
Ava yang mendengar jawaban dari Leon tadi, dia lalu mencoba bertanya kepada Leon mengenai keadaan dari Via.
" Tuan Leon, terus bagaimana dengan keadaan dari Vianya sendiri?? ",, tanya dari Ava kepada Leon.
" Via saat ini hanya menunggu waktu untuk sadar saja Nonya Ava ",, jawab Leon kepada Via.
" Tadi kata Dokter Via mengalami Cedera Otak Traumatik Tertutup, karena benturan keras di kepalanya waktu kecelakaan tadi ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Ava dan masih didengar oleh Derral.
" Tapi syukurnya Via tidak mengalami cedera yang cukup parah, hanya saja dia belum sadar karena baru saja selesai menjalani 0p3r451 untuk membedah kepalanya itu yang sedang cedera ",, lanjut lagi perkataan dari Leon kepada Ava.
" Ya Tuhan Via, ternyata cukup berat juga apa yang kamu alami sekarang ",, kata Ava untuk Via dengan suara yang terdengar sangat sedih sekali.
" Minta doanya saja Nyonya untuk kesembuhan Via, karena sebentar lagi kami juga akan melakukan pesta resepsi pernikahan kami ",, kata Leon kepada Ava.
" Tentu saja Tuan Leon, saya akan terus mendokan yang terbaik untuk Via, dia sudah menjadi sahabat baikku sejak dulu ",, jawab Ava kepada Leon sambil tersenyum ramah.
" Dan kalau boleh tahu, kapan ya Tuan Leon rencana pesta resepsi pernikahan kalian?? ",, tanya Ava lagi kepada Leon.
" Rencananya setelah pesta resepsi pernikahan kalian berdua ",, jawab Leon kepada Ava.
" Berarti sebentar lagi dong, tapi ko Via tidak bercerita ya kepada saya?? ", kata Via kepada Leon.
" Rencanya tadi Via ingin ke rumah Ayah Markus, tapi ya ............. ",, kata Leon tidak bisa melanjutkan perkataannya.
Ava pun hanya bisa diam saja karena tahu kelanjutan dari perkataannya Leon.
Sedangkan Derral sendiri yang sudah mendengar semua cerita dan juga penjelasan dari Leon maupun dari Mamah Delfa.
Dia lalu berpamitan sebentar kepada Ava sambil berbisik mesra di telinga, supaya tidak terdengar oleh Leon yang sedang duduk di sebelah sisi ranjang yang satunya
Dan Ava pun hanya mengangguk saja kepada Derral.
Setelahnya Derral langsung berlalu keluar dari dalam ruang perawatan Via untuk menelfon orang yang dia maksud.
Ternyata orang yang dimaksud oleh Derral itu adalah Chico.
Entah kenapa Derral rasanya ingin menelfon Chico pada saat itu juga untuk memberitahukan soal tentang Via, walau Derral sendiri juga tahu, jika Chico sang sahabat sebentar lagi sudah akan menikah dengan wanita lain.
Chico yang berada di dalam kamarnya, sambil termenung dengan bersandar di sandaran ranjangnya, dia pun langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah ponselnya yang berdering dengan cukup kencang itu.
" Derral, tumben sekali ",, kata Chico ketika sudah melihat nama Derral disambungan telefon masuknya.
Setelahnya Chico langsung saja mengangkat sambungan telefon dari sang sahabat.
" Halo Derral ",, sapa dari Chico kepada Derral.
" Halo Chico, kamu lagi ada dimana?? ",, tanya Derral kepada Chico.
" Aku lagi di rumah di dalam kamar Derral, kenapa memangnya?? ",, jawab Chico kepada Derral.
" Emm apakah kamu sudah tahu tentang keadaan dari Via sekarang Chico?? ",, tanya Derral kepada Chico.
Bagaimana Chico tidak tahu, saat ini saja dia sedang termenung memikirkan keadaan dari Via.
" Iya aku sudah tahu Derral?? ",, jawab Chico kepada Derral.
" Kamu tahu darimana Chico??, sedangkan kamu sendiri saat ini sedang berada di London?? ",, kata Derral kepada Chico.
" Apa kamu masih menyuruh anak buah kamu untuk memata-matai Via Chico?? ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Chico.
" Ingat Chico, kamu itu sudah mempunyai calon istri, jangan seperti itu, nanti jika calon istri kamu tahu dengan sikap kamu ini, bisa-bisa dia akan marah dan membatalkan pernikahan kalian ",, nasihat dari Derral kepada Chico.
" Jangan suka mengulangi kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya Chico ",, kata Derral lagi kepada Chico.
" Tidak Derral, tidaaaaakkkk.......... ",, kata Chico kepada Derral.
" Dengarkan dulu penjelasan dariku ",, kata Chico lagi kepada Derral.
Derral masih saja diam sambil menunggu penjelasan dari sang sahabat.
" Aku sudah tidak lagi menyuruh anak buahku untuk terus memata-matai Via Derral ",, lanjut perkataan dari Chico kepada Derral.
" Tadi ketika anak buahku lewat di jalan yang sama dengan Via, mereka tidak sengaja melihat kecelakaan itu Derral, dan mereka semua langsung saja melaporkan hal itu kepadaku ",, jawab Chico kepada Derral.
" Baiklah jika kamu tidak melakukan hal itu lagi ",, kata Derral kepada Chico.
" Iya ",, jawab Chico kepada Derral.
" Saat ini aku sedang berada di rumah sakit tempat Via sedang dirawat Chico ",, kata Derral kepada Chico.
Chico langsung saja menegakkan duduknya ketika mendengar perkataan dari Derral.
" Benarkah??, terus bagaimana keadaan dari Via Derral??, bolehkah aku tahu tentang kondisi dari Via, jujur aku tidak bisa membohongi perasaanku jika aku begitu sangat khawatir sekali dengannya ",, kata Chico kepada Derral.
" Jujur aku katakan, jika keadaan dari Via cukup parah Chico, dia mengalami cedera otak sedang dan baru saja menjalani 0p3r451 pembedahan di kepalanya ",, kata Derral kepada Chico.
" Astaga, tidak aku sangka.......... andai aku bisa melihatnya secara langsung ",, kata Chico kepada Derral.
" Jika kamu bisa melihat Via, memangnya kamu mau apa Chico?? ",, kata Derral kepada Chico.
" Kamu itu lho sukanya negatif thinking saja kepadaku!! ",, jawab dari Chico kepada Derral dengan nada yang sedikit ketus.
Ingin rasanya Derral menanyakan apakah dirinya juga memberikan kartu undangan pernikahannya kepada Via apa tidak, tapi rasanya Derral sangat berat sekali mengatakannya.
Akhirnya Derral memilih tidak menanyakannya kepada Chico.
" Kalau begitu sudah dulu ya Chico, aku mau masuk lagi ke dalam ruang perawatan Via ",, kata Derral kepada Chico.
" Iya, apakah kamu ke sananya bersama Ava?? ",, tanya Chico kepada Derral.
" Tentu saja aku bersama Ava Chico, bahkan bersama ke dua mertuaku dan juga Aaric ",, jawab Derral kepada Chico.
" Iya sudah salam saja untuk mereka semua Derral ",, kata Chico kepada Derral.
" Iya nanti akan aku sampaikan salam kamu kepada mereka semua ",, jawab Derral kepada Chico.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka pun putus juga.
Setelah selesai mengantongi lagi ponselnya ke dalam saku celananya, Derral langsung berlalu masuk ke dalam ruang perawatan Via lagi.
Disaat Derral sudah masuk ke dalam ruang perawatan Via, dia mendengar dengan jelas tentang perkataan dari Papah Zohan.
" Saya sendiri juga mendapatkan kartu undangan itu Tuan Markus, tadi sekretaris saya yang mengantarkannya langsung ke rumah ",, kata Papah Zohan yang didengar oleh Derral.
" Iya dan acara pernikahannya di London kan Tuan Zohan ",, jawab dari Ayah Markus kepada Papah Zohan.
" Iya Tuan ",, jawab dari Papah Zohan kepada Ayah Markus.
Sedang yang lainnya hanya diam saja sambil terus mendengarkan perbincangan dari Papah Zohan bersama Ayah Markus.
Bahkan Ayah Cana pun dia memilih diam saja, sebab dia tidak tahu mau menyahuti bagaimana perbincangan sang besan dengan rekannya itu yaitu Papah Zohan.
Derral terus memilih berjalan lagi ke arah Ava yang sekarang di sebelahnya sudah ada Dian dan juga Aaric yang ingin melihat keadaan dari Via.
Tadi ketika Aaric dan Dian melihat Derral keluar, mereka berdua lalu berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah brankar untuk melihat secara dekat kondisi yang di alami oleh Via.
Sedih, iya seperti itu yang sedang dirasakan oleh semua orang.
Namun semua orang tdak bisa berbuat apa-apa karena sekarang yang bisa mereka lakukan adalah berdoa serta menunggu Via sadar dengan sendirinya.
...🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀...
Mampir yuk dicerita terbaru saya🤗.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...