Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
APARTEMEN AARIC



Dipagi yang sama ditempat yang berbeda, lebih tepatnya diapartemen milik Aaric.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi tadi, Dian sudah mulai menunjukan jika dia ingin bangun dari tidur lelapnya.


Dian masih mencoba menyadarkan sepenuhnya tubuhnya itu sebelum dia benar-benar bangun dari tidurnya yang lelap.


" Aduh kepalaku ",, kata Dian sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


Dan tiba-tiba saja Dian merasakan sedikit berat diatas perut dan juga pah4nya.


Dian terus mencoba menyadarkan pandangannya yang masih sedikit buram itu, untuk melihat tempat dimana dia tertidur semalam.


Dan ketika Dian melihat ada tangan kekar yang melingkar apik diperut ratanya itu, mata Dian langsung saja terbuka dengan sangat lebar sekali.


Setelahnya Dian langsung saja menolehkan pandangannya kesamping untuk melihat tangan siapakah itu.


" Kak Aaric ",, kata Dian dengan nada yang sedikit terkejut ketika dia sudah melihat wajah laki-laki yang tidur disebelahnya.


Dian lalu mencoba menyingkirkan tangannya Aaric dari atas perutnya itu.


Setelahnya Dian langsung saja mencoba membuka selimut yang sedang menyelimuti tubuhnya itu.


Sungguh Dian sangat terkejut sekali, ketika Dian melihat dirinya dan juga Aaric tidak memakai pakaian sama sekali berada didalam satu selimut dan Dian juga melihat banyak bekas stempel dibagian dadanya.


" Apa yang terjadi semalam denganku dan Kak Aaric?? ",, kata Dian dengan sangat ketakutan sekali.


Dian lalu mencoba mengingat-ingat tentang kejadian semalam antara dirinya dan juga Aaric.


" Tidak, ini tidak mungkin,........ !! ",, kata Dian lagi dengan dada yang naik turun karena ketakutan ketika sudah mengingat kejadian semalam dengan Aaric.


" Apa aku benar-benar melakukan itu dengan Kak Aaric?? ",, kata Dian lagi untuk dirinya sendiri.


Sedangkan Aaric sendiri dia masih saja terlelap dari tidurnya.


" Ini pasti ada yang salah??!! ",, kata Dian lagi kepada dirinya sendiri.


Sebab Dian yakin jika dia dalam keadaan sadar, pastilah Dian tidak mau melakukan hal itu dengan Aaric sebelum menikah.


" Kak, Kak Aaric, Kak Aaric banguuuunnn!! ",, kata Dian sambil mencoba membangunkan Aaric dengan menggoyang-goyangkan tubuh dari Aaric.


Aaric yang masih mengantuk sekali, ketika merasakan goyangan seperti itu ditubuhnya, dia langsung saja mencoba untuk bangun dan berusaha membuka matanya.


Aaric masih menetralisir rasa mengantuk dimatanya itu, dengan sambil mengucek-ucek matanya menggunakan telapak tangannya.


" Kak Aaric katakan kepada Dian, apa yang sudah kita lakukan semalam?? ",, tanya Dian kepada Aaric.


" Dian?? ",, kata Aaric dengan masih sedikit linglung karena baru saja bangun tidur.


" Kak Aaric!!, cepat katakan kepada Dian, apa yang sudah Kakak lakukan kepada Dian!! ",, ulang lagi perkataan dari Dian kepada Aaric dengan nada yang lebih tegas dari sebelumnya.


" Semalam kita.............??, maafkan aku Dian ",, kata Aaric kepada Dian dengan mata yang sudah benar-benar terbuka dengan lebar.


Dian langsung saja menggelengkan kepalanya sambil meneteskan air matanya kepada Aaric.


" Kakak berjanji akan bertanggung jawab Dian, maafkan Kakak, Kakak semalam khilaf ingin sekali melakukan itu dengan kamu ",, kata Aaric lagi kepada Dian.


" Kenapa Kakak melakukan itu kepada Dian, jika ingin foreplay saja Dian tidak apa-apa, tapi jangan sampai kita melakukan itu kakak, sebab Dian tidak mau hamil sebelum menikah, pasti Kakak semalam mencampurkan sesuatu didalam wine yang Dian minum semalam kan, ayo Kakak mengaku saja kepada Dian!! ",, kata Dian kepada Aaric dengan menampilkan wajah kecewanya.


" Maafkan Kakak Dian, Kakak memang mencampurkan obat perangsang didalam wine milik Kakak dan juga didalam gelas milik kamu ",, jawab jujur dari Aaric kepada Dian.


" Tega sekali Kakak sama Dian ",, kata Dian kepada Aaric dengan wajah dan nada yang sangat kecewa sekali.


Dian yang sedang dikuasai rasa amarah, dia tidak mempedulikan perkataan dari Aaric.


Setelahnya Dian mencoba turun dari atas ranjang, namun ketika Dian ingin melangkahkan kakinya berjalan menuju kedalam kamar mandi, tiba-tiba saja Dian langsung saja jatuh terduduk diatas lantai.


Aaric yang melihat Dian seperti itu, dia langsung saja bergegas turun dari atas ranjang untuk membantu Dian.


Tapi sayang Dian langsung saja menolak dan tidak mau dibantu oleh Aaric.


" Jangan mendekat!! ",, kata Dian kepada Aaric.


" Tapi Dian.......... ",, jawab Aaric kepada Dian.


" Stop!!, Dian bilang jangan mendekat!!, Dian bisa sendiri!! ",, kata bernada dingin dari Dian kepada Aaric.


Aaric hanya bisa pasrah saja ketika mendengar nada dingin dari Dian kepadanya.


Setelahnya Dian langsung saja mencoba bangun dari atas lantai itu untuk berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Sambil menahan sakit disekujur tubuhnya, dan dibagian inti miliknya, Dian terus berusaha berjalan menuju kedalam kamar mandi.


Selama berjalan, Dian terus meringis menahan rasa sakit dilembah terdalamnya itu, yang rasanya sungguh sangat nyeri dan perih sekali untuk dibuat jalan.


Sedang Aaric sendiri yang melihat Dian marah kepadanya seperti itu, dia menjadi bingung dan tidak tahu ingin berbuat apa untuk meredakan amarah dari Dian kepadanya.


" Aaaaaahhhhhh ",, kata Dian sambil menangis kesakitan ketika dia buang air kecil rasanya sangat sakit sekali.


" Miss Vku sakit sekali ",, kata Dian lagi semakin deras saja air matanya yang keluar ketika disiram menggunakan air.


" Kak Aaric............ kenapa Kakak tega sekali denganku ",, kata Dian lagi sambil masih menangis.


Dan Aaric sendiri yang masih berdiri dengan keadaan yang belum berpakaian, dia langsung saja mencoba mengambil celana kolornya yang ada diatas lantai untuk dia pakai dan menutupi singkong jumbonya itu.


" Ternyata aku yang pertama untuknya ",, kata Aaric ketika dia melihat ada setetes sedikit warna merah diatas sprei ranjangnya.


" Bagaimana pun juga aku harus menikahi Dian, karena ini pun juga kesalahanku, kenapa semalam aku tidak bisa mengontrol n4f5uku ketika bersama Dian dan malah mencampurkan obat peran954ng didalam minuman ",, kata Aaric sambil berdiri didepan jendela kaca besar yang ada didalam kamar apartemennya.


Ketika Aaric sedang melamun seperti itu, tiba-tiba saja dia mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dari dalam.


Aaric langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Dian yang baru saja keluar itu sambil menggunakan bathrobenya.


" Akan Kakak antarkan pulang keapartemen kamu Dian ",, kata Aaric kepada Dian.


" Tidak perlu Kak, Dian bisa sendiri ",, jawab Dian sambil mencoba berlalu keluar dari dalam kamar menuju keruang tamu untuk mengambil pakaiannya yang semalam yang masih tertinggal disana.


" Dian...........!!, jangan seperti ini sama Kakak ",, kata Aaric mencoba mencegah kepergian dari Dian.


Namun Dian yang belum bisa berfikir dengan jernih, dia langsung saja melepaskan cekalan tangan dari Aaric.


Setelahnya Dian langsung saja melangkahkan kakinya menuju keruang tamu.


Dan ketika Dian sudah melihat pakaiannya, dia langsung memakainya didalam kamar mandi yang berada dekat situ.


Sedangkan Aaric dia masih mengikuti dan menahan kepergian dari Dian sambil menunggu Dian yang berada didalam kamar mandi yang sedang berganti pakaian.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...