
Nah kita sekarang akan membahas Ava dan juga Derral dulu, sedang untuk Via dan Leon kita tinggalkan sejenak saja, biar para readers semakin penasaran saja sama ini novel๐คญ๐คฃ.
Ava dan Derral walau jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, mereka berdua masih sangat lelap sekali dalam tidurnya, dengan Derral yang tidur sambil memeluk Ava.
Menit pun berganti dengan jam, dan ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, Ava dan Derral sudah mulai menunjukkan pergerakan jika mereka ingin pada bangun dari tidur lelap mereka.
Hari itu mereka kompak tidak berangkat kekantor, karena ulah mereka sendiri yang melembur untuk menuntaskan h45rat karena merayakan kemenangan dari Ava semalam.
Ava yang tiba-tiba dia merasa ingin muntah, dia langsung saja menyingkirkan tangan Derral dari atas perutnya dengan cukup kasar sekali.
Dan hal itu membuat Derral langsung terbangun dari tidurnya, karena terkejut dengan ulah Ava.
Ava yang sudah masuk kedalam kamar mandi, dia pun pun langsung saja memuntahkan apa yang diminumnya semalam.
Derral yang mendengar Ava sedang muntah didalam kamar mandi, dia langsung beranjak turun dari atas ranjang untuk mengambilkan penawar muntah dari minuman wiski yang semalam mereka minum.
Memang seperti itu efek dari meminum wiski jika mereka tidak pernah meminumnya, dan tidak cuma wiski saja, melainkan semua minuman beralkohol lainnya.
" Apakah sudah selesai Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava dengan berdiri didepan kamar mandi.
Ava pun yang mendengar perkataan dari Derral, dia langsung saja menyiram muntahannya tadi yang ada didalam closet.
Setelahnya Ava langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, dengan keadaan yang belum memakai pakaiannya.
Begitupun dengan Derral, dia pun sama seperti Ava, masih santai menggantungkan dengan indah tongkat baseballnya itu.
" Ini minumlah ",, kata Derral kepada Ava sambil memberikan minuman seperti ramuan.
" Apa itu?? ",, tanya Ava kepada Derral sambil menahan gejolak mual diperutnya.
" Ini penawar dari mual yang kamu rasakan karena meminum wiski semalam, ini aku pesan khusus dari seseorang ",, jawab Derral kepada Ava.
Dengan ragu-ragu Ava pun langsung saja mengambil minuman itu dari tangan Derral.
Setelahnya perlahan tapi pasti Ava mencoba meminum ramuan itu.
" Dan ini air putihnya, untuk menetralkan ",, kata Derral lagi kepada Ava yang sudah menghabiskan ramuan tadi.
Ava pun dengan segera menenggak habis air putih yang disodorkan oleh Derral tadi.
" Kamu istirahatlah dulu, biar lebih enakan perutnya, atau kita mengulang lagi kegiatan indah kita semalam ",, kata Derral kepada Ava sambil menggoda juga.
" Kepenak awakmu, rekoso awakku, kesel kabeh ngene iki!! " ( Keenakan dirimu, yang susah aku, capek semua ini badanku ) ",, gerutu dari Ava kepada Derral.
" Kamu ini berbicara apa sih Ava??, bisa tidak sih jika berbicara denganku jangan menggunakan Bahasa itu, aku tidak faham?? ",, kata Derral kepada Ava.
" Ben luwih apik ora faham, daripada faham, malah aku ora iso menggrutui awakmu!! " ( Biar lebih baik tidak faham, daripada faham, nanti malah aku tidak bisa menggerutui dirimu!! ) ",, jawab Ava lagi kepada Ava sambil menggunakan Bahasa Jawa.
Derral yang lelah, dia langsung menggelengkan kepala saja kepada Ava.
" Terserah kamu sajalah Ava ",, sahut dari Derral kepada Ava.
" Aku mau mandi dulu ",, kata Derral lagi kepada Ava.
Selanjutnya Derral langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.
Sedang Ava dia langsung berjalan kearah shofa untuk mengambil kemeja milik Derral yang dipakai oleh Derral semalam.
Ava yang sudah memakai kemeja milik Derral, dia langsung saja duduk diatas ranjang lagi untuk mengecek ponselnya.
Cukup banyak pesan masuk kedalam ponselnya, begitupun dengan email yang dikirimkan oleh sekretaris penggantinya Dian.
Ava pun langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Papah Zohan.
" Halo Pah?? ",, kata Ava kepada Papah Zohan.
" Ava, apakah hari ini kamu kekantor?? ",, tanya Papah Zohan kepada Ava.
" Tidak Pah, hari ini Ava dan Derral tidak berangkat kekantor ",, jawab Ava kepada Papah Zohan.
" Ada apa memangnya Pah?? ",, tanya dari Ava kepada Papahnya.
" Kamu dan Derral segeralah bersiap-siap kemasi pakaian kalian, karena kita semua akan segera terbang keIndonesia hari ini juga ",, jawab dari Papah Zohan kepada Ava.
" KeIndonesia??, apa kita mau berkunjung kevila Opa?? ",, tanya dari Ava kepada Papah Zohan.
" Bukan........... ",, jawab dari Papah Zohan kepada Ava.
" Tapi kita akan menjenguk keadaan dari Dian yang sedang hamil anak dari Kakak kamu Aaric ",, lanjut lagi perkataan dari papah Zohan kepada Ava.
Ava yang mendengar perkataan dari Papah Zohan, dia pun juga sama terkejutnya dengan yang lain, bahkan Ava sampai reflek berteriak dengan cukup keras sekali.
Membuat Derral yang baru saja selesai mandi, dia langsung terlonjak kaget juga mendengar teriakan dari Ava tadi.
" Cepetan kamu kemansion Papah segera bersama Derral, Papah tunggu ",, hanya itu jawaban dari Papah Zohan yang mendengar teriakan dari Ava tadi.
Setelahnya Papah Zohan tanpa mendengar jawaban dari Ava, dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya.
Derral yang melihat Ava sudah selesai menelfon, dia langsung saja berjalan mendekati Ava.
" Siapa yang menelfon Ava??, sampai membuat kamu berteriak begitu, membuatku terkejut saja ",, kata dari Derral kepada Ava.
" Papah.......... ",, jawab dari Ava kepada Derral.
" Papah menyuruh kita untuk mengemasi pakaian kita karena Papah hari ini akan mengajak kita terbang keIndonesia ",, lanjut lagi perkataan dari Ava kepada Derral.
" Indonesia??, apakah kita akan pergi kerumah Opa kamu Ava??, kan kamu juga belum pernah mengajakku kesana?? ",, tanya dari Derral kepada Ava.
" Bukan,........... kita keIndonesia untuk melihat keadaan dari Dian yang sedang hamil anaknya Kak Aaric ",, jawab dari Ava kepada Derral.
" Appppp ",, kata Derral langsung tertahan karena Ava langsung saja membekap mulut Derral.
" Nah kan mau ikutan berteriak sama sepertiku tadi ",, kata Ava sambil melepaskan bekapan tangannya dimulut Derral.
" Huh!!!, pantas saja kamu tadi berteriak cukup kencang sekali Ava ternyata Dian sedang hamil ",, kata Derral kepada Ava.
" Dan Kakak kamu tokcer juga ya, aaah rasanya aku harus kejar tayang lagi, supaya Derral junior bisa segera hadir diperut kamu itu ",, kata Derral lagi kepada Ava.
" Iya, jika ingin nambah lagi, nanti saja, karena sekarang aku ingin mandi ",, jawab Ava kepada Derral sambil berlalu menuju kedalam kamar mandi.
" Sambil menungguku mandi, kamu bersiap-siaplah, dan tolong siapkan baju-baju kita didalam koper yang ingin kita pakai nanti disana ",, kata Ava kepada Derral lagi sebelum menutup pintu kamar mandi.
" Iya istriku ",, jawab Derral kepada Ava.
Setelahnya Ava langsung saja menutup pintu kamar mandinya ketika sudah mendengar jawaban dari Derral.
Sedang Derral dia langsung saja bersiap-siap sambil melaksanakan tugas yang diberikan oleh Ava tadi untuk menyiapkan baju-baju yang ingin mereka bawa.
...๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ...
...***TBC***...