
Derral yang sudah berdiri didepannya Ava, dia langsung saja menatap Ava dengan sangat lekat sekali.
Begitupun dengan Ava dia juga menatap Derral dengan sedikit mendongakkan kepalanya untuk bisa melihat wajah tampannya Derral itu.
Tanpa diduga oleh Ava, Derral langsung saja menggendong Ava ala bridal style untuk dia bawa masuk lagi kedalam lift.
" Lepaskan saya Tuan Derral yang terhormat ",, kata Ava kepada Derral dengan sedikit memberontak didalam gendongannya Derral.
" Diam Nona Ava, atau saya akan jatuhkan tubuh anda keatas lantai marmer yang keras ini!! ",, kata Derral kepada Ava dengan nada dinginnya, dan Derral berbicara seperti tidak membuka mulutnya.
Apa yang dilakukan oleh Derral kepada Ava, sungguh tidak hanya membuat Ava saja yang terkejut, melainkan semua orang yang ada disitu termasuk semua karyawannya Derral.
Mereka semua langsung saja membuka mulutnya dengan sedikit lebar sambil menampilkan wajah syok dan terkejut mereka secara bersamaan.
Dan pandangan itu membuat karyawannya Derral merasa Derral sangat romantis sekali, dan Derral serta Ava membuat karyawannya Derral yang kaum hawa ingin juga diperlakukan romantis seperti itu oleh pasangan mereka.
" Kalian semua naik kelift yang lainnya saja ",, kata Derral kepada ketiga karyawannya Ava dan juga Egon yang ingin masuk juga kedalam lift yang sama dengannya.
" Baik Tuan ",, jawab serempak dari semua orang itu kepada Derral.
Dan Derral langsung saja masuk kedalam lift khusus untuk petinggi Perusahaan itu hanya berdua saja bersama Ava meninggalkan para karyawan mereka.
Sedang Ava sendiri, dia yang daritadi diam saja karena mendengar ancamannya Derral, dia masih saja terus menatap wajahnya Derral dengan sangat lekat sekali.
" Yen didelok-delok iki wajahe Tuan sombong ganteng juga "
" ( Jika dilihat-lihat wajahnya Tuan sombong tampan juga ) ",, kata batinnya Ava untuk Derral sambil menggunakan Bahasa Jawa kesukaannya itu.
Derral sendiri walau dia sudah berada didalam lift, dia masih saja menggendong Ava dan tidak menurunkan tubuhnya Ava.
Dengan wajah diam bak patung, Derral seperti tidak merasa keberatan sama sekali ketika menggendong tubuhnya Ava.
" Tuan Derral, kulo kepingin mandhap, mpun ngapuntene, mandhape kulo nggeh, awake kulo niku abot "
" ( Tuan Derral, saya kepingin turun, permisi tolong sudah turunkan saya saja, karena badan saya itu berat sekali ) ",, kata Ava kepada Derral menggunakan Bahasa Jawa yang semakin aneh saja didengar oleh Derral.
Mendengar Ava menggunakan Bahasa Jawa lagi, membuat Derral langsung saja mengalihkan padangannya kearahnya Ava sambil menatap Ava dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Ava.
Tanpa diduga oleh Ava, Derral malah semakin mendekatkan wajahnya, kewajahnya Ava membuat Ava semakin menjauhkan wajahnya.
" Tuan Derral apa yang ingin anda lakukan kepada saya?? ", tanya Ava kepada Derral sambil menahan wajahnya Derral yang sudah sangat dekat sekali dengan wajahnya.
" Jika kamu berbicara menggunakan Bahasa seperti itu lagi, akan saya cium kamu saat itu juga ",, kata Derral kepada Ava.
" Dan jika itu sampai terjadi juga, saya akan mencolok mata kamu itu, biar buta sekalian!! ",, jawab Ava kepada Derral dengan sangat berani sekali.
Dan tiba-tiba ting, telinga mereka mendengar bunyi lift yang berdenting, yang menandakan jika Derral sudah sampai ditempat yang dia tuju.
Derral langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam lift itu untuk menuju kedalam ruangannya.
Yaps, Derral membawa Ava menuju kedalam ruang kerjanya.
Sedangkan Ava ketika sudah diturunkan oleh Derral, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk segera keluar dari dalam ruang kerjanya Derral.
Namun sayang, pergelangan tangannya Ava langsung saja ditahan oleh Derral dengan sangat kuat sekali.
" Tolong lepaskan saya Tuan Derral yang terhormat!! ",, kata Ava kepada Derral dengan menampilkan wajah marahnya ketika tangannya tiba-tiba dicekal oleh Derral.
" Saya tidak akan melepaskan kamu, sebelum kamu mau menjadi investor diPerusahaannya Papi saya ",, jawab Derral kepada Ava.
" Kamu itu selain sombong, juga pemaksa ya orangnya!! ",, kata Ava kepada Derral dengan sangat tegas sekali, dengan tangannya masih dipegang erat oleh Derral.
" Ya dan saya orangnya juga tidak suka dibantah ",, jawab Derral kepada Ava.
" Huh!!, buat apa saya menaruh uang saya diPerusahaan orang yang sangat sombong seperti anda Tuan Derral, lebih baik uang saya sumbangkan kepada orang yang tidak mampu saja ",, kata Ava kepada Derral sambil tersenyum miring.
" Ok, jika kamu tidak mau membantu saya dan menjadi investor diPerusahaannya Papi saya ........ ",, kata Derral kepada Ava dengan sambil menjeda perkataannya.
" Saya akan mengaku kepada wartawan jika saya memang memperk054 kamu, karena kamu pada waktu itu sedang menggodaku, dan saya juga akan mengatakan jika kamu sebenarnya sudah tidak peraw4n ",, sambung perkataannya Derral sambil mengancam Ava.
Dan Ava yang sangat geram sekali dengan perkataannya Derral.
Ava langsung saja mendekat kearahnya Derral dan langsung saja menampar pipinya Derral dengan sangat keras sekali.
" Tidak saya sangka, ternyata anda begini sekali cara anda ingin mendapatkan seorang investor untuk Perusahaan anda, dan Perusahaan Papi anda!! ",, kata Ava kepada Derral dengan nada yang sangat geram sekali.
" Apakah anda melakukan begini juga kepada client wanita anda selain saya untuk mendapatkan uang dari mereka??!! ",, lanjut lagi perkataannya Ava kepada Derral sambil menatap wajahnya Derral dengan sangat lekat sekali.
" Dan apakah Papi anda juga sama seperti anda, jika ingin mendapatkan seorang investor, jika anaknya saja kelakuannya seperti ini?? ",, sambung lagi perkataannya Ava kepada Derral.
Sungguh Derral langsung saja terpancing emosinya ketika sang Papi dibawa-bawa oleh Ava, namun Derral masih saja menahan emosinya itu.
" Sampai kapanpun, saya tidak akan pernah mau menanamkan saham dan menjadi investor diPerusahaan anda, ataupun Perusahaan Papi anda, dan cabang semua Perusahaan kalian berdua!! ",, sambung terus perkataannya Ava kepada Derral dengan sangat tegas sekali.
Dan Derral dia hanya bisa diam saja sambil terus menatap lekat wajahnya Ava yang begitu dekat sekali dengannya.
" Dan ingat!!, perkataan saya kemarin kebukti kan kepada anda, jika dalam dua hari bisnis anda akan mulai hancur dengan perlahan-lahan, dan ini sudah hari kedua, lihat saja hari esok, anda akan semakin merasakannya!! ",, kata Ava terus menerus kepada Derral.
" Anda itu yang membutuhkan bantuan saya, tapi cara anda memperlakukan saya sungguh membuat saya muak!! ",, kata Ava lagi kepada Derral dengan sambil sedikit berteriak.
Dan setelah itu Ava langsung saja melepaskan secara paksa pergelangan tangannya yang tadi dipegang oleh Derral.
Setelahnya Ava langsung saja melangkahkan kakinya meninggalkan Derral yang hanya bisa diam saja bak patung hidup yang sedang menatap kepergiaannya Ava.
Kali ini Derral salah berurusan dengan seorang perempuan, Ava itu cerdas, makanya dia bisa menjadi seorang Pemimpin Perusahaan seperti itu.
Dan bisa jadi juga, Ava akan menandingi ketenaran Derral yang sudah menjadi pembisnis muda yang sukses selama lima tahun berturut-turut itu.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...