
Beralih keChico sejenak.
Chico yang sudah berada didalam kamarnya setelah bisa menenangkan sang Mamah yang baru saja mengamuk tadi.
Dia langsung saja mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya.
Dan yang diambil oleh Chico adalah foto dari sang Ayah yang sudah menorehkan luka yang begitu mendalam bagi dirinya.
" Ayah.......... Chico benci Ayah ",, kata Chico kepada foto Ayahnya.
" Apakah Ayah bahagia diatas sana bisa melihat Chico dan Mamah menderita seumur hidup kita seperti ini...!! ",, kata Chico lagi dengan nada yang penuh amarah.
" Ayah.............. kenapa Ayah pergi meninggalkan luka yang sangat sulit kami sembuhkan seperti ini, hah!! ",, kata Chico lagi sambil meneteskan air matanya.
" Sungguh Chico sangat membeci Ayah!! ",, kata Chico lagi sambil melempar foto Ayahnya keatas ranjang tidurnya.
Setelahnya Chico langsung saja mengusap wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya dengan air mata yang keluar dari kedua kelopak matanya.
Walau Chico seorang casanova, semua itu tidak terlepas dari masa lalu keluarganya.
Chico menganggap semua wanita sama buruknya seperti sekretaris Ayahnya.
Namun ketika Chico melihat Via, dia melihat Via berbeda dari para wanita yang pernah ditemuinya selama ini.
Chico ingin mencari wanita yang seperti Mamahnya, sangat lembut serta penyayang kepada suami dan juga menurut apa kata suami.
Tapi bagaimana jadinya ketika Chico tahu dan melihat sendiri, jika Via wanita yang sudah membuat hatinya tertarik sudah melabuhkan hatinya kepada laki-laki lain.
Entahlah, hanya keadaan yang tahu nantinya bagaimana sikap Chico kepada Via.
" Chico sangat membenci Ayah............ ",, kata Chico lagi sambil menangis.
" Sampai kapanpun Chico tidak akan pernah memaafkan Ayah yang sudah membuat Mamah menjadi seperti ini!! ",, kata Chico lagi untuk Ayahnya.
" Mamah......... hati Chico semakin sakit ketika melihat depresi Mamah kambuh lagi seperti tadi.... ",, kata Chico sambil berbicara sendiri.
" Dari umur sebelas tahun Chico sudah hidup mandiri Mah, Yah, tanpa adanya kalian disamping Chico, kenapa kalian berdua tidak mengerti keadaan dari Chico, Chico kesepian Mah, Yah ",, curhatan pilu dari Chico lagi.
Karena semenjak Ayah Chico meninggal dulu diumur Chico yang masih sepuluh tahun.
Chico sudah dididik oleh sahabat Ayahnya untuk menjadi penerus Perusahaan tanpa adanya Ayah maupun Mamahnya yang mengsuportnya.
Sebab sang Ayah sudah meninggal, dan sang Mamah sedang mengalami depresi hingga sekarang.
" Apakah Chico tidak berhak bahagia...........?? ",, kata Chico lagi sambil menjambak rambut kepalanya.
Chico yang seperti itu, jika dia tidak bisa mengontrol emosinya, dia akan sama depresinya seperti sang Mamah.
Setelahnya Chico memilih meminum obat tidur untuk mengistirahatkan fikirannya yang malam itu sangat kacau sekali.
Dan Chico pun tidak setiap hari meminum obat seperti itu, hanya cuma dalam keadaan seperti sekarang sajalah Chico akan meminumnya.
Karena Chico tidak mau semalaman tidak bisa tidur hanya cuma masalah yang itu-itu saja sejak puluhan tahun yang lalu.
Terpaksa Chico meminum obat tidur, sebab Chico tidak mau mengalami depresi seperti sang Mamah.
Sedang geser keVia dan Leon lagi.
Via setelah memberi syarat kepada Leon, jantung dia semakin berdegub kencang sekali.
Sebab Via sangat takut sekali, jika Leon bisa menemukan hotel tempatnya menginap malam itu.
" Apa yang harus aku lakukan jika Tuan Singa bisa menemukanku menginap disini?? ",, tanya Via sambil berjalan tidak tentu arah didalam kamarnya.
" Bagaimana ini.......... ?? ",, kata Via lagi sambil menggigiti kuku tangannya.
" Tenang........., tenang.... kan hotel tidak satu saja dikota ini, namun sangat banyak sekali jumlahnya, tidak mungkin malam ini juga Tuan Singa bisa menemukanku berada disini..... ",, kata Via untuk menenangkan perasaannya sambil menarik nafasnya dan mengeluarkannya dengan perlahan.
" Biarlah aku buat tidur saja dulu dan berharap ketika aku bangun nanti malam sudah berganti dengan pagi ",, kata Via sambil mencoba memejamkan matanya untuk tidur.
Ketika sudah mengatur strateginya, Leon langsung saja bergegas menuju kehotel tempat Via menginap.
Dan disinilah Leon yang sudah sampai dilantai kamar hotel yang Leon yakinin jika Via sedang menginap dikamar itu.
Leon langsung saja mengetuk pintu kamar hotel tempat Via menginap dengan pelan, disaat dia sudah sampai didepan kamar yang disebutkan oleh resepsionis tadi.
Dan Via sendiri yang tadi tidak bisa tidur padahal sudah dia coba berulang kali, akhirnya langsung saja beranjak bangun dari atas ranjang untuk membukakan pintu kamar hotelnya yang diketuk dari luar.
Sebelum Via membuka pintunya, Via mengintip dahulu dari balik lubang pintu kamarnya, dan dia tidak melihat siapapun didepan kamarnya.
" Tidak ada siapa-siapa.... mungkin hanya orang iseng saja, hmm aku kira tadi malah siTuan Singa yang datang ",, kata Via sambil berlalu ingin tiduran lagi diatas ranjangnya.
Namun ketika Via ingin membiarkannya saja, ketukan pintu itu pun terdengar lagi.
Via yang penasaran dia langsung saja membuka pintu kamarnya tanpa melihatnya terlebih dahulu.
Dan taraa................
Leon langsung saja berdiri dengan gagah didepan Via ketika tadi sudah bersembunyi dibalik tembok.
" Tu......Tuan Singa??, anda bisa menemukan saya malam ini?? ",, kata Via kepada Leon dengan nada yang tergagap dan juga sangat terkejut.
" Apakah saya mengejutkan anda Nona?? ",, kata Leon kepada Via dengan santai.
Dan bodohnya Via, dia langsung saja menganggukkan kepalanya sambil menunjukkan wajah terkejutnya itu.
" Apakah kamu tidak mau mengajakku masuk kedalam, sepertinya kamu sendirian saja didalam sana??, tidak maukah kamu malam ini saya temani Nona?? ",, kata Leon kepada Via dengan suara tenangnya.
" Perkataan anda menggambarkan seolah-olah anda adalah laki-laki panggilan yang sedang saya undang untuk memuaskan saya ",, jawab Via kepada Leon sambil berlalu masuk kedalam kamarnya.
" Jika kamu ingin saya puaskan malam ini pun, saya tidak masalah, toh kita sudah sama-sama dewasa pastinya sangat tahu sekali mana yang baik dan tidak untuk kita ",, jawab Leon sambil mengikuti Via masuk juga kedalam kamar.
Via yang mendengar perkataan dari Leon dia langsung saja menggelengkan kepalanya.
" Sungguh perkataan dari anda tadi adalah perkataan terpanjang yang pernah saya dengar selama mengenal anda Tuan Leon ",, kata Via sambil duduk diatas ranjang hotel.
" Apakah saya terlalu dingin selama ini Nona?? ",, kata Leon sambil mengukung tubuh Via diatas ranjang.
Via pun reflek langsung saja menganggukkan kepalanya kepada Leon.
Leon yang melihat anggukan dari Via, dia langsung saja memilih beranjak bangun dari atas tubuh Via dan berjalan kearah jendela kamar hotel tersebut.
Sesampainya dijendela itu Leon langsung saja membuka gorden penyekatnya untuk melihat pemandangan dari luar jendela yang sungguh sangat indah sekali pemandangannya dengan lampu kerlap kerlip dari penjuru kota.
Sedang Via sendiri, dia membiarkan saja apa yang sedang dilakukan oleh Leon, dan memilih menikmati sisa makanan yang tadi dipesannya melalui pelayanan kamar tanpa menawari Leon sama sekali.
" Disini sangat indah sekali pemandangannya, dan kamu sangat pintar sekali memilih kamar hotel yang kamu tempati Nona ",, kata Leon sambil melihat pemandangan dari luar jendela.
Via masih asik sendiri menikmati dessert yang dipesannya tadi, tanpa menghiraukan perkataan dari Leon.
Dan Leon yang merasa Via tidak menanggapinya, dia langsung saja berbalik badan untuk melihat Via.
Ketika Leon sudah melihat Via, tiba-tiba lagi Leon langsung berjalan mendekati Via.
Dan sesampainya didepan Via, Leon langsung saja menarik lembut dagu Via dan langsung mencium serta menj1l4t bibir Via dengan lembut.
Semua itu Leon lakukan karena ada sisa vla puding yang menempel disudut dan atas bibirnya Via.
Via hanya bisa terbengong sambil membuka sedikit mulutnya ketika Leon yang tiba-tiba menciumnya seperti itu.
Sedang Leon sendiri, dia langsung tersenyum miring sambil menarik tangan Via yang masih memegang sisa puding tadi untuk dia masukkan kedalam mulutnya, sambil menatap Via dengan tatapan yang sangat sulit diartikan oleh Via.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...