
Meninggalkan semua orang dulu, kita beralih ke Derral dan juga Ava.
Setelah pulang dari rumah sakit kemarin malam untuk menjenguk Via, Ava dan Derral baru sampai di mansion mereka sendiri sekitar pukul satu dini hari.
Ke esokan harinya Ava langsung sakit, karena semalam ketika masih di perjalanan pulang Ava sudah merasa tidak enak badannya.
Dari segi faktor kehamilan dan udara malamlah yang membuat Ava merasa tidak enak badan.
Dan benar saja pagi harinya di saat Ava ingin bangun dari tidurnya, mata dia langsung berkunang-kunang serta tubuh dia terasa sangat lemas sekali.
Di tambah dengan suhu tubuh dia juga tiba-tiba menjadi panas sekali.
Derral yang pada waktu itu masih tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul jam tujuh pagi, dia langsung saja terbangun ketika mendengar suara orang yang sedang mendesis kesakitan.
Setelah Derral bisa membuka matanya dengan sempurna, dia langsung melihat Ava sedang memegangi kepalanya dengan keadaan masih tiduran di sampingnya.
" Mommy Ava?? ",, kata Derral sambil memegang tangannya Ava.
" Astaga panas sekali tubuhnya ",, kata Derral dengan ekspresi yang terkejut.
Derral langsung saja melompat dari atas ranjang untuk membuka pintu kamarnya karena dia ingin memanggil Senon sang kepala asisstan mansionnya.
Tidak lama Senon pun langsung datang dengan tergesa-gesa mendengar sang majikan memanggilnya dengan berteriak-teriak seperti itu.
" Iya Tuan Derral ",, kata Senon ketika dia sudah sampai di depan kamar Derral sambil menetralkan deru nafasnya.
" Kamu suruh asisstan rumah tangga untuk membuatkan minuman hangat untuk Ava, dan kamu segera telepon Dokter pribadi saya untuk datang ke sini sekarang juga ",, perintah Derral kepada Senon.
" Baik Tuan ",, jawab Senon kepada Derral.
Setelahnya Senon langsung berlalu pergi untuk mengerjakan apa yang tadi di perintahkan oleh derral kepadanya.
Sedang Derral sendiri dia langsung masuk lagi ke dalam kamar untuk mengecek keadaannya Ava.
" Kamu kenapa sayang, apa yang sedang Mommy rasakan?? ",, tanya Derral kepada Ava.
" Pusing ",, jawab singkat dan lirih dari Ava kepada Derral.
" Badan kamu panas sekali, sebentar aku ambil kompresan dulu ya ",, kata Derral kepada Ava.
Ava hanya diam saja malas sekali menanggapi perkataan dari Derral, sebab mulutnya terasa sangat pahit sekali.
Derral lalu keluar lagi untuk menyuruh asisstan rumah tangganya untuk mengambilkan sebuah tempat seperti baskom untuknya menaruh air nanti.
Dan ketika Derral sudah mendapatkan wadah tersebut, dia langsung saja mengisi wadah itu menggunakan air kran yang ada di dalam kamar mandi.
Tidak lupa juga Derral mengambil handuk kecilnya yang bersih untuk mengompres Ava.
" Mungkin kamu kecapekan ya sayang karena pulang terlalu larut malam, dan kita seharian juga belum istirahat setelah dari kantor ",, kata Derral sambil mencoba mengompres Ava.
Ava hanya mengangguk lemah saja kepada Derral.
Ketika Derral sedang mengompres Ava, pintu kamarnya tiba-tiba di ketuk dari luar.
Dan di saat sudah dibuka oleh Derral ternyata yang mengetuk pintunya adalah Senon yang sedang membawakan secangkir minuman hangat untuk Ava.
" Apakah sarapan kami sudah siap?? ",, tanya dari Derral sambil menerima minuman tadi.
" Sudah semua Tuan, sudah terhidang semua di atas meja makan ",, jawab Senon kepada Derral.
" Bawa ke sini saya mau makan di sini, karena Ava sedang sakit ",, perintah dari Derral lagi kepada Senon.
" Baik Tuan ",, jawab Senon kepada Derral.
" Bagaimana dengan Dokter Gerrald, kapan dia akan sampai di mansion saya?? ",, tanya dari Derral lagi kepada Senon.
" Tadi Dokter Gerrald berkata akan sampai di sini sekitar satu jam lagi Tuan ",, jawab Senon lagi kepada Derral.
" Baik Tuan ",, jawab Senon kepada Derral.
Setelahnya Senon berpamitan pergi kepada Derral, dan Derral kembali masuk lagi ke dalam kamar.
Derral juga sudah membesarkan suhu ACnya supaya tidak terlalu dingin kamarnya.
Dan lalu dia menghubungi sekretarisnya untuk menghandle kantor terlebih dahulu, karena hari itu dia tidak akan berangkat ke kantor untuk menjaga Ava.
Begitupun dengan sekretarisnya Ava juga Derral hubungi untuk menghandle kantor dulu karena Avanya sendiri sedang sakit.
Di saat Derral sudah selesai menelpon, tiba-tiba saja dia mendapatkan telepon dari Papi Alano yang ingin menanyakan kabar tentang kerjasamanya dengan salah satu Perusahaan yang ada di luar Negeri.
" Halo Pi ",, kata Derral kepada Papi Alano.
" Derral, nanti siang Papi akan ke kantor kamu untuk meminta salinan berkas kerjasama Perusahaan kita dengan Perusahaan asal Argentina itu ",, kata Papi Alano kepada Derral.
" Datang saja Pi, nanti tanya saja sama Egon, karena Derral hari ini tidak ke kantor Pi ",, jawab Derral kepada Papi Alano.
" Kamu kenapa tidak datang ke kantor Derral,?? apakah kamu akan pergi bersama Ava?? ",, tanya dari Papi Alano kepada Derral.
" Justru Derral tidak berangkat karena Ava sedang sakit Papi, dia saat ini sedang demam badannya ",, jawab dari Derral kepada Papi Alano.
" Astaga, semoga cepat sembuh si Ava ",, kata Papi Alano kepada Derral.
" Nanti sebelum Papi berangkat ke kantor Mami kamu biar Papi antarkan ke mansion kamu untuk ikut menjagain Ava ",, sambung lagi perkataan dari Papi Alano kepada Derral.
" Iya terserah Papi saja ",, jawab Derral kepada Papi Alano.
Dan setelah itu sambungan telepon mereka terputus juga.
Papi Alano yang sudah mematikan sambungan telepon dari Derral dia langsung saja menyuruh sang istri untuk segera bersiap-siap.
" Papi menyuruh Mami untuk bersiap-siap memangnya kita mau kemana,?? kan tadi katanya Papi mau berangkat ke kantor, Mami tidak mau jika diajak ke kantor ",, kata Mami Elsie kepada Papi Alano.
" Kita ke mansion Derral Mami, Ava sedang sakit, apa Mami tidak mau melihat menantu satu-satunya kita yang sedang sakit, terlebih Ava sekarang sedang hamil cukup besar seperti itu ",, jawab dari Papi Alano kepada Mami Elsie.
" Ava sakit, bilang dong daritadi, sebentar Mami mau bersiap-siap dulu untuk ganti baju ",, kata Mami Elsie kepada Papi Alano.
Dan setelahnya Mami Elsie langsung saja berlalu masuk ke dalam kamar untuk segera bersiap-siap, meninggalkan Papi Alano yang masih membaca koran paginya di ruang tamu sambil menikmati teh hangatnya.
Sedangkan untuk Derral setelah selesai menerima telepon dari sang Papi, dia langsung naik ke atas ranjang untuk memberikan pijatan di kepala Ava, supaya lebih enteng dan tidak pusing lagi.
Akhirnya sarapan yang diantarkan oleh Senon datang juga, dan Derral langsung membangunkan Ava untuk menyuruh Ava makan.
" Mulutku tidak enak Daddy ",, kata Ava kepada Derral.
" Sedikit saja ya dipaksakan, kasihan baby love sayang nanti dia kelaparan, Daddy suapi ya ",, kata Derral mencoba membujuk ava.
Ketika Ava teringat dengan sang baby, walau dia tidak bern4f5u makan sama sekali, akhirnya dia mau juga disuapi oleh Derral.
Derral lalu membantu Ava untuk duduk sambil bersandar disandaran ranjang.
Setelahnya Derral langsung menyuapi Ava makan sesuai dengan makanan yang ingin di makan oleh Ava.
Baru dua suap makanan itu masuk ke dalam mulutnya, tiba-tiba Ava merasa perutnya seperti diaduk-aduk dan dia langsung saja memuntahkan semua makanan yang tadi ke atas lantai sebelah ranjang.
Walau terkejut, Derral tetap membantu Ava untuk memijat tengkuknya supaya lebih enakan.
Sungguh Derral sangat khawatir sekali melihat keadaannya Ava sekarang, rasanya Derral sangat tidak tega sekali dan ingin menggantikan posisinya Ava sekarang.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...