Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
TERHARU



Ayah Chyou yang sudah masuk kedalam kamar Dian dan melihat anak putrinya yang wajahnya terlihat sangat pucat sekali.


Ada rasa sedikit sesak dan khawatir didalam dada Ayah Chyou, namun Ayah Chyou berusaha menyembunyikan perasaan itu dihadapan Dian.


Dian sendiri ketika melihat Ayahnya mulai berjalan mendekat kearah ranjangnya, dia sedikit semakin meringkukkan badannya karena takut akan dimarahi oleh sang Ayah.


" Apa Ayah sebegitu seramnya dimata kamu Dian??, hingga kamu sangat ketakutan sekali kepada Ayah seperti ini ",, kata Ayah Chyou kepada Dian ketika dia sudah sampai disamping ranjangnya Dian.


Dian reflek langsung saja menggelengkan kepalanya dengan takut-takut kepada sang Ayah.


Ayah Chyou yang melihat Dian ketakutan kepadanya, dia langsung saja mencoba tersenyum manis kepada Dian.


Setelahnya Ayah Chyou langsung saja duduk disamping ranjang milik Dian untuk berbicara kepada Dian.


" Maafkan Ayah Dian............. ",, kata Ayah Chyou mencoba berbicara dari hati kehati kepada Dian.


" Ayah sungguh memang kecewa kepada kamu, karena kamu sudah melanggar kepercayaan dari Ayah ",, kata Ayah Chyou lagi kepada Dian.


Sedang Dian dia masih saja diam sambil terus mendengarkan Ayahnya yang sedang berbicara.


" Tapi bodohnya Ayah, mau bagaimanapun Ayah membuang kamu, kamu tetap anak Ayah, darah daging Ayah, dan dengan tangan ini Ayah membesarkanmu bersama Kakak dan juga adikmu ",, kata Ayah Chyou kepada Dian sambil menunjukkan kedua telapak tangannya dihadapan Dian.


Dian tanpa sadar ketika mendengar perkataan dari Ayahnya, dia langsung meneteskan air matanya.


" Ayah memaafkanmu Dian, dan anak kamu itu adalah cucu pertamanya Ayah, kebanggaan Ayah, walau harus terjadi disaat yang tidak tepat,............ apakah sekarang kamu juga mau memaafkan kesalahan Ayah Dian yang kemarin sudah membentakmu ?? ",, kata Ayah Chyou lagi kepada Dian.


Dian tanpa banyak berbicara dia langsung saja menabrak tubuh sang Ayah untuk dia peluk dengan sangat erat sekali.


Tidak lupa juga air matapun mengalir deras dari kedua kelopak matanya Dian.


Dan Ayah Chyou pun juga sampai meneteskan air matanya dengan keadaan haru antara dirinya bersama Dian.


Ayah Chyou yang dipeluk dengan tiba-tiba oleh Dian, dia pun langsung membalas pelukan dari Dian tidak kalah eratnya juga.


Ketika Dian sudah puas memeluk Ayahnya, dia langsung saja melepaskannya sambil berkata sesuatu.


" Ayah tidak perlu meminta maaf kepada Dian, justru Dianlah yang seharusnya meminta maaf kepada Ayah, karena sudah mengecewakan kalian semua terutama Ayah ",, kata Dian kepada Ayah Chyou.


" Maafkan Dian Ayah, maafkan Dian yang sudah membuat Ayah malu dengan kehamilan dari Dian ini yang hamil sebelum menikah ",, kata Dian lagi kepada Ayah Chyou.


" Ayah sudah tidak malu lagi Nak, biarlah orang lain mau berkata apa Ayah sudah tidak peduli, yang Ayah pedulikan sekarang, cucu Ayah harus menjadi anak yang kuat dan tidak boleh kekurangan gizi sama sekali ",, jawab Ayah Chyou kepada Dian sambil mengusap air matanya Dian.


" Untuk Apa mempedulikan perkataan orang lain, toh kita juga tidak meminta makan sama dia, yang ada merekalah yang akan bersyukur jika kita menderita, bahagia jika kita terpuruk, dan iri jika kita sedang berjaya ",, kata Ayah Chyou lagi kepada Dian.


" Jadi sekarang kamu harus lebih banyak senyum dan bahagia, supaya cucu Ayah ini tidak ikut-ikutan bersedih, karena itu tidak baik untuk perkembangannya ",, sambung lagi perkataan dari Ayah Chyou kepada Dian.


" Iya Ayah, Dian sayang sekali sama Ayah ",, kata Dian kepada Ayah Chyou sambil memeluk lagi sang Ayah.


" Oh ya, Keluarga Tuan Zohan, mereka semua sudah tiba diIndonesia, dan malam nanti mereka semua akan kesini untuk membicarakan pernikahan kamu dengan Aaric, kamu harus dandan yang cantik ya jika bisa keluar dari dalam kamar ",, kata Ayah Chyou kepada Dian.


Sungguh Dian sangat terkejut sekali mendengar kabar itu, akan tetapi rasa terkejut yang Dian rasakan dia sembunyikan dari Ayah Chyou.


Dan Dian memperlihatkan wajah yang baik-baik saja dihadapan Ayahnya.


" Iya Ayah, semoga saja nanti dedek bayinya mau diajak bertemu dengan Ayahnya ",, jawab Dian kepada Ayah Chyou sambil tersenyum manis.


" Kamu baik-baik dirumah dan jika membutuhkan sesuatu katakanlah kepada Mamah ",, sambung lagi perkataan dari Ayah Chyou kepada Dian.


" Iya Ayah, hati-hati ya nanti dijalan, Dian mau didalam kamar dulu, karena rasanya perut dan badan Dian tidak kuat untuk diajak jalan keluar kamar ",, jawab Dian kepada Ayah Chyou.


Ayah Chyou hanya menanggapi perkataan dari Dian dengan tersenyum saja.


Setelahnya Ayah Chyou langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari dalam kamar Dian.


Semua yang dibicarakan oleh Ayah Chyou kepada Dian, Mamah Sherlly melihat dan mendengarnya semua.


Mamah Sherlly yang tadi baru saja keluar dari dalam dapur ingin berjalan kearah kamar Dian, dia tidak sengaja melihat sang suami sudah masuk terlebih dahulu kedalam kamar Dian.


Dan Mamah Sherlly akhirnya memutuskan untuk mengintip serta menguping apa yang dibicarakan oleh Ayah Chyou kepada Dian.


Tidak cuma Dian saja yang tadi menangis karena terharu, Mamah Sherlly pun juga ikut menangis dan terharu melihat kedekatan dari Ayah Chyou kepada Dian.


Ketika Mamah Sherlly melihat Ayah Chyou sedang berjalan keluar dari dalam kamar Dian, dengan sengaja Mamah Sherlly berdiri didepan pintu untuk menyambut sang suami yang ingin keluar.


" Mamah??!!, sudah lama Mamah berdiri disini?? ",, kata Ayah Chyou yang terkejut ketika membuka pintu kamar Dian melihat sang istri sudah berdiri didepan pintu.


" Sudah daritadi suamiku ",, jawab Mamah Sherlly kepada Ayah Chyou sambil tersenyum manis dan juga sambil menggandeng lengan Ayah Chyou dengan mesra.


" Jadi Mamah mendengar semuanya tadi?? ",, tanya Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly.


" Iya Mamah mendengar semuanya, sudah yuk kita sarapan, sudah siang nanti Ayah bisa kesiangan berangkat kekantornya ",, jawab Mamah Sherlly kepada Ayah Chyou.


" Iya ayo ",, kata Ayah Chyou juga sambil merangkul mesra pundak sang istri.


Setelahnya Ayah Chyou dan Mamah Sherlly pun melangkahkan kaki mereka untuk turun dari tangga menuju keruang makan yang ada dirumah mereka.


Perasaan lega dirasakan oleh Ayah Chyou, Mamah Sherlly, Kak Lii dan terutama Dian, karena mereka semua akhirnya sudah bisa saling bermaaf-maafan satu sama lainnya.


Selebihnya sekarang mereka akan menyambut kedatangan sang calon besan beserta calon suami dari Dian, yaitu Aaric.


Dian sendiri walau dia masih marah kepada Aaric, dia akan mencoba berdamai kepada hatinya.


Karena bagaimana pun juga Aaric tetaplah Ayah dari anak yang sedang dikandungnya.


Dan Dian yakin, dengan berjalannya waktu, perasaan marah yang dia rasakan kepada Aaric, pasti lama-kelamaan akan luntur juga.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Berhubung author mau ada acara Keluarga sama seperti Dian, niiiih tak kasih pagiπŸ€—.


Tak sempat-sempatin Up bab supaya para readers juga ikut bahagia sama seperti merekaπŸ˜‰.


Kurang baik apa coba aku🀣🀣🀭


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...