
Aaric yang melihat Dian hanya diam saja tidak bisa mengelak dan menjawab perkataannya.
Aaric langsung saja tersenyum manis kepada Dian sambil mengambil kedua tangan Dian untuk dia genggam.
" Mau ya Dian kita menjalani kehidupan kita berdua bersama sikecil ",, kata Aaric kepada Dian.
" Aku tahu aku bersalah kepadamu, aku tulus berharap kamu mau memaafkan semua kesalahanku dan memulai rumah tangga denganku sambil membesarkan anak kita berdua ",, kata Aaric lagi kepada Dian.
" Apa kamu mau Dian memulainya lagi dari awal bersamaku?? ",, sambung lagi perkataan dari Aaric kepada Dian dengan nada yang sangat lembut dan mata yang memancarkan keseriusan dari Aaric.
Dian berdiam diri dan berfikir untuk beberapa detik lamanya.
Dan mau bagaimana pun juga Dian melihat ada kesungguhan disetiap ucapan yang dikatakan oleh Aaric tadi.
Serta jangan lupakan, anak yang sedang dikandungnya juga membutuhkan seorang Ayah yang akan selalu melindungi mereka berdua.
" Emm ba...........baiklah Kak Aaric, Dian mau ",, jawab Dian dengan sedikit ragu-ragu kepada Aaric.
Aaric sungguh sangat senang sekali ketika mendengar jawaban dari Dian.
Dan Aaric yang saking senangnya dia reflek sampai menarik tangan Dian untuk dia peluk tubuhnya dengan erat.
" Terimakasih Dian, terimakasih, Kakak berjanji akan menjadi seorang suami dan Ayah yang baik untuk kalian berdua ",, kata Aaric kepada Dian dengan sangat senang sekali.
Dian hanya bisa menjawab Aaric dengan tersenyum tipis saja.
" Apa kamu sudah meminum obatnya Dian, minum dulu ya jika belum diminum??, dan apa kamu sudah makan??, apa mau Kakak ambilkan makanannya??, atau Kakak suapi, katakan Dian kepada Kakak ",, kata Aaric dengan sangat bersemangat sekali kepada Dian.
Dian yang melihat sikap dari Aaric yang begitu perhatian kepadanya, dia langsung saja tersenyum manis sambil memegang kedua tangan Aaric supaya Aaric bisa tidak seheboh itu.
" Dian sudah minum obat serta vitaminnya Kak, dan Dian pun juga sudah makan, Kakak tenang saja, sidedek dia tidak akan kelaparan maupun kekurangan gizi sama sekali ",, jawab Dian kepada Aaric dengan lembut.
" Syukurlah Kakak senang mendengarnya ",, kata Aaric kepada Dian.
" Oh ya, apakah kamu tidak mau keluar kamar Dian, untuk melihat semua keluarga Kakak, bahkan Ava dan Derral pun mereka juga ikut datang kesini ",, kata Aaric kepada Dian.
" Boleh, tapi sebentar ya Kak, Dian ganti baju dulu ",, jawab Dian kepada Aaric.
Aaric hanya tersenyum manis sambil mengangguk saja kepada Dian.
" Apa mau Kakak bantu Dian.............??, emm maksudnya, Kakak ambilkan saja pakaiannya supaya kamu tidak terlalu capek berjalan kesana kemari ",, kata Aaric kepada Dian dengan sedikit malu.
" Tidak perlu Kak, Dian masih bisa sendiri ",, jawab Dian kepada Aaric sambil tersenyum.
" Baiklah, hati-hati ya ",, kata Aaric kepada Dian.
Setelahnya Dian langsung saja beranjak turun dari atas ranjang menuju keruang walk in closet untuk berganti baju yang lebih pantas lagi untuk dia buat keluar kamar.
Sedang Aaric dia masih setia menunggu Dian sambil melihat-lihat isi kamar Dian yang begitu kental sekali dengan pernak-pernik milik seorang perempuan.
Dan Aaric yang melihat Dian sudah selesai berganti baju, dia langsung saja tersenyum manis kepada Dian yang terlihat lebih segar dari yang tadi walau wajah dia masih terlihat cukup pucat.
" Apa kamu sudah siap Dian??, kamu kuat kan?? ",, tanya Aaric kepada Dian.
" Iya ayo Kak, Dian kuat ",, jawab Dian kepada Aaric.
Aaric pun sengaja langsung saja merangkul mesra pundak Dian untuk dia ajak jalan berdua keluar dari dalam kamar menuju keruang tamu dimana semua keluarganya sedang pada berunding membicarakan pernikahan mereka berdua.
Sedang sepeninggalan dari Aaric tadi yang ingin menemui Dian didalam kamar, Papah Zohan dia langsung saja mewakili semua Keluarganya terutama untuk perbuatan Aaric yang sudah berani menghamili Dian sebelum mereka menikah.
Sikap tenang yang ditunjukkan oleh Ayah Chyou kepada semua Keluarga Altherr membuat suasana lebih damai dan lebih kondusif.
" Iya bagaimanapun juga semua ini sudah terjadi Tuan, dan kita sebagai orang tua hanya bisa memaafkan kesalahan mereka serta memberikan jalan yang terbaik bagi mereka berdua menuju kepelaminan ",, jawab dari Ayah Chyou kepada Papah Zohan.
" Anda benar sekali Tuan Chyou, dan sebagai pihak laki-laki, saya dan keluarga besar saya memutuskan ingin menikahkan Aaric dengan Dian, empat hari dari sekarang Tuan, bagaimana apakah anda setuju ",, kata Papah Zohan kepada Ayah Chyou.
" Karena bagaimanapun juga mengurus surat pernikahan untuk beda Negara sebenarnya tidak bisa secepat itu prosesnya, tapi setelah saya usahakan mereka bisa mengusahakan berkas-berkasnya jadi sekitar empat hari Tuan Chyou, bagaimana menurut anda Tuan, karena kita harus segera menikahkan mereka berdua sebelum perut dari Dian terlihat semakin membesar ",, kata Papah Zohan lagi kepada Ayah Chyou dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.
" Yang dikatakan oleh anak saya benar sekali Tuan Chyou, jika kita harus segera menikahkan mereka berdua secepatnya ",, kata Opa juga kepada Ayah Chyou.
" Baiklah saya setuju, waktu empat hari adalah waktu yang cukup untuk saya mempersiapkan dokumen pernikahannya Dian terlebih dahulu dengan Nak Aaric ",, jawab dari Ayah Chyou kepada Papah Zohan dan masih didengar oleh semua orang.
Setelah kesepakatan antara kedua belah pihak terjadi, tiba-tiba pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari Aaric yang sedang berjalan mesra bersama Dian.
" Dian, bagaimana kabar kamu Nak?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Dian yang sudah ikut duduk bergabung dengan mereka semua.
" Dian wajah kamu pucat sekali, are you ok??, tadi didalam kamar Kak Aaric tidak mengajak kamu belah duren lagi kan?? ",, kata Ava kepada Dian.
Perkataan dari Ava reflek langsung saja membuat semua orang langsung tersenyum lucu ketika mendengarnya.
Sedang Aaric sendiri dia langsung saja melototkan matanya kepada Ava, namun tidak dengan Dian, dia malah tersenyum lucu seperti yang lainnya.
" Aaric, Dian, kita sudah sepakat mau menikahkan kalian berdua empat hari lagi, jadi kamu Aaric sebagai laki-laki yang bertanggung jawab harus mempersiapkan pernikahan kamu sebaik mungkin mulai dari sekarang ",, kata Papah Zohan kepada Aaric dengan sangat tegas sekali.
" Baik Papah ",, jawab mantap dari Aaric kepada Papah Zohan dan masih didengar oleh semua orang.
" Oh ya Dian, ini Kakak ada sesuatu untuk kamu ",, kata Aaric kepada Dian sambil mengeluarkan cincin berlian yang tadi siang sudah dibelinya.
Dian pun langsung saja tersenyum manis kepada Aaric ketika Aaric membuka sebuah kotak cincin dihadapan semua orang seperti itu.
Sedang Aaric yang sudah berkata seperti itu, dia langsung saja memakaikan cincin berlian itu kejari manisnya Dian.
Dan Dian semakin memperhatikan cincin yang sudah melingkar apik dijari manisnya itu yang semakin mencuri perhatiannya, karena bentuknya yang sangat cantik sekali.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...