Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN



Aaric yang tadi sudah masuk kedalam kamar, dia bukannya langsung bersiap-siap malah langsung duduk termenung diatas ranjangnya.


" Dian hamil?? ",, kata Aaric pada dirinya sendiri.


" Itu artinya aku akan menjadi seorang Ayah?? ",, kata Aaric lagi.


" Mau tidak mau Dian harus menjadi istriku, karena aku tidak mau dipisahkan dengan calon anakku itu ",, kata Aaric lagi kepada dirinya sendiri.


" Aku harus bisa meluluhkan hatinya Dian, bagaimana pun juga ini semua kesalahanku, dan aku harus bisa memperbaikinya ",, kata Aaric lagi masih berbicara sendiri.


" Iya, tidak ada yang boleh memiliki Dian selain aku, akan aku terima semua resikonya nanti jika sudah sampai dirumah Dian, karena apapun resikonya calon anakku itu harus mempunyai kedua orang tua kandung yang lengkap ",, kata Aaric lagi dan lagi.


Setelahnya dengan cukup semangat Aaric langsung saja menyiapkan semua pakaian yang ingin dibawanya keIndonesia nanti.


Sedang masih dihari yang sama, saatnya kita membahas Via, Leon dan juga Chico.


Saat ini mereka bertiga sudah pada duduk diruang tamu rumahnya Ayah Markus dengan Via yang merasa sangat canggung sekali.


Via tadi langsung saja mempersilahkan Chico untuk masuk terlebih dahulu kedalam rumahnya.


Via duduk bersebelahan dengan Leon dishofa panjang dengan tangan Leon yang terus memeluk erat pinggang Via dengan mesra.


Dan Chico yang melihatnya, dada dia terus bergemuruh rasa marah yang ingin segera dia keluarkan dari dalam dadanya.


" Eemm Tuan Chico silahkan diminum ",, kata Via kepada Chico.


" Aku lebih suka kita tidak formal Via, dan lebih enak didengar jika kamu memanggiku dengan panggilan Chico seperti tadi ",, kata Chico sambil meminum minuman yang sudah dibuatkan oleh asisstan rumah tangga tadi.


Sedang Leon dia masih diam saja dengan wajah dinginnya seperti biasanya sambil terus memperhatikan interaksi dari Via dan Chico.


" Bagaimana kamu bisa tahu dengan rumahku ini Chico......?? bukannya aku ....... ",, kata Via terputus ketika disela oleh Chico.


" Bukannya kamu sudah memberikan alamat palsumu itu kepadaku sebanyak dua kali??, begitu kan Via ",, sela Chico kepada Via sambil tersenyum miring.


Via pun langsung saja menunjukkan wajah malu dihadapannya Chico ketika sudah ketahuan membohongi Chico.


" Asal kamu tahu saja Via, Perusahaan Ayah kamu itu bekerja sama dengan Perusahaanku, dan aku pun juga sudah pernah berkunjung kesini ",, kata Chico lagi kepada Via dan masih didengar oleh Leon.


" Oh,....... ",, jawab Via dengan sedikit terkejut ketika mendengar perkataan dari Chico tadi.


" Eemm Chico perkenalkan, dia Leon, dia calon suamiku, dan kami akan menikah minggu ini ",, kata Via kepada Chico.


Chico pun yang mendengar perkataan dari Via dada dia semakin sakit, sesak dan ingin sekali menonjok wajah Leon yang diam saja daritadi.


Leon pun berinisiatif langsung mengajak berkenalkan kepada Chico ketika Via sudah memperkenalkannya kepada Chico.


Tapi Chico tidak mempedulikan perkenalan dari Leon tadi, dan membuat Leon menjadi kesal sendiri dibuatnya.


Leon juga merasa jika Chico menyukai Via, namun Leon mencoba bersikap biasa saja, walau kenyataannya didalam hatinya tidak suka melihat Chico berkunjung kerumah Ayah Markus seperti sekarang.


" Huh....!!, aku kira kedekatan kita kemarin itu spesial Via, ternyata bull5h1t belaka!! ",, kata Chico kepada Via sambil melirik Leon dengan tatapan terluka dan juga marah.


" Maaf Chico, kedekatan yang mana ya??, karena memang aku merasa tidak sedang dekat denganmu?? ",, kata Via dengan tegas kepada Chico.


Chico pun langsung saja tersenyum miring mentertawakan dirinya sendiri yang baru saja ditolak oleh Via.


" Kamu kemarin sangat tahu sekali jika aku sedang tertarik denganmu, tapi kenapa kamu tidak mengatakan sejak awal jika kamu sudah mempunyai calon suami Via?? ",, kata Chico lagi kepada Via.


" Sekali lagi maaf Chico, jika kedekatanku yang aku lakukan kemarin denganmu sudah membuatmu salah mengartikannya.......... ",, jelas dari Via kepada Chico.


" Tapi sungguh sejak kita pertama kali bertemu dirumah sakit, tidak ada rasa tertarik sama sekali didalam diriku kepadamu ",, lanjut lagi perkataan dari Via kepada Chico.


" Dan.............. ",, perkataan dari Via terputus dengan perkataan dari Chico tadi.


" Aku tidak terima dengan rasa sakit yang aku rasakan ini Via, dan aku berjanji akan melakukan segala cara untuk merebutmu dari dia ",, kata Chico kepada Via dengan nada yang sangat marah sekali, sambil menunjuk Leon yang daritadi tenang saja namun menunjukkan pandangan yang mematikan kepada Chico.


Setelah berkata seperti itu, Chico pun langsung saja berlalu pergi dari dalam rumah Ayah Markus dan mengendarai mobilnya dengan cukup kencang sekali.


Setelah kepergian dari Chico, Leon pun langsung saja bertanya kepada Via.


" Siapa dia Via?? dan dia apakah mantan kamu?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Tapi sepertinya dia begitu mencintai kamu Via?? ",, tanya Leon lagi kepada Via.


" Entahlah, karena aku dari awal bertemu dengannya tidak ada perasaan sama sekali dengannya ",, jawab Via lagi kepada Leon.


" Bagaimana jika dia sampai nekat menculikku darimu Leon?? ",, tanya Via kepada Leon dengan ekspresi yang sedikit ketakutan.


" Tidak akan aku biarkan semua itu terjadi dengan kita Via ",, jawab Leon kepada Via.


" Dengan cara ?? ",, kata Via kepada Leon.


" Akan aku tanamkan bibit-bibitku didalam perutmu ini Via ",, jawab dari Leon kepada Via dengan sambil menaikan alisnya keatas.


Via pun reflek langsung saja menatap Leon dengan tatapan lasernya.


Sedang Leon sendiri, dia langsung saja tertawa cukup keras didepan Via.


" Huh...!! ",, kata Via dengan sebal sambil berlalu meninggalkan Leon diruang tamu.


Leon yang melihat Via sudah berjalan menuju kedalam rumah dan meninggalkannya, dia pun langsung saja menyusul Via.


Dan ketika sudah sampai disamping Via, tanpa diduga oleh Via, Leon langsung saja menggendong Via, sehingga membuat Via langsung saja berteriak karena terkejut.


" Kamu itu ya sukanya membuatku terkejut saja!! ",, kata Via sambil memukul dada Leon.


" Mari kita bersenang-senang sayang ",, kata Leon kepada Via sambil menaikkan sebelah alisnya lagi keatas.


" Tidak mau, lepaskan aku Leon, dan turunkan aku sekarang juga!! ",, kata Via kepada Leon sambil sedikit memberontak.


" Jangan banyak bergerak Via, nanti kita bisa jatuh berdua diatas tangga ini ",, kata Leon kepada Via.


" Biar saja, cepat lepaskan aku Leon, aku tidak mau melayanimu ",, jawab Via kepada Leon.


Namun Leon tidak mempedulikan perkataan dari Via, dia tetap menggendong Via hingga akhirnya mereka sudah masuk kedalam kamar.


Leon yang sudah sampai didalam kamar, dia langsung saja menurunkan Via tepat diatas ranjang empuknya.


Setelahnya Leon langsung berlalu kearah pintu dan menguncinya dari dalam, membuat Via sedikit ketakutan melihat sikap dari Leon yang seperti ingin memp3rk054nya.


" Leon, stop, jangan membuatku takut, apa yang ingin kamu lakukan kepadaku Leon?? ",, kata Via kepada Leon.


Leon yang melihat wajah ketakutan dari Via, dia tenang-tenang saja dan malah mencoba melepaskan kancing kemeja yang sedang dipakainya itu sambil tersenyum miring kepada Via.


Via pun yang melihat Leon seperti itu, dia semakin ketakutan saja dan mengambil selimut yang ada didatas ranjangnya untuk menutupi semua tubuhnya.


Dan Leon sendiri ketika sudah bertelanjan9 dada, dia langsung saja mendekati Via yang sedang ketakutan diatas ranjang.


Senyum miring terpatri dibibir Leon dengan menatap lekat wajah Via yang terlihat hanya kedua matanya saja.


Sedang Via sendiri dia terus menatap Leon dengan mengintip dari balik selimut yang dipakainya.


" Kenapa takut Via, bukannya kamu sendiri yang menyuruhku untuk tidur didalam kamar ini?? ",, tanya Leon yang sudah berada diatas tubuh Via.


" Leon please jangan lakukan itu kepadaku ya ",, kata jawab Via kepada Leon.


Dan Leon yang mendengar perkataan dari Via, dia langsung saja membuka paksa selimut yang menutup wajah Via dengan sambil tertawa cukup keras sekali.


Setelahnya tanpa diduga oleh Via, Leon langsung saja mencium Via tepat dibibirnya.


Tidak cuma menempel saja, Leon pun juga menggerakkan bibirnya dan mencoba m3lum4t serta mengeksplor mulut Via dengan lidahnya


Dan Via yang pertama kali berciuman seperti itu, dia sedikit kewalahan dan kaku dalam mengimbangi ciuman dari Leon.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Bersambung aaah, kaboooooorrrrπŸ€£πŸ˜‚πŸƒπŸƒπŸƒ


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...