Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
CHICO - DERRAL



Sama halnya dengan Via dan Leon, Chico dan Joyce pun mereka berdua saat ini sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka berdua yang kurang tiga hari lagi.


Saat ini Chico dan Joyce sedang berada didalam butik untuk menyelesaikan baju pernikahan mereka yang sudah hampir jadi.


Chico rela membayar mahal untuk pemesanan baju pernikahan mereka yang secara mendadak itu yang sebentar lagi akan mereka pakai.


" Sayang bagaimana??, bagus kan?? ",, kata Joyce kepada Chico sambil mencoba gaun pernikahannya.


" Itu bisa tidak, jika belahan dadanya jangan terlalu rendah seperti itu, aku tidak suka ",, kata Chico kepada Joyce, dan masih didengar oleh sang desainer.


" Iya baiklah terserah kamu saja, aku ikut ",, jawab Joyce kepada Chico.


" Miss, dengar kan apa kata calon suamiku ",, kata Joyce kepada sang desainer.


" Iya, siap Nyonya Joyce, saya mengerti apa maksud dari Tuan Chico ",, jawab dari sang desainer kepada Joyce.


Ketika Chico yang sedang menunggu Joyce mencoba gaun pengantinnya, dia sibuk sendiri sambil membuka email didalam ponselnya.


Salah satu email yang baru saja masuk beberapa jam yang lalu kedalam emailnya adalah dari Derral.


Dan tanpa menunggu waktu lama lagi Chico lebih dulu membuka email dari Derral ketimbang dari yang lainnya.


Ternyata Derral mengirimkan kartu undangan pernikahan elektronik kepada Chico untuk menghadiri acara pesta respsi pernikahannya dengan Ava satu minggu dari sekarang.


" Derral akan mengadakan pesta respsi satu minggu lagi, itu artinya setelah pernikahanku dengan Joyce ",, kata Chico ketika sudah membaca undangan dari Derral.


" Aduh!!, aku sendiri bahkan belum memberitahukan kepada Derral jika aku akan segera menikah tiga hari lagi dengan Joyce ",, kata Chico berbicara sendiri sambil menepuk keningnya.


" Semoga saja Derral tidak marah kepadaku, karena aku benar-benar sangat sibuk sekali beberapa hari yang lalu ",, kata Chico lagi sambil mencari nomor ponsel milik Derral.


Chico yang sudah ketemu nomor ponselnya Derral, dia langsung saja mencoba menghubunginya.


Derral saat ini sedang sarapan bersama Ava dimeja makan.


Jika diLondon waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, itu artinya diSpnyol Negara Ava dan Derral tinggal sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Sebab Spanyol lebih cepat satu jam dari London.


Dan wajar saja jika Ava serta Derral sedikit terlambat sarapannya, karena mereka sendiri semalam terlalu larut dalam tidurnya.


Ponsel milik Derral yang dia taruh didalam saku jasnya tiba-tiba berdering dengan cukup kencang, membuat Derral langsung saja menghentikan makannya untuk mengambil ponselnya.


Ava yang melihat Derral, dia hanya diam saja sambil terus meneruskan sarapannya.


" Chico ",, kata Derral ketika melihat nama Chico tertera dipanggilan masuknya.


Setelahnya Derral langsung saja mengangkat sambungan dari Chico.


" Halo Chico apa kabar??, sudah lama tidak ada kabar kamu?? ",, kata Derral kepada Chico.


" Halo juga Derral, aku baik-baik saja disini ",, jawab Chico kepada Derral.


" Dan maafkan aku Derral, aku benar-benar merasa bersalah kepadamu saat ini ",, kata Chico lagi kepada Derral.


" Bersalah soal apa??, apakah sudah terjadi sesuatu kepadamu diLondon sana Chico ?? ",, tanya Derral kepada Chico.


" Iya memang sudah terjadi sesuatu saat ini kepadaku Derral ",, jawab Chico kepada Derral.


" Apa itu Chico?? ",, tanya Derral lagi kepada Chico.


" Kurang lebih tiga hari lagi aku akan menikah Derral, bisakah kamu datang keLondon sini untuk menemaniku ",, jawab Chico kepada Derral.


Derral yang sedang menikmati minumannya dia langsung saja tersedak ketika mendengar jawaban dari Chico.


Dan Ava yang melihatnya dia langsung saja terkejut sambil reflek memberikan tisu kepada Derral untuk mengelap mulutnya.


" Thankyou sayang ",, kata Derral kepada Ava dengan tanpa suara.


" Halo Derral, halo........... kenapa kamu diam saja?? ",, kata Chico lagi kepada Derral.


Wajar saja jika Derral diam saja karena dia sedang tersedak minumannya sendiri sebab baru saja mendengar kabar dari Chico tadi.


" Halo iya aku masih ada disini ",, kata Derral kepada Chico.


" Tadi aku sedang tersedak karena mendengar perkataan darimu Chico ",, kata Derral lagi kepada Chico.


Chico yang mendengar perkataan dari Derral dia langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali.


Bahkan suara tawa dari Chico sampai mengalihkan pandangan dari Joyce yang sedang sibuk dengan para desainer.


" Kenapa kamu tertawa, jangan bilang kamu sudah gila Chico karena sudah berharap ingin segera menikah!! ",, kata Derral kepada Chico.


" Sorry-sorry.............. aku sudah menebak jika kamu pasti akan terkejut seperti ini jika mendengar kabar pernikahanku ",, kata Chico kepada Derral sambil meredakan suara tawanya.


" Tentu saja aku masih normal dan sehat Derral,......... aku memang benar-benar akan menikah, maafkan aku karena baru sempat memberitahukanmu sekarang, karena sejak kemarin aku sangat sibuk sekali mempersiapkan pesta pernikahanku dengan calon istriku ",, kata Chico lagi kepada Derral.


" Aku masih tidak percaya jika kamu akan segera menikah tiga hari lagi Chico ",, kata Derral kepada Chico.


Eeh lha ko gantian Ava yang tersedak makanannya ketika mendengar perkataan dari Derral tadi yang mengatakan jika Chico akan menikah tiga hari lagi.


Derral yang melihat Ava tersedak, dia langsung saja reflek berdiri dari duduknya untuk menepuk-nepuk punggungnya Ava.


Chico yang berada diseberang sana mendengar suara berisik dari Derral pun dia lalu mencoba bertanya kepada Derral.


" Kamu sebenarnya sedang apa sih Derral, kenapa suaranya berisik sekali seperti ini?? ",, tanya Chico kepada Derral.


" Aku sedang sarapan bersama Ava karena kesiangan bangun tidur, dan Ava ini baru saja tersedak sebab mendengarmu akan menikah tiga hari lagi ",, jawab Derral kepada Chico.


Chico langsung saja tertawa pelan mendengar jawaban dari Derral tadi.


" Aku menelfon kamu hanya ingin menyampaikan hal itu saja Derral, nanti aku akan mengirimkan alamat tempatku mengadakan pesta pernikahanku dengan calon istriku lewat email ",, kata Chico kepada Derral.


" Tunggu dulu, jangan ditutup dulu telefonnya ",, kata Derral kepada Chico.


" Iya kenapa lagi Derral?? ",, kata Chico kepada Derral.


" Kamu beneran akan menikah?? dengan siapa?? ",, tanya Derral kepada Chico.


Dan Derral benar-benar masih belum percaya jika Chico akan segera menikah bersama Joyce.


" Dengan Dokter Kejiwaannya Mamah Derral, cinta bersemi diantara kita berdua ketika aku sering mengantarkan Mamah konsultasi dirumah sakit ",, jawab Chico kepada Derral sambil tertawa.


Derral pun ikut-ikutan tertawa mendengar kisah cinta dari sang sahabat.


" Baiklah, sukses untuk acara pernikahanmu nanti, dan kamu awas jangan lupa datang juga diacara pesta resepsi pernikahanku satu minggu lagi dengan Ava ",, kata Derral kepada Chico.


" Siap Tuan Derral Altezza, suatu kehormatan bagiku untuk bisa datang dipesta pernikahanmu ",, jawab Chico kepada Derral sambil bercanda.


" Baiklah aku sama Ava mau berangkat kekantor dulu, kalau begitu aku tutup dulu telefonnya ",, kata Derral kepada Chico.


" Iya baiklah, berhati-hatilah ketika berangkat kekantornya Derral ",, jawab Chico kepada Derral.


Dan akhirnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Chico yang sudah selesai menelfon Derral, dia langsung saja meneruskan fitting bajunya bersama Joyce.


Sedang Derral dia langsung saja berangkat kekantor, padahal waktu sudah hampir menunjukkan pukul sembilan pagi.


Sungguh contoh atasan yang tidak patut ditiru, karena jam sembilan pagi baru ingin berangkat kekantor.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...