Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
HADIAH DARI AARIC LAGI



Sungguh Derral daritadi dibuat naik darah terus menerus oleh Kakak beradik yang duduk didepan dan disebelahnya itu.


Ingin rasanya, Derral mencekik leher Kakak iparnya, dan juga Derral ingin memberikan hukuman terindah untuk Ava.


Tapi sayang, waktunya masih lama dan situasinya juga sedang tidak tepat.


Setelah sekian menit menahan rasa gemas untuk Ava dan juga Aaric, akhirnya mobil yang Derral, Ava dan juga Aaric naiki sampai juga dimansionnya Papah Zohan.


Sebagian orang yang sudah pada sampai duluan dimansionnya Papah Zohan, mereka semua belum pada masuk, dan masih menunggu sang pasangan pengantin baru datang.


Dan ketika mereka semua melihat mobil pengantinnya Derral dan juga Ava sudah sampai dipelataran mansionnya Papah Zohan.


Hampir semuanya langsung saja mendekat kearah mobil tersebut, untuk mambantu Ava keluar dari dalam mobil, sekalian menyambut kedatangan dari pengatin baru mereka.


Ava dan Derral yang sudah pada keluar dari dalam mobil, mereka semua baru pada masuk kedalam mansionnya Papah Zohan, dengan Ava dan Derral yang berjalan dibarisan yang paling depan.


Dan pesta sederhana untuk mensyukuri pernikahannya Derral dan juga Ava diadakan ditaman belakang mansionnya Papah Zohan.


" Cie, yang sudah resmi jadi Nyonya Altezza ",, goda dari Dian yang membantu Ava daritadi sejak keluar dari dalam mobil.


Dan saat ini Ava dan Dian mereka berdua sedang asik duduk berdua diatas shofa yang sudah disediakan ditaman belakang mansionnya Papah Zohan tempat diadakannya pesta sederhana itu.


" Apaan sih kamu Dian ",, jawab Ava kepada Dian dengan nada yang sedikit malu dan juga sebal secara bersamaan.


" Pokoknya kamu masih berhutang cerita lho Nyonya Altezza kepadaku ",, kata Dian lagi kepada Ava.


" Iya, nanti saja ceritanya, kalau sekarang aku sedang tidak mood ",, jawab Ava lagi juga kepada Dian.


" Sudah aku mau menikmati semua hidangan yang sudah disediakan oleh Papah kamu, itu suami kamu sedang berjalan kesini untuk menemui sang istri tercinta ",, kata Dian kepada Ava sambil menggoda Ava.


Dan Ava sendiri hanya menatap sebal saja kepada Dian, ketika digoda seperti itu oleh Dian.


Sebab Derral tadi setelah masuk kedalam mansion dan sampai ditaman belakang mansion, dia langsung saja menyapa serta berbincang dan mengobrol sebentar kepada semua Keluarganya yang sudah pada bisa menyempatkan hadir diacara pemberkatannya.


Dian setelah menggoda Ava seperti itu, dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Ava, meninggalkan Ava duduk sendirian sambil memandangi Derral yang sedang berjalan kearahnya.


" Kenapa kamu melihatku seperti itu Ava, terpesona?? ",, kata Derral kepada Ava sambil langsung duduk dishofa yang ada disebelahnya Ava menggantikan Dian tadi.


" Percaya diri sekali anda Tuan Altezza ",, jawab Ava kepada Derral dengan nada sedikit jutek.


" Percaya diri itu penting Nyonya Altezza ",, jawab Derral kepada Ava dengan nada dan gayanya yang bossy seperti biasanya.


Ava tidak menjawab perkataan dari Derral, dia hanya melirik sebal kearahnya Derral yang sedang tersenyum miring kepadanya.


Hari itu para pemilik Perusahaan besar sedang tidak bisa pada hadir kekantor mereka masing-masing.


Karena mereka semua sedang merayakan pesta pernikahannya Derral dan juga Ava.


Kantor mereka hari itu dipasrahnya sementara kepada para sekretaris mereka masing-masing.


Begitupun untuk kantornya Derral, hari itu sedang dihandle oleh Egon.


Dan untuk kantornya Ava, juga sedang dihandle oleh orang kepercayaannya Papah Zohan.


Semua orang pada menikmati semua hidangan yang sudah disediakan oleh papah Zohan sekeluarga dengan nikmat dan happy.


Bahkan Papah Zohan dan Papi Alano mereka sedang berbincang santai dan hangat ala laki-laki dikursi yang mereka duduki.


Begitupun dengan para perempuan, yaitu Mami Elsie dan juga Mamah Gretl, mereka juga pada sedang sibuk sendiri ala perempuan dikursi mereka sendiri-sendiri yang terpisah dari para laki-laki.


Dan singkat cerita, acara pesta sederhana pemberkatannya Derral dan Ava sudah selesai semua.


Saat ini Derral dan Ava mereka berdua sedang berada didalam kamarnya Ava lagi.


Namun Derral dan Ava ketika dia baru saja masuk kedalam kamar mereka, mereka berdua dibuat sangat terkejut sekali.


Sebab kamarnya Ava ternyata sudah disulap dengan begitu indah, mesra dan intim sekali dengan suasana khas pengantin baru.


Ternyata tadi ketika Ava dan Derral sudah berlalu keluar dari dalam kamar mereka tadi pagi setelah selesai didandani, para pekerja yang dikerjakan oleh Aaric.


Iya Aaric Kakaknya Ava, sebab Aariclah yang sengaja membayar seseorang untuk menghias kamarnya Ava dengan hiasan yang super bagus untuk pengantin baru.


" Kamar aku jadi cantik sekali, harum sekali aromanya, aromanya sungguh memabukkanku ",, kata Ava ketika dia baru saja masuk tadi kedalam kamarnya.


Sedang Derral dia hanya diam saja tidak peduli dan langsung saja masuk kedalam kamar sambil langsung melepaskan jas pengantin yang sedang dipakainya itu.


" Tidak mungkin siDerral yang melakukan ini, dia kan tidak romantis orangnya ",, kata Ava dengan masih menikmati semua hiasan yang ada didalam kamarnya.


" Jikalaupun aku melakukan ini, hiasannya tidak sejelek ini juga kali ",, kata Derral menyahut perkataannya Ava.


Dan ternyata Derral mendengar perkataannya Ava tadi, walau Ava sudah berbicara dengan suara pelannya.


Ava yang mendengar perkataannya Derral, dia langsung saja menunjukkan wajah sebalnya kepada Derral.


" Kenapa wajah kamu seperti itu kepadaku Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava sambil melepaskan kancing kemeja pernikahannya.


" Tidak apa-apa, mungkin sudah takdirku mempunyai suami yang songong seperti dirimu, untung aku baik hati suka menabung, suka menolong dan tidak juga sombong, tidak seperti orang yang sedang berada didalam kamar bersamaku ",, jawab Ava kepada Derral dengan cuek sambil berlalu menuju kekursi meja riasnya.


" Maksud kamu apa Ava berbicara seperti itu kepadaku?? ",, tanya Derral kepada Ava dengan nada yang sedikit tidak terima.


" Maksud apa??, aku tidak ada maksud apa-apa berbicara seperti itu kepadamu ",, jawab santai dari Ava kepada Derral sambil melepaskan akesoris yang ada dikepalanya.


Derral dan Ava walau mereka sudah menikah dan status mereka sudah suami istri tapi tetap saja pertengkaran seperti itu tidak bisa mereka hilangkan begitu saja didalam hubungan yang baru terjalin beberapa jam itu.


" Entahlah, kulo lelah gusti " ( entahlah aku lelah Tuhan ) ",, kata Ava sambil berbicara sendiri didepan cermin riasnya.


Sedang Derral tadi ketika dijawab santai seperti itu oleh Ava, dia tidak mau menanggapi Ava lagi dan langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan membersihkan badannya yang sudah cukup lengket itu.


Sedangkan diluar kamarnya Ava, Aaric yang sudah memberikan kejutan untuk Ava, dia yang saat ini sedang bersantai diruang Keluarga.


Sambil menikmati minuman winenya pun, Aaric juga sambil tersenyum sendiri karena membayangkan reaksinya Ava seperti apa ketika sudah melihat kamarnya sedang dihias seperti itu.


" Aku yakin siDerral nanti akan disuruh tidur dilantai atau dishofa, karena Ava kan sangat sayang sekali jika hiasan indah seperti itu akan rusak percuma ",, kata Aaric sambil membayangkan Ava sedang memarahi Derral.


Dan ternyata Aaric memberikan kejutan seperti itu kepada Ava dan juga Derral, bukan semata-mata ingin membuat sang adik bahagia.


Tapi Aaric seperti itu karena dia ingin mengerjai Derral lagi, sebab Aaric masih ingin bermain-main dengan Derral sampai dia puas, serta selagi Derral masih tinggal dimansion sang Papah.


Dan ketika Aaric sedang asik membayangkan Ava, dia langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali sendirian didalam ruang Keluarga.


Namun ketika Aaric sedang tertawa sendiri seperti itu,... tiba-tiba..............


Plaaaakkkkk!!!!


Suara pukulan dari tangan seseorang kekepalanya Aaric, membuat Aaric langsung saja terdiam dan juga terkejut.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...