Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DIAN PERGI



Mamah Gretl yang tadi sudah keluar dari dalam kamar Aaric, dia langsung saja kembali lagi keruang makan untuk menemui Papah Zohan lagi.


Dan Papah Zohan yang melihat kedatangan dari Mamah Gretl keruang makan dia langsung saja bertanya kepada istrinya itu.


" Dimana mereka Mah?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl sambil menikmati teh herbalnya.


" Ava dan Derral mereka masih tidur Pah, sedang Aaric biarkan saja dia tidak makan!! ",, jawab Mamah Gretl kepada Papah Zohan, dengan nada yang terlihat marah dan juga kecewa dengan Aaric.


" Apakah Mamah sudah mengetahui kenapa Papah menghukum Aaric?? ",, tanya Papah Zohan kepada Mamah Gretl.


Mamah Gretl langsung saja mengangguk kepada Papah Zohan.


" Bagaimana kalau Dian hamil Pah, kita bisa malu dengan Ayahnya Dian ",, kata Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


" Itulah mengapa Papah segera menyuruh Aaric untuk menikahi Dian, dan bagaimana pun caranya Aaric harus bisa meluluhkan hatinya Dian yang sedang marah kepada Aaric ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.


" Semoga saja Aaric segera bisa meluluhkan hati dari Dian Pah, hamil tidak hamil, Aaric harus menikahi Dian Pah ",, kata Mamah Gretl lagi kepada Papah Zohan.


Dan Papah Zohan langsung saja mengangguk kepada Mamah Gretl.


" Mamah bagaimana bisa tahu jika Ava dan Derral masih tidur??, apa Mamah tadi masuk kedalam kamar mereka?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.


" Iya, ketika pintunya tidak segera dibukakan oleh mereka, Mamah mencoba masuk kedalam kamar mereka yang ternyata pintunya tidak terkunci dari dalam ",, jawab Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


" Dan ketika Mamah sudah masuk, Ava dan Derral masih tertidur dengan saling memeluk satu sama lainnya didalam satu selimut yang sama Pah, sepertinya Ava sudah mulai bisa menerima Derral sebagai suaminya deh ",, lanjut lagi perkataan dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


" Entahlah Mah, nanti kita akan duluan mendapatkan cucu dari Aaric atau Ava ",, kata Papah Zohan kepada Mamah Gretl.


" Tapi kalau Papah tebak, duluan Dian dan Aaric deh Mah, lihat saja Ava dan Derral, mereka sering bertengkar dan tidak akur begitu jika bersama, bahkan mereka tidak terlihat mesra atau romantis sama sekali, pastinya Papah yakin jika Ava belum mau memberikan hak Derral hingga saat ini ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.


" Ya mau duluan siapa, mereka tetap cucu kita Pah ",, jawab dari Mamah Gretl kepada papah Zohan.


" Dan lagi pula jika Ava seperti itu kepada Derral, itu adalah hal yang wajar Pah, karena Ava pun dinikahi Derral dengan cara mendadak seperti itu ",, lanjut lagi perkataan dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


" Jika Mamah yang diperlakukan begitu sama Papah, sudah Mamah tendang itu burung perkutut milik Papah ketika malam pertama ",, sambung terus perkataan dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


Papah Zohan langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali ketika mendengar perkataan dari Mamah Gretl.


Setelahnya Papah Zohan langsung saja mengajak Mamah Gretl untuk menikmati makan siang mereka hanya berdua saja.


Sedangkan Aaric sepeninggalan dari Mamah Gretl tadi dari dalam kamarnya, dia langsung saja menyambar jaketnya, dompet dan kunci mobilnya.


Setelah itu Aaric langsung saja berlalu keluar dan pergi dari mansion Papah Zohan menuju kesuatu tempat.


Ketika Aaric sudah mengendarai mobilnya sekitar beberapa menit lamanya, akhirnya dia sampai juga disebuah gedung apartemen.


Dan gedung apartemen itu ada salah satu apartemen milik Dian, yang sudah Aaric dapatkan alamatnya dari sekretarisnya tadi.


Aaric yang sudah memarkirkan mobilnya diparkiran mobil apartemen, dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju kelantai kamar apartemen Dian berada.


Dengan langkah tergesa-gesa Aaric seperti cacing kepanasan ketika berada didalam lift, sebab dia merasa jika lift yang dia naiki berasa sangat lama sekali.


Akhirnya setelah beberapa menit menunggu didalam lift, lift yang Aaric naiki sampai juga dilantai kamar apartemen Dian berada.


Aaric dengan sedikit berlari, dia langsung saja bergegas menuju kekamar Dian, dan Aaric langsung juga memencet bel pintu kamar apartemen Dian dengan tidak sabaran.


" Aaarrrgghh!! ",, teriak Aaric sambil memukul dinding yang ada disitu.


Disaat Aaric sedang merasa marah seperti itu, tiba-tiba saja pintu kamar apartemen yang ada disebelah kamar apartemen Dian terbuka dan keluarlah seorang wanita yang seumuran dengannya.


Aaric yang melihat dia langsung saja bertanya kepada wanita tersebut tentang keberadaannya Dian.


" Oh Nona Dian, ketika tadi dia tidak sengaja berpas-pasan dengan saya, katanya dia ingin berlibur sementara waktu Tuan ",, jawab dari wanita itu kepada Aaric.


" Terimakasih Nona atas jawabannya ",, kata Aaric kepada wanita tersebut.


" Sama-sama Tuan, kalau begitu saya permisi dulu ",, jawab dari wanita itu kepada Aaric.


Dan Aaric langsung saja mengangguk kepada wanita tersebut.


Dian yang daritadi didalam kamar apartemennya yang selalu mendapatkan telefon serta pesan dari Aaric membuatnya menjadi tidak bisa berfikir dengan tenang.


Serta membuatnya menjadi semakin pusing dan juga tambah stres saja.


Akhirnya Dian memutuskan untuk kembali pulang keIndonesia untuk menenangkan hatinya dulu dari gangguan Aaric.


Sebelum memesan tiket pesawat tadi, Dia sudah mengirimkan pesan kepada Ava yang mengatakan jika Dian meminta maaf, karena meminta cuti mendadak seperti itu disaat waktu yang tidak tepat.


Dian berjanji akan menjelaskan semuanya kepada Ava jika dia sudah kembali lagi keSpanyol nanti.


Dan Dian juga mengatakan kepada Ava, jika Ava ingin marah kepadanya karena dirinya sudah meminta ijin secara mendadak seperti itu, Dian akan menerima dengan lapang dada.


Sebab saat ini Dian memang benar-benar belum bisa bercerita apapun kepada Ava, masalah apa yang sedang dia hadapi saat ini.


Ava yang mendapatkan pesan panjang lebar seperti itu dari Dian, dia belum sempat membacanya, karena Ava masih tertidur lelap bersama Derral didalam kamarnya.


Dian sendiri baru sepuluh menit yang lalu dia meninggalkan kamar apartemennya, dan sepuluh menit kemudian datanglah Aaric yang ingin menemuinya.


Sungguh keberuntungan belum berpihak kepada Aaric, sebab Aaric datang ketika baru saja Dian pergi dari dalam kamar apartemennya, dan saat ini Dian kemungkinan sudah sampai disalah satu Bandara yang ada diNegara Spanyol.


" Cari keberadaan Dian saat ini juga, dan terus kabarkan informasinya kepada saya!! ",, perintah tegas dari Aaric kepada sekretarisnya.


Tanpa menunggu jawaban dari sekretarisnya, Aaric langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu dengan sepihak.


Aaric setelah itu, dia langsung saja kembali turun untuk menuju kedalam mobilnya.


" Kemana kamu pergi Dian?? ",, kata Aaric ketika dia sudah masuk kedalam mobil.


" Bagaimanapun juga kamu harus segera aku dapatkan ",, kata Aaric lagi untuk Dian.


" Entahlah, aku ingin mendapatkanmu karena tanggung jawabku dengan Papah atau karena aku sudah tertarik dengan kamu, semuanya masih setengah-setengah ",, kata Aaric lagi dengan masih terus berbicara sendiri.


Dan setelah itu Aaric langsung saja menyalakan mesin mobilnya, untuk dia kendarai menuju keapartemen semua sahabat-sahabatnya untuk menghilangkan rasa suntuk yang sedang menderanya itu dengan bermain bersama para sahabatnya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...