
Semua sesi pernikahan dari Leon dan Via, Chico bisa melihatnya dengan sangat jelas sekali.
Karena Derral sengaja membuat video singkat tentang sesi pemberkatan tadi untuk dia kirimkan kepada Chico.
Supaya mata hati dari Chico bisa semakin terbuka, jika Via memang ditakdirkan bukan menjadi jodohnya.
Chico yang sedang didalam ruang kerjanya, karena tadi ketika dia pergi dari rumah Ayah Markus, dia memutuskan untuk kembali kakantornya lagi.
Saat ini Chico tersenyum dalam sedihnya, karena sedang melihat video yang dikirimkan oleh Derral kepadanya.
" Semoga kamu bahagia Via dengan laki-laki itu ",, kata Chico sambil melihat video yang sedang diputarnya.
" Baru kali ini aku bisa mencintai seoarang perempuan seperti sekarang, dan kamu adalah perempuan pertama yang bisa masuk kedalam hatiku dengan sangat dalam sekali ",, kata Chico lagi sambil memperhatikan wajah cantiknya Via didalam ponselnya.
" Aku harus menenangkan diri sejenak seperti kata Derral, karena jika aku disini terus, aku pasti akan teringat dengan Via yang sedang berbahagia dengan suaminya ",, kata Chico lagi kepada dirinya sendiri.
Setelah itu Chico langsung saja memanggil sekretarisnya untuk masuk kedalam ruang kerjanya.
" Permisi Tuan Chico ",, kata Ben kepada Chico yang sudah masuk kedalam ruang kerja Chico.
" Ben carikan saya tempat tinggal diNegara London, karena saya sementara waktu ingin menetap disana ",, kata Chico kepada Ben.
" Baik Tuan, anda mau tinggal diapartemen, rumah atau mansion Tuan?? ",, kata Ben kepada Chico.
" Mansion saja kalau bisa, kalau tidak ada ya rumah tidak apa-apa, yang penting mewah, dan bagus, karena saya akan mengajak Mamah saya ikut pindah juga bersama saya ",, jawab Chico kepada Ben.
" Rumahnya yang besar dan luas ya Ben, supaya Mamah saya nanti betah tinggal disana ",, kata Chico lagi kepada Ben.
" Baik Tuan, secepatnya saya akan mencarikan rumah yang anda inginkan itu Tuan ",, jawab Ben kepada Chico.
" Oh ya, jangan lupa juga nanti atur surat kepindahanku keLondon, karena saya secepatnya ingin segera pindah kesana ",, kata Chico kepada Ben.
" Baik Tuan Chico ",, jawab Ben dengan mantap kepada Chico.
" Emm Tuan, jika anda menetap diLondon, siapakah yang akan mengandle Perusahaan anda yang ada disini Tuan?? ",, kata Ben kepada Chico.
" Handle kamu saja Ben, saya percayakan kepada kamu, jangan pernah berani mencoba mengkhianati saya, karena kamu tahu sendiri hukuman apa yang akan kamu terima jika berani bermacam-macam dengan saya Ben ",, jawab Chico kepada Ben.
" Dengan senang hati saya akan mengemban kepercayaan anda Tuan, dan saya berjanji tidak akan mengecewakan anda Tuan ",, jawab mantap dari Ben kepada Chico.
" Baiklah, segera kerjakan apa yang tadi saya perintahkan, secepatnya segera kabari saya Ben ",, kata Chico kepada Ben.
" Baik Tuan, permisi ",, kata Ben kepada Chico sambil sedikit menundukkan badannya kepada Chico.
Setelah kepergian dari Ben, Chico langsung saja menyandarkan punggungnya kesandaran kursi mahal miliknya itu.
Dan Chico berjanji kepada dirinya sendiri, jika dia sudah tidak mau mengganggu lagi hubungan Via dan Leon.
Karena Chico tidak mau mengecewakan sang sahabat yaitu Derral yang sudah begitu baik sekali kepadanya.
Beralih keAaric dan kita meninggalkan Chico.
Jika diSpanyol waktu baru menunjukkan siang hari, itu artinya diIndonesia sudah menunjukkan pukul sekitar enam sore.
Dan seharian itu Aaric bersama Dian menghabiskan waktu mereka berdua saja dirumah Ayah Chyou.
" Mamah, Ayah pulang dulu ya, sekarang sudah jam enam sore, kita sudah seharian lho bersama ",, kata Aaric kepada Dian.
Dan mereka berdua pun sudah tidak sungkan-sungkan lagi memanggil dengan panggilan dengan Ayah dan Mamah.
" Lagi pula sebentar lagi kita akan menikah sayang, tingga satu hari lagi kita akan tinggal bersama ",, sambung lagi perkataan dari Aaric kepada Dian yang sedang memeluk lengannya dengan manja.
Saat ini Aaric dan Dian sedang duduk santai diruang Keluarga rumah Ayah Chyou.
" Iya Dian, biarkan Nak Aaric pulang dulu, kasihan nanti jika kemalaman pulangnya, vila Opanya cukup jauh lho dari sini ",, kata Ayah Chyou dengan tiba-tiba kepada Dian.
Ayah Chyou yang baru saja keluar dari dalam kamar dan sedang berjalan menuju keruang Keluarga, dia yang tidak sengaja mendengar perkataan dari Aaric tadi, Ayah Chyou langsung saja menyahut perkataan dari Aaric.
" Tapi Dian rasanya tidak mau jauh dari Kak Aaric Ayah ",, jawab Dian kepada Ayah Chyou sambil melepaskan pelukannya tadi dilengan Aaric.
" Kan besok kita bisa bertemu lagi Dian, dan besoknya lagi juga kita akan menikah ",, kata Aaric sambil mengusap lembut rambutnya Dian.
Dian tidak mau menjawab perkataan dari Aaric, dia hanya menampilkan wajah sedihnya dihadapan Aaric dan juga Ayah Chyou.
" Baiklah, hati-hati dijalan ya Kak ",, kata Dian akhirnya kepada Aaric dengan wajah sedih dan sedikit tidak rela.
Ayah Chyou yang melihat sikap dari Dian kepada Aaric yang sangat manja sekali, dia hanya menggelengkan kepalanya saja.
Dan ketika Aaric ingin beranjak pergi dari ruang Keluarga untuk pulang kevila sang Opa, tiba-tiba saja Aaric berpas-pasan dengan Mamah Sherlly yang baru saja ingin bergabung duduk diruang Keluarga.
" Lho Nak Aaric, mau kemana??, apa tidak mau makan malam disini dulu Nak??, ini sudah mau jam makan malam lho ",, kata Mamah Sherlly kepada Aaric.
" Tidak Mah, nanti malah Aaric bisa kemalaman pulangnya, Aaric pamit pulang dulu ya Mah ",, jawab Aaric kepada Mamah Sherlly.
Dan Aaric sekarang sudah memanggil Mamah Sherlly serta Ayah Chyou dengan panggilang Ayah dan juga Mamah.
" Baiklah hati-hati dijalan ya Nak, jangan lupa memberi kabar kepada Dian nanti, jika kamu sudah sampai divila Opa kamu ",, kata Mamah Sherlly kepada Aaric sambil menggunakan Bahasa Inggris.
Sebab Aaric belum bisa menggunakan Bahasa Indonesia.
Dan daritadi juga Ayah Chyou berbicara dengan Aaric juga menggunakan Bahasa Inggris.
Kecuali dengan Dian, terkadang Aaric menggunakan Bahasa Inggris atau juga Bahasa Spanyol.
Ketika Aaric sudah berpamitan pulang kepada Mamah Sherlly dan Ayah Chyou, Aaric pun langsung saja masuk kedalam mobilnya.
Sedangkan Dian ketika Aaric sudah keluar dari rumah Ayah Chyou, Dian langsung saja masuk kedalam kamarnya sendiri.
Jam makan malam pun tiba, Mamah Sherlly yang merasa Dian tidak segera keluar dari dalam kamarnya untuk makan malam, Mamah Sherlly mencoba ingin memanggil Dian untuk segera keluar.
Namun Mamah Sherlly sedikit terkejut, ketika dia sudah masuk kedalam kamar Dian, Mamah Sherlly melihat Dian sedang menggigil seperti merasa kesakitan.
Semakin terkejut pula ketika Mamah Sherlly mencoba menyentuh badan Dian, sebab badan Dian ternyata sedang sangat panas sekali.
Mamah Sherlly yang khawatir dengan keadaan dari Dian, dia langsung saja memanggil sang suami yaitu Ayah Chyou untuk segera masuk kedalam kamar Dian.
Kak Lii dan Phillip yang mendengar teriakan dari Mamah Sherlly tadi, mereka juga ikut mendekat kearah Mamah Sherlly bersama Ayah Chyou.
Aaric sendiri yang baru saja sampai divila sang Opa, dan baru saja ingin masuk kedalam vila.
Tiba-tiba saja ponsel yang sedang dia genggam berdering dengan cukup kencang sekali.
Melihat nama Dian dipanggilan masukknya dia langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu.
Namun ketika Aaric sudah mengangkat sambungan telefon itu, dia langsung dibuat sangat terkejut sekali karena ternyata yang menelfon adalah Ayah Chyou yang ingin mengabarkan jika Dian sedang demam dan selalu memanggil nama Aaric terus.
Seperti tidak merasa capek, alhsil Aaric langsung saja masuk lagi kedalam mobilnya untuk kembali kerumah Ayah Chyou.
Mau bagaimanapun bagi Aaric, Dian sekarang adalah hidupnya, selagi bisa dia lakukan, akan Aaric lakukan demi Dian.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...