Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DOKTER RAVA



" Sek-sek-sek, kupingku ora salah krungu tho iki kang Mas Derral?? " ( Sebentar-sebentar-sebentar, telingaku tidak salah dengar kan ini Mas Derral?? ) ",, begitulah kata Ava ketika mendengar jawaban dari Derral tadi kepada Papah Zohan.


Semua orang yang mendengar perkataan dari Ava, mereka semua langsung saja terbengong dan bingung dengan ekspresi mereka sendiri-sendiri.


Namun ekspresi bengong yang paling lucu ya ekspresi dari Mami Elsie, sebab dia sampai membuka mulutnya ketika mendengar perkataan dari Ava yang sungguh baru pertama kali dia dengar itu.


Sedangkan Papi Alano dia juga langsung membuka mulutnya namun tidak separah Mami Elsie.


" Ava..........., bisakah istri cantikku ini kalau berbicara menggunakan Bahasa yang kita fahami?? ",, kata Derral sambil menekan giginya karena merasa gemas dengan Ava yang selalu menggunakan Bahasa Jawa Bahasa yang selalu membuat telinganya geli.


" Waaaaah, Bahasanya lucu, Bahasa apa itu tadi Nak?? ",, kata Mami Elsie kepada Ava ketika dia sudah bisa menguasai rasa terbengongnya tadi.


" Heh..... lucu sekali Bahasanya ",, kata Papi Alano kepada Ava sambil tertawa kecil.


Sedangkan Mamah Gretl dan Papah Zohan mereka hanya menggelengkan kepalanya saja sebab mereka sudah terbiasa mendengar Bahasa Jawa yang sering Ava katakan itu.


" Itu Bahasa Jawa Mi, Bahasa untuk penduduk diPulau Jawa yang ada diNegara Indonesia ",, jawab Ava kepada Mami Elsie.


" Mami mau dong, ajarin bisa berBahasa Jawa seperti itu Nak Ava ",, kata Mami Elsie kepada Ava dengan sangat bersemangat sekali.


" Nggeh mangke Ava tuturi Mi " ( Iya nanti Ava ajari Mi ) ",, jawab Ava kepada Mami Elsie.


" Lhah ko Bahasanya yang itu lebih enak lagi didengar Ava?? ",, tanya Mami Elsie kepada Ava.


" Kalau yang tadi memang untuk berbicara dengan orang yang lebih tua Mi, Bahasa Jawa yang lebih halus lagi ",, jawab Ava kepada Mami Elsie.


Sedangkan yang lainnya mereka malah menyimak saja pembicaraan antara Ava dan Mami Elsie.


" Waaah banyak sekali ternyata Bahasanya, Mami mulai tertarik nih, biar nanti bisa buat Mami kata-katain keteman-teman Mami yang pada songong dan sombong itu ",, kata Mami Elsie kepada Ava.


Dan Ava yang mendengar jawaban dari Mami Elsie dia langsung saja tertawa dengan lucu sekali.


Begitupun dengan Papi Alano, dia langsung saja menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari Mami Elsie.


" Baik, siap nanti kalau Mami ada waktu, kita belajar bersama ya Mami ",, kata Ava kepada Mami Elsie.


" Sepertinya sudah cukup lama Papi sama Mami disininya Ava, kalau begitu Papi sama Mami pamit mau pulang dulu Ava, Tuan Zohan, Nyonya Gretl ",, kata Papi Alano kepada Ava dan juga Papah Zohan serta Mamah Gretl.


" Apakah anda tidak mau mampir untuk makan siang dulu disini Tuan Alano, sebab ini waktu juga sudah menunjukkan pukul sebelas siang ",, kata Papah Zohan kepada Papi Alano.


" Lain waktu saja Tuan Zohan, dan terimakasih atas tawarannya ",, tolak sopan dari Papi Alano kepada Papah Zohan.


" Baiklah kalau begitu Tuan Alano ",, jawab dari Papah Zohan kepada Papi Alano.


Dan setelahnya mereka semua langsung saja berdiri untuk mengantarkan kepulangan dari Papi Alano dan juga Mami Elsie.


Ketika Papi Alano dan Mami Elsie sudah berlalu keluar dari dalam mansion Papah Zohan, Papah Zohan langsung saja bertanya lagi kepada Derral.


" Apakah kamu terburu-buru untuk pulang juga Derral?? ",, tanya Papah Zohan kepada Derral.


" Tidak Pah, kita pulangnya nanti setelah makan malam, sekalian menyiapkan barang-barang yang ingin dibawa oleh Ava ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.


" Baiklah, kalau begitu sana ajak Ava beristirahat, supaya badan dia cepat sembuh, dan jangan diajak bermain gulat dulu Derral, biar kering dulu itu jahitan luka tusuknya Ava ",, kata Papah Zohan kepada Derral.


Dan Ava langsung saja tersenyum lucu ketika mendengar perkataan dari Papah Zohan.


Sedangkan Derral sendiri dia langsung saja melirik tajam kearah Ava yang sedang mentertawakannya.


Dan ketika Derral serta Ava ingin berlalu masuk kedalam kamar mereka, tiba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan seorang Dokter kemansion Keluarga Altherr.


" Permisi Tuan, saya Dokter Rava yang ditugaskan oleh Dokter Paul untuk datang kesini ",, kata Dokter muda yang cukup tampan dan seumuran dengan Derral kepada Papah Zohan.


" Oh ya ayo mari silahkan masuk Dokter, mari ikut saya ",, jawab Papah Zohan kepada Dokter Rava.


Dokter Rava langsung saja tersenyum formal sambil mengangguk saja kepada Papah Zohan.


Tadi ketika Papah Zohan yang sedang menghubungi Dokter Pribadi Keluarganya yaitu Dokter Paul, ternyata Dokter Paul sedang ada seminar diluar negeri selama tiga bulan lamanya, alhasil Dokter Paul mengirimkan Dokter Rava yaitu asisstan kepercayaannya yang ada dirumah sakit untuk menggantikannya sementara waktu.


" Papah, kenapa Papah mengundang Dokter kesini??, dan kenapa tidak mengundang Dokter Paul saja Pah?? ",, tanya Ava kepada Papah Zohan.


" Dokter Paul sedang ada seminar diluar Negeri Ava ",, jawab Papah Zohan kepada Ava.


Dan Dokter Rava ketika melihat wajah cantik natural dari Ava, dia langsung saja terpesona serta langsung jatuh hati untuk pertama kalinya kepada Ava.


Derral yang mengerti akan arti tatapan itu dari Dokter Rava kepada Ava, dia langsung saja merangkul pundak Ava sambil memandang Dokter Rava dengan tatapan yang sangat mematikan sekali.


Dokter Rava sadar jika dia dilihat seperti itu oleh Derral, dan Dokter Rava langsung saja mengalihkan pandangannya kearah lain sambil curi-curi pandang kepada Ava.


" Kalau begitu kami mau ijin masuk dulu Pah kedalam KAMAR ",, kata Derral kepada Papah Zohan sambil menekan kata kamar untuk membuat Dokter Rava sadar.


Papah Zohan hanya mengangguk saja kepada Derral.


Dan setelahnya Derral langsung saja menuntun Ava untuk berlalu menuju kedalam kamar mereka.


Sedang Dokter Rava masih terus menatap punggung Ava yang sudah berlalu dari hadapannya dengan tatapan memuja yang tidak disadari oleh semua orang kecuali Derral seorang.


" Mari Dokter ",, kata Papah Zohan kepada Dokter Rava untuk mengantarkan Dokter Rava kedalam kamar Aaric.


" Iya Tuan ",, jawab Dokter Rava kepada Papah Zohan.


" Papah siapa yang sakit?? ",, tanya Mamah Gretl sambil mengikuti langkah kaki dari Papah Zohan.


" Aaric ",, jawab singkat dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.


" Apakah Papah menghukumnya?? ",, tanya dari Mamah Gretl lagi sambil menghentikan langkah kaki dari Papah Zohan.


" Iya ",, jawab singkat dari Papah Zohan lagi juga kepada Mamah Gretl.


" Apa kali ini yang membuat Papah marah hingga membuat Aaric dihukum seperti ini Pah?? ",, tanya lagi dan lagi dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.


" Nanti akan Papah ceritakan ",, jawab dari Papah Zohan dengan singkat lagi kepada Mamah Gretl.


Dan setelahnya Papah zohan langsung saja berlalu dari hadapan Mamah Gretl untuk menuju kedalam kamar Aaric yang berada dilantai dua mansionnya.


Mamah Gretl sepeninggalan dari Papah Zohan dia langsung saja menunjukkan wajah sedihnya, sebab dia sebagai seorang ibu pastilah sedih jika melihat anaknya dihukum seperti itu oleh suaminya yang notabennya adalah Ayah kandungnya sendiri.


Tapi bagaimana pun juga Mamah Gretl tidak bisa membantu atau menolong Aaric jika semua kesalahan tertuju kepada Aaric.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...