Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
HUKUMAN



Papah Zohan langsung saja berdiri tepat didepan sipenculik tersebut.


Sedang Egon dan Mirco mereka berdua langsung juga bergeser sedikit untuk memberikan ruang kepada Papah Zohan.


Dan ketika Papah Zohan sudah berada didepan peculik itu, dia langsung saja bertanya lagi satu hal kepada sipenculiknya.


" Katakan dengan jelas kepada saya!!, siapa yang sudah menyuruh kamu!! ",, kata Papah Zohan kepada penculik tersebut.


" Saya disuruh oleh orang yang bernama Dokter Rava Tuan, dia yang sudah membayar saya mahal untuk .......... uhuk..... ",, kata sipenculik terpotong sejenak karena dia sedang terbatuk darah lagi.


" Untuk memata-matai putri anda, sekaligus untuk menculiknya jika putri anda sedang lengah dalam pengawasannya ",, lanjut lagi perkataan dari sipenculik tersebut kepada Papah Zohan.


" Bagaimana ciri-ciri dari Dokter Rava yang sudah menyuruh kamu itu!! ",, tanya dari Papah Zohan lagi kepada penculik tersebut.


Sipenculik itu dia langsung saja menjelaskan kepada Papah Zohan bagaimana ciri-ciri dari Dokter Rava yang sudah menyuruhnya.


Sungguh Papah Zohan sangat terkejut sekali ketika mendengarkan dengan sangat serius tentang ciri-ciri dari Dokter Rava yang disebutkan oleh sipenculik itu.


" Tidak salah lagi, Dokter Rava yang menyuruh dia adalah Dokter yang sudah memeriksa Aaric kemarin ",, kata batin dari Papah Zohan.


" Sekarang dimana Dokter Rava itu berada??!!, cepat katakan!! ",, kata Papah Zohan itu lagi kepada sipenculiknya.


" Biasanya jika tidak sedang berada dirumah sakit, dia berada diapartemennya Tuan ",, jawab sipenculik itu kepada Papah Zohan.


" Berikan alamat rumah sakit tempat dia bekerja dan alamat apartemennya ",, kata Papah Zohan lagi kepada sipenculik itu.


Penculik itu langsung saja memberikan alamat rumah sakit tempat Dokter Rava bekerja sekaligus memberikan alamat apartemennya kepada Papah Zohan.


" Kalian berdua sudah tahu apa yang harus kalian lakukan kan?? ",, kata Papah Zohan kepada Egon dan Mirco ketika sudah mendapatkan alamat dari Dokter Rava.


" Tahu Tuan ",, jawab Egon dan Mirco secara bersamaan.


" Cepat kerjakan, dan kerahkan semua anak buah dari Derral dan anak buah saya sendiri untuk berpencar mencari Dokter si4l4n itu!! ",, kata Papah Zohan kepada Egon dan Derral.


'' Entah hidup dan mati, Dokter itu harus segera ketangkap!! ",, sambung lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Egon dan Mirco.


" Baik Tuan ",, jawab dari Egon dan Mirco lagi dengan tegas kepada Papah Zohan.


Setelahnya Papah Zohan langsung saja mengkode Egon dan Mirco menggunakan tangannya untuk segera melaksanakan tugasnya.


Egon dan Mirco langsung saja berlalu dari dalam ruang penyekapan tersebut, meninggalkan Papah Zohan dan para anak buah yang lainnya beserta sipenculik itu.


" Katakan hukuman apa yang ingin kamu terima karena sudah berani menculik putri saya!! ",, kata Papah Zohan dengan tenang namun terdengar mematikan kepada sipenculik yang masih terikat ditengah tiang yang ada didalam situ.


" Ampuni saya Tuan....... saya mohon lepaskan saya, dan saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya untuk kedua kalinya ",, kata sipenculik tersebut kepada Papah Zohan.


" Huh!!, enak sekali apa yang kamu katakan!! ",, jawab dari Papah Zohan kepada sipenculik itu.


" Kamu sudah membuat tengkuk leher putri saya membiru karena sudah kamu pukul menggunakan benda tumpul, dan saya sebagai Papahnya yang tidak pernah memukul putri saya itu, sungguh saya sangat tidak terima sekali, apakah itu artinya saya harus melepaskanmu dengan mudah?? ",, kata dari Papah Zohan kepada sipenculik tersebut.


" Tadi teman bisnis saya memberi saran untuk memotong kedua tangan anda dan mencongkel salah satu bola mata anda??.......... sungguh hukuman yang sangat indah sekali bukan...?? ",, kata dari Papah Zohan lagi kepada sipenculik tersebut.


" Ampun Tuan, ampuni saya, dan saya mohon jangan potong kedua tangan saya atau mencongkel bola mata saya Tuan ",, kata sipenculik itu kepada Papah Zohan dengan sangat ketakutan sekali.


Papah Zohan langsung saja tersenyum miring ketika melihat wajah ketakutan dari penculik tersebut.


" Saya bisa mempertimbangkan hukuman yang akan saya berikan kepada kamu, asal kamu jawab dengan jujur kepada saya............ apa motif Dokter Rava ingin menculik putri saya??!! ",, kata dari Papah Zohan kepada sipenculik itu.


" Dokter Rava dia ingin memiliki putri anda Tuan, karena dia sangat mencintai sekaligus terobsesi dengan putri anda Tuan ",, jawab dengan segera dan jujur dari sipenculik itu kepada Papah Zohan.


Papah Zohan sangat-sangat super terkejut sekali ketika mendengar jawaban dari sipenculik tersebut.


" Kamu kan sudah tahu jika putri saya sudah mempunyai suami, kenapa kamu masih mau disuruh olehnya b0d0h!! ",, kata Papah Zohan dengan nada yang sangat marah sekali kepada sipenculik tersebut.


" Ampuni saya Tuan, ampuuuuuuunnn!! ",, kata sipenculik itu dengan sangat ketakutan sekali.


Ketika Papah Zohan sedang marah seperti itu kepada sipenculik tersebut, tiba-tiba saja pandangan dari Papah Zohan teralihkan dengan pintu yang terbuka dari luar, dan ternyata yang membuka pintunya adalah Egon bersama Mirco.


" Bagaimana?? ", tanya dari Papah Zohan kepada Egon dan Mirco.


" Kami sudah mengerahkan banyak anak buah untuk menuju ketempat yang tadi sudah disebutkan Tuan ",, jawab Egon kepada Papah Zohan.


" Bagus, cari Dokter 91la itu sampai dapat, karena jika dia belum ketemu, nasib Ava putriku bisa terancam ",, kata Papah Zohan kepada Egon dan Mirco.


" Baik Tuan ",, jawab Mirco dan Egon secara bersamaan sambil menganggukkan kepala mereka.


" Beri dia hukuman yang setimpal karena sudah mau disuruh oleh Dokter Rava, dan pastikan hukuman yang dia terima membuat dia jera serta tidak berani melakukan perbuatannya lagi, semuanya saya serahkan kepada kalian berdua ",, kata Papah Zohan kepada Egon dan Mirco.


" Baik Tuan Zohan ",, jawab Egon dan Mirco secara bersamaan lagi.


" Saya pergi dulu, bereskan kekacauan ini ",, kata Papah Zohan kepada Egon dan Mirco.


" Siap Tuan ",, jawab Egon dan Mirco secara bersamaan sambil menundukkan badannya kepada Papah Zohan yang sedang berlalu keluar dari dalam ruang penyekapan itu.


Setelah kepergian dari Papah Zohan, Egon dan Mirco langsung saja menyuruh para anak buah yang ada disitu untuk memukuli habis-habisan kepada sipenculik itu hingga membuat sipenculik itu langsung saja jatuh tersungkur tidak berdaya diatas lantai yang dingin.


Ketika Egon dan Mirco melihat sipenculik tidak sudah berdaya seperti itu, mereka berdua langsung saja menyuruh para anak buah untuk membawa sipenculik tersebut kedalam penjara yang ada dimarkas tersebut.


Sipenculik yang sudah dimasukkan kedalam penjara, dia langsung ditinggalkan begitu saja oleh Egon maupun Mirco serta para anak buah yang lainnya.


Penculik tersebut akan dibuat menderita dengan sendirinya didalam penjara itu sendirian, dan sipenculik itu juga tidak tahu akan dibebaskan kapan pastinya .


Percuma saja jika melawan atau memberontak, karena ujung-ujungnya tidak akan dilepaskan juga oleh para anak buah dari Derral atau Papah Zohan yang berjaga disitu.


Hanya pasrah saja yang bisa sipenculik itu lakukan, jika memang dia ditakdirkan mati didalam penjara situ, sipenculik harus menerimanya dengan lapang dada.


Jika seumpama ada keajaiban dan sipenculik dibebaskan oleh Papah Zohan, berjanjilah didalam diri sendiri jika dia tidak akan mau mengulangi perbuatannya lagi.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...