Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DIAN HAMIL



Kita tinggalkan Via, Leon, dan juga Chico sejenak biar para readers pada penasaran dan selalu mantengin ini cerita.


Saat ini kita akan membahas tentang Dian dan Aaric.


Tidak terasa Dian sudah berada diIndonesia hampir tiga minggu lebih.


Dan Dian selama berada dirumahnya fikirannya sudah tidak karuan sekali, sebab Dian merasa takut karena dia sudah melewatkan tanggal datang bulannya sejak satu minggu yang lalu.


" Ko aku belum datang bulan ya sampai sekarang??, bagaimana ini?? ",, kata Dian dengan bingung sendiri sambil jalan kesana kemari didalam kamarnya.


" Apa aku coba tes saja ya?? ",, kata Dian lagi pada dirinya sendiri.


" Tidak-tidak, paling ini karena siklus bulananku yang tidak teratur ",, lanjut lagi perkataan Dian kepada dirinya lagi.


Jika diSpanyol sana waktu baru saja pagi, jadi diIndonesia sudah menunjukkan pukul dia belas siang.


Dian semenjak pulang keIndonesia tidur pun dia tidak bisa nyenyak, sebab Dian kefikiran dengan dirinya bagaimana kalau sudah berbadan dua.


Ketika Dian sedang termenung karena bingung dengan siklus bulanannya, tiba-tiba saja dia mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.


Dian sedikit terlonjak kaget ketika mendengar pintu kamarnya diketuk seperti itu.


Dian pun yang sudah bisa menetralkan rasa terkejutnya tadi, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk membuka pintunya yang ternyata Kakak laki-lakinyalah yang mengetuk pintu kamarnya.


" Kak Lii....... Kak Lii jam segini ko tidak berada dikantor??, apa Kak Lii tidak bekerja?? ",, kata Dian kepada Kakaknya.


" Bekerja, tapi sengaja sudah pulang, karena Kakak ingin meminta bantuan kepadamu ",, jawab Kak Lii kepada Dian.


" Bantuan apa Kak??, jangan yang aneh-aneh ya Kak, karena Dian sedang tidak mood mau ngapain saja ",, kata Dian kepada Kak Lii.


" Tidak, Kakak cuma meminta kamu untuk menemani Kakak keacara pernikahan teman Kakak, rasanya tidak enak jika datang sendirian ", kata Kak Lii kepada Dian.


" Malas ah Kak ",, jawab Dian kepada Kakaknya.


" Ayolah Dian, kenapa tumben malas, kan biasanya jika ada acara kondangan seperti ini kamu sangat senang sekali, karena kamu bisa cuci mata ",, kata Kak Lii kepada Dian.


" Lagi pula dari dulu kan yang menemani Kakak pergi kekondangan ya kamu Dian ",, lanjut lagi perkataan dari Kak Lii kepada Dian.


" Makanya Kakak cari pacar atau istri saja sana ",, sahut Dian kepada Kak Lii.


" Belum ketemu yang pas, ayo ya Dian temani Kakak, apa kamu tidak bosan tho didalam rumah terus seperti ini selama tiga minggu lebih kamu pulang dari Spanyol ",, kata Kak Lii lagi kepada Dian.


" Ayo ya Dian, please temani Kakak ",, bujuk dari Kak Lii lagi kepada Dian.


Dian pun berfikir untuk sejenak, dan setelah berfikir dia akhirnya mau juga menemani sang Kakak untuk pergi keacara pesta pernikahan dari temannya itu.


" Nah begitu dong, itu baru adik Kakak, cepetan kamu dandan yang cantik ya, Kakak tunggu diluar ",, kata Kak Lii dengan sangat senang sekali kepada Dian.


" Iya ",, jawab Dian dengan singkat kepada Kak Lii.


Setelahnya Kak Lii langsung saja pergi dari depan kamar Dian menuju keruang Keluarga.


Sedangkan Dian sendiri dia langsung saja menutup lagi pintu kamarnya dari dalam.


" Ini cuma acara pesta pernikahan, hitung-hitung untuk menghilangkan kegundahan hatiku ",, kata Dian untuk menyemangati dirinya sendiri.


Setelahnya Dian pun langsung saja berlalu masuk kedalam ruang walk in closetnya untuk berganti pakaian dengan baju pesta.


Namun ketika Dian melewati cermin besar yang ada didalam ruang walk in closet, dia langsung berhenti sejenak dan mengusap perutnya.


" Sepertinya perutku sedikit buncit, eeeh tidak-tidak ini karena aku jarang berolahraga, iya jarang berolahraga dan banyak makan, aku tidak sedang hamil ",, kata Dian lagi dengan perasaan yang tidak menentu.


Sedang diluar kamar Dian, tadi Kak Lii yang sudah sampai diruang Keluarga, dia langsung saja ditanyai oleh Mamah Sherlly.


" Bagaimana??, apakah Diannya mau ikut denganmu?? ",, tanya Mamah Sherlly kepada Kak Lii.


" Mau dong Mah, tapi susah sekali membujuk Dian kali ini ",, jawab Kak Lii sambil duduk dishofa sebelah Mamahnya.


" Iya baguslah jika Dian mau, karena Mamah sudah bingung dengan sikap Dian yang berubah sejak pulang dari Spanyol kemarin ",, kata Mamah Sherlly kepada Kak Lii.


Untuk Aaric sendiri dia bukannya tidak pernah mencoba menghubungi Dian, akan tetapi akses Aaric untuk menghubungi Dian sudah Dian block semuanya dari media sosial yang Dian miliki.


Akan tetapi Aaric tidak pantang menyerah, dia terus menyuruh anak buahnya untuk bekerja keras mencari alamat Dian yang ada diIndonesia.


Kembali keDian lagi.


Dian yang sudah selesai berdandan dan bersiap-siapnya, dia pun langsung saja diajak pergi oleh Kak Lii menuju ketempat pesta pernikahan.


Dan sesampainya disana, Kak Lii langsung disambut oleh para sahabat-sahabatnya yang sudah pada berdatangan diacara pesta tersebut.


" Wuuiih datang bersama Dian, dan Dian semakin cantik saja ketika pulang dari Spanyol ",, kata salah satu teman Kak Lii ketika melihat Dian.


Kak Lii hanya tersenyum saja ketika temannya menggoda Dian seperti itu.


Dan Dian sendiri entah kenapa ketika dia sudah memasuki gedung pernikahan, dia langsung saja menutup hidungnya dengan sembunyi-sembunyi.


Serta tidak tahu kenapa juga, kepala Dian tiba-tiba merasa pusing dan perut Dian pun langsung merasa mual ketika mencium aroma semua makanan yang tersedia dipesta itu.


Disaat Dian tidak tahan dengan apa yang dirasakan didalam tubuhnya, Dian pun langsung ijin kepada Kak Lii untuk kekamar mandi sebentar.


" Kak Dian kekamar mandi sebentar ya ",, kata Dian kepada Kak Lii.


" Iya, dan Kakak tunggu disini saja ya ",, jawab Kak Lii kepada Dian.


" Apa mau aku temani Dian, takutnya nanti kamu diculik oleh seseorang, karena kamu begitu cantik sekali hari ini ",, goda dari teman Kak Lii kepada Dian.


" Tidak perlu Kak, terimakasih ",, jawab Dian kepada teman Kakaknya itu.


Setelahnya Dian pun langsung meninggalkan mereka semua dan mencari dimana letak kamar mandinya.


Dan ketika Dian sudah masuk kedalam kamar mandi, dia langsung memuntahkan isi perutnya.


Dian muntah cukup banyak sekali hingga membuat tubuhnya menjadi sedikit lemas serta kepalanya semakin tambah pusing.


" Kenapa dengan tubuhku?? ",, kata Dian dengan lirih sambil duduk diatas closet.


Dian yang tidak sanggup berjalan keluar, akhirnya dia memilih menelfon sang Kakak untuk menghampirinya yang masih berada didalam kamar mandi.


Kak Lii yang mendapat telefon dari Dian, dia pun langsung saja bergegas masuk kedalam kamar mandi dengan ekspresi wajah yang sangat khawatir sekali.


" Dian, kamu tidak apa-apa?? ",, tanya Kak Lii kepada Dian.


" Dian tidak kuat berjalan Kak, kepala Dian pusing, ayo kita pulang saja ",, jawab Dian dengan lirih kepada Kakaknya.


Kak Lii yang melihat wajah pucat dari Dian, dia langsung saja membawa Dian untuk keluar dari dalam gedung pernikahan itu.


Ketika sudah berada didalam mobil, Dian langsung saja memejamkan matanya untuk menetralisir rasa mual dan pusing yang sedang dirasakannya itu.


Dan Kak Lii yang melihat Dian seperti itu, dia langsung saja berinisiatif untuk membawa Dian keklinik yang mereka lewati nanti.


Sesampainya diklinik, Dian sebelum masuk tadi, dia sudah sedikit memberontak kepada Kak Lii karena dia tidak mau diperiksa oleh Dokter.


Akan tetapi dengan sikap tegas dari Kak Lii akhirnya Dian mau juga diajak masuk kedalam klinik tersebut.


Disaat Dian dan Kak Lii sudah masuk kedalam ruangan Dokter jaganya, Dia pun langsung saja diperiksa keadaannya oleh Dokter tersebut.


" Istri anda tidak sakit Tuan, namun dia sedang hamil, selamat saya ucapkan ",, begitulah yang dikatakan oleh Dokter ketika sudah memeriksa Dian.


Dan Dian disangka oleh Dokter itu adalah istri dari Kak Lii.


Sungguh perkataan dan jawaban dari Dokter itu membuat Dian dan Kak Lii sangat-sangat terkejut sekali.


Terlebih Dian, apa yang dia takutkan akhirnya kejadian juga, dan mau tidak mau Dian harus menurunkan egonya untuk memberitahukan kepada Aaric, jika dia sedang mengandung anaknya.


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


Skip sejenak, lanjut part sebelah karena partnya sudah panjang disini😁😁.


Jangan lupa mampir dimy new novel πŸ€—



...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...