
Sekuat tenaga sekali Ava dan juga Aaric menahan suara tawa mereka.
Namun Aaric dia sedikit keceplosan dengan tertawa sendiri tanpa suara supaya Derral tidak mengetahuinya jika dia sedang mentertawakannya.
Begitupun dengan Ava yang langsung saja mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil sambil tersenyum sendiri dengan tidak jelas, karena tidak kuat melihat wajahnya Derral yang sangat konyol sekali menurutnya.
Ava dan Aaric akhirnya terselamatkan dengan suasana yang sedikit menyiksa mereka untuk tidak tertawa, ketika sekitar lima belas menit berada didalam mobil, rombongan pengantin dari Keluarga Altherr dan Keluarga Altezza sampai juga didepan pelataran Gereja yang akan menjadi saksi pemberkatan suci nan sakral pernikahannya Ava dan juga Derral.
Semua orang langsung saja pada keluar dari dalam mobil mereka masing-masing sambil menggiring Ava dan Derral untuk segera masuk kedalam gereja.
Ava begitu anggun ketika berjalan memasukki gereja dengan sambil menggandeng mesra tangannya Derral yang sebentar lagi akan sah menjadi suaminya secara negara dan juga agama.
Semua serba mendadak, dan acara pernikahannya Derral dengan Ava diadakan juga tanpa rencana sama sekali.
Pak Pendeta yang sudah menunggu kedatangan dari mereka semua, dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali, ketika sudah melihat sepasang pengantin yang sedang berjalan kearahnya dengan wajah yang terlihat cerah.
Walau Ava tidak begitu menyukai menikah muda, namun Ava harus tetap memperlihatkan wajah bahagianya ketika dia sedang berjalan menuju kearah altar seperti itu.
" Apakah acara pemberkatannya bisa dimulai sekarang?? ",, kata Pak Pendeta kepada Derral dan juga Ava dan masih didengar oleh semua Keluarga yang hadir.
Walau tidak penuh kursi didalam gereja itu, tapi tetap saja cukup banyak juga para Keluarga yang hadir dipemberkatan pernikahannya Ava dan juga Derral hari itu.
Dan untuk pesta resepsi pernikahannya Derral dan Ava pastinya mungkin akan menyusul kedepannya.
" Iya Pak Pendeta silahkan dimulai sekarang ",, jawab Derral kepada Pak Pendeta.
" Bagaimana Nona?? ",, kata Pak Pendeta kepada Ava yang hanya diam saja.
" Iya Pak Pendeta, mulailah saja ",, jawab Ava kepada Pak Pendeta tersebut.
Dan Pak Pendeta langsung saja memulai melakukan pemberkatanya kepada Derral dan juga Ava.
Semua bacaan-bacaan suci yang biasa orang Nonis menikah diucapkan semua oleh Pendeta tersebut.
Dan ketika semua acara sudah dilaksanakan dengan baik oleh Derral dan juga Ava sesuai arahan dari Pak Pendeta, akhirnya Pak Pendeta mengesahkan mereka berdua sebagai sepasang suami sitri yang sah secara Agama.
Pak Pendeta lalu menyuruh Derral untuk mencium Ava, sebagai tanda resminya mereka menjadi suami istri secara agama.
Dan Derral langsung saja mencium Ava dengan begitu mesra dan menikmatinya sekali.
Namun berbeda dengan Ava yang hanya diam saja ketika dia dicium seperti itu oleh Derral didepan Keluarga besarnya dan Keluarganya Derral.
Derral setelah melepaskan ciuman dibibirnya Ava, dia langsung saja tersenyum miring kepada Ava sambil mengusap lembut bibirnya Ava yang sedikit belepotan lipstiknya itu.
" My Wife ",, kata Derral kepada Ava.
" Yes Bojoku " ( Ya suamiku ) ",, jawab Ava kepada Derral dengan sambil menggunakan Bahasa Jawa.
Derral langsung saja menatap Ava dengan tatapan dinginnya ketika dia mendengar Ava menggunakan Bahasa Jawa lagi.
Sedangkan Ava dia langsung saja tersenyum lucu ketika melihat wajahnya Derral yang seperti itu.
Ava langsung saja melakukan lempar bunga untuk mengakhiri pemberkataannya digereja itu, karena acara makan-makannya akan dilakukan dimansionnya Papah Zohan.
Ketika bunga sudah dilempar, dan banyak keluarga perempuan yang ingin merebutkan buket bunganya Ava.
Bunga yang yang dilemparkan Ava tadi, malah jatuh tepat dipangkuannya Dian yang anteng saja sambil menikmati acara.
Dian sangat terkejut sekali ketika buket bunganya Ava malah jatuh keatas pangkuannya.
" Situ seperti tidak jombol saja, jomblo ko teriak jomblo ",, jawab Dian kepada Aaric dengan sedikit ketus.
Karena Dian ketika bertemu dengan Aaric mereka berdua sering saja bertengkar seperti itu, sebab Aaric sudah menganggap Dian sebagai adiknya juga.
" Daripada kalian berdua bertengkar seperti itu, lebih baik kalian berdua menikah saja ",, sahut dari salah satu keluarga kepada Dian dan juga Aaric.
Ava yang mendengar dan melihat Dian serta Aaric yang bertengkar seperti itu dan juga digoda sama Keluarganya, dia hanya bisa tertawa lucu saja dari atas altar.
" Aku tidak mau menikah dengan dia!!, bisa-bisa sarapanku nanti setiap hari adalah Bahasa Jawa terus ",, kata Aaric kepada keluarganya itu.
" Lagi pula, Papah tidak masalah ko jika Nak Dian menjadi istri kamu Aaric ",, sahut dari Papah Zohan juga kepada Aaric sambil menggoda Dian.
" Tapi masalahnya Om, Dian yang bermasalah jika harus menikah dengan Kak Aaric ",, jawab Dian kepada Papah Zohan.
Dan Papah Zohan langsung saja tersenyum lucu ketika mendengar perkataannya Dian.
Memang semua Keluarga Altherr sudah cukup mengenal dekat dengan Dian, sebab Dian sudah berteman dengan Ava cukup lama.
Dan ketika mereka semua sudah pada selesai didalam gerejanya, dengan diselingi perdebatan kecil dari Aaric dan jua Dian.
Mereka semua akhrinya memutuskan langsung kembali lagi kemansionnya Papah Zohan.
Derral yang sedang dalam keadaan seperti itu, dia sampai lupa untuk mengabari sahabat terdekatnya Chico yang masih berada diLuar Negeri.
Dan pastinya Chico nanti jika mengetahui Derral sudah menikah dengan Ava, dia pasti akan sangat terkejut sekali.
Masih sama dengan ketika berangkat tadi, Aaric masih berada satu mobil dengan Derral dan juga Ava.
" Selamat menikmati penderitaanmu adik iparku ",, kata Aaric kepada Derral dengan tiba-tiba ketika mereka semua sudah berada didalam mobil yang sudah berjalan.
" Iya terimakasih Kakak iparku, karena sudah mengijinkanku menikah dengan adik kamu yang menyebalkan ini ",, jawab Derral kepada Aaric
Ava sedikit tidak terima dengan perkataannya Derral, dan dia langsung saja menyahut perkataannya Derral tadi.
" Sudah tahu menyebalkan!! kenapa kamu menikahi aku dengan paksa seperti ini ",, sahut dari Ava kepada Derral.
" Iya lagi pula padahal Ava mau aku kenalin dengan sahabat aku yang sudah lama menyukai Ava sejak dulu, dan dia juga tidak kalah mapan serta tampan dari kamu adik iparku, tapi sayang semuanya sudah terlanjur dan aku yakin jika dia mengetahui kalau Ava sudah menikah, pastilah dia akan merebut Ava dari kamu adik iparku ",, kata Aaric juga dengan jujur kepada Derral, jika sahabatnya ada yang menyukai Ava.
Namun dibumbui dengan sedikit kebohongan dari Aaric yang mengatakan jika temannya akan merebut Ava darinya.
Derral dibuat sangat tidak suka sekali dengan perkataannya Aaric tadi.
Dan Derral langsung saja menunjukkan wajah marah serta tidak sukanya dihadapannya Aaric dan juga Ava.
Namun Ava sangat mengetahui sekali, jika Kakaknya itu pastinya sedang menggoda Derral saja, jadinya Ava menyahuti perkataannya Aaric dengan santai saja.
" Kakak jangan berbicara seperti itu kepada suami Ava, lihat suami Ava sudah ingin meledak kepalanya ketika mendengar perkataannya Kakak ",, kata Ava kepada Aaric.
" Kalau Kakak mau berbicara seperti ini itu ketika tidak ada suami Ava disebelah Ava ",, lanjut lagi perkataannya Ava kepada Aaric sambil tertawa lucu kepada Derral yang langsung mengalihkan pandangannya kearahnya dengan wajah marahnya.
" Siiiiippppppp!!! ",, jawab Aaric kepada Ava sambil mengacungkan jempolnya, sambil juga tertawa dengan cukup keras sekali, karena daritadi mereka sudah berhasil mengerjai Derral terus menerus.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...