedang di pegang oleh Mamah Delfa.
Ayah Markus pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah benda yang sedang di tunjuk oleh Ben tadi.
Dan ketika Ayah Markus melihat dua kartu undangan yang bentuknya cantik dan juga mewah di tangan Mamah Delfa, Ayah Markus pun langsung saja mengambilnya serta membacanya.
" Ini.......... Tuan Chico akan menikah Tuan?? ",, kata Ayah Markus kepada Ben.
" Benar Tuan, dan Tuan Chico mengaharapkan kehadiran dari anda dan Nona Via dipesta pernikahannya ",, jawab Ben kepada Ayah Markus.
" Ini acara pernikahannya ada di London, apakah Tuan Chico calon istrinya berasal dari Negara London Tuan?? ",, tanya dari Ayah Markus lagi kepada Ben.
" Iya Tuan......... ",, jawab singkat dari Ben kepada Ayah Markus.
" Mohon maaf Tuan Markus, jika sudah tidak ada lagi yang ingin anda tanyakan kepada saya, saya mau pamit undur diri, karena masih banyak pekerjaan yang belum saya kerjakan ",, kata Ben lagi kepada Ayah Markus.
" Baiklah Tuan Ben, terimakasih atas waktunya ",, kata Ayah Markus kepada Ben.
Dan setelah berpamitan, Ben langsung saja keluar dari dalam rumah Ayah Markus menuju kedalam mobilnya sendiri.
Ayah Markus setekah kepergian dari Ben dia membaca dengan seksama undangan dari Chico tersebut.
Didalam hati Ayah Markus dia juga ikut senang, ketika Chico sudah bisa menemukan tambatan hatinya dan bisa mencari pengganti Via.
Kembali kewaktu sekarang.
Ayah Markus dan Mamah Delfa yang tahu jika Via hari ini akan berkunjung ke rumah mereka, mereka sudah menunggunya sejak semalam.
Dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi namun Via belum sampai juga di rumah mereka, Mamah Delfa pun mencoba menelfon Via.
" Halo Mah ",, jawab Via kepada Mamah Delfa sambil mengendarai mobilnya.
" Kamu sudah sampai mana Via??, apakah sudah berada di perjalanan?? ",, tanya Mamah Delfa kepada Via.
" Sudah Mah dan sebentar lagi Via akan sampai, mungkin empat puluh menitan lagi ",, jawab Via kepada Mamah Delfa.
" Oh ya baiklah dan hati-hati di jalan kalau begitu ",, jawab Mamah Delfa kepada Via.
" Iya Mah ",, jawab Via kepada Mamah Delfa.
" Dan oh ya kemarin kamu dapat undangan pesta pernikahan Via, dari teman kamu ",, kata Mamah Delfa kepada Via.
" Teman siapa Mah?? ",, tanya Via kepada Mamah Delfa.
" Chico, dia bernama Chico, kalau tidak salah kata Ayah dia laki-laki yang ingin menculik kamu waktu kamu menikah kemarin itu Via ",, jawab Mamah Delfa kepada Via.
" Apaaaa!!! ",, kata Via dengan nada yang sangat terkejut sekali.
Via sungguh sangat terkejut sekali mendengar jawaban dari Mamahnya.
Dan tanpa sengaja Via yang sedang terkejut, dia reflek menghentikan mobilnya dengan secara mendadak.
Hingga membuat pengendara mobil lain yang ada di belakangnya menabrak mobil Via dengan sangat keras sekali, membuat mobil yang di kendarai oleh Via langsung terguling di tengah-tengah jalan.
Untungnya Via baru saja keluar dari dalam jalan tol, jika belum pastilah bisa menyebabkan kecelakaan beruntun karena Via mengerem secara mendadak seperti tadi.
Namun tetap saja Via berada di jalanan umum yang biasa di lalui kendaraan berat.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...