Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PAGINYA VIA-LEON



Jika pagi untuk Ava dibuat sedikit jengkel oleh Derral yang susah dibangunkan.


Berbeda dengan pagi yang sedang dialami oleh Via dan juga Leon.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Via dan Leon mereka berdua masih asik tidur dengan berpelukan.


Lebih tepatnya Leon yang memeluk Via dari belakang, karena Via tidurnya membelakangi Leon.


Leon yang mendengar alarm diponselnya yang berbunyi sejak jam setengah tujuh pagi, sebenarnya dia sudah membuka matanya.


Namun ketika dia membuka matanya dan melihat Via masih lelap dalam tidurnya, membuat Leon menjadi malas beranjak bangun dari atas ranjang.


Dan Leon malah sengaja menempelkan tubuhnya untuk memeluk Via dari belakang.


Via yang merasa capek tidur miring seperti itu, dia langsung saja mencoba tidur menjadi terlentang.


Leon pun yang melihat wajah Via begitu dekat sekali dengannya, dia menjadi salah fokus sendiri dengan bibir tipis milik Via.


Cup


Leon memberikan kecupan sekilas bibir Via.


Leon pun langsung saja tersenyum tipis ketika melihat Via tidak terganggu sama sekali ketika sudah dicium olehnya seperti itu.


" Sepertinya aku sudah mulai tertarik dengannya, wanita yang baru saja aku temui beberapa hari namun sudah bisa mencuri hatiku ",, kata batin dari Leon sambil memandangi wajah tidurnya Via.


Leon pun setelah puas memandangi wajah Via, dia langsung saja beranjak bangun dari atas ranjang untuk membuka gorden penyekat jendela yang ada disitu.


Sinar matahari langsung saja menembus jendela kaca yang ada disitu, membuat Via langsung saja merasa silau matanya.


Via yang merasa silau, dia berusaha membuka matanya, dan langsung melihat Leon sudah bertelanjan9 dada didekat jendela.


Via pun langsung saja tersenyum manis ketika melihat Leon sudah berdiri seperti itu didekat kaca sambil tersenyum manis kepadanya.


Dan ketika Via tersadar, dia langsung saja duduk dari rebahannya sambil meraba semua tubuhnya.


" Ada apa Via?? ",, tanya Leon kepada Via yang sedang meraba semua tubuhnya.


" Apakah tidak ada yang kurang dari tubuhku, dan bajuku masih lengkap semua kan?? ",, jawab Via kepada Leon sambil terus meraba tubuhnya.


Leon pun yang mendengar jawaban dari Via, dia langsung saja tersenyum miring sambil berjalan kearah Via yang masih duduk diranjang.


" Jika kamu sedang tidak berpakaian dan sudah ada hilang dari dalam tubuhmu, aku mau jika disuruh bertanggung jawab saat ini juga ",, kata Leon sambil mengukung tubuh Via diatas ranjang.


" Sudah sana Tuan Singa, anda kenapa suka sekali sih menempel seperti ini kepadaku, membuatku ilfill saja tahu ",, kata Via kepada Leon sambil mendorong tubuh kekarnya Leon.


Leon pun langsung saja tersenyum tipis ketika mendengar perkataan dari Via tadi.


" Mau kemana Via?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Pipis, kenapa??, apa kamu mau ikut?? ",, jawab Via kepada Leon dengan nada juteknya sambil berlalu menuju kedalam kamar mandi.


" Boleh jika itu mau kamu Via ",, kata Leon kepada Via sambil menaikkan sebelah alisnya.


Via pun langsung saja menunjukkan jari tengahnya kepada Leon, dengan sambil melototkan matanya.


Membuat Leon langsung saja tertawa lucu ketika melihat ekspresi dari Via tadi.


Ketika Via sedang asik didalam kamar mandi, tiba-tiba saja ponselnya berdering dengan cukup kencang sekali.


Leon yang mendengarnya, dia hanya membiarkannya saja, dan tidak mau untuk melihat atau mengangkat sambungan telefonnya Via itu.


Dan ketika Via sudah selesai dengan rutinitasnya didalam kamar mandi, Leon langsung saja memberitahukan kepada Via jika tadi ponselnya berdering.


" Mamah ",, kata Via didalam hati ketika dia sudah melihat nama yang sudah menelfonnya tadi.


Setelahnya Via langsung saja mencoba menghubungi balik ponsel Mamahnya itu.


" Halo Mah ...... ",, kata Via kepada Mamah Delfa.


" Halo Via........... uhuuk ",, kata Mamah Delfa kepada Via sambil terbatuk.


" Iya Mamah sedang sakit dan sejak kemarin dirawat dirumah sakit ",, jawab Mamah Delfa kepada Via.


Via sunguh sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Mamahnya tadi.


Bahkan Via sampai reflek berteriak kepada Mamahnya.


" Apaaaa!! ",, teriak cukup kencang dari Via.


Leon yang terkejut mendengar teriakan dari Via dia langsung saja bertanya kepada Via.


" Ada apa Via teriak-teriak seperti itu??, membuatku terkejut saja ",, kata Leon kepada Via.


Dan suara Leon terdengar jelas oleh Mamah Delfa.


" Itu kekasih kamu ya Nak??, ajak dia ya untuk menemui Mamah, Mamah ingin sekali berkenalan langsung dengannya, Ayah pun sama ",, kata Mamah Delfa kepada Via.


" Kamu mempunyai kekasih yang tampan dan seorang Jenderal begitu, kenapa disembunyikan sih Nak ",, sambung lagi perjataan dari Mamah Delfa kepada Via.


Via semakin terkejut saja ketika Mamahnya bisa tahu pekerjaan dari Leon.


" Mamah tahu darimana jika dia seorang Jenderal?? ",, tanya dari Via kepada Mamahnya sambil melirik kearah Leon yang sedang menatapnya.


" Sudah itu tidak penting, pokoknya hari ini Mamah tunggu dirumah ",, jawab Mamah Delfa kepada Via.


" Lho bukannya tadi katanya dirumah sakit?? ",, kata Via kepada Mamah Delfa.


" Mamah baru saja pulang kemarin sore Nak, sudah ya Mamah tutup dulu telefonnya, dan Mamah tunggu nanti sore kamu sudah ada disini bersama kekasih kamu itu ",, kata Mamah Delfa kepada Via.


" Jangan coba-coba menjadi anak durhaka Via ",, kata Mamah Delfa lagi kepada Via.


Dan setelahnya Mamah Delfa langsung saja mematikan sambungan telefonnya tanpa menunggu jawaban dari Via terlebih dahulu.


Sedang Via sendiri, dia langsung saja berjalan mendekati Leon untuk menanyakan sesuatu kepadanya.


" Ada apa?? ",, tanya Leon kepada Via sambil menatap Via dengan sangat lekat sekali.


" Kenapa Mamah sama Ayahku bisa tahu tentang kamu??, apakah kamu pernah berbicara dengan mereka?? ",, tanya Via kepada Leon.


" Pernah, ketika ponsel kamu tertinggal dikantor saya ",, jawab jujur dari Leon kepada Via.


Membuat Via langsung saja menutup mukanya menggunakan kedua telapak tangannya.


" Ada apa memangnya?? ",, tanya dari Leon kepada Via.


" Mamah menyuruhku untuk pulang sore ini bersama kamu!! ",, jawab Via dengan ketus kepada Leon.


" Oh ........ ",, jawab Leon hanya beroh ria saja.


" Huh!!, semua ini gara-gara kamu, karena kamu Mamah dan Ayah mengira jika kita ini sepasang kekasih ",, kata Via sambil duduk dipinggir ranjang.


" Kenapa pusing begitu sih Via??, jika mereka inginnya kita menjadi sepasang kekasih aku mau ko menjadi kekasih kamu ",, jawab enteng dari Leon kepada Via.


" Tapi aku yang tidak mau menjadi kekasih kamu Leon........... ",, jawab dari Via kepada Leon.


Dan perkataan dari Via membuat senyum cerah yang ada diwajah Leon hilang seketika.


" Kenapa?? ",, tanya dingin dari Leon kepada Via.


" Karena aku inginnya langsung menikah, aku tidak mau berpacaran, karena aku takut dirugikan ketika masa pacaran itu ",, jawab Via dengan jujur kepada Leon.


Leon yang mendengar perkataan dari Via, dia semakin mengunci rapat saja mulutnya itu.


Dan Via sendiri dia tidak menyadari jika ada perubahan mimik muka dari Leon ketika mendengar perkataannya tadi.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...