Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
TEMAN



Suara operator bandara sudah berbicara daritadi, dan pesawat yang baru saja sampai pun juga sudah menurunkan para penumpang yang ada didalamnya.


Diantara puluhan penumpang itu, ada satu perempuan yang cukup cantik yang juga sedang berjalan untuk menuruni pesawat yang ditumpanginya tadi.


Dia bernama Shelvia Hanny Abram, umur dua puluh lima tahun, pekerjaan mantan model, dan dia saat ini mempunyai beberapa butik yang cukup terkenal yang ada dikota itu.


" Aaahh akhirnya sampai juga diNegera kelahiranku, setelah dua tahun berada diParis ",, kata Via tadi ketika dia baru saja turun dari dalam pesawat.


Sambil memakai kaca hitam besarnya itu, Via terus melangkahkan kakinya untuk menuju kedalam bandara.


Namun ketika Via sudah masuk kedalam bandara, tiba-tiba saja dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki yang cukup tampan sekali.


Dan laki-laki itu berjalan sambil memainkan ponselnya, dengan diiringi dua anak buah yang selalu setia mengikutinya dari belakang.


" Aduh...........!! ",, kata Via ketika dia tidak sengaja bertabrakan dengan laki-laki tersebut.


Bahkan ponsel dari laki-laki tersebut sampai terjatuh kelantai ketika dirinya tadi sedang bertabrakan dengan Via.


" Makanya dibuka itu kaca matanya Nona, biar bisa melihat, sore-sore begini pakai kaca mata hitam, jadi tidak bisa melihat kan?? ",, kata laki-laki itu kepada Via dengan nada yang super dingin sekali.


" Heh!!, anda itu yang salah Tuan, jalan bukannya melihat kedepan malah sambil memainkan ponsel anda itu!! ",, jawab Via dengan nada galaknya kepada laki-laki didepannya.


" Salah tidak mau mengakui salah!!, sudah sana minggir, sok kegantengan sekali anda Tuan, walau memang ganteng sih...... ",, kata Via kepada laki-laki itu dengan nada jutek.


Dan setelahnya Via langsung saja melangkahkan kakinya meninggalkan laki-laki tersebut tanpa menoleh lagi kebelakang.


Sedangkan laki-laki itu, dia masih terus memperhatikan langkah kaki dari Via yang terus melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam Bandara.


" Cari tahu siapa wanita itu!! ",, perintah dari laki-laki tersebut kepada anak buahnya.


" Baik Tuan Chico ",, jawab dari anak buahnya kepada laki-laki itu.


Dan laki-laki tersebut adalah Chico sahabatnya Derral yang baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya diluar Negeri.


Setelah itu Chico langsung saja melangkahkan kakinya untuk berlalu masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh para anak buahnya.


Sedangkan Via sendiri, yang sudah keluar dari dalam Bandara, dia langsung saja menyetop taksi untuk mengantarkannya pulang kerumah mewahnya.


Namun ketika didalam taksi, tiba-tiba saja Via menjadi teringat dengan sahabat dia sejak SMA siapa lagi kalau bukan Ava.


Via yang sudah lama sekitar dua tahunan tidak bertemu dengan Ava, dia lalu memutuskan untuk menemui Ava sebentar saja dimansion Papah Zohan.


Tapi sebelum sampai dimansion Papah Zohan, Via lalu memutuskan untuk menelfon Ava terlebih dahulu.


Via dan Ava bisa saling mengenal sejak SMA, walau SMAnya Ava ada diIndonesia, itu karena Papah Zohan dia berteman baik dengan Ayahnya Via sejak dulu.


Dan Ava yang masih berada dirumah sakit pun, ketika mendengar suara dering ponselnya yang ada didalam tas, dia langsung saja meminta tolong kepada Mamah Gretl untuk mengambilkannya.


" Terimakasih Mah ",, kata Ava sambil menerima ponselnya dari tangan Mamah Gretl.


Mamah Gretl hanya tersenyum saja kepada Ava.


Setelah itu Ava langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Via ketika melihat nama Via dipanggilan masuknya.


Walau mereka terpisah jarak dan waktu yang sangat jauh, Ava dan Via sering berkomunikasi melalui sambungan telefon.


" Halo Via ",, kata Ava kepada Via.


" Halo Ava, kamu ada dimana sekarang??, aku mau menemui kamu nih?? ",, kata Via kepada Ava.


" Memangnya apa kamu sudah pulang dari Paris Via?? ",, tanya Ava kepada Via.


" Iya, ini baru saja keluar dari dalam pesawat, dan aku langsung saja ingin menemui kamu Ava ",, jawab Via kepada Ava.


" Oh, emm aku sekarang ada dirumah sakit Via ",, kata Ava kepada Via.


" Aku yang sakit Via, nanti akan aku jelaskan jika kita sudah bertemu ",, jawab Ava kepada Via.


Dan Ava lalu menyebutkan alamat rumah sakit mana dia sedang dirawat, serta nomor ruang perawatannya juga kepada Via.


" Baik-baik, aku sekarang akan menuju kesana Ava ",, kata Via kepada Ava.


Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga ketika Via sudah mendengar jawaban dari Ava.


Sedangkan Chico yang juga berada didalam mobilnya, dia juga langsung saja menghubungi Derral.


Sebab ketika diluar Negeri kemarin Chico memang tidak sempat untuk menghubungi Derral, karena pekerjaan dia sungguh sangat banyak sekali.


Derral yang baru saja sampai diparkiran rumah sakit, dia sedikit terkejut ketika sedang berjalan bersama Papah Zohan dan Papi Alano untuk masuk kedalam rumah sakit tiba-tiba saja mendengar suara ponselnya yang sedang berdering dengan cukup kencang sekali.


Sambil berjalan Derral langsung saja mengambil ponselya itu dari dalam saku jas yang dia pakai.


Dan Derral juga langsung mengangkat sambungan telefonnya itu, ketika melihat nama Chico tertera diponselnya.


" Halo ",, kata Derral kepada Chico sambil terus bejalan menuju keruang perawatan Ava.


" Halo bro, sorry aku tidak bisa menghubungimu kemarin, sebab aku sangat sibuk sekali disana ",, kata Chico kepada Derral.


" Iya, sudah hafal aku dengan alasan kamu itu ",, jawab Derral kepada Chico.


" Jangan begitu dong Derral..........., baiklah bagaimana kalau nanti kita bertemu saja, apa yang bisa aku bantu untuk kamu ",, kata Chico kepada Derral.


" Tidak perlu!!, hari ini aku sedang sangat sibuk sekali, dan hartaku juga sudah banyak sekarang!! ",, jawab Derral dengan nada sombongnya kepada Chico seperti biasanya.


Papah Zohan dan juga Papi Alano yang sedang berjalan didepannya Derral, mereka berdua hanya melirik saja ketika mendengar nada sombong dari Derral dan sambil mendengarkan saja perbincangan dari Derral bersama Chico.


" Huh!!, sombong dari dulu kenapa tidak hilang-hilang sih Derral......... ",, kata Chico dengan nada yang cukup gemas kepada Derral.


" Iya kamu kan sudah tahu bagaimana aku ini Chico ",, jawab Derral kepada Chico sambil naik kedalam lift untuk menuju keruang perawatan Ava.


" Sudah pokoknya nanti malam kita ketemuan titik ",, kata Chico lagi kepada Derral.


" Tidak bisa Chico, karena aku hari ini harus menunggui istriku yang sedang sakit ",, jawab Derral kepada Chico.


" Istri??!! ",, kata Chico kepada Derral sambil tertawa dengan sangat keras sekali.


" Jangan bercanda deh Derral ",, kata Chico lagi kepada Derral sambil masih tertawa.


" Jika tidak percaya ya sudah!!, sudah mau aku tutup telefonnya!!, aku mau menemui istriku dulu ",, jawab Derral kepada Chico.


Chico langsung saja menghentikan suara tawanya ketika mendengar nada yang sangat serius sekali dari Derral.


" Wait-wait-wait-wait!!!, dimana kamu sekarang Derral?? ",, kata Chico kepada Derral.


Dan Derral langsung saja menyebutkan alamat rumah sakit tempat Ava sedang dirawat kepada Chico.


" Baiklah aku akan segera datang kesitu, untuk membuktikannya sendiri, awas saja jika kamu mengeprank aku Derral, kamu akan tahu sendiri akibatnya!! ",, kata Chico kepada Derral.


" Terserah kamu saja!! ",, jawab Derral kepada Chico.


Dan Derral langsung saja mematikan sambungan telefonnya Chico tanpa menunggu jawaban dari Chico terlebih dahulu.


Sedangkan Chico sendiri, dia langsung saja menyuruh anak buahnya yang menyopirinya itu untuk memutar balik stir mobilnya menuju kerumah sakit yang sudah disebutkan oleh Derral tadi.


Sebab Chico sangat penasaran sekali dengan perkataan dari Derral, yang Chico jelas-jelas sangat tahu sekali, jika Derral belum mempunyai seorang istri.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TC***...