Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
TERBONGKAR



Papah Zohan dan Papi Alano mereka berdua duduk dengan gayanya yang bossy dan juga angkuh sekali.


Bahkan Papah Zohan dia duduk seperti dirumah sendiri, dengan menyilangkan salah satu kakinya kekaki satunya dengan tangan yang dia rentangkan disandaran shofa.


Dokter Rava tidak tahu saja jika semua anak buah dari Derral sudah berdiri tidak jauh dibelakangnya.


Dokter Rava semakin tidak tenang saja ketika melihat sikap dari Papah Zohan dan Papi Alano yang seperti itu kepadanya.


Terlebih lagi Dokter Rava melihat Papah Zohan atau Papi Alano selalu melirik kearah belakangnya.


Dan ketika Dokter Rava mencoba menolehkan pandangannya kearah belakang, dia langsung tidak menemukan siapa-siapa disana.


" Anda sedang mencari siapa Tuan??, apakah anak anda sedang berada dirumah sekarang??, atau diapartemen anda ada hantunya '',, tanya Papah Zohan kepada Dokter Rava.


" Anak saya sedang keluar Tuan, dengan Tuan Derral yang menabraknya tadi, katanya mau diantar kerumah sakit atau klinik untuk mengecek kakinya yang kesleo ",, jawab Dokter Rava kepada Papah Zohan.


Papah Zohan yang mendengar perkataan dari Dokter Rava, dia langsung saja duduk dengan sedikit memajukan badannya kearah Dokter Rava.


" Jangan berbohong kepada saya Tuan!! ",, kata dingin dan tegas dari Papah Zohan kepada Dokter Rava.


" Jujurlah, atau anda akan menyesal nantinya ",, sahut dari Papi Alano kepada Dokter Rava sambil menaruh kedua kakinya keatas meja didepannya.


" Saya tidak berbohong Tuan, dan anda jangan mengancam saya seperti itu, terlebih lagi anda bertamu keapartemen saya dengan sangat tidak sopan sekali!! ",, jawab tegas dari Dokter Rava kepada Papah Zohan dan Papi Alano dengan suara aslinya.


Papah Zohan dan Papi Alano langsung saling pandang dan langsung tersenyum miring dibibir tua mereka.


Sebab Papah Zohan serta Papi Alano semakin yakin saja jika laki-laki tua yang duduk diseberang mereka dia sedang menyamar.


Terlebih lagi Papah Zohan dan Papi Alano melihat ada kulit seperti mengelupas yang tidak pas pada tempatnya dibagian leher Dokter Rava.


Ditambah lagi tadi Dokter Rava dia yang sudah terpancing emosi dengan Papah Zohan dan Papi Alano dengan mengeluarkan suara aslinya yang masih muda dan gagah.


Ketika Dokter Rava sedikit keceplosan mengeluarkan suara aslinya, dia langsung saja berdeham untuk mengecoh Papah Zohan dan Papi Alano.


" Ok jika anda tidak mau jujur kepada kami, itu artinya anda mau jujur dengan cara kekerasan ",, kata Papah Zohan kepada Dokter Rava.


Emosi yang tidak stabil dan juga sudah memendam rasa marah daritadi, akhirnya terbongkarlah sudah penyamaran yang daritadi disembunyikan oleh Dokter Rava.


" S14l4n b471n94n!! ",, kata Dokter Rava dan dia langsung saja mengeluarkan pistol yang sudah disembunyikannya daritadi didalam bajunya.


Papi Alano yang reflek dia langsung saja sigap mendorong tubuh Papah Zohan ketika Dokter Rava ingin menembak Papah Zohan.


Alhasil Papi Alanolah yang tertembak peluru dari Dokter Rava.


Melihat situasi yang sudah tidak kondusif lagi, semua anak buah yang ada didalam apartemen maupun diluar apartemen mereka semua langsung saja segera mengepung Dokter Rava.


" Si4l4n!! ",, kata Dokter Rava kepada semua orang.


Setelah itu Dokter Rava langsung saja melepaskan topeng penyamarannya hingga membuat Papah Zohan sangat terkejut sekali ketika sudah melihat siapakah laki-laki yang diajaknya berbicara daritadi.


" Dokter Rava!! ",, kata Papah Zohan sambil memegangi tubuh sang besan yang bersimbah darah.


" Iya saya Rava Tuan Zohan ",, kata Dokter Rava sambil menodongkan pistolnya kearah Papah Zohan.


" Berhenti kalian semua!!, jika kalian bergerak satu langkah saja, bos kalian yang tua dan sombong ini akan saya tembak satu persatu!! ",, kata Dokter Rava kepada semua anak buah yang juga sedang menodongkan pistol juga kearah Dokter Rava.


" Taruh pistol kalian, saya bilang taruh pistol kalian semua!! ",, kata Dokter Rava kepada semua anak buah sambil menodongkan pistolnya.


Papah Zohan langsung saja mengkode anak buahnya untuk menaruh pistol mereka semua.


Alhasil para anak buah langsung saja menaruh pistol yang mereka bawa keatas lantai yang mereka pijak.


Papah Zohan tidak takut sama sekali ketika dia diancam seperti itu oleh Dokter Rava.


Hanya saja Papah Zohan masih sediki terkejut, karena orang yang dia cari sekarang ada didepan matanya, terlebih lagi fikiran Papah Zohan sedang tidak fokus karena dia terus kefikiran kondisi dari sang besan yang tertembak tadi sudah tidak sadarkan diri.


" Mungkin Fara didalam dia sudah memp3rk054 Derral Tuan Zohan ",, kata Dokter Rava sambil tertawa terbahak-bahak.


" Ava jika mengetahui apa yang Derral lakukan didalam sana bersama Fara, pasti dia akan meminta cerai kepada Derral ",, sambung lagi perkataan dari Dokter Rava sambil terus tertawa puas sekali.


Papah Zohan langsung saja melototkan matanya ketika mendengar perkataan dari Dokter Rava, sedangkan Papi Alano dia sudah antara sadar dan tidak sadar sebab dia tertembak tepat disebelah dada kirinya.


" Minggir kalian semua!!!....... ",, kata Dokter Rava dengan tiba-tiba kepada semua anak buah sambil terus menodongkan pistolnya.


Para anak buah atau bodyguard mereka semua langsung saja menyingkir untuk memberikan jalan kepada Dokter Rava.


Tanpa Dokter Rava sadari salah satu anak buah bahkan mungkin lebih dari satu anak buah, mereka sudah ada yang mengeluarkan pisau lipat yang mereka bawa.


Bahkan anak buah yang berdiri didekat guci yang cukup besar itu dia sudah memegangi guci tersebut secara diam-diam untuk dia pukulkan kearah Dokter Rava nanti jika waktunya sudah pas.


Dokter Rava yang sudah melewati barisan dari para anak buah yang mengepungnya, dia langsung saja mencoba berjalan kearah pintu untuk melarikan diri.


Namun sayang seribu sayang, ketika Dokter Rava baru saja ingin memegang gagang pintunya, tiga anak buah yang mengeluarkan pisau lipat mereka tadi, mereka semua langsung sigap melemparkan pisau tadi kearah Dokter Rava.


Tiga-tiganya langsung mengenai tubuh Dokter Rava, ada yang menancap diperut, lengan, dan yang satunya menancap dipipinya.


Iya pipinya, sebab tadi Dokter Rava yang ingin membuka pintu sambil menghadap kearah anak buah sambil juga menodongkan pistolnya.


Dokter Rava langsung saja tumbang seketika ketika terkena serangan pisau mendadak itu.


" Cepat bawa dia kemarkas sekarang!!, dan segera bantu saya untuk membawa besan saya kerumah sakit ",, perintah tegas dari Papah Zohan kepada semua anak buahnya.


" Tuan, bagaimana dengan wanita yang tadi hampir saja ingin menelan74n91 Tuan Derral ",, kata salah satu anak buah kepada Papah Zohan.


" Kamu dan kalian semua antarkan dulu besan saya kerumah sakit, karena saya ingin melihat keadaan dari Derral terlebih dahulu ",, kata Papah Zohan kepada semua anak buahnya.


" Baik Tuan ",, jawab serempak dari semua anak buah kepada Papah Zohan.


Akhirnya sebagian anak buah ada yang langsung mengantarkan Papi Alano kerumah sakit, sebagian lagi ada yang sedang membawa Dokter Rava kemarkasnya Papah Zohan.


Sedangkan yang sebagian lagi ada yang langsung ikut dengan Papah Zohan untuk melihat keadaan dari Derral yang masih belum sadarkan diri didalam kamar.


Wajar saja jika Derral belum sadarkan diri hingga sekarang, padahal sudah hampir satu jam lebih dia pingsan.


Karena obat bius yang Dokter Rava suntikan kedalam tubuh Derral berdosis sangat besar sekali.


Jika Derral tidak segera disadarkan bisa-bisa dia akan mengalami berhenti bernafas atau biasa dikenal dengan sleep apnea dan juga kejang-kejang.


Karena obat bius yang Dokter Rava berikan itu adalah obat bius yang biasa diberikan kepada orang yang akan menjalani operasi besar, namun Dokter Rava sengaja melebihkan takarannya.


Sungguh jahat bukan apa yang dilakukan oleh Dokter Rava kepada Derral.


...🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴...


Ayo dong beri semangatnya untuk Pietro 🤗🤗😉.



...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...