
Sedang Ava sendiri ketika sudah ditinggal berangkat oleh Derral kekantor tadi, dia lebih memilih untuk masuk lagi kedalam kamarnya dan mengerjakan semua pekerjaannya yang ada dilaptopnya daripada berjalan-jalan keluar untuk melihat-lihat mansion Derral.
Sebab Ava sedang tidak ingin banyak bergerak, karena bagian inti terdalam yang ada ditubuhnya masih kurang nyaman jika dibuat untuk berjalan.
Ava pun cukup larut dalam bekerjanya, hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, waktunya untuk makan siang.
Konsentrasi Ava pecah ketika telinga dia mendengar suara ketukan pintu kamar Derral yang sekarang sudah menjadi kamarnya juga.
Sambil berjalan dengan perlahan-lahan, Ava pun langsung saja beranjak bangun dari duduknya untuk membukakan pintu kamarnya ternyata yang mengetuk adalah Senon sang kepala asisstan mansion.
" Nyonya ini sudah waktunya anda makan siang, apakah anda mau makan siang dibawah atau makan siangnya saya bawakan kesini Nyonya?? ",, kata Senon mengingatkan Ava untuk makan siang.
" Tolong bawa kesini saja Tuan ........... ",, perkataan dari Ava belum selesai sudah dipotong oleh Senon.
" Panggil saya Senon saja Nyonya ",, kata Senon kepada Ava.
" Baiklah, kalau begitu tolong bawakan makan siangnya kesini Senon, karena pekerjaan saya masih banyak sekali ",, jawab Ava kepada Senon.
" Baik Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu ",, kata Senon lagi kepada Ava sambil sedikit menundukkan badannya sebelum dia berlalu pergi dari hadapannya Ava.
Ava pun hanya mengangguk saja kepada Senon, setelah itu Ava langsung saja menutup kembali pintu kamarnya sepeninggalan dari Senon tadi.
Ava yang sudah menutup pintu, dia langsung saja kembali lagi duduk dishofa yang tadi dia duduki untuk meneruskan pekerjaannya lagi.
Dan ketika Ava baru saja duduk, tiba-tiba saja ponsel yang dia teruh diatas meja samping laptopnya berdering dengan cukup kencang sekali.
Melihat nama sang suami yang sedang menelfonnya Ava langsung saja mengangkatnya, dan ternyata Derral menelfon Ava dengan sambungan video call.
" Iya ada apa Derral?? ",, kata Ava ketika sudah mengangkat sambungan video call dari Derral.
" Tidak enak sekali panggilannya!! ",, gerutu Derral kepada Ava.
" Terus maunya kamu aku harus memanggil kamu bagaimana?? ",, tanya Ava kepada Derral.
" Sayang, honey, baby, sweety atau bagaimana begitu, kan lebih enak didengarnya ",, jawab Derral kepada Ava.
" Wleeek, jangan harap aku memanggil kamu dengan panggilan menj1j1kkan itu ",, kata Ava kepada Derral.
Derral bukannya marah ketika Ava menjawab seperti itu kepadanya, dia malah langsung saja tertawa ketika melihat Ava yang muntah dengan dibuat-buat.
Sebenarnya bukan Ava saja yang geli dengan panggilan seperti itu, melainkan Derral pun sama seperti Ava, dan mungkin mereka berdua belum terbiasa saja dengan panggilan mesra yang tadi disebutkan oleh Derral.
" Sudah ketawanya, ada apa kamu menelfonku Derral?? ",, tanya Ava kepada Derral.
" Kamu sudah makan siang apa belum istri tercantikku??, jika belum apakah mau makan siang bersama denganku diluar?? ",, tanya Derral kepada Ava.
" Lihatlah pekerjaanku masih banyak sekali ini, dan lagi pula milikku ini masih sangat sakit sekali rasanya untuk ku buat berjalan, jangan aneh-aneh deh mengajakku untuk makan siang diluar ",, jawab Ava kepada Derral sambil memperlihatkan pekerjaannya yang ada diatas meja depannya.
Derral yang mendengar perkataan dari Ava dia langsung saja tertawa lucu.
" Nanti malam lagi ya sayang, aku ingin sekali menikmatinya lagi denganmu ",, goda Derral kepada Ava dengan wajah menggodanya.
Derral ketika sudah mendapatkan haknya dari Ava semalam, dia terlihat semakin mesra dan manis saja kepada Ava.
" Tidak mau, masih sakit sekali miss Vku ini ",, jawab Ava kepada Derral.
" Iya sudah kalau mau, nanti aku janji akan melakukannya lebih pelan-pelan lagi ",, jawab Derral kepada Ava dengan tidak nyambung.
Ava yang mendengar jawaban dari Derral, dia langsung saja menunjukkan wajah anehnya kepada Derral yang sedang menahan suara tawanya.
" Lan ketone aku mau ora jawab iyo deh, talinganmu paling wis budheg ui!! " ( Dan sepertinya aku tadi tidak menjawab iya deh, telingamu paling sudah budheg itu ) ",, sambung lagi perkataan dari Ava kepada Derral.
Derral sungguh sangat bingung sekali dengan perkataan yang baru saja Ava ucapkan kepadanya.
" ΒΏDe quΓ© estΓ‘s hablando exactamente Ava? " ( sebenarnya kamu itu berbicara apa sih Ava?? ) ",, kata Derral kepada Ava menggunakan Bahasa Spanyol, bahasa keseharian mereka.
" Pikiro dewe, aku wegah ngartikkene !! " ( fikirkan sendiri, aku tidak mau mengartikannya!! ",, jawab Ava kepada Derral dengan nada ketus.
Dan ketika Derral ingin berbicara lagi kepada Ava, tiba-tiba saja Ava mengatakan kata masuk kepada seseorang.
Ternyata Ava mengatakan kepada Senon yang ingin mengirimkan makan siang kepadanya.
Ava langsung saja mengangguk kepada Senon ketika Senon berpamitan lagi kepadanya.
" Siapa yang datang Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.
" Senon, itu lihatlah dia sudah mengirimkan makan siang untukku, sudah aku mau makan dulu, kamu jangan lupa makan, dan jika sudah selesai bekerja langsung saja pulang, awas saja kalau mampir-mampir dulu, jatah harian kamu akan aku potong selama satu bulan ",, jawab Ava kepada Derral.
" Aduh jangan dong sayang, bisa menjadi taripang nanti adik kecilku itu jika tidak mendapatkan jatah dalam satu bulan ",, kata Derral kepada Ava.
" Ben ora urusanku " ( Biar bukan urusanku ) ",, jawab Ava kepada Derral.
" Baiklah selamat makan Ava, kalau sudah selesai kamu istirahat saja dulu ya, jangan diforsir bekerjanya, nanti bisa sakit ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Ava dengan sangat perhatian sekali.
" Iya, kamu juga ",, jawab singkat dari Ava kepada Derral.
Dan setelah itu sambungan video call mereka akhirnya terputus juga.
Ava yang sudah mematikan sambungan video callnya dengan Derral, dia langsung saja beranjak ingin cuci tangan dulu sebelum makan.
Setelahnya Ava langsung saja menikmati makan siangnya yang tadi sudah diantarkan oleh Senon.
Ketika Ava sudah selesai menikmati makan siangnya, dia mencoba merehatkan sejenak perutnya sebelum dia ajak tidur siang.
Perut kenyang, tempat nyaman, dan udara yang dingin karena AC, membuat Ava yang sedang memainkan ponselnya sambil duduk bersandar disandaran ranjang.
Lama kelamaan mata dia merasa mengantuk dengan sendirinya, hingga Ava akhirnya tertidur dan tanpa sadar waktu sudah menujukkan pukul empat sore lebih.
Ava terbangun karena dia mendengar ponselnya yang berbunyi terus menerus-menerus yang menandakan jika ada pesan atau telefon masuk kedalam ponselnya.
Dengan mata yang masih sedikit mengantuk, Ava langsung saja membuka ponselnya, yang ternyata ada pesan masuk yang terkirim kedalam ponselnya yang dikirimkan dari Dian.
Mata Ava langsung saja terbuka dengan sangat lebar sekali ketika sudah membaca semua pesan yang dikirimkan oleh Dian tadi kedalam ponselnya.
" Dian ada diIndonesia??, jadi dia pulang keNegaranya ",, kata Ava sambil membaca pesan dari Dian.
Ava langsung saja melanjutkan lagi membaca pesan dari Dian yang belum selesai dibacanya itu.
Ketika Ava sudah selesai membaca semua pesan yang Dian kirimkan kepadanya, Ava ingin sekali langsung saja membalas pesannya Dian.
Namun sayang kedatangan dari Derral yang baru saja sampai mansion dan langsung masuk kedalam kamar, membuat Ava langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Derral dan langsung melupakan pesan Dian untuk menjawab perkataan dari Derral.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...