
Chico masih terus mengikuti Via hingga Via sedang memilih dan mengambil roti pesanannya.
Dan ketika Via ingin berbalik badan, Via dibuat cukup terkejut sekali ketika dia berbalik badan langsung saja menabrak dada seorang laki-laki yang cukup keras.
" Aduh..... ",, kata Via sambil tidak sengaja menjatuhkan roti yang baru diambilnya tadi.
Via langsung saja mengambil roti itu dan langsung juga mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang sudah ditabraknya tadi.
" Anda!! ",, kata Via dengan mata melotot karena terkejut ketika sudah melihat Chico yang daritadi mengikutinya.
" Halo Nona Via....... ",, kata Chico kepada Via sambil tersenyum miring.
" Miss me.....?? ",, kata Chico lagi kepada Via.
" Wleee, untuk apa saya merindukan anda Tuan Chico?? ",, jawab Via kepada Chico.
" Sudah minggir, saya mau mengambilkan roti untuk Mamah saya lagi ",, kata Via lagi sambil mendorong tubuh Chico untuk menyingkir darinya.
Chico pun membiarkan saja ketika Via mendorongnya seperti itu, dan Chico juga masih terus mengikuti langkah kaki Via kemanapun kaki Via melangkah kerak roti yang dipilihnya.
" Kenapa anda mengikuti saya terus sih Tuan Chico?? ",, kata Via kepada Chico dengan nada yang sedikit sebal.
" Berikan alamat rumah serta apartemen dan nomor telefon anda Nona, setelah itu saya akan berhenti mengikuti langkah kaki anda nanti ",, jawab Chico kepada Via.
" Saya akan memberikan alamat rumah atau apartemen saya, serta nomor telefon saya, asal dengan satu syarat ",, jawab Via kepada Chico.
" Saya tidak suka dengan persyaratan, tapi untuk kali ini pengecualian, apa syarat yang harus saya penuhi Nona Via?? ",, kata Chico kepada Via.
" Bayari semua roti pesananan dari Mamah saya ini, setelah itu anda boleh mengikuti saya pulang kerumah, bagaimana??, apakah anda sanggup Tuan Chico?? ",, kata Via kepada Chico.
Chico yang mendengar syarat yang begitu mudah dari Via, dia langsung saja tersenyum miring.
Sebab Chico jangankan membayari roti yang dibeli Via, membelikan toko roti itupun Chico masih sanggup untuk membelikannya untuk Via.
Dan lagipula jika difikir-fikir oleh Chico, itu sama saja dia membelikan calon mertua juga.
" Ok, dengan senang hati saya akan membayari pesanan dari calon mertua saya, ambil saja sebanyak yang anda mau Nona Via ",, jawab Chico kepada Via.
Dan Via yang mendengar Chico memanggil Mamahnya dengan panggilan calon mertua, sungguh Via sangat eneg sekali mendengarnya.
Chico tidak tahu saja, jika Via sama seperti Ava mempunyai banyak akal untuk mengerjai laki-laki yang seperti Chico dan juga Derral.
" Heh, enak saja mengaku-ngaku sebagai calon mantu Mamah saya, aku kerjai saja kamu lagi Tuan Chico ",, kata batin Via sambil melihat Chico.
" Baiklah, deal, sebentar saya mau mengambil roti pesanan Mamah saya lagi ",, kata Via lagi kepada Chico.
Dan Chico langsung saja megangguk kepda Via.
Selanjutnya Via langsung saja mengambil roti pesanan dari Mamahnya dan juga roti-roti yang dia tidak perlukannya untuk Via berikan kepada seseorang nantinya.
Setelah mengambil roti sekitar dua keranjang belanjaan, Via langsung saja menyuruh Chico untuk membayar semua roti-roti itu.
Dengan menghabiskan uang yang cukup lumayan bagi Chico untuk membayari semua roti itu semua, Via lalu membawa semua roti-roti itu kedalam mobilnya dengan bantuan dari Chico tentunya.
" Dimana mobil anda Tuan Chico?? ",, tanya Via kepada Chico, ketika dia sudah memasukkan semua roti kedalam mobilnya.
" Karena saya tidak mau memberikan tumpangan kepada anda!! ",, lanjut lagi perkataan dari Via kepada Chico.
Via pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah mobil yang ditunjuk oleh Chico tadi.
" Ok, mari ikuti saya Tuan Chico, karena saya ingin memberikan semua roti ini kepada Mamah saya ",, kata Via kepada Chico.
" Ok ",, jawab Chico kepada Via.
Dan setelah itu, Chico dan Via langsung saja masuk kedalam mobil mereka sendiri-sendiri.
Setelahnya Via langsung saja memimpin jalan dengan menjalankan mobil terlebih dahulu, sedangkan Chico mengikutinya dari belakang.
" Heh!!, enak saja, laki-laki casanova seperti anda dengan mudah mendapatkan alamat rumah saya, anda itu perlu diberikan pelajaran lagi, karena aku bukan wanita seperti yang biasa mendekati anda ",, kata Via sambil mengendarai mobilnya.
Setelah sekitar setengah jam lamanya berkendara, Via akhirnya sampai juga dirumah yang cukup mewah sekali.
Via tidak masuk kedalam rumah tersebut, melainkan dia memberhentikan mobilnya didepan pintu pagar rumah tersebut.
Chico yang masih berada didalam mobil, dia masih saja mengamati mobil milik Via hingga Via keluar dari dalam mobil.
" Ternyata disini alamat rumah Via, sekarang aku sudah tenang ",, kata Chico sambil terus melihat kearah Via.
Via yang sudah turun dari dalam mobil, dia langsung saja berjalan kearah pintu kecil yang ada disebelah pagar utama untuk berbincang kepada penjaga pintu gerbang tersebut.
Setelah beberapa menit lamanya berbincang, Via langsung saja keluar lagi dari dalam pos itu sambil mengajak dua orang penjaga untuk mengambil semua roti yang ada didalam mobilnya.
" Jangan lupa apa kata saya tadi Tuan-Tuan, awas saja jika rotinya tidak sampai kerumah saya!! ",, kata Via kepada kedua penjaga pintu gerbang tadi.
" Baik Nona ",, jawab kedua penjaga tadi kepada Via.
Dan Via hanya mengangguk saja kepada kedua penjaga itu.
Setelahnya kedua penjaga itu langsung saja berlalu masuk lagi kedalam rumah sambil membawa semua roti-roti tadi.
Sedangkan Chico dia masih terus mengamati Via yang sedang berbincang dengan kedua penjaga tadi, yang Chico yakinin adalah penjaga rumahnya.
Namun semua tebakan Chico salah semua, sebab rumah yang Via datangi saat ini bukanlah rumah milik Via, melainkan milik orang lain yang kedua penjaganya tadi sudah Via ajak kerjasama untuk mengelabuhi Chico lagi dengan imbalan beberapa roti yang dibelinya tadi dan juga beberapa lembar uang untuk mengantarkan semua roti-roti pesanan milik Mamahnya kerumahnya.
Sungguh Via tidak kapok sama sekali mengerjai Chico, dan Via setelah kepergian dari kedua penjaga tadi, Via langsung saja berjalan mendekati Chico yang masih berada didalam mobil.
" Anda sudah tahu dimana alamat rumah saya Tuan, jadi silahkan anda pergi jangan mengikuti saya lagi, sebab saya mau kemall saat ini, jadi mohon maaf saya tidak bisa mengajak masuk anda kedalam rumah saya ",, kata Via kepada Chico sambil berbohong, padahal aslinya Via ingin mengecek butiknya.
" Kalau begitu saya akan ikut dengan anda kemall Nona, karena hari ini saya free ",, jawab santai dari Chico kepada Via.
Dan Via yang mendengar jawaban dari Chico dia langsung saja menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Baiklah jika itu mau anda Tuan, silahkan ",, jawab Via berpura-pura pasrah kepada Chico.
Padahal didalam otaknya, Via sudah merencanakan sebuah rencana untuk pergi menjauh dari kejaran Chico nanti ketika sudah sampai dimall.
Dan Via setelah berkata seperti itu kepada Chico, Via langsung saja masuk lagi kedalam mobilnya lagi dan langsung juga tancap gas mengendarai mobilnya menuju kemall yang ada dikota tersebut.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...