Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KASIHAN si DERRAL



Ava sampai dimansionnya Papah Zohan sekitar pukul sembilan malam.


Dan ketika Ava melewati ruang keluarga mansion Papahnya, dia melihat ada Papah dan juga Mamahnya sedang pada asik menonton televisi disitu, sedangkan Aaric, Kakaknya Ava dia tidak ada disitu bersama Mamah dan juga Papah Zohan.


" Ko baru pulang Ava?? ",, tanya Papah Zohan kepada Ava.


" Iya Pah, pekerjaan Ava sangat banyak sekali, ini Ava tadi melembur ",, jawab Ava kepada Papah Zohan dengan nada yang sangat capek sekali.


" Ko sepi sekali, dimana Kak Aaric Pah?? ",, tanya Ava kepada Papah Zohan.


" Katanya dia mau keluar bersama teman-temannya ",, jawab Papah Zohan kepada Ava.


Dan Ava hanya beroh ria saja kepada Papah Zohan.


" Apakah kamu sudah makan malam Nak?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Ava.


" Belum Mah, nanti saja, Ava capek, jadi tidak merasa lapar sama sekali ",, jawab Ava kepada Mamah Gretl.


" Jangan begitu, kamu harus makan, supaya tidak sakit, nanti Mamah suruh Mira untuk membawakan makanan kedalam kamar kamu ya ",, kata Mamah Gretl kepada Ava dengan sangat khawatir sekali.


" Iya terserah Mamah saja, Ava mau kedalam kamar dulu Mah, Pah ",, kata Ava kepada Mamah Gretl dan juga Papah Zohan.


Papah Zohan hanya mengangguk saja kepada Ava, begitu juga dengan Mamah Gretl.


Setelahnya Ava dia langsung saja berlalu menuju kedalam kamarnya yang berada dilantai tiga mansion sang Papah.


Ketika sudah sampai didalam kamarnya, Ava langsung saja melepaskan semua pakaian yang melekat dibadannya dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk berendam sejenak didalam bathtubnya.


Sambil memejamkan matanya, sambil juga menikmati aroma sabun yang menyegarkan fikirannya, Ava sudah mulai bisa berfikir jernih dan sudah tidak terlalu merasa marah dengan sikapnya Derral satu hari ini kepadanya.


Ava lalu cepat-cepat untuk menyelesaikan mandinya untuk menghubungi Dian sekretaris sekaligus sahabatnya.


Karena ada yang ingin dia katakan kepada Dian dan itu menyangkut dengan Perusahaannya Derral dan Papi Alano.


Dan apakah Ava akan menanamkan saham atau mau menjadi investor diPerusahaannya Papi Alano, entahlah hanya Ava yang tahu saja.


Sedangkan kita geser keDerral, Derral yang tadi sudah keluar dari dalam kantornya Ava, dia langsung saja mengendarai mobilnya dengan sangat kencang sekali menuju kesebuah tempat milik temannya untuk melampiaskan kemarahannya dengan pergi bertanding diring tinju.


Namun sayang, Derral yang berkelahi karena amarah, dia harus kalah dan mendapatkan banyak pukulan serta luka memar diwajahnya yang tampan itu.


" Stop bro, kamu itu sedang emosi, jika kamu teruskan akan mengancam nyawa kamu sendiri ",, nasehat dari temannya Derral yang mempunyai arena tinju itu.


Walau tinju itu hanya cuma latihan saja untuk para pemain tinju yang bernaung diManajemen temannya Derral, namun tetap saja pukulan demi pukulan yang diberikan tidaklah main-main.


" Aaarrrggghhh!!! ",, teriak Derral sambil nembanting sarung tinjunya kelantai dengan sangat kuat sekali ketika sudah mendengar perkataan temannya tadi.


Dan Derral juga sambil meludahkan darah yang keluar dari dalam mulutnya kesembarang tempat.


Sedangkan temannya Derral yang melihat kelakuannya Derral, dia hanya menggelengkan kepalanya saja.


Karena dia sudah sangat hafal sekali, dengan kelakuannya Derral jika sedang kalut pastilah akan seperti itu.


Derral memang sungguh sangat kalut sekali, dan memang jika Derral sudah tidak bisa menemukan jalan keluar untuk masalah yang sedang dia hadapi, pasti pelariannya adalah bertinju.


Sang teman pemilik dari tempat tinju itu, yang melihat Derral duduk termenung dishofa yang ada didalam ruangannya.


Dia lalu mencoba berjalan mendekati Derral dan duduk untuk mengajak berbicara dengan Derral.


" Kamu kenapa bro, biasanya jika sedang seperti ini, kamu sedang banyak fikiran?? ",, tanya temannya Derral kepada Derral.


" Aku sedang mencari investor untuk Perusahaan Papi aku Anton, tapi belum bisa menemukannya, sedangkan sang Papi dia hanya memberikanku waktu sekitar dua puluh empat saja ",, jawab Derral kepada Anton tanpa mengalihkan pandangannya kearahnya Anton yang sedang duduk disampingnya.


" Untuk urusan itu tentulah aku tidak bisa membantu kamu bro, tapi apa perlu aku tanyakan kepada teman-temanku siapa tahu ada yang bisa menjadi investor diPerusahaan Papi kamu itu?? ",, tanya temannya Derral yang bernama Anton itu.


" Tidak perlu, sudah cukup aku mengemis untuk hari ini ",, jawab Derral kepada Anton.


" Mengemis??, seorang Derral Altezza mengemis??, siapakah orang yang lebih tajir dari kamu itu, sehingga bisa membuat seorang Derral Altezza dibuat mengemis kepadanya ",, jawab dari Anton kepada Derral sambil menggodanya juga.


" Beren953k kamu bro, sudah aku mau pulang, biarlah bangkrut Perusahaanku, dan jika kamu tidak mau berteman denganku karena Perusahaanku yang sudah bankrut, silahkan pergi dari hadapanku saat ini juga ",, kata Derral kepada Anton.


" Kamu itu bicara apa sih bro?? ",, tanya Anton lagi kepada Derral sambil tertawa kecil.


Dan Derral dia tidak memperdulikan Anton lagi, Derral langsung saja berdiri dari duduknya untuk berlalu pergi dari hadapannya Anton menuju kedalam mobilnya dengan masih menggunakan pakaian tandingnya tadi.


Sedangkan pakaian kerjanya, Derral bawa asal saja, dan langsung dia lemparkan kedalam mobilnya.


Sesampainya dimansion, para anak buahnya Derral yang sudah sangat tahu sekali dengan kebiasaan Derral yang suka bertinju.


Salah satu dari mereka langsung saja segera menyuruh kepala mansionnya Derral yang bernama Senon untuk segera menyiapkan obat-obatan untuk Derral.


Derral yang sedang diobati luka memar diwajahnya oleh Senon, dia langsung saja berdiri dari duduknya itu untuk menuju kedalam kamarnya.


" Baru kali ini aku merasa sangat tertekan sekali, banyak sekali masalah yang sedang aku fikirkan didalam otakku ini ",, kata Derral sambil berbicara sendiri dengan sambil mengacak-acak rambutnya.


Setelah itu, Derral lalu membersihkan keringat dan darah yang ada ditubuhnya itu dengan berdiri menikmati guyuran air shower yang sangat deras sekali mengalir dari atas kepalanya itu.


Rasa sakit ditubuhnya Derral yang terluka karena terkena pukulan dari lawannya tadi, tidak sesakit rasanya ditolak dan rasa malu ketika berhadapan dengan Ava.


Setelah selesai mandi, Derral langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar mandi, dan hanya menggunakan handuknya saja.


Cuma memakai celana kolornya tanpa atasan yang dia ambil asal dari dalam lemari yang ada diruang walk in closetnya.


Derral langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang empuk nan mahal miliknya itu.


" Semoga esok hari ada keajaiban yang datang menghampiriku, jika tidak ada aku tidak mau bangun dari tidurku lagi ",, ucap Derral dengan sangat putus asa sekali.


Dan setelahnya Derral lalu mencoba memejamkan matanya, karena dia benar-benar sangat capek dan juga badannya sangat sakit semua.


Serta Derral berharap semoga matahari tidak muncul untuk esok hari.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...