
Geser sejenak lagi keLeon dan juga Via yuk readers.
Tanpa terasa jam pulang kantor pun tiba, Leon yang sudah tidak sabar ingin segera sampai rumah, dia langsung saja mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tingggi.
Dan setibanya dirumah, Leon tidak melihat mobil milik Via terparkir rapi dihalaman rumahnya, cuma ada mobil milik Tanisa saja yang sudah terparkir rapi digarasi mobil miliknya.
Leon yang kurang yakin dengan penglihatannya, ketika sudah turun dari dalam mobil, dia langsung saja berjalan mendekati pos penjaga pintu gerbang rumahnya.
" Eliel apakah kamu dan kalian semua melihat teman wanita saya sudah pulang kerumah ini?? ", tanya Leon kepada Eliel dan para anak buahnya yang lain.
" Tidak Tuan ",, jawab Eliel kepada Leon.
" Nona itu pergi sejak siang tadi sampai sekarang belum kembali lagi kesini Tuan ",, jawab dari anak buah Leon yang lainnya.
" Iya baiklah ",, kata Leon kepada para anak buahnya.
Dan setelahnya Leon langsung berbalik badan untuk masuk kedalam rumahnya dengan perasaan yang tidak menentu sambil menenteng rantang makanan yang tadi dibawa oleh Via.
Tanisa yang sedang asik menonton televisi diruang keluarga dan melihat Leon sang kakak sudah pulang bekerja sambil membawa rantang.
Tanisa pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah belakang tubuh Leon.
" Nona Vianya dimana Kak??, apa dia tidak pulang bersama Kakak?? ",, tanya Tanisa kepada Leon.
" Apakah Via belum pulang kesini?? ",, tanya Leon kepada Tania.
" Belum ",, jawab Tanisa kepada Leon sambil menggelengkan kepalanya.
" Tanisa sejak pulang dari butik tadi, rumah ini sepi tidak ada Nona Via sama sekali",, lanjut lagi perkataan dari Tanisa kepada Leon.
Leon tanpa menjawab perkataan dari Tanisa, dia langsung saja berlalu kearah dapur untuk menaruh rantang makanan yang dibawanya itu.
Setelahnya Leon langsung melangkahkan kakinya untuk menuju kedalam kamar pribadinya.
Kamar pribadi yang bercat tembok putih semuanya dengan interior khas seorang laki-laki dewasa, membuat kamar Leon terlihat polos sederhana namun bersih dan juga rapi.
Sebab Leon tidak suka yang ribet-ribet atau terlalu ramai untuk kamar pribadinya.
Sedang Tanisa sendiri yang melihat Kakaknya tidak menjawab perkataannya, dia hanya cuek saja dan memilih untuk melanjutkan menonton televisinya lagi.
Dari sejak pulang kantor tadi Leon belum keluar sama sekali dari dalam kamarnya.
Hanya berjalan kesana kemari dengan tidak jelas didalam kamarnya yang bisa Leon lakukan sambil berulang kali mengintip kejendela kacanya, karena siapa tahu Via akan pulang kerumahnya.
Namun rupanya setelah menunggu hingga waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, orang yang ditunggu Leon pun tidak kunjung datang juga.
Leon yang sedang termenung didepan jendela kamarnya, tiba-tiba saja telinganya mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
Dan Leon langsung saja melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu kamarnya dan ternyata yang mengetuk adalah Tanisa.
" Kak, makan malamnya sudah siap, aku hanya membuat pasta saja untuk makan malam kita berdua ",, kata Tanisa kepada leon.
" Iya ",, jawab singkat dari Leon kepada Tanisa.
Setelahnya Tanisa pun langsung saja berlalu pergi dari hadapan Leon untuk menuju keruang makan, diikuti dengan Leon dibelakangnya.
" Apakah Via belum pulang sampai sekarang?? ",, tanya Leon dengan berpura-pura tidak tahu kepada Tanisa ketika mereka sudah duduk dikursi makan.
" Belum Kak, dan telefon dari Tanisa pun juga tidak diangkat sama sekali oleh Nona Via ",, jawab Tanisa kepada Leon sambil memakan pasta buatannya.
Leon pun yang mendengar jawaban dari Tanisa dia langsung saja meminta nomor telefon Via kepada Tanisa.
Dan ketika sudah mendapatkan nomor telefonnya Via, tanpa memakan pastanya sama sekali, Leon langsung saja beranjak pergi dari dalam ruang makan menuju kedalam kamarnya lagi.
Namun Tanisa tidak mau ikut campur dengan masalah mereka berdua.
Sedang Via sendiri tadi ketika sudah sampai didalam mobilnya, tangis dia langsung saja tumpah dengan sendirinya.
Karena entah kenapa Via merasa sangat sakit sekali hatinya ketika mendengar perkataan Leon yang cukup pedas itu kepadanya.
Setelahnya Via mengendarai mobilnya pergi dari parkiran kantor polisi dan memilih mencari hotel yang tidak jauh dari butiknya untuk menginap disana.
Didalam kamar hotel yang sudah Via sewa, Via memilih melamun didepan kaca besar yang ada didalam kamarnya sambil memandangi pemandangan yang ada dibawah sana.
" Kenapa hatiku sakit sekali, padahal rasa ini tidak pernah aku rasakan sebelumnya dengan para laki-laki lain selain Tuan Leon ",, kata batin Via dengan mata yang melamun melihat pemandangan diluar jendelanya.
" Apakah aku mulai menyukai Tuan Leon?? ",, kata batin dari Via lagi.
" Tapi apakah Tuan Leon sendiri menyukaiku yang cuma mantan model seperti ini?? ",, tanya Via kepada dirinya sendiri.
" Biarlah untuk saat ini aku tinggal dulu dihotel ini, karena tidak mungkin juga aku kembali kerumah Tuan Leon atau kerumahku sendiri yang berada didepan rumahnya ",, kata Via sambil berbalik badan berjalan kearah ranjang.
Ketika Via baru saja duduk dipinggir ranjang, Via langsung melihat kearah ponselnya, karena dia berharap jika Leon akan menelfonnya dan meminta maaf kepadanya.
Namun sayang, sampai waktu makan malam tiba, tidak ada satu pun telefon masuk dari Leon, malahan yang ada telefon dari Tanisa sebanyak dua kali.
Via rasanya semakin sedih saja ketika Leon terlihat tidak mempedulikannya.
" Ini membuktikan jika aku tidak ada apa-apanya didalam hatinya Tuan Leon ",, kata Via kepada dirinya sendiri.
Via memang sengaja tidak mau mengangkat sambungan telefon dari Tanisa, sebab dia rasanya malas sekali berhubungan dengan siapapun saat ini.
Dan Via pun untuk makan malam, dia memilih memesan makanan melalui pelayanan hotel untuk diantarkan kedalam kamarnya.
Sedang Leon sendiri yang sudah masuk kedalam kamarnya lagi, dia langsung saja memberanikan diri untuk menelfon Via.
Via yang sedang makan melihat ada panggilan masuk kedalam ponselnya dengan nomor yang tidak dikenalinya, dia pun mencoba bersikap cuek saja.
Namun ketika nomor itu menelfonnya sebanyak tiga kali, akhirnya Via mencoba mengangkat sambungan telefon tersebut.
" Halo Nona Via ",, kata Leon ketika sambungan telefonnya sudah diangkat oleh Via.
Dan Via yang sangat mengenali suara itu dia langsung saja mematikannya tanpa mau mendengar perkataan dari Leon lebih lanjut lagi.
Via tadi menginginkan Leon menelfonnya, namun kenapa ketika Leon sudah menelfon, malah langsung dimatikan seperti itu.
Dan Leon yang melihat sambungan telefonnya langsung dimatikan oleh Via, dia langsung saja mengirimkan pesan kepada Via.
" Via, kamu ada dimana??, kenapa kamu tidak pulang kerumah??, maafkan aku, dan aku juga tahu jika kamu sedang membaca pesanku ini ",, pesan yang dikirimkan oleh Leon kepada Via.
Via yang membaca pesan dari Leon, rasanya berat sekali tangannya ingin membalas pesan tersebut.
Padahal hatinya menyuruhnya untuk segera membalas pesan dari Leon.
...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...
Perang batin dari Via, manakah yang akan menang, tangannya atau hatinya🤔.
Kita lanjut part selanjutnya😉.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...