
Mamah Gretl yang sudah selesai menelfon Via, dia pun langsung saja ikut duduk bergabung lagi dengan sang suami.
Dan Papah Zohan yang melihat Mamah Gretl sudah selesai menelfon, dia pun langsung saja bertanya kepada Mamah Gretl.
" Bagaimana Mah??, apakah Via bisa datang kesini menemani Ava?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Tidak tahu Pah, dia harus ijin dulu sama suaminya, tapi katanya, dia akan tetap mengusahakan untuk bisa mendapatkan ijin dari suaminya ",, jawab dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Iya baiklah Mah, semoga saja Via bisa datang kesini ",, kata Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
Ketika Mamah Gretl dan Papah Zohan sedang berbincang seperti itu, tiba-tiba saja ponsel milik Papah Zohan yang ada disaku kemejanya berdering lagi dengan cukup keras sekali.
" Aaric........... ",, kata Papah Zohan sambil melihat kearah ponselnya.
Tanpa menunggu waktu lama, Papah Zohan pun langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Aaric tanpa beranjak dari duduknya.
" Halo Aaric......... ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
" Halo Papah, Aaric dan yang lainnya baru saja sampai dibandara, apakah Papah sudah menyiapkan mobil untuk kita, jika belum kami akan naik taksi saja ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Papah sudah menyiapkan dua mobil untuk kamu, Dian, Opa dan juga Oma Aaric ",, jawab dari Papah Zohan kepada Aaric.
" Baiklah Pah, kalau begitu, kami akan mencarinya dulu ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Dan dimanakah rumah sakit tempat Derral dirawat Pah?? ",, tanya dari Aaric kepada Papah Zohan.
" Tanya saja kepada anak buah Papah, mereka semua tahu ",, jawab dari Papah Zohan kepada Aaric.
" Baiklah Pah, dan oh ya apakah Mamah dan Ava sudah sampai dirumah sakit itu?? ",, tanya dari Aaric lagi kepada Papah Zohan.
" Dan bagaimana keadaan dari Ava sekarang Pah ",, lanjut lagi pertanyaan dari Aaric kepada Papah Zohan.
" Iya mamah sama Ava sudah sampai disini, dan adik kamu dia ikut-ikutan tidak sadarkan diri ketika sudah melihat kondisi dari Derral ",, jawab dari Papah Zohan dengan lemas kepada Aaric.
Aaric sudah menduga jika Ava akan semakin ngedrop kondisinya ketika melihat Derral terbaring tidak berdaya diatas brankar rumah sakit seperti itu.
" Tunggu kami Pah, kami akan segera kerumah sakit sekarang ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Apa kalian semua tidak mau beristirahat dulu dimansion, kasihan Dian jika nanti dia kecapekan, karena Dian kan juga sedang hamil muda sama seperti Ava ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
" Nanti kami beristirahat disana saja Pah ",, jawab dari Aaric kepada Papah Zohan.
" Baiklah kalau begitu, kalian berhati-hatilah dijalan, Papah akan menunggu kedatangan dari kalian semua ",, jawab dari Papah Zohan kepada Aaric.
" Iya Pah ",, jawab dari Aaric kepada Papah Zohan.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.
Mamah Gretal yang melihat Papah Zohan sudah selesai menelfon, dia langsung saja bertanya kepada Papah Zohan.
" Apakah mereka semua juga menyusul kesini Pah?? ",, tanya dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Iya Mah, karena ketika Papah tidak bisa menghubungi Mamah dan Ava, Papah mencoba menelfon telefon vilanya Ayah, tapi ternyata yang sedang mengangkat adalah Aaric, dan mereka akhirnya tahu serta langsung memustuskan untuk segera datang kesini ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Semoga saja mereka sampai disini dengan selamat ",, kata Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
Dan perkataan dari Mamah Gretl langsung saja diaamini oleh Papah Zohan.
Sedang Aaric yang sudah selesai menelfon Papah Zohan tadi, dia langsung saja segera mengajak semua Keluarganya untuk keluar dari dalam bandara menuju kemobil yang sudah disiapkan oleh Papah Zohan.
Diantara mereka semua yang terlihat sangat terpuruk sekali adalah Mami Elsie, karena dia begitu terlihat sangat lelah dan juga stres sekali memikirkan keadaan dari anak dan juga menantunya.
Berpindah sejenak kemarkasnya Papah Zohan.
Ketika sang Ketua sudah memberikan laporannya kepada Papah Zohan tadi, dia pun langsung saja melakukan tugasnya dengan mendatangi ruang penyekapannya Dokter Rava.
Sang Ketua datang bersama setidaknya dengan lima anak buahnya yang badannya sangat besar-besar sekali.
" Buka pintunya ",, perintah dari sang Ketua kepada anak buah yang berjaga disitu.
Para anak buah yang berjaga disitu, langsung saja membuka pintu ruang penyekapannya dari Dokter Rava.
Dan ketika puntu ruang penyekapan itu sudah dibuka, mereka semua melihat Dokter Rava terlihat sangat lemas sekali dengan keadaan wajah yang babak belur semua, karena kemarin baru saja dikeroyok oleh semua anak buah yang ada disitu.
" Mau apa kalian semua masuk kesini!!, apa kalian tidak puas sudah membuatku seperti ini hah!! ",, kata Dokter Rava kepada sang Ketua itu.
Sang Ketua itu langsung saja tersenyum miring untuk mengejek.
" Itulah akibatnya jika bermain-main dengan Tuan Altherr Tuan dan sekarang anda rasakan sendiri akibatnya!! ",, jawab tenang dari Ketua itu kepada Dokter Rava.
Dokter Rava yang mendengar perkataan dari sang Ketua, dia bisa-bisanya langsung meludah dengan sangat sombong sekali.
" Mereka yang beraninya bermain keroyokan seperti sekarang, p3n93cut, p4y4h!! ",, hina dari Dokter Rava dengan sangat berani sekali.
" Jaga mulut anda Tuan, atau kami bisa merobeknya sekarang juga!! ",, kata sang Ketua kepada Dokter Rava.
" Saya tidak takut!! ",, kata Dokter Rava kepada sang Ketua.
" Saya kesini cuma ingin bertanya soal ini?? ",, kata sang Ketua sambil menunjukkan ponsel milik Dokter Rava kepada Dokter Rava.
" Saya masih ingin bertanya dengan baik-baik, cepat katakan apa kata sandi dari pasword ponsel anda ini Tuan ",, kata sang Ketua kepada Dokter Rava.
" Sampai kapanpun saya tidak akan memberitahukan pasword ponsel saya kepada kalian semua!! ",, jawab dari Dokter Rava kepada sang Ketua.
" Cepat katakan!! ",, teriak tegas dari salah satu anak buah kepada Dokter Rava.
Sang Ketua langsung saja mencegah dengan mengkode telapak tangannya supaya anak buahnya diam.
" Katakanlah Tuan dengan baik-baik, jangan sampai saya melakukan kekerasan kepada anda untuk mendapatkan pasword ponsel anda ",, kata sang Ketua kepada Dokter Rava masih dengan mode tenang.
" Sampai kapanpun tidak akan saya katakan apa pasword ponsel saya, cu1111hhh!! ",, kata Dokter Rava dengan berani sambil meludahi wajah sang Ketua.
Sang Ketua langsung saja mengusap lud4h dari Dokter Rava yang berada diwajahnya.
Sang Ketua yang sudah berbicara baik-baik malah mendapatkan tanggapan seperti itu dari Dokter Rava.
Dengan tenang Sang Ketua langsung saja menyuruh para anak buahnya untuk memberikan pelajaran kepada Dokter Rava.
Sang Ketua memilih untuk keluar dari dalam ruang penyekapan itu dan membiarkan Dokter Rava sedang mendapatkan hukuman dari para anak buahnya.
Sesuai perintah dari sang Ketua dan Papah Zohan, salah satu dari anak buah itu ada yang langsung mengeluarkan pisau lipatnya dan dia arahkan tepat didalam mulut Dokter Rava, setelah itu dia tarik kesebelah kanan.
Alhasil mulut Dokter Rava langsung robek dengan sangat lebar sekali karena ulah dari anak buah tersebut.
Suara jeritan pilu dan keras dari Dokter Rava terdengar menggema didalam ruang penyekapan itu.
Dan semua anak buah yang sudah memberikan hukuman kepada Dokter Rava, mereka semua langsung saja pergi begitu saja meninggalkan Dokter Rava yang sedang merasa kesakitan dimulutnya.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...