
Aaric sangat terkejut sekali ketika baru tidur enak, langsung di bangunin dan langsung juga mendapatkan kabar yang cukup mengejutkannya tentang Via dari Derral.
" Apa kamu tidak salah menginformasikan hal ini kepadaku Derral?? ",, tanya Aaric kepada Derral.
" Tidak, Papah sendiri yang bilang tadi kepada Ava ",, jawab Derral kepada Aaric.
" Ayo malam ini Papah mengajak kita semua untuk menjenguk Via di rumah sakit, dan rumah sakitnya cukup jauh perjalanannya dari sini ",, kata Derral lagi kepada Aaric.
" Iya sudah ayo kita segera pulang sekarang ",, jawab Aaric kepada Drral.
Derral hanya mengangguk saja kepada Aaric.
Dan setelahnya mereka berdua langsung saja keluar dari dalam kamar istirahat Ava untuk menemui Ava.
Aaric dan Derral yang sudah keluar dari dalam kamar itu, mereka langsung melihat jika Ava sudah selesai bersiap-siapnya dan sedang menunggu mereka berdua.
" Ayo aku sudah siap, kita segera pulang saja ",, kata Ava kepada Derral dan juga Aaric.
" Ayo sayang ",, jawab Derral kepada Ava.
Sedang Aaric hanya mengangguk saja kepada Ava.
Selanjutnya mereka bertiga langsung bergegeas keluar dari dalam ruang kerja Ava untuk menuju ke dalam mobil mereka masing-masing.
Namun ketika Ava sudah sampai di depan meja kerja sekretaris pribadinya, dia langsung menghentikan langkah kakinya sejenak.
Dan gerakan Ava juga langsung di ikuti oleh Derral maupun Aaric.
Malik sendiri yang melihat para anak pemilik Perusahaan beserta mantunya sedang pada keluar dari dalam ruang kerjanya Ava, dia langsung saja berdiri dari duduknya untuk menyapa Ava, Derral dan juga Aaric.
" Malik ",, panggil Ava kepada Malik sekretaris pengganti Dian.
" Iya Nyonya Ava ",, jawab Malik kepada Ava.
" Saya akan pergi bersama Keluarga saya dan ini urusan penting, nanti jika ada tamu penting menemui saya, suruh mereka kembali saja besok ",, pesan dari Ava kepada Malik sang sekretaris.
" Baik Nyonya ",, jawab Malik dengan sopan kepada Ava.
" Dan satu lagi, mobil saya nanti antarkan kemansion suami saya, ini kuncinya ",, kata Ava kepada Malik sambil memberikan kunci mobilnya.
" Baik Nyonya '',, jawab dari Malik lagi kepada Ava sambil menerima kunci mobil.
" Handle kantor ya Malik ",, kata Ava kepada Malik sebelum dia berlalu pergi.
" Baik Nyonya ",, jawaban yang sama dari Malik kepada Ava.
Setelah memberikan pesan kepada Malik, Ava langsung saja mengajak Aaric dan Derral segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari dalam Perusahaan.
Sedang Malik dia langsung sedikit menundukkan badannya ketika semua bosnya pada berlalu pergi dari hadapannya.
Ketika Ava, Aaric dan juga Derral sudah sampai di depan loby kantor, Aaric langsung saja masuk ke dalam mobilnya sendiri, sedangkan Ava dia langsung masuk ke dalam mobil milik Derral.
Di dalam perjalanan Aaric, dan Derral mereka berpisah di persimpangan jalan, sebab tempat yang akan mereka tuju berbeda.
Jika Derral ingin menuju kemansionnya, maka Aaric akan menuju ke mansion Papah Zohan.
Dan Papah Zohan sendiri tadi yang sudah sampai di mansionnya dia langsung saja masuk ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil Mamah Gretl.
" Mah.......... Mamah ",, panggi-panggil dari Papah Zohan kepada sang istri.
Salah satu asisstan rumah tangga yang mendengar teriakan dari Papah Zohan, dia langsung saja menyahut dengan sopan kepada sang majikan.
" Nyonya sedang beristirahat di dalam kamar Tuan ",, kata salah satu asistan rumah tangga kepada Papah Zohan.
" Oh, iya..... ",, jawab Papah Zohan kepada asistan rumah tangganya.
Setelahnya Papah Zohan langsung bergegas menuju ke dalam kamarnya untuk memberitahukan kabar tentang Via kepada Mamah Gretl.
" Ayo Mah, kita harus bersiap-siap dari sekarang, karena biar kita tidak terlalu kemalaman nanti sampainya di sana ",, kata Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Kalau begitu Mamah mau memberitahukan hal ini dulu kepada Dian Pah, pasti saat ini Aaric sudah dalam perjalanan pulang ke mansion ",, kata Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Iya Mah ",, jawab Papah Zohan kepada Mamah Gretl sambil mengangguk.
Mamah Gretl langsung berlalu keluar dari dalam kamar menuju ke dalam kamar Aaric yang sekarang juga di tempatin oleh Dian.
Mamah Gretl yang sudah sampai di depan kamar Dian, dia langsung saja mengetuk pintunya dengan sopan.
" Dian.......... Dian kamu sedang apa Nak, ini Mamah ",, kata Mamah Gretl kepada Dian.
Namun karena berhubung Dian sedang tidur siang, dia jadi tidak mendengar panggilan maupun ketukan pintu dari Mamah Gretl.
Mamah Gretl yang tidak mendapatkan sahutan dari dalam, dia mencoba memutar gagang pintunya dan ternyata tidak di kunci dari dalam.
Ketika Mamah Gretl sudah membuka pintu, dia langsung melihat Dian sedang tertidur pulas di atas ranjang.
Tidak mau membuat Dian terkejut, karena akan bahaya untuk kandungannya, Mamah Gretl lalu mencoba membangunkan Dian dengan sangat pelan-pelan sekali.
Dan akhirnya usaha Mamah Gretl tidak sia-sia juga.
" Eh Mamah, ada apa Mah?? ",, tanya Dian ketika dia sudah membuka mata dan melihat sang mertua sedang berada di dalam kamarnya.
" Bangun yuk Nak, kita akan segera ke rumah sakit menjenguk Via ",, kata Mamah Gretl kepada Dian.
" Via??, Nona Via maksud Mamah?? ",, tanya Dian kepada Mamah Gretl.
" Iya ",, jawab dari Mamah Gretl kepada Dian.
" Nona Via memangnya kenapa Mah?? ",, tanya dari Dian lagi kepada Mamah Gretl.
" Dia baru saja mengalami kecelakaan mobil ",, jawab dari Mamah Gretl lagi kepada Dian.
" Astaga ya Tuhan, kasihan sekali ",, kata Dian dengan ekspresi yang cukup terkejut ketika mendengar jawaban dari Mamah Gretl.
" Apakah Ava sudah di kasih tahu Mah tentang ini?? ",, tanya dari Dian lagi dan lagi kepada Mamah Gretl.
" Kata Papah tadi sudah, saat ini Ava bersama Derral dan juga Aaric suami kamu sedang perjalanan pulang dari kantor ",, jawab dari Mamah Gretl kepada Dian.
" Oh ya sudah Mah, Dian mau bersiap-siap dulu, sekalian menunggu Ayah Aaric sampai di mansion ",, kata Dian kepada Mamah Gretl.
" Iya sudah, Mamah juga mau bersiap-siap juga, karena perjalanan yang akan kita tempuh cukup jauh Dian ",, kata Mamah Gretl kepada Dian.
" Iya Mah ",, jawab Dian kepada Mamah Grrtl.
Setelahnya Mamah Gretl langsung saja berlalu keluar lagi dari dalam kamar Dian menuju ke dalam kamarnya sendiri.
Sedang kembali ke Ava, Derral dan Aaric, setelah mengendarai mobilnya beberapa menit lamanya, akhirnya mereka sampai juga di mansion mereka masing-masing.
Ava dan Derral langsung bergegas masuk kedalam mansion untuk segera bersiap-siap.
Dan untuk Aaric dia langsung juga masuk ke dalam mansion sang Papah untuk bersiap-siap di dalam kamarnya sendiri.
" Bawa baju hangat ya sayang, biar kamu nanti tidak masuk angin atau mabuk di perjalanan, kan sekarang kamu tidak sendirian ",, pesan dari Derral kepada Ava dengan sangat lembut sekali.
" Iya Daddy ",, jawab Ava kepada Derral.
Aaric pun sama, dia yang sudah masuk ke dalam kamar, Aaric langsung melihat Dian sudah cantik dan rapi sambil menyiapkan baju yang ingin di pakainya nanti.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...