
Ayah Markus yang sudah sampai di rumah mewahnya tadi, dia langsung saja bergegas menyuruh Mamah Delfa untuk segera masuk ke dalam mobil, sebab mereka tidak mempunyai banyak waktu.
Mamah Delfa yang sudah masuk ke dalam mobil, Ayah Markus langsung saja mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi sekali namun masih dengan berhati-hati.
Semua penghuni rumah Ayah Markus termasuk para pekerja, mereka semua pada berdoa untuk keselamatan dari anak majikan mereka.
Para pekerja yang semuanya sudah cukup lama bekerja di rumah Ayah Markus, mereka semua juga merasa bersedih sekali mendengar kabar kecelakaannya Via.
Sebab semua anggota Keluarga Ayah Markus pada baik semua kepada para pekerja, tidak pernah saling membeda-bedakan sama sekali.
Ayah Markus yang sudah tahu di mana tempat kecelakaan Via terjadi, dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk mengurus mobil milik Via.
Sedang dia sendiri langsung bergegas menuju kerumah sakit tempat Via sedang di rawat bersama Mamah Delfa.
Setelah melewati banyak lampu merah, tikungan dan beberapa belokan, akhirnya sekitar empat puluh menitan mobil yang di kendarai oleh Ayah Markus sampai juga di rumah sakit tempat Via di rawat.
Untung saja rumah sakit dan tempat Via mengalami kecelakaan tidak terlalu jauh tempatnya dari rumah mereka.
Jadi mereka bisa sedikit tenang karena perjalanan yang mereka tuju tidaklah terlalu jauh.
Ayah Markus yang sudah memarkirkan mobilnya, dia langsung saja segera masuk ke dalam rumah sakit bersama Mamah Delfa.
Sedang Leon tentunya masih cukup lama sekali sampainya, sebab jarak rumah dan kantor kepolisan tempat dia bekerja sangat jauh dari rumah sakit tempat Via di rawat.
Apalagi ke dua orang tua Leon, yang rumahnya juga cukup jauh, mereka juga akan masih nanti sampainya di rumah sakit.
Ketika Ayah Markus sudah sampai di dalam ruang UGD, dia langsung saja bertanya kepada petugas yang berjaga, di manakah letak ruangan Via berada.
Sedang Mamah Delfa, dia sibuk sendiri menelfon ke nomor ponselnya Via yang sedang di bawa oleh laki-laki yang baik hati tadi.
Setelah Mamah Delfa mendapatkan informasi di mana letak ruangan Via berada, dia langsung saja berjalan mendekati sang suami.
Dan ternyata Ayah Markus juga sudah mendapatkan informasi juga dari petugas resepsionis tadi.
Ayah Markus dan Mamah Delfa yang sama-sama sudah mendapatkan informasi, mereka berdua langsung saja bergegas menuju ke ruang perawatan Via berada.
Setelah melewati beberapa lorong, akhirnya Mamah Delfa dan Ayah Markus sampai juga di depan ruang perawatan dari Via.
Di depan ruangan Via itu, Ayah Markus dan Mamah Delfa melihat ada seorang laki-laki yang di perkirakan seumuran dengan Ayah Markus sedang duduk di kursi depan ruang tunggu di situ.
" Maaf, apakah anda yang sudah mengantarkan anak saya Via?? ",, tanya Ayah Markus kepada laki-laki yang baik itu.
Laki-laki itu ketika di tegur oleh Ayah Markus dia langsung saja berdiri dari duduknya untuk tanda kesopanan kepada Ayah Markus.
" Apakah anda kedua orang tua dari Nona yang kecelakaan di dalam?? ",, tanya laki-laki itu kepada Ayah Markus.
Mamah Delfa lalu mencoba menghubungi ponsel Via, supaya dia bisa mencari keberadaan laki-laki yang sudah menolong Via.
Dan ternyata ponsel milik Via berdering di dalam saku celana laki-laki yang sedang berdiri di depannya.
" Itu ponsel anak saya Tuan??, jadi benar andalah yang sudah mengantarkan anak saya?? ",, kata Mamah Delfa kepada laki-laki tersebut yang sudah mengeluarkan ponsel milik Via dari dalam saku celananya.
" Eh iya Nyonya, ini ponsel putri anda, dan putri anda sedang di tangani oleh Dokter didalam, belum keluar daritadi Dokternya ",, kata laki-laki tersebut kepada Mamah Delfa, sambil juga menyerahkan ponsel milik Via kepada Mamah Delfa.
" Tuan, perkenalkan nama saya Markus, siapakah nama anda Tuan?? '',, kata Ayah Markus memperkenalkan diri kepada laki-laki itu.
" Nama saya Lemuel Tuan Markus ",, jawab laki-laki itu yang bernama Lemuel kepada Ayah Markus.
" Senang bisa bertemu dengan anda Tuan Lemuel dan saya juga merasa sangat berterimakasih sekali karena anda sudah baik sekali mengantarkan bahkan mau menunggui anak saya disini ",, kata Ayah Markus kepada Tuan Lemuel.
" Iya Tuan Markus, sudah tugas kita sebagai manuia harus saling membantu ",, jawab ramah dari Tuan Lemuel kepada Ayah Markus.
" Cukup parah Nyonya, karena mobil yang di kendarai oleh anak anda tadi mengalami terguling beberapa kali di tengah jalan, hingga akhirnya berhenti karena menabrak pembatas jalan ",, jawab dari Tuan Lemuel kepada Mamah Delfa.
Mamah Delfa langsung saja menangis mendengar jawaban dari Tuan Lemuel, sedang Ayah Markus dadanya terasa langsung sesak seketika.
" Apakah anda pada waktu anak saya kecelakaan, anda ada di sekitar tempat kejadian Tuan?? ",, tanya dari Ayah Markus kepada Tuan Lemuel.
" Kebetulan saya mempunyai sebuah kedai makanan yang tidak jauh dari lokasi kejadian Tuan ",, jawab sopan dan ramah sambil tersenyum dari Tuan Lemuel kepada Ayah Markus.
" Ini berarti kedai anda ditutup dong Tuan, karena anda berada di sini menunggui anak saya ",, kata Ayah Markus kepada Tuan Lemuel.
" Tidak, masih ada anak saya yang menjaga ",, jawab dari Tuan Lemuel kepada Ayah Markus dan masih di dengar oleh Mamah Delfa yang masih menangis.
" Tuan apakah anda tahu kenapa anak saya bisa mengalami kecelakaan?? ",, tanya dari Ayah Markus lagi kepada Tuan Lemuel.
" Dari beberapa orang saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian, mereka semua tadi mengatakan dan saya mendengar jika mobil yang di kendarai oleh putri anda mengerem dan berhenti secara mendadak di tengah jalan Tuan ",, jawab dari Tuan Lemuel kepada Ayah Markus.
" Tidak sengaja dari arah belakang ada sebuah mobil box yang sedang dalam kecepatan cukup tinggi tidak bisa menghindari mobil putri anda itu Tuan, alhasil mobil anak anda langsung tertabrak dari belakang dan membuatnya terguling beberapa kali ditengah jalan hingga akhirnya berhenti karena menabrak pembatas jalan Tuan Markus ",, sambung lagi penjelasan dari Tuan Lemuel kepada Ayah Markus.
Semakin sesaklah dada dari Ayah Markus dan Mamah Delfa ketika sudah mendengar cerita dari Tuan Lemuel.
" Ini semua salah Mamah Ayah, salah Mamah ",, kata Mamah Delfa kepada Ayah Markus sambil menangis sejadi-jadinya.
" Apa maksudnya Mamah?? ",, tanya Ayah Markus kepada Mamah Delfa.
" Sebelum kecelakaan, Mamah sempat menelfon Via untuk menanyakan sudah sampai manakah dia Ayah,........ terus Mamah juga mengatakan jika Via mendapatkan undangan dari Tuan Chico ",, jawab dari Mamah Delfa kepada Ayah Markus dengan menangis sesenggukan.
" Dan sepertinya Via ketika mendengar nama Chico tadi dia merasa cukup terkejut Ayah, dan tahu-tahu ada suara benturan cukup keras dari suara telefon hingga terjadilah seperti ini Ayah ",, sambung lagi perkataan dari Mamah Delfa kepada Ayah Markus sambil terus menangis
Mamah Delfa menjawab pertanyaan dari Ayah Markus sambil menangis dengan terisak-isak.
Karena tanpa sengaja, Mamah Delfalah yang membuat Via kecelakaan seperti sekarang.
Dan Ayah Markus yang mendengar cerita dari sang istri, dia langsung saja mengusap wajahnya dengan kasar untuk meredakan emosinya.
Bingung..........??
Itulah yang sedang di rasakan oleh Ayah Markus sambil terus berfikir bagaimana menghadapi situasi yang ada.
Sedang Tuan Lemuel yang juga mendengar cerita dari Mamah Delfa tadi, dia hanya bisa diam saja sambil terus ikut berfikir untuk membantu supaya Keluarga yang sedang di bantunya sekarang tidak saling marahan.
Tuan Lemuel sangat tahu sekali bagaimana situasi yang sedang terjadi dengan Keluarga Ayah Markus.
Namun Tuan Lemuel tidak mau asal berbicara karena dia tidak mau di anggap ikut campur dalam permasalahan Keluarga orang lain.
Ketika mereka semua sedang pada diam dengan fikiran mereka masing-masing, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Via terbuka dari dalam.
Sontak saja hal tersebut membuat Ayah Markus, Mamah Delfa dan juga Tuan Lemuel langsung mendekat kearah Dokter yang baru saja keluar tersebut.
...❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️...
Mampir yuk readers diceritanya Pietro sama Molly 🤗🤗
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...