Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MASA LALU LEON



Via begitu senang sekali ketika rantang makanan yang dibawanya sudah habis tidak ada isinya sama sekali.


" Yeaay habis, pintarnya siTuan Singa ",, kata Via kepada Leon sambil mencubit gemas pipi dari Leon.


Sungguh Via sangat berani sekali memanggil Leon dengan panggilan Singa.


Dan semua perhatian serta semua kelakuan dari Via kepada Leon, itu mengalir apa adanya tanpa dibuat-buat.


Sebab Via sangat menyukai laki-laki seperti Leon yang kalem, tidak banyak bertingkah seperti Chico.


Makanya Via bisa cepat begitu dekat dengan Leon dibandingkan dengan Chico yang selalu dikerjainya.


Sikap manis dari Via yang mencubit gemas pipinya membuat jantung Leon seakan berhenti berdetak dengan sekejap.


" Aah jika seperti ini terus saya mau ko memasakkan lagi untuk anda Tuan Singa ",, kata Via kepada Leon, sambil menata rantang yang dibawanya tadi ketempatnya semula.


Tanpa Via sadari Leon menatap Via dengan tatapan terpesona, sebab Leon seperti merasa diperhatikan oleh istrinya sendiri yang sudah sangat lama sekali diharapkannya namun tidak pernah terwujud karena suatu kejadian yang dulu pernah dia alami.


" Sudah selesai, saya ijin mau pulang dulu, sekaligus nanti mau mampir kesupermarket untuk membeli stok makanan dan sayuran untuk didalam kulkas anda yang sudah saya habiskan tadi ",, kata Via kepada Leon sambil mengalihkan pandangannya kearah Leon.


Leon sedikit gelagapan ketika dia hampir saja ketahuan jika dia sedang memandang Via dengan tatapan terpesona.


" Nanti malam kamu.... eh anda mau dimasakin apa sama saya Tuan Singa, biar sekalian saya belikan bahan masakannya ",, tanya Via kepada Leon.


" Terserah!! ",, jawab singkat dan tanpa ekspresi dari Leon kepada Via sambil beranjak berdiri menuju kemeja kerjanya.


" Ok kalau terserah, malam ini nanti saya mau memasak masakan yang pedas-pedas, anda bisa makan makanan pedas kan Tuan Singa?? ",, kata Via kepada Leon.


Leon hanya mengangguk saja tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop didepannya.


" Ok.... bye Tuan Singa ",, kata Via lagi kepada Leon sambil berlalu keluar dari dalam ruang kerja milik Leon.


Leon hanya diam saja cuek tidak mempedulikan sapaan terakhir dari Via tadi kepadanya.


Dan setelah kepergian dari Via, Leon langsung saja menyandarkan punggungnya kesandaran kursi miliknya sambil memikirkan sikap Via yang begitu perhatian sekali dengannya tadi.


Sambil tersenyum sendiri, Leon pun juga memegangi dadanya yang sebelah kiri.


" Apakah aku jatuh cinta lagi kepada seorang wanita setelah sekian tahun hatiku membeku karena wanita?? ",, kata Leon sambil membayangkan wajah dari Via.


Yaps Leon memang mempunyai masa lalu yang cukup kelam sekali dengan kekasihnya dahulu.


Dulu ketika umur Leon sekitar tiga puluh tahun, Leon mempunyai seorang kekasih yang cukup cantik, namun masih cantikkan Via.


Wanita itu sangat baik dan cukup perhatian jika bersama dengan leon.


Dan Leon pun dulu juga mempunyai pribadi yang humble dan tidak sedingin atau seirit sekarang jika berbicara kepada semua orang.


Namun semua itu berubah ketika sebuah kejadian yang menghancurkan harapan dari Leon yang ingin segera menikahi kekasih yang sudah dipacarinya sejak satu tahun yang lalu itu.


Ketika Leon ditugaskan oleh atasannya pada waktu itu, dan belum menjabat sebagai Jenderal seperti sekarang, Leon bersama pasukannya ditugaskan untuk menyergap markas seorang bandar narkoba yang ada disebuah Kota S.


Leon bersama pasukannya yang sudah mengepung sebuah rumah yang cukup mewah yang diduga sebagai markas bandar narkoba.


Leon dan pasukannya langsung saja masuk mendobrak pagar dan pintu rumah tersebut.


Hingga membuat semua orang yang ada didalam rumah itu, mereka semua langsung saja pada berusaha untuk melarikan diri dari dalam rumah tersebut.


Namun sayang usaha dari mereka semua untuk melarikan diri sia-sia saja, sebab jumlah pasukan yang dibawa Leon lebih banyak dan mereka semua.


" Ayo periksa semua ruangan dan cari semua barang bukti lainnya ",, perintah tegas dari Leon kepada semua pasukannya.


Setelah itu Leon langsung saja mencoba naik kelantai dua rumah tersebut bersama anak buahnya dan langsung juga membuka salah satu ruangan yang pertama dia lalui.


Ketika Leon sudah mendobrak paksa pintu ruangan tersebut bersama anak buahnya, bukan barang bukti narkoba yang dia temukan.


Melainkan barang bukti kekasihnya yang sedang 63rcum6u mesra dengan Bos bandar narkobanya.


Dan kekasihnya Leon dia juga sangat-sangat super terkejut sekali ketika mengetahui siapa yang sedang menangkapnya.


Namun Leon berusaha profesional dan tidak mempedulikan kekasihnya itu, dia tetap membawa kekasihnya bersama selingkuhannya kekantor polisi.


Sejak saat itu dan sejak kejadian itu sikap Leon berubah seratus delapan puluh derajat seperti saat ini.


Dan berita tentang kekasih Leon ditangkap bersama selingkuhan sekaligus sang target bandar narkoba pun langsung menyebar luas kesemua kantor kepolisian.


Karena kekasih dari Leonlah yang pada saat itu sengaja membocorkan dan menyebarkan berita kepada sipir penjaga tahanan jika dia adalah kekasih dari Leon sang Polisi yang sebentar lagi akan naik jabatan menjadi seorang Jenderal.


Darisitulah sikap Leon menjadi tidak tersentuh oleh wanita manapun, jarang tersenyum bahkan tertawa, dan hanya kepada Tanisa serta Mamahnya sajalah Leon mau berdekatan dengan seorang wanita.


Masa melamun Leon terbuyarkan ketika tiba-tiba saja dia mendengar suara dering ponsel yang tidak dia kenali.


Pendengaran yang tajam dari Leon pun dia gunakan untuk mencari asal bunyi dering ponsel tersebut.


Dan ternyata bunyi ponselnya berada dicelah shofa yang tadi dia duduki bersama Via.


" Ini pasti ponsel milik Via??, dan Mamah calling...., sudah aku biarkan sajalah, bukan hakku untuk mengangkat sambungan telefonnya ",, kata Leon sambil melihat ponsel milik Via.


Namun setelah sekian menit dia biarkan, sambungan video call milik Via tidak berhenti juga membuat Leon menjadi pusing sendiri ketika mendengar dering ponselnya.


Akhirnya terpaksalah Leon mengangkat sambungan video call dari Mamahnya Via.


" Halo Via..............., lho anda siapa?? ",, kata Mamah Delfa kepada Leon dengan nada yang sangat terkejut sekali ketika melihat bukan Via yang mengangkat sabungan video callnya melainkan seorang laki-laki.


" Maaf Nyonya, ponsel milik Via tertinggal didalam kantor saya ",, jawab Leon dengan sopan kepada Mamah Delfa.


" Tunggu, ko pakaian anda seperti seorang polisi??, apakah anda seorang polisi Tuan?? ",, tanya Mamah Delfa kepada Leon.


" Iya Nyonya, saya memang seorang polisi ",, jawab Leon lagi kepada Mamah Delfa dengan sopan.


" Terus anak saya Via sekarang ada dimana Tuan?? ",, tanya Mamah Delfa kepada Leon.


" Sudah pulang kerumah saya ",, jawab Leon dengan jujur kepada Mamah Delfa.


Dan Mamah Delfa ketika mendengar jawaban dari Leon dia sungguh sangat terkejut sekali, sebab Via tidak mengatakan apa-apa jika dia akan menginap dirumah seorang laki-laki.


" Kenapa Via tinggal dirumah anda, apakah Via tidak bisa menginap diapartemen atau hotel begitu, atau jangan-jangan anda adalah kekasih dari anak saya Via yang tidak pernah Via ceritakan kepada saya?? ",, kata panjang lebar dari Mamah Delfa kepada Leon.


" Iya Nyonya Via .............. ",, perkataan dari Leon langsung saja terputus ketika Mamah Delfa tiba-tiba memotong perkataannya tadi.


" Astaga berarti benar anda adalah kekasih dari Via, lihat saja jika anak itu sudah pulang nanti akan saya jewer telinganya karena sudah berani menyembunyikan kekasih tampan seperti anda Nak ",, kata Mamah Delfa kepada Leon.


Leon hanya bisa menampilkan wajah kebingungannya sambil menaikan sebelah alisnya keatas ketika mendengar perkataan dari Mamah Delfa tadi.


Padahal aslinya Leon tadi ingin berkata " Iya Nyonya Via memang tinggal dirumah saya sementara waktu, karena rumah yang sudah dibeli oleh Via belum dikosongkan oleh pemiliknya ",...


Ya begitulah kata-kata yang ingin Leon ucapkan kepada Mamah Delfa, namun Mamah Delfa malah sudah memotong perkataannya dan salah mengartikannya.


" Baiklah Tuan, maafkan saya yang sudah mengganggu anda bekerja, kalau begitu saya matikan dulu sambungan videonya ya, lanjutkan saja pekerjaannya ya Tuan ",, kata Mamah Delfa kepada Leon.


" Iya Nyonya ",, hanya itu jawaban yang bisa Leon katakan kepada Mamah Delfa.


Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.


...๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก...


Nah lho bingungkan mau komen bagaimana?? ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคญ.


...๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ...


...***TBC***...