Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MENCARI MASALAH



Kemesraan dari Derral dan Ava sedikit terganggu dengan kedatangan semua makanan yang dipesan oleh mereka berdua.


Derral dan Ava langsung saja mengucapkan terimakasih kepada waitress yang sudah mengantarkan makanan mereka.


Setelahnya Derral dan Ava langsung saja menikmati makanan mereka dengan nikmat, serta diselingi canda tawa dari mereka berdua.


" Terus kamu bisanya kapan Ava??, jangan lama-lama dong, nanti keburu lapuk tongkatku ",, kata Derral kepada Ava disela-sela makannya.


" Tidak tahu, jika nanti malam sudah tidak sakit lagi, kamu bisa memintanya lagi denganku, namun jika masih sakit kamu harus berpuasa dulu sementara waktu ",, jawab Ava kepada Derral.


" Terus ini milik kamu masih sakit apa tidak?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Kamu terus-terus daritadi, malah seperti tukang parkir saja ",, jawab Ava kepada Derral.


" Iya aku kan tukang parkir dihatimu supaya hatimu tidak akan bisa lari denganku ",, jawab menggombal dari Derral kepada Ava.


Namun Ava membalas gombalan dari Derral dengan memutar bola matanya malas.


Sedang Derral sendiri dia langsung saja tersenyum lucu ketika melihat wajah malasnya Ava.


" Milikku masih sakit, dan lagi pula nanti malam aku malas sekali melakukannya lagi denganmu, jadi nanti malam lebih baik kamu berpuasa dulu ya suamiku ",, kata Ava kepada Derral.


Perkataan dari Ava membuat Derral langsung saja cemberut sambil mencubit gemas pipi Ava.


" Sakit dong Derral ",, kata Ava kepada Derral sambil mengusap pipinya yang dicubit oleh Derral tadi.


Semua interaksi yang Derral dan Ava lakukan daritadi selalu terpantau jelas oleh orang suruhan dari Dokter Rava.


Dan Dokter Rava sendiri yang berada dirumah sakit sambil mengobati para pasiennya, dia sambil juga menahan gejolak amarah didalam dadanya.


" Kamu cantik, sepertinya aku sudah mulai jatuh cinta kepadamu deh Ava ",, kata Derral kepada Ava.


" Tidak romantis sekali sih menyatakan perasaannya!! ",, gerutu dari Ava kepada Derral.


Padahal Ava sebenarnya suka dengan pernyataan cinta yang kaku dari Derral itu.


" Apa perlu aku berteriak disini kepada semua orang, jika aku sangat mencintai istriku yang cantik ini?? ",, kata Derral kepada Ava.


'' Eh-eh-eh ojoooooo, gawe isin wae!! " ( eh-eh-eh jangaaaann, membuat malu saja!! ) ",, kata Ava kepada Derral.


" Kamu berbicara apa sih Ava??, kenapa suka sekali mengucapkan perkataan seperti itu?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Ojo itu jangan, gawe artinya membuat, dan kalau isin itu artinya malu, sedang wae itu saja, jadi gabungkan sendiri ",, jawab Ava kepada Derral.


Derral pun langsung saja berfikir sejenak untuk menggabungkan perkataan dari Ava tadi.


" Jangan ",, kata Derral sambil mengingat-ingat perkataan dari Ava.


" Membuat ",, sambung lagi perkataan Derral.


" Malu, saja ",, lanjut lagi perkataan dari Derral.


" Nah itu tahu ",, kata Ava kepada Derral.


Derral pun langsung saja menggelengkan kepalanya gemas kepada Ava.


" Kamu ko bisa berbahasa aneh seperti itu tho Ava??, belajar darimana?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Dari para pekerja yang ada diVila Oma dan Opa yang ada diIndonesia ",, jawab Ava kepada Derral.


" Berapa lama kamu tinggal diIndonesia Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Sekitar kurang lebih tujuh belas tahun ",, jawab Ava sambil meminum minumannya.


" Waah lama sekali, makanya kamu bisa lancar sekali berbahasa mereka ",, kata Derral kepada Ava.


" Iya, tapi masih banyak bahasa dari mereka yang belum aku fahami ",, kata Ava lagi kepada Derral.


" Bagaimana kalau kita bebulan madunya keIndonesia saja Ava?? ",, usul Derral kepada Ava.


" Iya boleh, tapi nanti ya setelah pesta resepsi sekalian besok kan kita ada penghargaan untuk para Pembisnis muda ",, jawab Ava kepada Derral.


" Diundang terus sejak beberapa tahun yang lalu, dan tahun kemarin kamu lagi kan yang memenangkan Penghargaan itu?? ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan perkataan Ava membuat Derral langsung saja tersenyum songong, sombong bin bangga secara bersamaan.


Ava yang melihat wajah Derral yang seperti itu, dia langsung saja menggelengkan kepalanya sambil melanjutkan makan lagi makanannya yang belum habis.


" Oh ya Derral aku mau kekamar mandi dulu ya ",, kata Ava kepada Derral.


" Mau aku antarin?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Tidak perlu, aku bisa sendiri ",, jawab Ava kepada Derral.


" Baiklah, hati-hati dan aku tunggu disini ",, kata Derral kepada Ava.


Ava hanya mengangguk saja kepada Derral, dan setelahnya Ava langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam toilet Cafe yang tersedia disitu.


Tidak tahukah Ava ketika dia sudah masuk kedalam toilet sudah ada yang menunggunya dari luar.


Dan orang itu adalah orang suruhan dari Dokter Rava, yang tadi sengaja mengikuti Ava ketika Ava melangkahkan kakinya menuju kedalam toilet.


Anak buah dari Dokter Rava itu dia menunggu Ava dengan sambil memantau keadaan.


Ketika dirasa sudah sepi dan Ava pun sudah keluar dari dalam bilik toilet, tiba-tiba tanpa Ava sadari tengkuk kepalanya langsung saja dipukul dari belakang oleh orang tersebut dan membuat Ava langsung pingsan seketika.


Anak buah dari Dokter Rava dia langsung saja membawa Ava keluar dari dalam toilet dengan sembunyi-sembunyi dan melewati pintu belakang Cafe tersebut.


Salah satu pelayan Cafe yang ingin mengambil barang dari dalam gudang penyimpanan, dia tidak sengaja memergoki orang tersebut sedang menggendong Ava dengan sangat mencurigakan sekali.


Pelayan Cafe yaitu waiters tadi dia langsung saja berusaha mencegah orang tersebut sambil berteriak meminta bantuan kepada para teman-temannya yang lain.


Para waiters yang ada didapur dan mendengar teriakan minta tolong dari salah satu temannya dari arah belakang, hampir mereka semua langsung saja berlari mendekati waiters tersebut.


Untung saja para pelayan Cafe tersebut bisa menggagalkan acara penculikan Ava tepat waktu, coba saja jika terlewat satu menit saja pasti bakal beda lagi ceritanya.


Setelahnya salah satu dari waiters tersebut langsung saja masuk lagi kedalam Cafe untuk memberitahukan kepada semua pengunjung Cafe apakah ada yang mengenal Ava.


Derral yang mendengar pengumuman dari waiters tadi dan ciri-ciri wanita yang disebutkan oleh waiters itu mirip dengan Ava, dia langsung saja bergegas mendekati waiters itu untuk melihat wajah dari wanita yang diumumkan tadi yang sudah dibawa kedalam ruang sang manajer Cafe.


" Ava!! ",, kata Derral dengan terkejut ketika dia sudah masuk kedalam ruang kerja sang manajer.


" Dia istriku, dan kenapa dia bisa sampai pingsan begini??, padahal tadi dia ijin kepadaku ingin kekamar mandi sebentar ",, kata Derral kepada semua waiters dan juga manajer Cafe yang ada disitu.


" Istri anda hampir saja akan mengalami penculikan oleh Tuan itu Tuan ",, jawab sang manajer Cafe kepada Derral sambil menunjuk orang suruhannya Dokter Rava.


Derral langsung saja mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjuk oleh manajer tadi.


Dan ketika Derral melihat ada seorang laki-laki yang seumuran dengannya sedang ditahan oleh para waiters pun, Derral langsung saja berdiri dan memberikan beberapa bogem mentah kepada orang tersebut.


Setelahnya Derral langsung saja menelfon para anak buahnya yang berjaga didepan Cafe untuk masuk kedalam Cafe dan membawa orang suruhan Dokter Rava kemarkasnya.


Ketika sudah menelfon para anak buahnya, Derral langsung saja menggendong Ava ala bridal style untuk dia bawa pulang kemansionnya.


Untuk pembayaran Cafe dan semuanya sudah diurus oleh salah satu anak buah dari Derral.


Derral sendiri seperti kesetanan dalam mengendarai mobilnya supaya bisa segera sampai dimansionnya.


Dan setibanya dimansion Derral langsung saja membawa Ava kedalam kamar mereka.


Sampai tiba dimansion pun Ava belum sadarkan diri sama sekali.


Derral yang melihat Ava masih memejamkan matanya, dia langsung saja menyuruh Senon untuk segera menghubungi Dokter Pribadinya.


Sedang Derral sendiri langsung menghubungi Papah Zohan untuk memberitahukan kondisi dari Ava yang sebenarnya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...