Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
CHICO



Sedang pagi dirumah mewah milik Chico, dia saat ini ketika bangun tidur sekitar jam setengah tujuh pagi tadi, kepala dia langsung saja dibuat pusing karena orang suruhannya belum bisa mendapatkan informasi tentang rumah Via atau keberadaaan dari Vianya sendiri.


Perasaan gundah yang sedang Chico rasakan membuat Chico mudah marah dengan siapa saja, termasuk kepada para asisstan rumahnya.


Chico yang sudah selesai bersiap-siap untuk berangkat kekantor, dia langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya untuk menuju kedalam mobilnya yang sudah disiapkan oleh para anak buahnya sejak pagi tadi.


" Apakah anda tidak sarapan dulu Tuan Chico?? ",, tanya kepala asisstan rumah tangganya kepada Chico.


" Tidak!! ",, jawab singkat dari Chico sambil langsung saja berlalu keluar dari rumah mewahnya.


Ketika didalam mobil pun Chico tidak banyak berbicara dan terus mengecek ponselnya karena siapa tahu ada pesan masuk penting yang terkirim kedalam ponselnya.


Akan tetapi sayang, hal yang Chico harapkan tidak terkabul juga.


Sekitar empat puluh lima menit akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Chico sampai juga didepan pelataran loby kantornya.


Penjaga pintu masuk loby kantor Chico, mereka langsung saja membukakan pintu mobilnya untuk Chico dan menyapa Chico dengan hormat.


Namun Chico yang disapa dia hanya diam saja tidak mempedulikannya.


Chico yang sudah sampai didalam ruang kerjanya, dia langsung saja mengecek semua email dan berkas-berkas yang sudah ada diatas meja kerjanya.


Dengan sangat serius sekali Chico mengerjakan semua pekerjaannya untuk mengalihkan fikirannya dari Via.


Dan ketika baru satu jam lamanya Chico bekerja, tiba-tiba saja pintu ruang kantornya diketuk dari luar.


Chico langsung saja mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu itu kedalam ruangannya.


Ternyata yang mengetuk pintunya adalah sekretarisnya Chico sendiri yaitu Ben.


" Ada apa Ben?? ",, tanya Chico kepada Ben yang sudah berdiri didepan meja kerjanya.


" Tuan, ada berita bagus untuk anda Tuan, dan ini tentang Nona Via ",, jawab Ben kepada Chico.


Chico yang sedang sibuk menandatangi berkas kerjanya, dia langsung saja menghentikan gerakannya dan langsung juga menaruh bolpoinnya itu.


" Cepat katakan kepada saya!! ",, perintah tegas dari Chico kepada Ben dengan tidak sabaran.


" Nona Via ternyata anak dari Tuan Markus Tuan, Tuan Markus dia pengusaha besi beton, kerangka besi untuk bangunan, baja ringan dan sejenisnya Tuan ",, lapor dari Ben kepada Chico.


" Dan ternyata Perusahaan anda dulu pernah mengambil besi dan kerangka baja diPerusahaannya Tuan Markus untuk pembangunan Perusahaan anda yang ada dijalan G ",, lanjut lagi laporan dari Ben kepada Chico.


" Apakah kamu tahu dimana alamat Perusahannya Tuan Markus Ben?? ",, tanya Chico kepada Ben.


" Tahu Tuan ",, jawab Ben kepada Chico sambil mengangguk.


" Sekarang ayo antarkan saya kePerusahaannya Ben ",, kata Chico sambil berdiri dari duduknya.


" Tunggu Tuan ada satu hal lagi yang ingin saya laporkan kepada anda Tuan Chico ",, kata Ben lagi kepada Chico dan langsung saja menghentikan gerakan dari Chico lagi.


" Apa itu Ben?? ",, tanya dari Chico kepada Ben.


" Ini Tuan ",, jawab Ben kepada Chico sambil memberikan secarik kertas note kepada Chico.


" Apa ini?? ",, tanya Chico lagi kepada Ben.


" Itu alamat rumah Nona Via Tuan Chico ",, jawab dari Ben kepada Chico.


Chico langsung saja terlihat cerah wajahnya ketika mendengar semua laporan yang sungguh sangat dinanti-natikannya sejak kemarin.


Dan Chico langsung saja membaca dengan seksama alamat rumah kedua orang tuanya Via, setelahnya Chico langsung saja memasukkan kertas itu kedalam saku jasnya.


" Ayo Ben, antarkan saya untuk menemui Tuan Markus saat ini juga ",, kata Chico kepada Ben.


" Baik Tuan ",, jawab Ben kepada Chico sambil mengangguk.


Sekitar satu jam perjalanan akhirnya Chico dan Ben sampai juga didepan gedung kantor dari Ayah Markus, Ayah dari Shelvia alias Via.


Ben yang sudah turun lebih dahulu dia langsung saja membukakan pintu mobilnya untuk Chico.


Setelah itu Chico yang didampingi oleh Ben langsung saja menuju keruang kerjanya Ayah Markus setelah tadi Ben sudah bertanya kepada resepsionis.


Ayah Markus yang mendapat laporan dari sekretarisnya jika ada CEO dari Perusahaan PT. C.A Tbk yaitu Chico ingin menemuinya.


Ayah Markus langsung saja menyuruh sekretarisnya untuk menyuruh Chico langsung masuk keruangannya.


Chico dan Ben yang sudah sampai dilantai dimana ruang kerja Ayah Markus berada, mereka langsung saja disuruh masuk oleh sekretaris dari Ayah Markus.


" Silahkan duduk Tuan ",, kata Ayah Markus kepada Chico.


" Ben ",, kata Chico kepada Ben sambil mengkode untuk keluar.


Ben yang mengerti maksud dari Chico dia langsung saja berpamitan untuk keluar dari dalam ruang kerja Ayah Markus.


" Mosha buatkan minuman untuk tamu saya ",, kata Ayah Markus kepada Mosha sekretarisnya melalui sambungan telefon.


Setelahnya Ayah Markus langsung saja duduk dishofa seberangnya Chico.


" Maaf??, dengan siapa saya berhadapan ya Tuan?? ",, kata Ayah Markus dengan sopan kepada Chico.


" Saya Chico Tuan Markus ",, jawab Chico kepada Ayah Markus.


" Ada hal apa yang membuat anda datang kesini Tuan Chico??, apa ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya Ayah Markus kepada Chico.


" Ada ",, jawab singkat dari Chico kepada Ayah Markus.


" Apa itu Tuan Chico kalau boleh saya tahu?? ",, kata Ayah Markus lagi kepada Chico.


" Apakah saya bisa menanamkan saham saya disini Tuan Markus, jika diperbolehkan saya akan menanamkan saham disini sebanyak empat puluh persen ",, kata Chico kepada Ayah Markus.


Dan tidak tahukah Ayah Markus jika Chico sedang mencoba mendekati anda untuk bisa mendapatkan hati anak anda yaitu Via.


Ayah Markus yang mendengar perkataan dari Chico dia terkejut sekaligus senang sekali, sebab itu artinya dia bisa semakin mengembangkan Perusahaannya dan menambah pundi-pundi pemasukkannya.


" Boleh Tuan Chico, boleh sekali ",, jawab Ayah Markus kepada Chico dengan ekspresi yang sangat senang sekali.


" Baiklah hanya itu yang ingin saya sampaikan kepada anda Tuan Markus, secepatnya saya tunggu berkas-berkasnya dimeja kantor saya ",, kata Chico lagi kepada Ayah Markus.


" Baik nanti saya akan menyuruh sekretaris saya untuk membuatkan berkas kerjasama kita, dan bolehkah saya tahu dimana alamat kantor anda Tuan Chico??, supaya saya bisa gantian berkunjung kekantor anda ",, kata Ayah Markus kepada Chico.


Chico langsung saja mengambilkan kartu namanya dari dalam dompetnya dan langsung saja memberikannya kepada Ayah Markus.


Setelah itu Chico langsung saja berpamitan pergi kepada Ayah Markus untuk kembali pulang kekantornya.


Chico sangat senang sekali didalam hatinya karena sudah bisa mendekati Ayah Markus dengan mudah.


Senyum miring terpatri indah dibibir seksinya itu, hingga membuat Chico terlihat semakin tampan saja.


" Kita tunggu saatnya Via, apakah kamu bisa lolos lagi dariku atau tidak ",, kata Chico didalam hatinya untuk Via yang sedang berada dirumah Leon.


...πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«...


Apakah akan ada cinta segi-segi-segi yang sudutnya lebih dari satu🀣.


Kita saksikan saja kisah selanjutnya😘.


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...