Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PAGI HARI



Sedang dirumah sakit sepeninggalan dari Chico dan juga Via, tinggallah Derral dan Ava berdua saja didalam ruang perawatan itu.


Seumur-umur Derral yang tidak pernah menunggui atau merawat orang sakit, dia sejujurnya sedikit bingung dan canggung dengan Ava.


Tapi mau bagaimanapun juga itu adalah tugasnya sebagai seorang suami kepada istrinya.


" Eem Ava sudah malam, lebih baik kamu istirahat saja, supaya cepat pulih kondisinya ",, kata Derral mencoba memecah keheningan dengan Ava.


" Iya, dan kamu istirahatlah juga, supaya tidak gantian kamu yang sakit nantinya ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan Derral langsung mengangguk kepada Ava.


" Apakah mau aku turunkan ini ranjangnya?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Boleh, biar tidak terlalu tinggi sekali kepalaku ini ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan Derral langsung saja menurunkan sedikit brankarnya Ava supaya Ava bisa lebih sedikit nyaman dalam tidurnya.


" Tidurlah, dan aku akan tidur dishofa itu ",, kata Derral kepada Ava, dan Ava langsung saja mengangguk kepada Derral.


Setelahnya Derral langsung saja berjalan kearah shofa.


Dan ketika sudah sampai dishofa, Derral langsung saja mencoba memejamkan matanya, begitupun dengan Ava.


Sedikit kesusahan Derral tidur dirumah sakit dan harus mencium aroma obat-obatan seperti itu, tapi setelah Derral paksakan akhirnya dia pun bisa tertidur pulas juga.


Dan Ava sendiri pun juga sudah begitu mudahnya untuk tertidur, karena efek obat yang ada dinfusnya itu.


Tidak terasa pagi pun cepat datang, dan matahari pagi sudah bangun dari istirahatnya sejenak.


Akan tetapi Derral dan Ava mereka berdua belum pada bangun dari tidurnya, ketika waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Bahkan ketika ada Dokter visit keruangan Ava pun, Derral tidak terganggu sama sekali dengan suara yang sedikit berisik itu.


Sedangkan untuk Ava sendiri, dia sudah terbangun karena dibangunkan oleh Dokter dan suster yang sedang visit untuk memeriksa keadaannya.


" Bagus dan baik, semuanya normal Nona, dan saya hari ini mengijinkan anda untuk pulang kerumah Nona, Nona bisa rawat jalan saja tidak perlu sampai dirawat dirumah sakit ",, kata Dokter itu kepada Ava ketika dia sudah selesai memeriksa Ava tadi.


" Terimakasih Dokter, suster ",, jawab Ava kepada Dokter dan suster itu.


" Sama-sama Nona, kalau begitu kami permisi dulu ",, jawab Dokter tersebut dengan ramah kepada Ava.


Dan Ava pun hanya tersenyum dan mengangguk ramah saja kepada Dokter dan suster itu.


Setelah kepergian dari Dokter dan suster tadi, Ava lalu mencoba turun dari atas ranjang, sebab dia ingin kekamar mandi.


Dan untungnya saja selang infus yang ada ditangannya juga baru saja dilepaskan tadi oleh suster.


" Dia masih lelap sekali tidurnya ",, kata Ava ketika dia melihat sejenak keadaan dari Derral yang masih tertidur diatas shofa.


" Biarlah dia tidur dulu, aku mau kekamar mandi sebentar ",, kata Ava lagi untuk Derral.


Dan setelah itu Ava langsung saja berlalu masuk kedalam kamar mandi dengan berjalan yang masih sedikit tertatih menahan rasa sakit diperutnya itu.


Ketika Ava sudah masuk kedalam kamar mandi, Derral dia sedikit terkejut ketika mendengar suara pintu kamar mandi yang baru saja tertutup itu.


Dengan segera Derral langsung saja membuka matanya untuk melihat pintu masuk dan juga ranjang pasien milik Ava.


" Ava.......!! ",, kata Derral dengan nada yang sangat terkejut sekali ketika dia tidak melihat Ava berada diranjang pasiennya.


Ketika Derral tidak melihat keberadaan Ava didalam ruangan itu, Derral langsung saja berlalu kearah pintu keluar untuk mencari keberadaan Ava.


Sebab Derral tadi tidak sengaja mendengar suara pintu yang baru saja tertutup


" Apakah kalian berdua melihat Ava keluar dari dalam ruangan ini?? ",, tanya Derral kepada para penjaga yang berjaga didepan pintu.


" Tidak Tuan Derral, hanya Dokter dan suster saja yang baru saja keluar dari dalam ruangan Nona Ava ",, jawab salah satu dari penjaga itu kepada Derral.


Derral yang sudah mendengar jawaban dari anak buah itu, dia langsung saja mencoba berjalan mendekati pintu kamar mandi.


" Ava....... ",, kata Derral dengan nada dan perasaan yang sangat lega sekali.


" Kamu kenapa Derral??, mau kekamar mandi?? ",, kata Ava kepada Derral.


" Tidak, aku tidak mau kekamar mandi ",, jawab Derral kepada Ava.


" Aku sedang mencarimu, karena ketika aku bangun kamu sudah tidak ada lagi diranjang pasien kamu ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Ava.


" Oh, tadi aku sedang ingin buang air kecil saja Derral ",, jawab Ava kepada Derral dengan sambil berjalan mendekati brankarnya lagi.


Dan Derral yang melihat Ava berjalan seperti itu, dia langsung saja membantu Ava.


" Ko kamu sudah tidak memakai infus Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Iya, tadi Dokter visit kesini, katanya hari ini aku sudah diperbolehkan pulang, hanya rawat jalan saja ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan disaat Ava dan Derral sedang pada berbincang seperti itu, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Ava terbuka lagi dari luar.


Dan pelakunya adalah Mamah Gretl bersama Papah Zohan yang baru saja sampai dirumah sakit.


" Ini Nak Derral, Ava, ayo sarapan dulu, Mamah sudah bawakan makanan untuk kalian berdua ",, kata Mamah Gretl kepada Derral dan juga Ava sambil menaruh rantang makanan yang dibawanya keatas meja.


" Bagaimana kondisi kamu Ava?? ",, tanya Papah Zohan kepada Ava ketika sudah berdiri disamping brankar pasiennya Ava.


" Sudah membaik Pah, dan ini selang infus Ava juga sudah dilepas, karena hari ini Ava sudah diperbolehkan pulang, hanya rawat jalan saja nanti ",, jawab Ava kepada Papah Zohan.


" Ya sudah makan dulu saja sebelum pulang ",, jawab Papah Zohan lagi kepada Ava.


" Biar aku ambilkan ",, kata Derral kepada Ava.


" Tidak perlu, biar aku ambil sendiri ",, jawab Ava kepada Derral.


" Ayo berdua saja kalau begitu ",, jawab Derral kepada Ava.


Dan setelahnya Derral lalu membantu Ava untuk berjalan mendekati Mamah Gretl yang sedang menyiapkan sarapan diatas meja yang ada didekat shofa.


Sedangkan Papah ZOhan yang sudah sarapan dia memilih memainkan ponselnya sambil duduk dishofa seberangnya Derral dan juga Ava.


" Dimana Kakak kamu Aaric Ava, kenapa dia tidak kelihatan didalam sini?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Ava.


" Ava tidak tahu dimana Kak Aaric Mah, sebab semalam ketika katanya ingin mengantarkan Dian pulang, Kak Aaric tidak kembali lagi kesini Mah ",, jawab Ava kepada Mamah Gretl disela-sela makannya.


Papah Zohan yang mendengar jawaban dari Ava, dia langsung saja mengangkat sebelah alisnya sambil seperti memikirkan sesuatu.


" Dimana Kakak kamu itu, sudah disuruh untuk menemani kamu dan Nak Derral ko malah pergi sesuka hatinya sendiri ",, gerutu dari Mamah Gretl untuk Aaric, namun masih bisa didengar oleh Ava maupun Derral.


Papah Zohan yang sedikit curiga, dia lalu berpura-pura menelfon seseorang.


Padahal kenyataannya Papah Zohan memang sedang menelfon seseorang.


Ava, Mamah Gretl dan juga Derral yang melihat Papah Zohan berlalu keluar sambil seperti menelfon, mereka hanya cuek dan tidak mempedulikannya.


" Cari tahu dimana Aaric berada ",, kata Papah Zohan kepada anak buahnya melalui sambungan telefon ketika dia sudah berada diluar ruang perawatan Ava.


" Baik Tuan Zohan ",, jawab anak buah dari Papah Zohan kepada Papah Zohan.


Dan Papah Zohan langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu, ketika dia sudah mendengar jawaban dari anak buahnya.


Setelahnya Papah Zohan langsung saja masuk lagi kedalam ruang perawatan Ava.


Dan semua orang yang melihat Papah Zohan sudah masuk lagi kedalam ruangan, Ava, Derral dan juga Mamah Gretl mereka hanya diam saja, sebab mereka semua tidak mau ikut campur dalam urusannya Papah Zohan.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...