
Bergeser keVia dan Leon sejenak dulu yuk readers.
Leon dan Via saat ini sedang menikmati makanan yang baru saja dimasak oleh pembantu yang bekerja dirumah Leon.
Dimeja makan itu mereka berbincang dan mengobrol hangat sesama satu Keluarga baru.
Ketika mereka semua sedang menikmati makanan mereka masing, tiba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari Tanisa yang baru saja pulang dari butik milik Via.
" Eeeh Om, tante kalian semua sudah sampai sini ternyata?? ",, kata Tanisa kepada semua orang sambil langsung duduk dikursi makan yang masih kosong.
" Iya Nak, kami baru saja sampai tadi, ayo sini makan bersama kita, kamu pasti belum makan kan?? ",, kata Mamah Delfa kepada Tanisa.
" Boleh, sebentar Tante biar Tanisa cuci tangan dulu ",, jawab Tanisa kepada Mamah Delfa.
Setelah Tanisa selesai cuci tangan, dia pun langsung saja duduk dikursi sebelahnya Via.
" Kamu baru pulang dari butik Tanisa?? ",, tanya dari Via kepada Tanisa.
" Iya Kak, dan Tanisa juga baru sempat masuk tadi pagi, maaf ya Kak ",, jawab Tanisa kepada Via.
" Tidak apa-apa, yang penting semua pekerjaan kamu tidak terbengkalai ",, kata Via kepada Tanisa.
" Oh ya Nak Tanisa, butiknya Via sama rumah ini apakah dekat jaraknya?? ",, tanya dari Ayah Markus kepada Tanisa.
" Cukup dekat Om, jadi memudahkan Tanisa jika pulang pergi dari rumah sini daripada dari rumah Mamah dan Ayah ",, jawab Tanisa kepada Ayah Markus.
Ayah Markus pun hanya mengangguk mengerti saja perkataan dari Tanisa tadi.
" Apakah ramai hari ini butiknya Tanisa?? ",, gantian Leon yang bertanya kepada Tanisa.
" Iya cukup lumayan Kak, tapi setidaknya tidak terlalu sepi juga ",, jawab dari Tanisa kepada Leon.
" Tidak apa-apa, begitulah yang namanya berjualan, ada pasang dan surutnya ",, sahut dari Via kepada Tanisa.
" Oh ya Tanisa, bagaimana tawaran dari Kakak kemarin untuk kelas makeupnya??, apakah kamu mau?? ",, tanya dari Via kepada Tanisa.
Semua orang yang mendengar perkataan dari Via kepada Tanisa, mereka pun langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah Via dan Tanisa.
" Apa tidak merepotkan Kakak nantinya?? ",, tanya dari Tanisa kepada Via.
" Tidak, Kakak tidak merasa terpotkan dengan hal itu, karena yang namanya kemampuan itu harus diasah, jika tidak diasah akan sayang ",, jawab dari Via kepada Tanisa.
" Iya Nak betul apa kata Via, dan jika kemampuan kamu ada dimakeup, terima saja tawaran dari Kakak ipar kamu ",, sahut dari Ayah Markus kepada Tanisa.
" Siapa tahu juga dengan kamu belajar dikelas makeup kamu bisa menjadi MUA profesional Nak ",, kata Mamah Delfa ikut-ikutan berbicara kepada Tanisa.
Tanisa yang mendengar perkataan dari Mamah Delfa dan Ayah Markus dia hanya bisa berfikir dengan sejenak.
" Tanisa mau Kak??, tapi bagaimana dengan pekerjaan Tanisa dibutik Kakak?? ",, tanya Tanisa lagi kepada Via.
" Itu bisa diatur, dan jika kamu memilih untuk kelas sore sepulang dari butik selama seminggu dua atau tiga kali bisa, terserah kamu saja Tanisa ",, jawab dari Via lagi kepada Tanisa.
" Baik Kak, Tanisa mau, Tanisa mau mengambil kelas sore yang seminggu empat kali, supaya Tanisa tidak kecapekan membagi waktunya nanti ",, kata Tanisa kepada Via dengan sangat semangat sekali.
" Ok nanti secepatnya akan Kakak urus dengan teman Kakak ",, kata Via kepada Tanisa.
" Terimakasih Kak Via, Kakak adalah Kakak Ipar terbaik untuk Tanisa beruntungnya Kak Leon bisa menikah dengan perempuan sebaik Kakak ",, jawab Tanisa kepada Via sambil memeluk Via dari samping.
" Iya sama-sama ",, jawab dari Via sambil menampilkan senyum manisnya kepada Tanisa.
Dan Leon yang melihat istrinya bisa sebaik itu dengan adik perempuan satu-satunya, dihatinya merasa sangat senang sekali.
Disaat Via sedang berbincang seperti sekarang dengan para keluarganya, tiba-tiba saja ponsel yang dia taruh diatas meja didepannya berdering dengan sangat keras sekali.
Sontak hal itu membuat semua orang langsung menatap kearah ponsel Via.
Melihat nama Mamah Gretl dipanggilan masuk diponselnya, Via pun langsung saja mengangkat sambungan telefonnya tersebut.
Mamah Gretl yang tadi juga sudah selesai makan, dia memutuskan ingin menelfon Via untuk memberi kabar tentang keadaan dari Ava, setelah mendapatkan ijin dari Papah Zohan.
Fikir Mamah Gretl dengan adanya Via didekat Ava semoga saja bisa membuat Ava kembali semangat dan tidak terlalu memikirkan masalahnya sekarang.
" Halo Tante Gretl ",, kata Via kepada Mamah Gretl.
" Halo juga Nak, apakah Tante saat ini sedang mengganggu kamu?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Via.
" Tidak Tante, ada apa ya Tante menelfon Via, apakah ada hal yang bisa Via bantu?? ",, tanya Via kepada Mamah Gretl.
Leon yang duduk disebelah Via pun dia dengan sangat serius sekali mendengarkan Via yang sedang menerima telefon dari Mamah Gretl.
" Nak Via, bisakah kamu datang kerumah sakit untuk memberikan semangat kepada Ava saat ini?? ",, tanya dari Mamah Gretl kepada Via.
" Ava sakit Tante, sakit apa?? ",, tanya Via dengan nada yang sedikit terkejut.
Mamah Gretl pun langsung saja menjelaskan kondisi dari Derral dan Ava saat ini kepada Via.
Dan kali ini Via yang mendengar cerita dari Mamah Gretl langsung menjadi sangat terkejut sekali bahkan dia sampai berteriak dengan sangat kencang dan mengagetkan semua Keluarganya.
" Baik Tante, saya akan ijin kepada suami Via dulu, supaya bisa menemani Ava saat ini, ya Tuhan Ava .......... ",, kata Via kepada Mamah Gretl sambil meneteskan air matanya.
" Baiklah ya Nak, terimakasih sebelumnya secepatnya Tante tunggu kedatangan kamu disini ",, kata Mamah Gretl kepada Via.
" Iya Tante ",, jawab Via kepada Mamah Gretl.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.
Ketika semua orang melihat Via sudah selesai menelfon, Leon, Mamah Delfa dan Ayah Markus langsung saja bertanya kepada Via.
" Via ada apa??, siapa yang menelfon kamu, dan apa sedang terjadi sesuatu dengan Ava?? ",, tanya dari Ayah Markus kepada Via.
Via pun langsung menceritakan perihal masalah Ava yang sedang tidak sadarkan diri, dan Derral juga masih belum ada tanda-tanda akan sadar dari pengaruh obat bius yang ada didalam tubuhnya.
Semua orang tentu saja langsung syok mendengar perkataan dari Via tadi tentang Ava dan juga Derral.
Ayah Markus yang sebenarnya masih ingin tinggal lebih lama lagi dirumah Leon, dia langsung saja memutuskan untuk pulang malam itu juga, karena dia ingin menjenguk anak dari temannya yaitu Papah Zohan.
" Honey bolehkah aku melihat kondisinya Ava, dia sahabat baikku sejak dulu, sedih rasanya jika aku tidak bisa menemani Ava disaat dia sedang membutuhkanku sekarang ",, ijin dari Via kepada Leon.
" Akan aku antarkan sayang, aku juga ingin melihat kondisi dari sahabat kamu itu ",, jawab dari Leon kepada Via sambil tersenyum manis.
Via sungguh sangat senang sekali mendengar jawaban dari Leon tadi.
Dan sebelum mereka kembali lagi kekota tempat kelahiran dari Via, mereka semua memutuskan untuk beristirahat dulu.
Mereka semua akan berangkat dari rumah Leon nanti setelah selesai makan malam.
Sungguh Via sangat khawatir sekali dan juga tidak sabar ingin segera melihat keadaan dari Ava.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...