
Pagi pun menjelang, sang surya juga sudah menampakkan sinarnya.
Semua kehidupan yang ada dibumi ketika melihat waktu sudah pagi, mereka semua akan berlomba-lomba membangunkan diri mereka supaya bisa melakukan rutinitas yang membosankan disetiap hari tentunya.
Derral dan Ava yang tidurnya sudah hampir mendekati pagi, mereka saat ini maih lelap dalam tidurnya.
Apalagi semalam Derral mengajak perang Ava dengan pertempuran yang sangat sengit sekali.
Alhasil pagi ini mereka berdua masih damai untuk tidur berdua dengan keadaan masih polos dan saling memeluk satu sama lainnya.
Sedang Leon sendiri setelah malam tadi dia bisa menuntaskan h45rat b10l0915nya didalam kamar mandi milik Via, Leon paginya dia merasa sedikit lega dan senang karena bangun tidur bisa melihat wajah wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Semalam Leon sudah merasa sangat pl0n9 sekali rasanya, karena sudah bisa menuntaskan yang memang seharusnya dituntaskan.
Namun rasa pl0n9 yang Leon rasakan pada malam tadi, rasanya belum bisa sepenuhnya pl0n9 dari didalam dirinya, sebab ketika ingin tidur Leon masih disuguhkan pemandangan yang memancing jiwa liar didalam tubuhnya.
Akan tetapi Leon terus mencoba untuk beristirahat malam itu disamping Via, supaya besok bisa semakin fit dan segar tubuhnya, karena keesokan harinya dia akan menjemput kedua orang tuanya untuk menemui kedua orang tua dari Via.
Dan disinilah Leon serta Via yang sudah ikut bergabung sarapan pagi bersama Ayah Markus, Mamah Delfa, Ozzie dan juga Tanisa.
" Apakah nanti jadi Nak Leon kamu akan mengajak kedua orang tua kamu datang kesini?? ",, tanya Ayah Markus kepada Leon disela-sela makannya.
" Jadi Tuan Markus ",, jawab tenang dari Leon kepada Ayah Markus.
Sedangkan yang lainnya hanya diam saja sambil mendengarkan perbincangan dari Ayah Markus dengan Leon.
" Baiklah, kalau begitu, nanti malam kamu ajak saja kedua orang tua kamu kesini Nak Leon, sekaligus kita nanti barbequean disini, untuk saling mengenal satu sama lain ",, kata Ayah Markus kepada Leon.
" Baik Tuan ",, jawab Leon kepada Ayah Markus.
" Kalau begitu saya mau berangkat kekantor dulu ya Nak Leon, ayo Mah ",, kata Ayah Markus kepada Leon, dan juga kepada Mamah Delfa.
" Iya Tuan hati-hati dijalan ",, jawab Leon dengan sopan kepada Ayah Markus.
Ayah Markus pun hanya mengangguk saja kepada Leon sambil tersenyum tipis.
Sedang Mamah Delfa pun hanya mengangguk juga kepada Ayah Markus.
" Tunggu Ayah, Ozzi ikut mobil Ayah saja ya ",, kata Ozzie dengan tiba-tiba.
" Memangnya mobil kamu kenapa?? ",, tanya Ayah Markus sambil berjalan kearah keluar rumah.
" Nanti akan dibawa kebengkel sama Adya Ayah ",, jawab Ozzie kepada Ayah Markus.
" Iya sudah ayo ",, kata Ayah Markus kepada Ozzie sambil masuk kedalam mobil.
Dan sepeninggalan dari Ayah Markus, Ozzie serta Mamah Delfa, tinggallah mereka bertiga dimeja makan itu, yaitu Via, Tanisa dan juga Leon.
" Kak, Tanisa mau tanya........ Kakak beneran mau mengajak Ayah dan Mamah kesini??, apa Kakak serius dengan perkataan Kakak yang semalam melamar Nona Via?? ",, tanya Tanisa dengan suara pelan kepada Leon yang duduk disebelahnya.
" Iya benar, dan lamaran Kakak sudah diterima oleh Via ",, jawab Leon kepada Tanisa dengan sikap santainya.
" Apa benar itu Nona Via?? ",, tanya Tanisa kepada Via.
" Iya benar, lagipula wajah dari Kakak kamu tidak malu-maluin ko jika diajak kekondangan, jadinya ya saya terima saja lamarannya ",, jawab Via kepada Tanisa sekenanya saja.
Leon pun langsung tersenyum simpul ketika mendengar jawaban dari Via tadi.
Sedang Tanisa ketika melihat Kakaknya bisa tersenyum begitu, dia sedikit terkejut.
" Jadi ini kita akan menjemput Ayah sama Mamah kapan Kak?? ",, tanya dari Tanisa lagi kepada Leon.
" Bukan kita, tapi Kakak saja, kamu disini saja tunggu Kakak datang sebagai jaminan, jadi jika Kakak tidak datang kesini, kamu jadi adiknya Via saja ",, jawab menyeleneh dari Leon kepada Tanisa.
Tanisa pun langsung saja membuka sedikit mulutnya ketika mendengar Kakaknya bisa bercanda seperti itu dengannya.
Karena biasanya Kakaknya akan kaku dan sekedarnya saja jika menjawab perkataannya.
Sedang Via yang mendengar perkataan dari Leon tadi, dia langsung saja tertawa lucu sambil mencubit gemas pipinya Leon.
Tanisa yang melihat Kakaknya bisa tersenyum dan terlihat segar wajahnya ketika berada disamping Via, dia pun ikut senang.
" Iya baiklah, jika itu maunya Kakak, lebih baik menjadi adik dari Nona Via yang enjoy bisa diajak bercanda, daripada Kakak, kaku seperti besi yang hampir karatan ",, sahut dari Tanisa kepada Leon sambil bercanda juga.
Leon yang mendengar perkataan dari Tanisa, dia pun langsung menatap Tanisa dengan tatapan mautnya, namun yang ditatap malah cekikian dan langsung tos ria dengan Via.
Bercandaan mereka terintrupsi dengan kehadiran dari Mamah Delfa.
" Sepertinya kalian bertiga sedang happy, sedang membicarakan apa sih ?? ",, tanya dari Mamah Delfa kepada Leon, Via dan juga Tanisa.
" Tidak ada ko Mah ",, jawab Via kepada Mamahnya sambil tersenyum.
" Oh ya Nak Leon, nanti saya mau arisan, bisakah kamu temani Via dulu dirumah, paling jam makan siang saya sudah pulang ",, kata Mamah Delfa kepada Leon.
" Mamah iiih, Via bukan anak kecil Mah, kenapa harus ditunggui segala, Leon ini mau pulang Mah, untuk menjemput Ayah dan Mamah mertua kenapa disuruh menemani Via disini?? ",, kata Via kepada Mamah Delfa.
" Iya tidak apa-apa Nyonya, saya akan disini dulu untuk menemani Via ",, sahut Leon kepada Mamah Delfa.
" Itu Nak Leonnya saja tidak apa-apa ko, sudah Mamah mau siap-siap dulu, kalian lanjutkan saja sarapannya ",, kata Mamah Delfa kepada Via dan semuanya.
" Iya Nyonya ",, jawab Leon kepada Mamah Delfa.
Sedang Tanisa dia hanya tersenyum ramah saja kepada Mamah Delfa.
Setelahnya Mamah Delfa langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar untuk bersiap-siap berangkat arisan bersama teman-temannya.
" Aku sudah selesai makannya, mau kekamar sebentar, apa kamu mau ikut denganku Tanisa?? ",, kata Via kepada Tanisa.
" Kenapa kamu malah mengajak Tanisa bukannya aku Via?? ",, tanya Leon kepada Via.
" Kan tadi malam sudah, dan sekarang aku maunya dengan Tanisa Leonku sayang ",, jawab Via kepada Tanisa.
Leon pun langsung saja tersenyum manis ketika dipanggil sayang oleh Via.
Dan Tanisa yang melihat wajah Kakaknya lebih banyak senyum pagi ini, dia langsung saja tersenyum bahagia didalam hatinya.
" Sudah yuk Tanisa ",, kata Via lagi kepada Tanisa.
Setelah itu Via pun langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar bersama Tanisa, meninggalkan Leon sendirian dimeja makan itu.
Leon yang ditinggalkan oleh Tanisa dan Via, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk duduk diruang Keluarga rumahnya Ayah Markus untuk membuka pesan yang masuk kedalam ponselnya.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...