Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KEDATANGAN DARI LEON



Setelah semua orang sudah berkumpul di mansion Papah Zohan, dan semuanya juga sudah pada siap, akhirnya mereka semua langsung melakukan perjalanan menuju ke rumah sakit tempat Via sedang di rawat.


Dian, Aaric, Papah Zohan dan Mamah Gretl mereka berempat berada di dalam satu mobil dengan Aaric yang mengendarai mobilnya.


Sedang Derral dan Ava mereka berdua naik mobil mereka sendiri.


Mereka semua di dalam perjalanan selalu beriringan menuju ke rumah sakitnya, supaya tidak terpisah di jalan.


Sedang kembali ke rumah sakit tempat Via sedang di rawat.


Saat ini Ayah Markus dan Mamah Delfa baru baru saja ke datangan sang besan yang baru saja sampai di rumah sakit.


" Tuan Markus, Nyonya Delfa ",, kata Ayah Cana kepada Ayah Markus dan Mamah Delfa.


Ayah Markus dan Mamah Delfa yang melihat ke datangan sang besan, mereka berdua langsung saja mempersilahkan duduk di kursi tunggu yang ada di situ.


Sedang Ayah Markus dia memilih berdiri menemani Ayah Cana.


" Tuan bagaimana ini bisa terjadi??, kenapa Nak Via sampai kecelakaan mobil seperti ini?? ",, tanya dari Ayah Cana kepada Ayah Markus.


Ayah Markus pun langsung saja menceritakan yang tadi sudah di ceritakan oleh Tuan Lemuel kepada Ayah Cana dan Mamah Emma.


Terkejut, tentu saja itu hal yang sedang di rasakan oleh Ayah Cana maupun Mamah Emma mendengar cerita dari Ayah Markus tadi.


Sedang Mamah Delfa dia semakin menangis histeris dengan perasaan yang sangat hancur sekali.


" Ini salah saya Tuan Cana, Nyonya Emma ",, kata Mamah Delfa lagi kepada Ayah Cana dan Mamah Emma.


" Kenapa bisa salah anda Nyonya Delfa?? ",, tanya dari Mamah Emma kepada Mamah Delfa.


" Karena saya pada waktu itu yang menelfon Via, membuat Via menjadi kecelakaan seperti ini karena menjadi tidak konsentrasi dalam menyetir ",, jawab dari Mamah Delfa kepada Mamah Emma dan masih di dengar oleh Ayah Cana.


Mamah Emma yang duduk di sebelah Mamah Delfa, dia langsung saja mengusap lembut pundak Mamah Delfa untuk memberikan ketenangan.


" Sudah tenang Nyonya, semua ini sudah takdir, bukan salah Nyonya sepenuhnya, kita lebih baik berdoa saja ",, kata Mamah Emma menenangkan Mamah Delfa.


Namun Mamah Delfa yang sedang menangis dia tidak bisa menjawab perkataan dari Mamah Emma.


Ketika mereka berempat sedang berbincang seperti itu, tiba-tiba saja mereka ke datangan dari Leon yang juga baru saja sampai di rumah sakit.


Leon yang sudah sampai di rumah sakit dia langsung saja masuk ke dalam dengan masih berpakaian polisi lengkap.


Dan hal itu membuat para Dokter perempuan, suster serta para pengunjung perempuan yang melihat ke gagahan serta ke tampanan dari Leon langsung saja pada mengalihkan pandangan mereka semua.


Namun Leon yang fikirannya sedang tertuju kepada Via, dia tidak mempedulikan pandangan dari mereka semua.


Sebab mata dan hati Leon sudah di penuhi bayang-bayang dari Via seorang.


Leon yang sudah bertanya kepada resepsionis depan dimana letak ruang 0p3r451nya pun, tadi dari jauh dia sudah melihat semua Keluarganya sudah pada berkumpul di depan ruang 0p3r451.


Dan ketika sudah sampai Leon langsung saja memanggil ke dua Ayah dan ke dua Mamahnya.


" Ayah, Mamah.......... ",, panggil dari Leon.


Dan panggilan dari Leon membuat Ayah Markus, Ayah Cana, Mamah Delfa dan juga Mamah Emma langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Leon yang baru saja datang.


" Leon ",, kata semua orang secara bersamaan ketika melihat ke datangannya Leon.


" Ayah, Mamah, bagaimana keadaan dari Via?? ",, tanya Leon kepada semua keluarganya dengan ekspresi yang benar-benar sangat khawatir sekali.


" Via belum ada kabar dari dalam Nak, dan dia sudah berada didalam sejak dua jam yang lalu ",, jawab dari Ayah Markus kepada Leon.


" Maksud Leon.......... ",, perkataan dari Leon langsung terputus ketika Mamah Delfa menyelanya.


" Ini salah Mamah Nak, salah Mamah ",, kata Mamah Delfa kepada Leon dengan menangis sejadi-jadinya.


" Kenapa bisa salah Mamah, memangnya apa yang sudah Mamah lakukan kepada Via?? '',, tanya Leon kepada Mamah Delfa.


Mamah Delfa langsung saja menceritakan ketika dia menelfon Via dan juga memberitahukan undangan pernikahan dari Chico itu hingga membuat Via menjadi kecelakaan seperti sekarang.


Setelahnya Ayah Markus menyahut jika penyebab kecelakaan Via karena dia mengerem mendadak di tengah jalan dan langsung tertabrak mobil dari arah belakang.


" Jadi intinya Via terkejut karena mendengar Mamah mengatakan tentang undangan pernikahan Chico kepada Via?? ",, kata Leon kepada Mamah Delfa.


" Iya Nak, maafkan Mamah ",, kata Mamah Delfa sambil menangis dengan pilu sekali.


Leon sebagai pihak kepolisan tentu saja dia sangat tahu sekali, jika hal ini Via yang salah.


Namun ketika mendengar cerita dari Mamah Delfa tadi, kesalahan Via di sebabkan karena mendengar perkataan dari Mamah Delfa.


Antara marah dan juga kasihan yang sedang Leon rasakan kepada Mamah Delfa.


Jadi yang bisa Leon lakukan kali ini hanya diam saja untuk meredakan rasa sesak dan emosi sesaat di dalam dadanya untuk sang Mamah mertua.


Setelah berbincang sebentar, mereka semua langsung saja pada diam dengan fikiran mereka masing-masing.


Dan sekitar lima belas menit kemudian, mereka semua di dekati oleh empat orang polisi yang sedang menyelidiki kecelakaan dari Via.


Para anggota polisi itu yang melihat pakaian Leon yang juga anggota polisi sama seperti mereka, mereka semua langsung saja bersikap sopan, sebab pangkat ke empat polisi itu ternyata masih jauh berada di bawahnya Leon.


" Saya tahu kalian mengerjakan tugas kalian, tapi bisakan berikan kami waktu dulu, karena kami sedang merasa bersedih seperti ini, terlebih lagi istriku masih berada di dalam ruang 0p3r451 dan belum keluar sampai sekarang ",, kata Leon kepada ke empat polisi tersebut.


" Baik Tuan Leon, kami mengerti ",, jawab salah satu polisi kepada Leon.


" Saya sangat tahu hukum, dan saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan, jadi saya minta tolong jangan datang lagi ke rumah sakit, karena saya nanti yang akan mengurus sendiri kasus kecelakaan istri saya di kantor polisi terdekat dengan tempat terjadinya kecelakaan tersebut ",, kata Leon kepada ke empat polisi itu.


" Baik Tuan, kalau begitu kami permisi dulu, maafkan kami yang sudah mengganggu anda sekeluarga ",, kata ketua polisi itu kepada Leon.


Leon hanya mengangguk saja kepada ke empat polisi itu.


Dan setelahnya ke empat polisi itu langsung saja berlalu pergi dari hadapan mereka semua untuk kembali ke kantor polisi lagi.


Leon masih belum bisa berfikir jernih, yang dia fikirkan hanya kesembuhan dari Via saja.


Leon juga terus berdoa di dalam hatinya semoga operasi yang di lakukan oleh Via bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan mereka semua.


Beberapa menit kemudian, pintu ruang 0p3r451 pun akhirnya terbuka juga.


Semua keluarga langsung menatap ke arah pintu ruang operasi yang terbuka itu dan ternyata sedang ada brankar pasien yang ingin di dorong keluar oleh Dokter dan beberapa asisstan Dokter.


Ketika Ayah Markus dan juga Leon bertanya kepada Dokter beserta asisstan Dokter itu, ternyata pasien yang sedang di dorong brankarnya adalah Via.


Sontak saja semua orang langsung mengikuti kemana arah brankar Via di dorong oleh para petugas medis tersebut.


Dan Leon tentu saja meminta Via di tempatkan di dalam ruang VIP atau VVIP yang ada di rumah sakit tersebut.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...