Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
HUKUMAN



Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Papi Alano sampai juga dimarkas Derral.


Dan mereka bertiga langsung saja disambut ramah dan sopan oleh para anak buah dari Derral ketika mereka semua sudah pada keluar dari dalam mobil.


" Sore Tuan Derral, Tuan Alano, Tuan ",, sapa dari salah satu anak buah Derral yang menyambut tadi.


Dan dia hanya memanggil Tuan saja kepada Papah Zohan, sebab dia tidak mengetahui nama dari Papah Zohan.


Derral, Papi Alano dan juga Papah Zohan hanya mengangguk tipis saja kepada semua anak buah dari Derral yang sedang berjejer rapi menyambut mereka itu.


" Apakah para tahanan kita masih ada didalam?? ",, kata Derral kepada anak buahnya itu.


" Masih ada Tuan, dan didalam juga masih ada Tuan Egon ",, jawab dari anak buahnya itu kepada Derral.


" Jika nanti ada tamu yang datang atas nama Tuan Amos, suruh dia masuk dan antarkan ketempat biasa ",, pesan dari Derral kepada anak buahnya itu.


" Baik Tuan, mari saya antar ",, jawab anak dari buahnya itu kepada Derral.


Dan setelahnya anak buah dari Derral langsung saja mengantarkan Derral, Papi Alano dan juga Papah Zohan ketempat penyekapan.


Yang pertama mereka datangi adalah ruang penekapan untuk laki-laki berhoodie tadi yang sudah menusuk Ava.


Tanpa dikomando pun anak buah yang berjaga didepan pintu, mereka sudah langsung saja membukakan pintunya untuk ketiga para majikan mereka itu.


Ternyata disitu dimarkas Derral, masih ada anak buah dari Papah Zohan yang tadi juga ikut mengamankan pria berhoodie tadi.


" Tuan Zohan ",, sapa dari anak buahnya kepada Papah Zohan.


" Bodoh!!, kerja kalian itu apa saja hah!!, hingga anak saya yang saya tugaskan untuk kalian jaga bisa sampai seperti itu!! ",, geram dari Papah Zohan kepada para anak buahnya.


Laki-laki berhoodie tadi pun hanya bisa melihat saja kearahnya Papah Zohan dengan wajah lemasnya yang sedang marah-marah seperti itu kepada para anak buahnya, dengan tubuh yang terikat dikursi.


" Maafkan kami Tuan Zohan, lain kali kami tidak akan mengulanginya lagi, kami berjanji ",, jawab dari salah satu anak buah dari Papah Zohan.


" Jika sampai terjadi untuk kedua kalinya, nyawa kalian semua akan saya habisi saat itu juga!!, faham kalian!! ",, kata dari Papah Zohan kepada para anak buahnya.


Jangan dikira walau umur sudah menggerogoti tubuh dari Papah Zohan, Papah Zohan sudah tidak mampu mengatasi masalah seperti sekarang ini, justru jika untuk masalah seperti ini, Papah Zohan masih sanggup untuk mengatasinya.


Sejak masih muda Papah Zohan memang sudah disegani oleh banyak musuh, lawan maupun kawan, karena ketegasannya.


Jadi jika Papah Zohan berkata A ya terjadilah A, begitupun selanjutnya.


" Faham Tuan ",, jawab patuh dari semua anak buah dari Papah Zohan sebanyak empat orang itu kepada Papah Zohan.


Sedangkan Derral dan Papi Alano mereka berdua hanya melihat saja kearah Papah Zohan yang sedang marah-marah kepada para anak buahnya.


Setelah puas marah-marah kepada anak buahnya, Papah Zohan langsung saja mengalihkan pandangannya kearah laki-laki yang sudah babak belur karena tadi dihajar habis-habisan oleh para anak buah dari Derral dan anak buah dari Papah Zohan sendiri.


Sedangkan Egon sendiri, dia masih sibuk mengurusi Caroline yang sedang marah-marah terus daritadi.


Dan ketika Egon mendapatkan laporan jika Derral, Papi Alano dan juga Papah Zohan sudah sampai dimarkas, dia langsung saja meninggalkan Caroline dan langsung mengunci pintu ruang penyekapannya Caroline dari luar, dan serta mendapatkan penjagaan yang cukup ketat didepan pintu masuknya.


Ketika Egon sudah masuk kedalam ruang penyekapan laki-laki berhoodie tadi, semua orang yang ada didalamnya langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearahnya Egon.


" Tuan ",, sapa sopan dari Egon kepada ketiga majikannya itu.


" Dari mana saja kamu Egon?? ",, tanya Derral kepada Egon.


" Sudah biarkan saja dia dulu, sekarang apa ada laporan tentang dia yang ingin kamu laporkan kepada saya Egon?? ",, tanya Derral kepada Egon.


" Ada Tuan ",, jawab Egon kepda Derral.


Dan Papah Zohan serta Papi Alano mereka berdua langsung saja menghadap kearahnya Egon.


" Dia ternyata residivis yang sudah keluar masuk penjara dengan kasus yang sama Tuan, suka membunuh seseorang, dan dia bahkan pernah membunuh bayi yang masih berumur sembilan bulan, karena dia membenci kedua orang tuanya ",, lapor Egon kepada Derral dan masih didengar oleh Papah Zohan dan juga Papi Alano.


" Dan kedua orang tua dari bayi malang tersebut, sayangnya tidak mengetahui jika anaknya sudah dibunuh oleh dia ",, lanjut lagi perkataan dari Egon kepada Derral.


" Sungguh bi4d4b!! ",, kata Papah Zohan dengan nada yang sangat marah sekali ketika dia mendengar laporan dari Egon.


" Apa ada lagi Egon?? ",, tanya Papi Alano kepada Egon.


" Laki-laki itu juga pernah membunuh seorang pembisnis Tuan karena suruhan dari saingan bisnis yang menyuruhnya ",, jawab Egon kepada Papi Alano.


" Siapa pembisinis yang sudah dibunuh oleh dia?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Egon.


" Tuan Edrei Tuan Zohan ",, jawab Egon kepada Papah Zohan.


" Tuan Edrei, iya saya mengenalnya, saya pernah bekerja sama dengan dia, dan saya pun juga menghadiri pemakamannya dulu ",, kata dari Papah Zohan kepada Egon.


" Jadi dia ternyata orangnya yang sudah membunuh Tuan Edrei ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan dan masih didengar oleh Egon, Derral dan juga Papi Alano.


" Benar sekali Tuan, dan dia juga sudah dipenjara selama delapan tahun, namun masa tahanan dia belum selesai dia sudah melarikan diri dari penjara Tuan ",, kata Egon lagi kepada Papah Zohan.


" Itu artinya dia buronan Egon?? ",, kata Derral juga kepada Egon.


" Benar sekali Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.


" Huh!!, sampah masyarakat!!, orang seperti dia tidak pantas hidup!! ",, kata Papi Alano kepada laki-laki berhoodie itu.


" Iya anda benar sekali Tuan Alano, lebih baik kita berikan pelajaran yang setimpal saja dengan apa yang sudah dia lakukan kepada orang-orang yang tidak berdosa itu ",, kata Papah Zohan menimpali perkataan dari Papi Alano.


" Terus siapa yang ingin menghukum dia Pah, Pi?? ",, tanya Derral kepada Papi Alano dan juga Papah Zohan.


" Papi saja Derral, dan untuk urusan Caroline dan Ayahnya biar Tuan Zohan saja nanti yang menanganinya ",, jawab Papi Alano kepada Derral dan masih didengar oleh Papah Zohan.


" Baiklah Tuan Alano ",, jawab dari Papah Zohan kepada Papi Alano.


Sedangkan Derral, dia hanya mengangguk saja kepada Papi Alano dan juga Papah Zohan.


Setelah itu Papi Alano langsung saja menyuruh para anak buah dari Derral untuk memukuli laki-laki berhoodie itu hingga dia tewas kehabisan darah dengan sendirinya.


Dan jika sudah tewas, Papi Alano menyuruh langsung saja mengkremasi jasad dari laki-laki tersebut dan juga menyuruh membuang abunya disungai.


Memang kejam hukuman yang diberikan oleh Papi Alano kepada laki-laki berhoodie tadi, namun bagi mereka semua perbuatan dari laki-laki itu lebih kejam dari hukuman yang dia terima.


Setelah beres dengan masalah dari laki-laki berhoodie tadi, sekarang saatnya mereka semua menuju keruang penyekapannya Caroline.


Namun sebelum itu, mereka semua menunggu terlebih dahulu kedatangan dari Tuan Amos, Ayah dari Caroline yang sedang berada diperjalanan menuju kemarkas Derral.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...