
Aaric yang dari kemarin masih dirumahnya Ayah Chyou, dia tidak tahu jika sang adik perempuannya sedang sakit dan saat ini sedang dibawa keklinik oleh Derral.
Malahan Aaric sendiri dia juga sedikit kerepotan ketika Dian tidak bisa ditinggal jauh darinya.
Bahkan Aaric harus mempersiapkan pernikahannya dirumah Ayah Chyou langsung sendirian, karena Papah Zohan serta Mamah Gretl berada divilanya sang Opa.
Sebenarnya Aaric juga tidak sendirian, dia dibantu Kak Lii, Phillip, Mamah Sherlly serta Ayah Chyou, tapi tetap saja kehadiran dari Papah Zohan dan Mamah Gretl sangat Aaric harapkan.
Akan tetapi Aaric tidak mau memaksa kedua orang tuanya untuk membantunya, sebab dia tahu sendiri jika jarak rumah Ayah Chyou dan vila sang Opa cukup jauh sekali.
Akan sangat kasihan sekali jika Papah Zohan dan Mamah Gretl disuruh pulang pergi dari rumah Ayah Chyou kevila sang Opa.
Dan saat ini dekorasi, serta semua persiapan sudah berjalan sekitar delapan puluh persen.
Tinggal dua puluh persen saja nanti pas hari H sudah siap semuanya.
Masih diwaktu dan hari yang sama, Aaric saat ini sedang bersama Dian didalam kamarnya Dian.
Sambil mengusap lembut perutnya Dian, Aaric terus menjawab perkatan pertanyaan demi pertanyaan yang Dian lontarkan kepada Aaric.
Seperti mau baby cewek atau cowok, setelah menikah mau tinggal dimana, dan apakah sudah ada nama untuk calon baby mereka.
Semua itu Aaric jawab santai dan tenang supaya Dian tidak salah menanggapi jawabannya.
" Sudah ya sayang mengobrolnya, sudah malam, lebih baik kita tidur, besok kan kita akan menikah ",, kata Aaric kepada Dian.
" Iya ayo Ayah, peluk Mamah ya ",, kata Dian dengan sangat manja sekali kepada Aaric.
Sungguh Aaric baru kali ini merasakan Dian bisa semanja itu dengannya, mungkin karena efek kehamilannya atau mungkin juga itu memang sifat aslinya Dian yang tidak Aaric ketahui.
Tapi apapun itu semua Aaric sangat menyukai Dian yang seperti sekarang, dibandingkan dulu ketika belum mengenal lebih jauh.
Dian dan Aaric akhirnya mencoba tidur berdua dengan saling memeluk dan menghangatkan tubuh mereka satu sama lainnya dalam satu selimut yang sama.
Jika Aaric dan Dian sedang mencoba beristirahat, berbeda lagi dengan Ava, Derral dan Papah Zohan.
Papah Zohan yang sudah selesai menelfon Mamah Gretl, dia langsung saja kembali keruang perawatannya Ava.
Dan ketika Papah Zohan sudah sampai diruang perawatan itu, Papah Zohan masih melihat Derral berdiri tidak tenang didepan ruangan tersebut.
" Derral bagaimana keadaan dari Ava??, apakah Dokternya belum keluar?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Derral.
" Belum Pah, dan bagaimana apakah Papah sudah bisa menghubungi orang rumah?? ",, tanya balik dari Derral kepada Papah Zohan.
" Sudah, sebentar lagi Mamah akan segera kesini mengantarkan ponsel dan dompet milik kita ",, jawab dari Papah Zohan kepada Derral.
Bergeser kevila sang Opa.
Mamah Gretl setelah mendapatkan telefon dari Papah Zohan tadi, dia langsung saja bergegas keluar dari dalam kamar untuk memberitahukan kepada kedua mertuanya yaitu Opa dan Oma yang sedang berada didalam kamar mereka sendiri.
" Apa kamu bilang Gretl, Ava sedang dibawa keklinik oleh suami kamu dan Derral?? ",, begitu kata Opa yang sedang sangat terkejut sekali.
" Benar Ayah, dan saat ini mereka berdua lupa tidak membawa ponsel serta dompet ",, jawab Mamah Gretl kepada Opa.
" Ayo kita segera temui mereka, dan kamu apakah sudah mengambilkan ponsel serta dompet milik suami kamu dan Derral?? ",, kata Opa kepada Mamah Gretl dan masih didengar oleh sang Oma.
" Punya Derral belum Gretl ambil Ayah, sebentar Gretl akan ambilkan dulu ",, kata Mamah Gretl kepada Opa.
" Cepat ambil, Ayah akan menunggu kamu ",, kata Opa lagi kepada Mamah Gretl.
" Baik Ayah ",, jawab Mamah Gretl kepada Opa.
Setelahnya Mamah Gretl langsung saja berlalu menuju kedalam kamar Ava untuk mengambil dompet dan ponsel milik Derral.
Setelah semua sudah siap, Opa, Oma dan Mamah Gretl langsung saja bergegas pergi menuju keklinik yang tidak terlalu jauh dari vila sang Opa.
Ketika Derral dan Papah Zohan sedang merasa khawatir dengan keadaan Ava, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan dari Ava terbuka dari dalam.
Derral dan Papah Zohan yang mendengar pintu terbuka, mereka berdua langsung saja berjalan mendekati Dokter tersebut.
" Dokter bagaimana keadaan dari istri saya Dokter?? ",, tanya Derral kepada Dokter itu sambil menggunakan Bahasa Inggris.
" Mari Tuan silahkan masuk dulu keruang kerja saya ",, jawab Dokter itu kepada Derral sambil menggunakan Bahasa Inggris juga.
" Kamu ikutlah dengan Dokternya, biar Papah yang menjaga disini ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
Dan akhirnya Derral pun ikut juga dengan Dokter tersebut kedalam ruang kerjanya yang tidak jauh dari ruang perawatannya Ava.
" Segera jelaskan kepada saya Dokter?? ",, kata Derral kepada Dokter tersebut dengan tidak sabaran.
" Anda tenang saja Tuan, karena istri anda tidak kenapa-kenapa ",, jawab Dokter itu kepada Derral.
" Tidak kenapa-kenapa bagaimana??, istri saya itu seharian keadaannya seperti itu terus Dokter, bahkan dia sudah dua kali pingsan divila ",, kata Derral kepada Dokter tersebut.
" Itu hal wajar dialami oleh wanita hamil Tuan, apakah anda tidak tahu jika istri anda sedang hamil?? ",, kata dari Dokter itu kepada Derral.
" Hamil?? ",, kata Derral kepada Dokternya.
" Iya hamil Tuan, dan usia kandungan istri anda sudah hampir memasuki delapan minggu ",, jawab Dokter itu kepada Derral.
" Lebih tepatnya sekitar tujuh mingguan Tuan ",, lanjut lagi perkataan dari Dokter itu kepada Derral.
" Hamil Dokter??, saya tidak salah dengar kan?? ",, kata Derral lagi kepada Dokter itu sambil menunjukkan wajah terkejutnya.
Dan semua pembicaraan dari Derral kepada Dokternya itu menggunakan Bahasa Inggris, sebab Derral tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia.
" Benar Tuan, selamat ya........... ",, jawab ramah dari Dokter laki-laki itu kepada Derral.
" Dan lebih baik istri anda harus dirawat disini dulu Tuan, karena istri anda sedang mengalami kecapekan serta kurang beristirahat, itulah mengapa satu hari ini dia sering pingsan dan ngedrop badannya ",, lanjut lagi perkataan dari Dokter tersebut kepada Derral.
" Berikan perawatan yang terbaik untuk istri saya Dokter ",, kata Derral dengan mantap kepada Dokternya.
" Tentu saja Tuan ",, jawab Dokter itu kepada Derral.
" Kalau begitu saya permisi Dokter mau melihat istri saya ",, pamit dari Derral kepada Dokternya.
" Silahkan Tuan ",, jawab ramah dari sang Dokter kepada Derral.
Derral yang sudah berpamitan kepada sang Dokter, dia langsung saja bergegas keluar dari ruangan sang Dokter dengan perasaan berkecamuk antara bahagia dan juga khawatir.
Khawatir karena Ava terlalu kecapekan sekali hingga membuat kondisinya ngedrop seperti itu.
Dan bahagia karena dia sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah.
Papah Zohan yang melihat Derral sudah berjalan menuju kearahnya, dia sudah sangat penasaran sekali dengan penjelasan dari Dokter tadi.
" Derral bagaimana penjelasan dari Dokternya?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Derral.
Sebelum Derral menjawab, tiba-tiba saja ada seorang suster yang mengatakan kepada mereka berdua menggunakan Bahasa Inggris yang sudah ditranslatetin terlebih dahulu sebelumnya, jika Papah Zohan dan Derral sudah bisa melihat Ava namun tidak boleh mengganggu Ava.
Dengan segera Derral dan Papah Zohan langsung saja masuk kedalam ruangan tersebut untuk melihat kondisinya Ava.
Sedang Mamah Gretl, Opa, dan juga Oma yang sudah sampai diklinik tersebut, dia langsung saja bertanya kepada resepsionis dimana ruang perawatannya Ava.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...