Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
PENYAMARAN



Ketika sudah masuk kedalam lift dengan mencuri-curi pandang Fara terus mengagumi wajah tampannya Derral.


Fara yang sudah bisa melihat wajah Derral secara langsung, hati dia langsung merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Dan sebisa mungkin Fara bertekad didalam hatinya untuk mendapatkan Derral untuk dirinya sendiri.


Setelah menaiki lift dan juga keluar masuk lift, akhirnya mereka bertiga yaitu Derral, Fara, dan anak buah tadi sampai juga dilantai dimana kamar apartemen Fara berada.


" Apakah disini kamar apartemen kamu?? ",, tanya Derral kepada Fara dengan nada dinginnya.


" Iya Tuan, terimakasih sudah menolong dan mengantarkan saya sampai disini ",, jawab Fara kepada Derral.


Derral lalu mengeluarkan dompet miliknya dari dalam saku celananya, setelahnya dia langsung saja mengeluarkan semua uang yang ada didalam dompet tersebut untuk dia berikan kepada Fara.


" Ambil ini dan ini juga jika masih kurang untuk kamu berobat telefon saja dinomor yang tertera dikartu nama itu ",, kata Derral sambil menyodorkan uang tadi beserta kartu namanya.


" Huh!!, enak saja kamu memberikanku uang segitu, yang aku inginkan itu kamu Derral dan juga tubuh serta semua harta kekayaan yang kamu miliki!! ",, batin Fara ketika dia melihat uang dalam genggaman Derral.


" Tuan, apakah seperti itu cara orang kaya menyelesaikan masalah?? ",, tanya Fara kepada Derral seperti mengulur-ulur waktu saja.


" Cepat ambil uangnya, karena saya masih ada kerjaan penting yang lainnya!! ",, kata Derral kepada Fara dengan nada yang sangat tegas sekali.


" Jika anda berani memaksa saya, saya akan berteriak saat ini juga dan mengatakan jika anda sudah memp3rk054 saya tapi tidak mau bertanggung jawab!! ",, ancam Fara kepada Derral.


Sungguh Derral sangat dibuat geram akan tingkah dari Fara yang menurutnya sedikit lebay.


" Apa mau anda sekarang??!! ",, tanya Derral kepada Fara dengan tatapan dinginnya.


" Ikut masuk kedalam dan jelaskan kepada Ayah saya Tuan, sebab saya sangat ketakutan sekali dengan Ayah saya yang sangat tegas dan galak orangnya ",, jawab Fara kepada Derral.


" Ayah saya sangat galak sekali Tuan orangnya, saya takut ............ ",, kata Fara lagi sambil menampilkan wajah memelasnya.


" Baik, hanya sebentar saja!! ",, jawab Derral kepada Fara dengan singkat.


Fara langsung saja tersenyum sangat senang sekali didalam hatinya ketika mendengar perkataan dari Derral.


" Terimakasih Tuan ",, kata Fara kepada Derral sambil menampilkan wajah yang terlihat sopan sekali.


Setelahnya Fara langsung saja memencet bel pintu apartemennya supaya sang Ayah yang ada didalam mau membukakan pintunya.


Tidak lama pintu itu pun terbuka dari dalam, dan ketika sudah terbuka pintunya, baik Derral dan laki-laki yang dikenalkan Fara sebagai Ayahnya, mereka berdua langsung saja saling pandang dengan tatapan yang hanya mereka berdua yang tahu.


" Ayo-ayo silahkan masuk dulu ",, kata laki-laki itu kepada Fara dan Derral serta anak buahnya.


Laki-laki yang mengaku sebagai Ayah Fara dia sengaja memotong kontak pandangan dengan Derral sebab dia tidak mau ketahuan jika penyamarannya terbongkar oleh Derral.


Iya.......... laki-laki itu adalah Dokter Rava yang sedang menyamar sebagai Ayahnya siFara.


Dan mereka semua saat ini sudah pada masuk kedalam apartemen tersebut dan langsung duduk dishofa ruang tamu.


" Fara jelaskan kepada Ayah kenapa kamu pulang diantarkan oleh Tuan-Tuan ini dan jalan kamu juga kenapa jadi pincang seperti itu?? ",, tanya Dokter Rava kepada Fara dengan suara yang dia buat berbeda sesuai dengan penyamarannya.


" Ayah ............ ",, kata Fara dengan suara yang dia buat ketakutan kepada Dokter Rava untuk memancing Derral.


Dan akhirnya berhasil juga apa yang Fara inginkan terkabul.


" Maaf Tuan, anak anda tidak sengaja tertabrak oleh mobil saya yang dikendarai oleh anak buah saya, sebagai bos dia saya mewakili minta maaf kepada anda ",, kata Derral menyela perkataan dari Fara tadi.


Fara dan Dokter Rava mereka berdua langsung saja tersenyum licik sangat tipis sekali ketika mendengar Derral menyela perkataan dari Fara tadi.


" Iya, ini sebagai ganti ruginya, bawalah dulu uang ini beserta kartu nama saya, karena saya tidak membawa cek atau uang lebih didompet saya ",, kata Derral sambil memberikan uang dan kartu namanya.


" Huh!! dasar sombong!! ",, kata Dokter Rava menghina Derral.


" Saya tidak butuh uang dari anda Tuan, yang saya butuhkan adalah pertanggung jawaban anda, karena sudah menabrak kaki anak saya!! ",, kata Dokter Rava lagi kepada Derral.


Derral yang tidak terima dengan perkataan dari Doktee Rava, dia langsung saja berdiri sambil menggeberak meja yang ada didepannya, dan hal itu membuat Fara serta Dokter Rava yang sedang menyamar langsung sedikit terkejut dibuatnya.


" Anda jangan mengancam saya Tuan!!, yang menabrak bukan saya dan anda mempersulit prosesnya saja!! ",, kata Derral kepada Dokter Rava dengan sangat tegas sekali.


" Saya tahu orang-orang seperti anda dan anak anda itu bagaimana??!!, jangan coba-coba berani memeras saya, karena kami tidak bersalah, sebab yang bersalah adalah anak anda sendiri yang sengaja menyeberang jalan disaat mobil saya sedang melintas!! ",, sambung lagi perkataan dari Derral kepada Dokter Rava.


Dokter Rava langsung saja menunjukkan wajah marahnya ketika dia digertak seperti itu oleh Derral.


Tapi sebisa mungkin dan sekuat tenaga Dokter Rava menahan rasa marahnya itu untuk Derral.


" Si4l4n siDerral!! ",, geram Dokter Rava didalam hatinya.


" Jangan menghina kami Tuan!!.......... walau kami tidak sekaya anda tapi setidaknya kami tidak sombong seperti anda!! ",, bantah Dokter Rava kepada Derral.


Fara yang mendengar Dokter Rava sudah hampir terpancing emosi, dia langsung saja menegur sambil mengingatkan.


" Ayah sabar Ayah ",, kata Fara kepada Dokter Rava sambil mengkode mata untuk bersabar.


Dokter Rava yang mendengar dan melihat kode dari Fara dia langsung saja mengambil nafasnya dengan panjang.


" Maafkan saya Tuan, tolong silahkan anda duduk lagi, kita bicarakan ini baik-baik ",, kata Dokter Rava ketika dia sudah melihat kode dari Fara.


Derral langsung saja duduk kembali dengan gayanya yang angkuh dan juga bossy sekali, sebab Derral sudah merasa tidak nyaman berada didalam apartemen tersebut.


" Sebentar saya buatkan minum dulu untuk kalian semua, maafkan saya yang belum menjamu anda dengan baik Tuan ",, kata Dokter Rava kepada Derral.


Derral langsung saja menolak ketika dia akan dibuatkan minum oleh Dokter Rava.


" Tidak apa-apa Tuan, hanya teh saja ",, jawab Dokter Rava kepada Derral dengan sangat sopan sekali.


Setelahnya Dokter Rava langsung berlalu masuk kedalam apartemen untuk membuatkan minum untuk Derral dan anak buahnya.


" Tuan maafkan atas sikap Ayah saya tadi ",, kata Fara mencoba bersikap baik kepada Derral.


Derral hanya menanggapi perkataan dari Fara dengan mengangguk tipis saja.


Dan ketika Dokter Rava baru lima menit masuk kedalam apartemen untuk membuatkan minum, telinga mereka semua yang ada diruang tamu mendengar ada suara benda terjatuh dan pecah.


Dengan segera Fara langsung berdiri dengan jalan yang sedikit pincang untuk mendekati sumber suara.


Begitu dengan Derral dan anak buahnya, mereka berdua juga reflek mengikuti Fara yang sedang masuk kedalam dapur.


Dan sesampainya didalam dapur, Fara, Derral serta anak buah tadi melihat Dokter Rava sedang berpura-pura terkena asma atau asmanya kambuh.


Sungguh penyemaran dan akting yang sangat bagus sekali dari Dokter Rava, hingga membuat Derral tidak bisa mengenali musuhnya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...