Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KUNJUNGAN VIA



Ava masih menangis dan menangis dalam diamnya, bahkan ketika dia diajak berbicara oleh semua anggota Keluarganya pun hanya air mata yang dia tunjukkan.


Rasanya mulut Ava sangat kelu sekali menjawab atau berbicara kepada semua Keluarganya.


Ava hanya mau menggelengkan kepalanya saja ketika ditawari untuk makan atau minum, karena rasanya juga Ava sangat tidak bern4f5u makan sama sekali ketika melihat Derral masih terbujur tidak berdaya seperti saat ini.


Sifat songong, sombong, dan menjengkelkan didalam diri Derral seakan sirna semua diingatan Ava, yang tersisa adalah kenangan indah yang hanya mereka berdua yang tahu.


Ava ingin mengatakan kepada Derral jika dia sudah sadar nanti, kalau cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Karena kenyataannya sekarang Ava begitu mencintai Derral sang suami.


Ava berdoa dan memohon kepada Tuhan didalam hatinya, semoga Tuhan mau mengabulkan keinginannya sebelum dia menyesalinya yang tidak sempat mengatakan perasaannya kepada Derral.


" Pah, Ava tidak mau makan daritadi sudah kita bujuk berulang kali, kasihan calon cucu kita Pah, dia kan juga butuh asupan ",, kata Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


" Biarkanlah Ava seperti itu dulu Gretl, dia masih dalam masa syok, jika kamu paksakan, nanti bisa jadi dia akan semakin stres ",, sahut dari Opa kepada Mamah Gretl.


Mamah Gretl hanya bisa diam saja mendengar perkataan dari Ayah mertuanya sambil menampilkan wajah sedihnya.


Mereka semua hanya bisa memandangi Ava yang sedang melamun menatap langit-langit kamar dari shofa yang mereka duduki.


Semua Keluarga tidak tahu hal apa lagi yang harus mereka lakukan untuk membuat Ava mau makan walau sesuap saja.


Disaat mereka semua sedang merasa sedih dan bingung, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Ava ada yang mengetuk dari luar.


Aaric yang paling muda diantara semua laki-laki, dia langsung saja beranjak bangun dari duduknya untuk membukakan pintunya.


Dan ketika pintu sudah dibuka ternyata yang datang adalah Keluarga Ayah Markus bersama Via serta Leon.


" Via, Tante Delfa, Tuan Markus, ayo mari silahkan masuk ",, kata ramah dari Aaric kepada Keluarga Ayah Markus.


" Via dia siapa??, apakah dia suami kamu?? ",, kata Aaric kepada Via.


" Iya Kak, perkenalkan namanya Leon, dan honey dia Kakaknya Ava namanya Aaric ",, kata Via kepada Leon dan Aaric.


Aaric dan Leon pun langsung saja berjabat tangan sambil melempar senyum ramah.


Sedangkan Ayah Markus dan Mamah Delfa mereka berdua langsung saja disambut ramah, dan hangat oleh semua orang yang ada disitu.


Via sendiri ketika sudah memperkenalkan Leon kepada Aaric, dia memilih berjalan mendekati brankar Ava.


Dan Ava yang melihat kedatangan dari Via, dia hanya melirik saja tanpa mau menyapanya sama sekali.


" Halo Ava.......... ",, kata Via mencoba mengajak berbicara Ava.


" Apa kamu tidak suka dengan kedatanganku kesini?? ",, tanya Via kepada Ava yang hanya diam saja ketika disapanya.


" Dulu ada seseorang yang pernah bilang kepadaku, jika kita ingin melihat orang yang kita cintai hidup kita harus menghidupkannya didalam diri dan hati kita, kalau tidak, orang yang kita cintai, serasa sudah pergi meninggalkan kita, bukan begitu Ava?? ",, kata Via lagi kepada Ava.


Ava pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Via.


" Rasanya sakit sekali melihat Derral seperti itu Via, dan aku sangat takut sekali kehilangan dia ",, akhirnya Ava mau menjawab perkataan dari Via.


" Berdoalah, dan bersemangatlah Ava untuk bisa merawat Derral, karena setiap sentuhan dan perhatian yang kamu berikan, aku yakin Derral bisa merasakannya dan dia akan mempunyai semangat untuk hidup lagi ",, jawab Via kepada Ava.


" Terlebih sekarang didalam perut kamu sudah ada calon baby kalian berdua, semangatlah menjalani hidup, aku yakin Derral akan segera sadar nanti karena istri dan calon babynya sedang menyemangatinya ",, kata Via lagi kepada Ava.


" Jangan terpuruk seperti ini Avaku sayang............. ini bukan Ava yang aku kenal, Ava yang aku kenal dia mempunyai jiwa semangat yang tinggi ",, kata Via mencoba memberikan semangat kepada Ava.


" Apakah kamu sudah makan??, mau aku suapi??, supaya kamu bisa segera sehat dan bisa segera mengajak berbicara Derral lagi ",, kata Via lagi kepada Ava.


Semua orang yang ada disitu yang daritadi hanya diam sambil mendengarkan Via yang sedang mencoba membujuk Ava pun mereka sangat senang sekali ketika melihat Ava mengangguk mau makan disuapin oleh Via.


Mamah Gretl dengan segera memberikan makanan kepada Via supaya Via bisa segera menyuapi Ava.


Dengan telaten walau pertama kalinya Via menyuapi Ava, tapi itu semua Via lakukan dengan tulus sebagai seorang sahabat.


Dan Leon yang melihat sifat dari sang istri yang mempunyai kepedulian yang sangat tinggi kepada sahabatnya, didalam hatinya semakin besar pulalah cinta yang dia miliki untuk Via.


Setengah makanan sudah hampir habis dimakan oleh Ava, dan setelahnya Ava sudah tidak mau memakan makanan itu lagi.


" Baiklah jika sudah tidak mau ",, kata Via kepada Ava sambil menaruh makanan itu diatas meja samping brankar.


Mamah Delfa yang melihat Ava sudah tidak mau makan lagi, dia pun langsung saja mencoba mendekat kearah brankar bersama Mamah Gretl dan Mami Elsie serta juga Dian.


" Nak, bagaimana keadaan kamu, selamat ya atas kehamilan kamu, semoga segera bisa menular kepada Via, karena tante juga sudah tidak sabar ingin segera menggendong cucu ",, kata Mamah Delfa kepada Ava.


" Terimakasih Tante ",, jawab singkat dari Ava kepada Mamah Delfa sambil tersenyum.


" Sehat selalu ya Nak, Tante percaya calon baby kalianlah penyemangat untuk kamu dan juga suami kamu, ayo tunjukkan kepada Derral jika kamu dan baby kamu sedang menunggunya ",, kata semangat dari Mamah Delfa kepada Ava.


" Iya tante ",, jawab Ava kepada Mamah Delfa sambil tersenyum tipis.


Mendengar semua semangat yang diberikan kepadanya, Ava pun menjadi terbuka mata hatinya, jika apa yang dikatakan oleh semua orang itu benar adanya.


Dia harus bangkit dan memberikan kekuatan kepada Derral supaya Derral bisa segera sadar dari keadaannya sekarang.


Terlebih ada calon babynya yang pastinya bisa memberikan kontak batin kepada Derral sang Ayah.


Leon yang baru saja masuk tadi, dia sedikit terkejut ketika melihat ada Papah Zohan didalam ruang perawatan itu.


" Tuan Zohan, sebenarnya saya sedikit terkejut ternyata wanita yang dulu ingin anda jodohkan kepada saya adalah Ava, dunia ini sempit sekali ya Tuan ",, kata basa-basi dari Leon kepada Papah Zohan sambil tertawa.


Papah Zohan langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali mendengar candaan dari Leon tadi.


" Anda masih ingat saja Tuan Leon ",, jawab dari Papah Zohan kepada Leon.


Leon yang mendengar perkataan dari Papah Zohan, dia pun jadi ikut-ikutan tertawa.


Ayah Markus yang melihat Leon sudah terlihat cukup dekat dengan Papah Zohan, membuatnya sedikit penasaran.


Begitupun juga dengan Aaric yang sama halnya dengan Ayah Markus.


" Kamu sudah kenal dengan Tuan Zohan Leon?? ',, tanya Ayah markus kepada leon.


" Kenal Ayah, Tuan Zohan ini adalah salah satu teman Leon juga, dan kami sudah mengenal cukup lama, bukan begitu Tuan Zohan ",, jawab Leon kepada Ayah Markus dan masih didengar oleh Aaric, Opa dan Oma yang ada disitu.


Papah Zohan pun langsung saja mengangguki perkataan dari Leon tadi.


Setelah berbincang sebentar, Leon pun akhirnya memberanikan diri bertanya masalah apa yang sebenarnya terjadi menimpa kepada Ava dan Derral.


Dengan berbisik pelan supaya Ava tidak mendengar, Papah Zohan pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Leon dan Ayah Markus.


Sungguh Leon dan Ayah Markus sama seperti yang lainnya, sangat terkejut sekali ketika baru mengetahui perihal yang sebenarnya.


Bahkan Leon dan Ayah Markus rasanya ingin memberikan pelajaran yang setimpal kepada Dokter Rava dan juga Fara.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...