
Willy, Joyce, Chico, Mamah Matilda dan Papah Qais akhirnya duduk berlima diruang tamu rumah Papah Qais.
" Willy........... ",, panggil Joyce kepada Willy.
Sebelum Willy sampai dirumah Papah Qais tadi setelah ditelefon dari Joyce, dia merasa sangat bahagia sekali.
Sebab Willy berfikir jika Joyce akan menerima atau membahas lamarannya tadi yang dia utarakan kepada Papah Qais.
Namun ketika Willy sudah sampai lagi dirumah Papah Qais dan melihat ada laki-laki lain yang tidak dikenalnya duduk tenang disamping wanita yang dilamarnya.
Disitulah perasaan Willy menjadi tidak karuan sekali, terlebih lagi wajah dari mereka semua Willy melihat ada ketegangan yang tidak bisa dijabarkan menggunakan kata-kata.
" Iya ",, jawab Willy kepada Joyce.
" Apakah kamu tadi melamarku kepada Papah Willy?? ",, tanya dari Joyce kepada Willy.
" Iya dan Papah kamu sudah menerima lamaran dariku untuk kamu Joyce ",, jawab Willy kepada Joyce.
Perkataan dari Willy langsung saja membuat Chico menatap Willy dengan tatapan permusuhan yang sangat terlihat sekali.
Sedang Papah Qais dia hanya bisa diam saja sambil menampilkan wajah yang tidak enak kepada Willy.
" Tapi aku menolaknya Willy, aku tidak bisa menerima lamaran darimu ",, kata Joyce dengan sangat tegas sekali kepada Willy.
Dan perkataan dari Joyce membuat dada Chico serasa ada angin segar yang menerpa.
" Kenapa Joyce??, kenapa kamu menolakku??, apa karena laki-laki itu?? ",, kata Willy kepada Joyce sambil menunjuk Chico.
" Iya....... memang karena dia Willy ",, jawab Joyce kepada Willy.
" Aku sudah menerima dia sebagai calon suamiku Willy, dan kami akan segera menikah beberapa hari lagi ",, kata Joyce lagi kepada Willy.
" Tapi.......... aku sudah duluan melamar kamu Joyce??, kenapa kamu malah menerima lamaran dari dia?? ",, kata Willy yang tidak terima ditolak oleh Joyce.
" Emm begini Nak Willy.......... ",, kata Papah Qais menyela pembicaraan dari Joyce dan Willy.
Baik Joyce dan Willy langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah Papah Qais.
" Sebenarnya ini bukan duluan siapa yang melamar Nak Willy............. ",, kata Papah Qais lagi kepada Willy.
" Ini semua salah Om Willy......... karena Om tidak membicarakan perihal lamaranmu dulu kepada Joyce tapi sudah langsung menerimanya ",, sambung lagi perkataan dari Papah Qais kepada Willy.
" Tapi Om,......... Om sendiri yang bilang jika Joyce pasti akan menerima lamaran Willy, tapi kenapa jadi seperti ini?? ",, kata Willy kepada Papah Qais.
" Iya karena Om mengira dengan kalian sudah mengenal lama pasti Joyce mau menerima lamaran dari kamu Willy, maafkan Om jika jadinya seperti ini ",, kata Papah Qais kepada Willy dengan sangat menyesal sekali.
" Nak Willy,............ ",, kata Mamah Matilda juga kepada Willy.
" Maafkan Tante juga yang tadi sudah ikut mendukung Om Qais menerima lamaran dari kamu ",, kata Mamah Matilda kepada Willy.
" Tante juga tidak tahu jika Joyce ternyata sudah mempunyai seorang kekasih ",, kata Mamah Matilda lagi kepada Willy.
Willy hanya bisa menampilkan wajah marahnya karena dia seperti dipermainkan oleh sahabat dari Ayahnya itu.
Sudah dilambungkan jauh keatas awan, tahu-tahu dihempaskan dan dijatuhkan hingga kedasar kerak bumi, begitulah yang sedang dirasakan oleh Willy didalam hatinya.
" Tuan............. ",, kata Chico kepada Willy.
Dan akhirnya Chico angkat bicara juga setelah daritadi diam serta menyimak.
" Jika saya berada diposisi anda, saya lebih baik memilih mundur dan membiarkan Joyce bahagia dengan pilihannya ",, kata Chico kepada Willy.
" Saya tidak akan munafik, saya akui, saya memang senang Tuan ........... ",, jawab tenang dari Chico kepada Willy.
" Tapi saya sangat tahu sekali bagaimana rasanya berada diposisi anda saat ini, karena saya pernah mengalaminya kemarin ",, kata Chico lagi kepada Willy.
" Jadi, saya meminta dengan sopan dan baik-baik, jangan mengganggu hubungan kita lagi Tuan, karena saya tidak akan tinggal diam jika anda berani mengusik hubungan saya dengan Joyce ",, sambung lagi perkataan dari Chico kepada Willy dengan sangat tegas sekali.
" Willy, maafkan saya ............... ",, kata Joyce dengan tiba-tiba kepada Willy.
" Kalaupun tidak ada Chico diantara kita, aku juga tidak bisa menerima kamu sebagai calon suamiku Willy ",, kata Joyce kepada Willy.
" Kenapa memangnya Joyce, bukannya kita selama ini dekat setelah kematian dari suami kamu dulu?? ",, kata Willy kepada Joyce.
" Iya kita memang dekat,........ tapi kedekatan itu hanya aku anggap kedekatan sebagai teman biasa saja Willy tidak lebih ",, jawab Joyce kepada Willy.
" Dan aku pun juga tidak mempunyai perasaan sama sekali kepadamu, jadi maafkan aku Willy, aku kira kamu sudah tahu apa maksud dari perkataanku ",, kata Joyce kepada Willy.
Willy yang tidak bisa berfikir dengan jernih, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan langsung berlalu pergi dari ruang tamu rumah Papah Qais tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada sang Tuan rumah.
Papah Qais dan Mamah Matilda mereka berdua hanya diam saja tidak mau menahan kepergian dari Willy karena mereka sendiri merasa tidak nyaman dan tidak enak sebab sudah membuat hati Willy hancur.
Chico yang melihat kepergian dari Willy, dia jadi teringat dengan kejadian yang pernah dia alami dirumah Via dulu, yang posisinya pada waktu itu dia kalah dari Leon.
Sekarang Chico tahu bagaimana perasaan dari Leon suami dari Via ketika ada laki-laki lain yang mencintai calon istrinya.
Karma..............??
Seperti itulah yang Chico rasakan ketika melihat kejadian hubungannya yang sekarang dengan Joyce.
Chico sangat beruntung dan berterimakasih sekali kepada Derral tentunya, karena Derral Leon tidak jadi memasukkan dirinya kedalam penjara.
Dan jika posisi itu dibalik, pasti Chico dengan senang hati akan memasukkan Willy kedalam penjara dalam waktu yang cukup lama.
Lamunan dari Chico langsung buyar ketika tangan dia digenggam mesra oleh Joyce.
" Papah......... Mamah, lihatlah cincin yang ada dijari manisku, ini dari Chico ",, kata Joyce kepada kedua orang tuanya.
" Jadi bagaimana Tuan, Nyonya, apakah kalian berdua mengijinkan Joyce menjadi calon istri saya?? ",, kata Chico kepada Joyce.
" Sebelum saya menerima lamaran anda, bolehkah saya tahu apa pekerjaan dari anda Tuan?? ",, tanya dari Papah Qais kepada Chico.
" Sebelumnya perkenalkan Tuan, nama saya Chico Alvarez Maximiliano, asal Spanyol dan pekerjaan pemilik Perusahaan sekaligus seorang CEO ",, kata Chico kepada Papah Qais.
Papah Qais dan Mamah Matilda mereka berdua sedikit terkejut ketika mendengar pekerjaan dari Chico.
Sedangkan pekerjaan dari Willy tadi dia seorang Dokter Spesialis anak, sangat jauh sekali dengan pekerjaan dari Willy.
Joyce sendiri yang belum mengetahui lebih banyak dari kehidupan Chico, dia yang paling terkejut dibandingkan kedua orang tuanya.
Karena Joyce tidak menyangka jika Chico ternyata seorang pemilik Perusahaan sekaligus seorang CEO yang gajinya saja bisa sangat banyak sekali jika dihitung pertahunnya.
Joyce berfikir jika Chico cuma seorang pembisnis biasa, dan lagipula Joyce menerima Chico bukan karena Chico terlihat tampan dan mapan.
Tapi karena Chico terlihat begitu baik kepadanya, sayang kepada Mamahnya dan juga begitu perhatian sekali kepada Mamah Elsa, terlebih lagi selama ini Chico sangat nyambung sekali jika sedang berbincang dengannya, itulah yang membuat Joyce mau menerima lamaran dari Chico.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...