Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
TERUNGKAP



Saat ini Ava sudah dipindahkan keruang perawatan biasa oleh Dokter yang menanganinya tadi.


Dan ruangan itu tentunya ruang VVIP yang ada dirumah sakit tersebut.


Setelah kepergian dari para petugas medis tadi, tinggallah berdua saja Derral dan juga Ava didalam ruangan itu.


Namun dengan keadaan Ava belum sadarkan diri, sebab masih dalam pengaruh obat yang diberikan oleh Dokter tadi.


Melihat keadaan dari Ava yang seperti itu, Derral langsung saja mencoba menghubungi Egon sekretarisnya.


" Halo Tuan Derral ",, jawab Egon ketika dia sudah mengangkat sambungan telefon dari Derral.


" Egon, pergi kemarkas saya, selidiki siapa laki-laki yang sudah mencoba melukai saya saat ini, dia sudah ditahan oleh para anak buah saya disana, dan segera laporkan hasilnya kepada saya saat itu juga ",, perintah tegas dari Derral kepada Egon.


" Baik Tuan, segera akan saya laksanakan ",, jawab Egon kepada Derral.


Dan Derral pun langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu ketika sudah mendapatkan jawaban dari Egon tadi.


Sedangkan Egon, dia langsung saja berangkat menuju kemarkas Derral untuk menyelidiki siapa yang sudah berani bermain-main dengan atasannya.


Derral yang sudah selesai menelfon Egon tadi, dia langsung saja mencoba menggenggam tangan Ava dengan lembut sekali.


" Kenapa kamu berkorban nyawa untuk aku Ava, jika kamu tidak mendorongku tadi, pastilah saat ini aku yang akan berbaring dibrankar ini ",, kata Derral mengajak berbicara Ava yang masih belum sadarkan diri itu.


" Kenapa hatiku sangat sakit sekali, ketika melihat kamu berbaring lemah seperti ini Ava ",, kata Derral lagi sambil terus berbicara sendiri.


" Apa aku sudah mulai mencintai kamu Ava?? ",, kata Derral sambil bertanda tanya kepada dirinya sendiri.


" Ingin rasanya aku menggantikanmu disini,........ ",, kata Derral lagi sambil menjeda perkataannya.


" Lebih baik aku melihatmu memusuhiku daripada harus melihatmu lemah tidak berdaya seperti ini Ava ",, sambung lagi perkataan dari Derral kepada Ava yang masih belum bisa menyahut perkataannya sama sekali.


Ketika Derral baru saja selesai berbicara sendiri seperti itu, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan dari Ava terbuka dengan cukup kasar sekali dari luar.


Dan pelakunya adalah Papah Zohan yang baru saja sampai bersama Mamah Gretl.


" Derral, dasar suami bod0h!! ",, kata Papah Zohan kepada Derral sambil menarik kerah kemejanya Derral.


Mamah Gretl yang melihat suaminya seperti itu kepada Derral dia langsung saja mencoba melerainya.


Sebab Mamah Gretl sudah sangat hafal sekali dengan sikapnya Papah Zohan.


Dan Papah Zohan akan langsung mudah emosi jika itu sudah menyangkut kedua anak-anaknya terutama Ava.


Karena Ava adalah duplikat dari Papah Zohan persis, sedangkan Aaric dia lebih condong keMamah Gretl.


Dari segi wajah dan terutama sifat serta sikapnya Ava, sangat mirip sekali dengan Papah Zohan, itulah mengapa Papah Zohan lebih dekat dengan Ava daripada Aaric.


" Pah!!, sudah Pah kita ini sedang berada dirumah sakit, lepaskan Derral Pah ",, kata Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


Dan Papah Zohan pun langsung saja melepaskan cengkeraman kerahnya Derral dengan sangat kasar sekali.


Walau Derral terkejut tiba-tiba saja diperlakukan seperti itu oleh Papah mertuanya, tapi Derral tidak mau membalas apa yang sudah Papah Zohan lakukan kepadanya.


" Jelaskan Derral ",, kata Papah Zohan kepada Derral dengan nada yang sangat tegas sekali.


" Tadi ketika kami baru saja selesai makan disalah satu restoran, kita yang baru saja keluar dari dalam restoran itu, tiba-tiba saja Derral mendapat telefon dari Egon, terus tiba-tiba juga Ava mendorong Derral dari laki-laki yang ingin menyerang Derral, dan jadinya Avalah yang tertusuk pisau seperti ini Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.


" Itu artinya Avalah yang menyelamatkan nyawa kamu dari laki-laki tersebut!! ",, kata Papah Zohan kepada Derral.


" Iya Pah ",, jawab Derral dengan jujur kepada Papah Zohan.


" Siapa yang sudah berani mencoba mencelakai kamu Derral?? ",, tanya dari Papah Zohan lagi kepada Derral.


Sedangkan Mamah Gretl dia setelah bisa memisahkan Papah Zohan dari Derral tadi, Mamah Gretl lalu memilih duduk dikursi yang tadi diduduki oleh Derral disamping brankar Ava untuk menemani Ava.


" Kasih tahu Papah jika kamu sudah mendapatkan informasi dari para anak buah kamu itu Derral ",, kata Papah Zohan lagi kepada Derral, dan sepertinya Papah Zohan juga sudah bisa mengontrol emosinya kepada Derral.


Derral pun hanya mengangguk saja kepada Papah Zohan.


Dan ketika mereka sedang pada termenung dengan sambil melihat kearah Ava, tiba-tiba saja ponsel Derral yang ada didalam saku celananya berdering dengan cukup keras sekali.


Ketika dilihat oleh Derral ternyata yang menelfon Derral adalah nomor dari Perusahaan Ava.


" Halo ",, kata Derral ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya itu.


" Halo Tuan Derral, saya Dian sekretaris dari Nona Ava, tolong bisakah anda sambungkan telefonnya untuk Nona Ava Tuan ",, kata Dian dengan sopan kepada Derral.


" Dian, sementara waktu, pekerjaan dari Ava kamu saja yang menghandle, karena Ava saat ini dia sedang berada dirumah sakit karena baru saja mengalami musibah ketika bersama saya tadi ",, jawab Derral kepada Dian.


Dian sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar kabar itu dari Derral.


Dan Dian dengan sangat sopan sekali, dia langsung saja bertanya dimana alamat rumah sakit tempat Ava dirawat kepada Derral.


Ketika Dian sudah mendapatkan alamat rumah sakitnya, baik Dian maupun Derral langsung saja mengakhiri sambungan telefon mereka itu.


Dan Papah Zohan yang mendengarnya pun, dia hanya diam saja sambil mendengar pembicaraan dari Derral melalui telefon bersama Dian.


Derral yang sudah ingin mengantongi ponselnya lagi, tiba-tiba saja ponselnya pun berdering lagi, dan kali ini dari Egon sekretarisnya.


Tanpa menunggu waktu lama, Derral langsung saja mengangkat sambungan telefon itu.


" Halo Egon, bagaimana?? ",, kata Derral kepada Egon dengan tidak sabaran.


" Tuan, saya sudah menyelidikinya, dan.............. ",, kata Egon sengaja menjeda perkataannya.


" Dan apa Egon, cepat katakan kepada saya!! ",, kata Derral dengan sangat penasaran sekali.


Sedangkan Papah Zohan yang sedang duduk dishofa seberangnya Derral pun, semakin menajamkan telinganya ketika mendengar Derral menyebut namanya Egon.


" Dan ternyata otak dari semua ini adalah Nona Caroline Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.


" Apaaaaa!!!!!!!!! ",, kata Derral dengan sangat terkejut sekali.


Sungguh jawaban dari Egon, membuat Derral semakin muak dan semakin merasa marah sekali kepada Caroline.


" Nona Caroline sengaja ingin melukai anda Tuan, karena dia sakit hati sudah ditolak Tuan berulang kali, dan yang terakhir tadi, anda sudah mempermalukannya didepan umum dan malah lebih memilih Nona Ava daripada dia, itulah mengapa Nona Oline berani membayar pembunuh bayaran untuk melukai anda Tuan, tapi malah salah sasaran mengenai Nona Ava ",, lanjut lagi laporan dari Egon kepada Derral.


" Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan kepada laki-laki itu Egon!! ",, kata Derral kepada Egon.


" Iya Tuan saya Tahu ",, jawab Egon kepada Derral.


" Dan satu hal lagi, segera bawa Oline kemarkas saya, karena dia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya kepada Ava ",, perintah tegas lagi dari Derral kepada Egon.


" Baik Tuan ",, jawab Egon dengan mantap kepada Derral.


Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.


Oline sudah ketahuan akan akal liciknya itu, dan siap-siap saja, dia akan segera mendapatkan hukuman, entah itu dari Derral atau dari Papah Zohan dan kita lihat saja nanti kelanjutannya.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...