
Sedang kita geser keAva dan Derral lagi.
Ava yang tiba-tiba merasa kebas dikakinya dia mencoba membuka matanya untuk melihat kenapa kakinya bisa merasa seperti kesemutan itu.
Dan ketika sudah dilihat oleh Ava, ternyata kakinya sedang ditindih oleh kaki milik Derral.
Ava lalu mencoba menyingkirkan kaki Derral dari atas kakinya.
Setelahnya Ava langsung saja mencoba menggapai ponselnya yang dia taruh diatas meja samping ranjangnya.
Ketika Ava sudah membuka ponselnya, dia melihat begitu banyak pesan masuk kedalam ponselnya, serta beberapa email yang masuk juga kedalam emailnya.
" Dian?? ",, kata Ava ketika melihat ada beberapa pesan yang dikirimkan oleh Dian kedalam ponselnya.
Ava langsung saja membuka dan membaca semua pesan yang dikirimkan oleh Dian kepadanya sejak tadi.
" Ono opo maneh iki??, ko feelingku Dian lagi duwe masalah karo Kak Aaric?? " ( ada apa lagi ini??, ko feelingku Dian sedang ada masalah dengan Kak Aaric?? ) " ,, kata Ava ketika sudah membaca semua pesan yang tadi dikirimkan oleh Dian kepadanya.
" Sudah hampir jam lima ternyata, cukup lama juga aku tidurnya ",, kata Ava ketika dia melihat jam yang menggantung indah didindingnya.
Setelahnya Ava lalu mencoba beranjak bangun dari tidurnya meninggalkan Derral yang masih cukup lelap sekali dalam tidurnya itu.
Ava yang sudah turun dari atas ranjang, dia langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk mandi sore.
Dan ketika Ava sudah keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat Derral masih saja tertidur dengan lelap namun berbeda posisi tidur saja dari sebelumnya.
Ava langsung saja masuk kedalam ruang walk in closetnya untuk berganti baju rumahan yang dia punya sambil juga memasukkan beberapa baju kedalam koper miliknya untuk dia bawa kemansion Derral nanti malam.
" Hmm, mulai nanti malam aku sudah tidak tidur disini, melainkan akan tidur dimansion suamiku ",, kata Ava dengan lesu sambil memasukkan baju-bajunya kedalam kopernya.
" Suami?? ",, kata Ava sambil terus berbicara sendiri.
" Ini semua karena sumpah yang Derral ucapkan kemarin, akhirnya membuatku terjebak menjadi istrinya ",, kata Ava lagi sambil berbicara sendiri dengan bayangannya yang ada dicermin.
" Antara menyesal dan tidak menyesal membantu dia kemarin ",, kata Ava lagi sambil menyandarkan badannya dicermin didepannya.
" Hah, wis benlah.... ngelu dewe sirahku mikirke sing wis kelakon " ( Hah sudahlah..... pusing sendiri kepalaku memikirkan yang sudah terjadi ) ",, kata Ava lagi namun menggunakan Bahasa Jawa.
Setelah itu Ava lalu beranjak keluar dari dalam ruang walk in closetnya dan langsung saja keluar dari dalam kamar meninggalkan Derral yang masih tertidur dan saat ini Derral tidur dengan posisi tengkurap.
Ava yang sudah keluar dari dalam kamar, dia langsung saja turun kebawah, tepatnya keruang keluarga mansion sang Papah.
" Sore Pah....... ",, sapa Ava kepada Papah Zohan yang sedang membaca koran.
Papah Zohan langsung saja menyingkirkan korannya untuk melihat Ava yang baru saja menyapanya.
" Iya sore....... ",, sapa balik dari Papah Zohan sambil melanjutkan lagi membaca korannya.
Sedang Ava dia langsung saja duduk dishofa yang tidak jauh dari shofa yang diduduki oleh Papah Zohan.
Ava yang sudah duduk, dia langsung saja menyalakan televisi yang ada didepannya menggunakan remot yang ada diatas meja.
" Sendirian saja Ava, dimana suami kamu?? ",, tanya Papah Zohan dengan mata yang terus menatap koran yang sedang dibacanya.
" Masih tidur Pah, dan ini Mamah dimana Pah, ko tidak kelihatan?? ",, tanya Ava kepada Papah Zohan.
" Lagi arisan sama teman-temannya ",, jawab Papah Zohan kepada Ava.
" Sudah daritadi Mamah berangkatnya Pah?? ",, tanya Ava lagi kepada Papahnya.
" Baru setengah jam yang lalu kira-kira ",, jawab Papah Zohan kepada Ava dengan mata yang masih fokus kekoran yang sedang dibacanya.
" Pah Ava mau tanya dong ",, kata Ava kepada Papah Zohan.
" Tapi ini beda Pah yang ingin Ava tanyakan kepada Papah ",, kata Ava kepada Papah Zohan.
" Iya sudah tanyakan saja, jika Papah bisa menjawab pasti akan Papah jawab ",, kata Papah Zohan kepada Ava.
" Apakah Papah tahu ada masalah apa antara Kak Aaric dan Dian?? ",, tanya Ava kepada Papah Zohan.
" Karena Dian baru saja mengirimkan pesan kepada Ava untuk meminta ijin tidak masuk kekantor sementara waktu dan dia akan menjelaskan jika sudah kembali keSpanyol lagi Pah ",, lanjut lagi perkataan dari Ava kepada Papah Zohan.
Papah Zohan yang mendengar perkataan dari Ava, dia langsung saja menghentikan membaca korannya itu, dan langsung juga menatap Ava.
" Kenapa Papah melihat karah Ava seperti itu, Ava ini sedang bertanya kepada Papah?? ",, kata Ava kepada Papah Zohan.
Sebab Papah Zohan malah menatap Ava dengan tatapan yang cukup lekat sekali.
" Kakak kamu sudah meniduri Dian Ava ",, jawab singkat dari Papah Zohan kepada Ava.
Dan jawaban dari Papah Zohan membuat Ava langsung saja terkejut sekali.
" Apaaaa!!! ",, teriak dari Ava sambil berdiri dari duduknya.
" Aduhhh............ ",, kata Ava lagi sambil memegangi perutnya yang belum sembuh itu.
Papah Zohan yang melihat Ava mengaduh kesakitan seperti itu dia langsung saja menggelengkan kepalanya.
" Terkejut boleh, tapi jangan seperti itu, ingat jika jahitan dari perut kamu masih belum sembuh ",, kata Papah Zohan kepada Ava.
" Ava sungguh sangat terkejut sekali Pah ",, kata Ava kepada Papah Zohan sambil meringis menahan rasa sakit diperutnya.
Dan tiba-tiba saja pandangan mereka berdua teralihkan dengan kedatangan dari Derral yang masih bertelanjang dada yang baru saja bangun tidur.
" Kamu belum mandi Derral?? ",, tanya Ava kepada Derral.
" Belum, tadi aku bangun tidak ada kamu, makanya aku mencari kamu dulu ",, jawab Derral kepada Ava dan langsung saja duduk dishofa sebelahnya Ava.
" Apakah nyenyak tidurnya Nak Derral?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Derral.
" Cukup nyenyak Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
Papah Zohan hanya mengangguk saja kepada Derral.
" Kakak dimana Pah, Ava mau memberikan pelajaran kepada dia, karena sudah berani berbuat hal seperti itu kepada Dian ",, tanya Ava kepada Papah Zohan.
" Tidak tahu ",, jawab singkat dari Papah Zohan kepada Ava.
" Memangnya Kak Aaric kenapa Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.
" Dia sudah meniduri Dian, dan membuat Dian pergi menghindar dari sini ",, jawab Ava kepada Derral.
" Enak sekali Kak Aaric, belum menikah saja sudah bisa melakukan hal itu sama Dian, lha aku.........??, mau minta hakku saja harus ditendang dan dikerjai dulu, namun juga tidak dikasihkan sampai sekarang ",, gerutu Derral kepada Ava dengan sambil menampilkan wajah sebalnya.
Papah Zohan yang mendengar gerutuan dari Derral, dia langsung saja tertawa cukup keras sekali.
Sedangkan Ava dia langsung saja menunjukkan wajah malunya kepada Papah Zohan yang masih tertawa itu sambil menatap Derral dengan tatapan mautnya.
Dan Derral yang ditatap seperti itu oleh Ava, dia tidak takut, malah membalas menatap garang juga kepada Ava.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...