Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
GERUTUAN AVA



" Tangiiiiiiiiiiiiii............ woe tangi-tangi, astaga, iki bojoku urip opo mati, dikon tangi wae angele koyok ngene.......?? ",,


" ( Banguuuuuuuuuun........ woe bangun-bangun, astaga, ini suamiku hidup apa mati, disuruh bangun saja susahnya minta ampun.........?? ) ",,


Yah siapa lagi yang suka mengomel seperti itu jika bukan Ava Altezza istri dari Derral Altezza.


Pagi sudah datang, dan waktu pun sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, namun Derral dia belum bangun sama sekali dari tidur lelapnya itu.


Ava yang daritadi sudah mencoba membangunkan Derral sang suami, akan tetapi tidak bangun-bangun juga, membuat dia sedikit merasa jengkel dan sebal kepada Derral.


Sebab ketika Ava sudah mencoba membangunkan Derral sejak tadi, Derral tidak bangun sama sekali, malahan hanya menanggapinya dengan berganti posisi sambil menutupi telinganya dengan bantal.


" Intok ijol bojo po ora yo??...... bojoku semangate mung nek jaluk k4w1n thok??!! ",, ( Boleh tukar suami tidak ya??......... suamiku semangatnya jika mau minta k4w1n saja??!! ",, gerutu dari Ava lagi sambil menepuk dahinya dengan keras.


" Tak jajale manih, yen tetap ora gelem tangi, hmm rasakno akibate........ " ( Aku coba lagi, jika masih tetap tidak mau bangun, hmm rasakan akibatnya nanti ) ",, kata Ava berbicara sendriri.


Dan setelahnya Ava lalu mencoba membangunkan Derral lagi.


Namun masih sama seperti tadi, Derral tidak mempedulikan Ava sama sekali, dan Derral malah semakin menutup muka dan telinganya menggunakan bantal semakin rapat saja.


" Wis ilang kesabaranku, rasakno saiki akibate sing angel dikon tangi " ( Sudah hilang kesabaranku, sekarang rasakan akibatnya, karena susah disuruh bangun ) ",, kata Ava kepada Derral.


" Whuuhhh ",, kata Ava meniup kedua telapak tangannya.


Daaaannnn....................


" Aaaaa, Ava aduuuh sakiiiiit ....... ",, teriak dari Derral dengan cukup kencang.


Sebab Ava ternyata setelah meniup kedua telapak tangannya tadi, dia langsung saja m3r3m45 kedua buah squishy milik Derral beserta p3ntun94nnya dengan cukup kuat sekali.


" Rasakno, emang enak, eeh tapi emang enak sih, kenyal-kenyal empuk rasane!! " ( Rasakan, memang enak, eeh tapi memang enak sih, kenyal-kenyal empuk rasanya ) ",, kata Ava kepada Derral sambil m3r3m45-r3m45 lagi dua buah bola milik Derral dengan gemas.


" Aaauu Ava, bisa pelan-pelan sedikit tidak sih, sakit tahu ",, kata Derral kepada Ava sambil menyingkirkan kedua tangan Ava dari buah bola kenyal miliknya.


" Sudah bangun sana, lihat jam itu, sudah jam berapa, dan sekarang aku sudah siap, aku mau berangkat dulu kekantor ",, kata Ava kepada Derral.


Dan setelahnya tanpa mempedulikan Derral lagi, Ava langsung saja beranjak pergi dari dalam kamar untuk berangkat kekantor meninggalkan Derral sendirian yang terus memanggilnya untuk berangkat bersama-sama.


Ava yang mendengar panggilan dari Derral, dia tetap cuek dan terus melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam mansion menuju kekantornya.


Kita terbang sebentar keIndonesia, lebih tepatnya dirumah mewah milik Ayah Dian.


Ayah Dian yang bernama Ayah Chyou dia sedikit terkejut ketika sepulangnya dari luar kota kemarin melihat sang putri tercintanya sudah berada dirumah.


Ayah Chyou sangat senang sekali, karena keluarga mereka akhirnya bisa komplit lagi didalam rumah tersebut.


Seiring berjalannya waktu dan bergantinya hari, Dian masih terlihat jika dia sedang sedih, dan tidak terlihat sama sekali wajah semangat dari Dian.


Mamah Sherlly sudah pernah membujuk Dian untuk bercerita kepadanya, namun Dian selalu mengelak dan selalu menjawab tidak ada apa-apa yang terjadi kepada dirinya.


Mamah Sherlly yang sudah cukup bingung dalam mengajak berbicara kepada Dian, dia akhirnya menyuruh sang anak sulung yaitu Kakak Dian yang bernama Kak Lii untuk mengajak mengobrol Dian.


Akan tetapi tetap saja Kak Lii tidak bisa mengorek informasi yang bagus dari Dian.


Jika diSpanyol Ava sedang membangunkan Derral untuk bangun dan berangkat kekantor.


Beda lagi diIndonesia, saat ini diIndonesia sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang.


Sebab selisih waktu dari Indonesia dan Spanyol kurang lebih lima jam, lebih cepat Indonesia daripada Spanyol.


Dian saat ini dia berada didalam kamarnya, bukannya untuk tidur siang, melainkan untuk melamun diatas ranjangnya.


Sangat berbeda sekali ketika dia belum mengalami masalah seperti sekarang.


Dian jika pulang keIndonesia waktu dia akan dia buat untuk pergi jalan-jalan bersama teman-temannya yang ada diIndonesia, atau menghabiskan waktunya dengan sang Kakak maupun adiknya.


Namun tidak untuk sekarang, Dian cukup berdiam diri saja didalam kamar, dan jika diajak pergi kemall atau nonton bioskop oleh sang Mamah atau Kakaknya, Dian akan menjawab, Dian dirumah saja Mah, Kak, Mamah dan Kakak pergi sendiri saja atau mengajak Phillip saja sana.


Yah begitulah yang akan dikatakan oleh Dian kepada Mamah atau Kakaknya.


" Bagaimana jika nanti aku hamil anaknya Kak Aaric ya........?? ",, kata batin dari Dian sambil mengusap perut ratanya.


" Apa yang harus aku katakan kepada Ayah, Mamah, dan Tuan Zohan, apa yang harus aku lakukan Tuhan.......?? ",, kata batin dari Dian sambil terus melamun.


" Rasanya hatiku ini masih sakit sekali dengan sikap dari Kak Aaric yang seperti itu kepadaku, tapi .......... ini semua juga tidak sepenuhnya salah Kak Aaric, karena kemarin kenapa aku mau saja ketika diajak pulang keapartemennya Kak Aaric ",, kata Dian sambil terus melamun.


" Jika aku hamil, apakah Kak Aaric mau bertanggung jawab mengakui anak yang sedang aku kandung?? ",, kata Dian lagi dengan perasaan yang sangat bersedih dan juga bingung.


Sedang terbang lagi keSpanyol.


Tidak cuma Dian saja yang sering menghabiskan waktunya dengan melamun, begitupun dengan Aaric.


Sampai sekarang, anak buah dari Aaric masih sedikit kesulitan mencari tahu alamat tempat tinggal Dian.


Aaric setiap saat selalu menelfon anak buahnya itu untuk menanyakan apakah sudah bisa menemukan alamat rumahnya Dian.


Seperti sekarang ini, Aaric bukannya bekerja, dia malah asik melamun sambil memandangi pemandangan yang ada diluar jendela kantornya.


" Melamun bukan hal yang baik untuk pemimpin Perusahaan, sebab kesuksesan dari sebuah Perusahaan bukan dengan cara melamun seperti itu ",, kata seseorang kepada Aaric.


Dan perkataan orang tersebut langsung saja menyadarkan Aaric yang sedang melamun.


" Papah......... ",, kata Aaric kepada orang tersebut.


Yang ternyata adalah Papah Zohan yang sudah duduk santai dikursi depan meja kerjanya Aaric.


" Apakah kamu belum bisa menemukan Dian berada??, ataukah meminta maaf kepada Dian Aaric?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Aaric.


Aaric pun langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Papah Zohan.


" Huh..!!, b0d0h!! ",, kata ejek dari Papah Zohan kepada Aaric.


Aaric hanya diam saja tidak menanggapi ejekan dari Papah Zohan tadi.


Sebab Aaric sangat tahu sekali jika Papahnya masih marah kepadanya.


Karena semenjak kejadian itu, Papah Zohan memang jarang sekali mengajak berbicara kepada Aaric baik dirumah maupun dikantor jika berpas-pasan.


Semua itu Papah Zohan lakukan karena dia ingin mendidik Aaric bisa bertanggung jawab kepada semua perbuatannya.


Walau sebenarnya Papah Zohan sudah memaafkan semua kesalahan dari putra sulungnya itu.


Papah Zohan yang sudah mengejek Aaric, dia langsung saja beranjak bangun dari duduknya untuk keluar lagi dari dalam ruang kerjanya Aaric, meninggalkan Aaric yang masih diam saja sambil terus memandangi keluar jendela kantornya.


Aaric yang melirik Papahnya pergi meninggalkannya, dia pun tidak mempedulikannya dan membiarkannya saja, tanpa mau mengeluarkan satu patah pun kepada Papah Zohan.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...