Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MASALAH BERES



Derral yang tiba-tiba dipeluk begitu oleh Papinya, dia yang kebingungan langsung saja melepaskan pelukan dari Papinya sambil bertanya kepada sang Papi dan juga sambil menunjukkan wajah kebingungannya.


" Papi kenapa sih??, ada apa dengan sikapnya Papi ini?? ",, tanya Derral kepada Papi Alano dengan menampilkan wajah bingungnya.


Sedangkan Egon yang ada disitu dan melihat juga sikapnya Papi Alano kepada Derral, dia hanya tersenyum tipis saja.


Sebab Egon dia sudah tahu semuanya, apa yang membuat Papi Alano tiba-tiba saja memeluk Derral seperti itu.


" Papi sungguh sangat bangga sekali dengan kamu Nak ",, jawab Papi Alano kepada Derral.


" Bangga untuk apa Pi??, bukannya Papi kemarin menyuruh Derral mencari seorang investor dalam jangka waktu dua puluh empat jam, tapi Derral belum menemukannya Pi, terus apa yang ingin dibanggakan Pi?? ",, kata Derral kepada Papi Alano dengan masih menunjukkan wajah bingungnya.


" Kata siapa kamu tidak bisa menemukan investor untuk Papah, bahkan kamu bisa mendapatkan saham dari investor itu dengan jumlah yang cukup besar, sekitar tujuh puluh persen ",, jawab Papi Alano kepada Derral dengan sambil menampilkan wajah bahagianya.


" Maksudnya bagaimana sih Pi, sungguh Derral tidak faham akan maksud dari perkataannya Papi ",, kata Derral lagi kepada Papi Alano.


" Apa kamu sungguh tidak mengerti maksud dari perkataannya Papi Nak?? ",, tanya Papi Alano kepada Derral.


Dan Derral langsung saja menggelengkan kepalanya sambil masih terus menampilkan wajah kebingungannya itu.


" Kalau begitu ayo kita duduk dulu ",, kata Papi Alano kepada Derral dan mengajak Derral untuk duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya Derral.


Setelah mereka berdua sudah duduk dikursi itu, dengan Egon yang berdiri tidak jauh dari kursi yang mereka duduki.


Papi Alano dia mulai bercerita kepada Derral, apa maksud dari perkataannya tadi.


" Pada waktu malam itu Papi yang masih bekerja diruang kerjanya Papi, tiba-tiba saja mendapatkan telefon dari seorang perempuan, dan kamu tahu siapa perempuan itu Nak?? ",, kata Papi Alano kepada Derral.


" Siapa Pi?? ",, tanya Derral kepada Papi Alano dengan sangat penasaran sekali.


" CEO dari Perusahaan PT. Altherr Company yaitu Nona Ava Altherr ",, jawab Papi Alano kepada Derral.


" Ava?? ",, kata Derral kepada Papi Alano dengan sangat terkejut sekali.


" Iya Nak, dan kata dia, dia mau menjadi investor diPerusahaan Papi dan menanamkan saham diPerusahaannya Papi sebanyak tujuh puluh persen ",, jawab Papi Alano kepada Derral dengan sangat bersemangat sekali.


Egon langsung mengangguk dan tersenyum formal kepada Derral, ketika Derral melirik kearahnya, disaat Derral baru saja mendengar perkataan dari Papinya tadi.


" Bagaimana itu bisa terjadi Papi??, maksudnya Derral itu ............. ",, kata Derral kepada Papi Alano dengan bingung namun malah dipotong oleh perkataannya Papi Alano sebelum selesai berbicara.


" Lho itu kan karena kamu Nak, kamu bagaimana sih Nak, Papi kesini malahan ingin mengucapkan banyak berterima kasih sekali kepada kamu ",, kata Papi Alano kepada Derral.


" Maksudnya bagaimana sih, bisakah Papi menceritakan kepada Derral, sungguh Derral sedikit bingung dengan perkataannya Papi ",, kata Derral lagi kepada Papi Alano dengan wajah yang sungguh bingung sekali.


Sebab setahu Derral kemarin dia ketika datang kePerusahaannya Ava, dia malah dipermalukan oleh Ava dengan sikapnya dia sendiri.


Papi Alano yang mendengar perkataannya Derral, dan melihat Derral sepertinya memang kebingungan dia langsung saja bercerita kepada Derral, bagaimana Ava bisa mau menanamkan saham diPerusahaannya, dan serta menjadi investor diPerusahaannya.


" Flashback On tadi malam "


Pada waktu itu Papi Alano yang sedang pusing dengan masalah yang terjadi dengan Perusahaannya karena ulahnya Derral pun.


Papi Alano yang sedang berada didalam ruang kerjanya untuk mengerjakan berkas-berkas pentingnya, tiba-tiba saja mendapatkan telefon kenomor pribadinya dari nomor yang tidak dikenalnya.


" Halo selamat malam, maaf dengan siapa saya berbicara?? ",, kata Papi Alano ketika dia sudah mengangkat sambungan telefonnya itu.


" Apakah benar ini dengan Tuan Alano Altezza?? ",, kata sipenelfon itu kepada Papi Alano.


" Iya benar, dan ini dengan siapa saya berbicara?? ",, jawab dan tanya balik dari Papi Alano kepada sipenelfon lagi.


" Perkenalkan Tuan, nama saya Ava Altherr, CEO dari PT Altherr Company, dan sebelumnya saya meminta maaf kepada anda karena malam-malam begini sudah menggangu waktu istirahat anda Tuan ",, kata sipenelfon yang ternyata adalah Ava.


Dan Ava menelfon Papi Alano ketika waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


" Oh Nona Ava, apakah ada yang bisa saya bantu Nona?? ",, kata Papi Alano kepada Ava dengan sangat ramah sekali ketika dia sudah mengetahui yang menelfonnya adalah CEO dari Perusahaan besar.


" Saya cuma ingin memberitahukan kepada anda Tuan Alano, jika saya jadi menjadi investor diPerusahaan anda, dan saya akan menaikkan saham diPerusahaan anda sebanyak sepuluh persen, menjadi tujuh puluh persen Tuan ",, jawab Ava kepada Papi Alano.


Papi Alano yang daritadi juga sedang stres seperti Derral dan bingung bagaimana mencari jalan untuk menutupi kerugian yang sedang dialaminya, tiba-tiba saja mendengar kabar seperti itu dari Ava, dan saham yang diterima dua kali lipat dari kerugian yang dialaminya.


Sungguh Papi Alano dibuat sangat terkejut sekali, oleh perkataannya Ava itu.


" Apakah anda tidak bercanda dengan saya Nona Ava?? ",, tanya Papi Alano kepada Ava.


" Tidak Tuan, saya bersungguh-sungguh, dan berterimakasihlah kepada anak anda Derral, karena dia bisa membujuk saya unutk mau menjadi investor diPerusahaan anda Tuan ",, jawab Ava kepada Papi Alano.


" Derral anak saya??, baik-baik saya nanti akan menemuinya, sekali lagi terimakasih banyak Nona ",, jawab Papi Alano kepada Ava dengan nada yang terdengar sangat senang sekali.


" Saya tunggu berkas-berkas kerjasamanya Tuan Alano, besok saya akan datang kePerusahaan anda sekitar selesai makan siang ",, kata Ava lagi kepada Papi Alano.


" Baik Nona, akan saya tunggu kedatangannya, dan segera akan saya siapkan berkas-berkas yang dibutuhkan ",, jawab Papi Alano kepada Ava.


Dan setelah itu sambungan telefon mereka terputus juga.


" Flashback Off "


" Begitulah Derral ceritanya, sungguh Papi sangat senang sekali, dan ngomong-ngomong apa yang kamu katakan kepada Nona Ava Derral??, hingga dia akhirnya mau menanamkan saham diPerusahaan Papi, bahkan dia malah menambahkannya sebegitu besar sekitar sepuluh persen?? ",, tanya Papi Alano kepada Derral.


Derral sungguh kebingungan ketika ditanya seperti itu oleh Papinya, sebab yang dia tahu, jika Ava kemarin menolaknya dan tidak mau membantunya sama sekali.


" Oh yang itu tho, bilang dong daritadi Pi, Papi sih malah berbelit-belit bilangnya kepada Derral, kan Derral jadi bingung ",, kata Derral kepada Papinya ketika dia sudah mendengar semua cerita dari sang Papi, dengan sedikit berbohong, supaya Derral tidak ketahuan jika sebenarnya memang dia tidak mengetahui apa-apa.


" Eemm kapan-kapan saja nanti Derral ceritakan ya Pi, jangan sekarang ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Papi Alano.


" Baiklah kalau begitu, tapi nanti kamu juga ikut kePerusahaannya Papi ya untuk menemui dan menyapa Nona Ava lho Derral ",, kata Papi Alano kepada Derral.


" Kenapa Derral harus ikut sih Pi??, Papi sajalah ",, jawab Derral kepada Papinya dengan nada yang sedikit malas.


" Harus!!, pokoknya kamu harus ikut, siapa tahu kamu juga bisa meluluhkan hatinya Nona Ava, ketika sering melihat kamu, kan Papi jadi senang, jika bisa mempunyai mantu secantik dan sekaya Keluarga Altherr ",, kata Papi Alano kepada Derral sambil menggoda Derral.


Mau tidak mau Derral akhirnya menjawab Iya kepada sang Papi, ketika terus didesak oleh Papi Alano untuk ikut juga kePerusahaannya nanti.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...