
Saat ini Papah Zohan dan Aaric sudah berada didalam ruang kerja milik Papah Zohan.
Sambil duduk berseberangan dishofa yang ada didalam ruang kerja, Papah Zohan menatap lekat kearah wajah Aaric.
Dan Aaric sendiri yang ditatap seperti itu oleh Papahnya, perasaan dia sudah merasa sangat tidak enak sekali.
Sedangkan diluar ruang kerja Papah Zohan, tepatnya diruang keluarga, tadi setelah kepergian dari Papah Zohan bersama Aaric.
Mereka semua langsung saja melanjutkan lagi perbincangan mereka yang sedikit terganggu sejenak.
" Aaric.......... ",, panggil dari Papah Zohan kepada Aaric sebelum memulai mengintrogasinya.
" Iya Pah ",, jawab Aaric dengan tenang, padahal aslinya Aaric sangat ketakutan sekali berhadapan dengan Papahnya yang sedang berwajah seperti itu.
" Darimana saja kamu semalam??, bukannya Papah menyuruh kamu untuk menemani Derral dan Ava dirumah sakit?? ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
Aaric yang ditanya seperti itu oleh Papah Zohan, dia langsung saja terdiam sejenak karena bingung dan takut secara bersamaan untuk menjawab pertanyaan dari Papahnya.
" Aaric!!, kamu dengar apa kata Papah atau tidak??!! ",, kata Papah Zohan kepada Aaric dengan nada yang super tegas sekali, sebab Aaric dia malah diam saja tidak menjawab pertanyaan dari Papah Zohan.
" Aaric............... ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Aaric semalam tidur diapartemen Pah ",, sambung lagi perkataan Aaric kepada Papah Zohan.
" Bersama Dian!! ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
Dan Aaric reflek langsung sedikit melototkan matanya ketika mendengar perkataan dari Papah Zohan.
" Jawab jujur kepada Papah, kamu tidur sendirian didalam apartemen kamu atau tidur bersama Dian?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Aaric.
Aaric yang dihadapkan situasi seperti itu dia sedikit kebingungan, namun Aaric juga tidak bisa berbohong kepada Papahnya.
Sebab percuma saja jika Aaric berbohong karena Papah Zohan sudah tahu semuanya.
" Bersama Dian Pah ",, jawab Aaric kepada Papah Zohan.
Walau umur Aaric memang sudah dewasa, dan juga sudah cukup umur bahkan sangat matang sekali untuk menikah.
Akan tetapi tetap saja Papah Zohan tidak akan segan-segan menghukum Aaric jika Aaric melakukan kesalahan yang memang dari dulu tidak disukai oleh Papah Zohan.
" Apa yang kalian lakukan disana?? '',, tanya Papah Zohan lagi kepada Aaric dengan nada yang terdengar semakin dingin ditelinga Aaric.
" Ma........maafkan Aaric Pah ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Papah tidak membutuhkan maaf darimu Aaric!!, yang Papah butuhkan adalah jawaban darimu!! ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
" Aaric sengaja memberikan obat peran954ng diminumannya Dian dan minuman Aaric sendiri Pah ",, jawab Aaric dengan suara pelan karena takut sebab dia merasa bersalah.
Papah Zohan langsung saja mengepalkan kedua tangannya ketika mendengar jawaban dari Aaric.
Papah Zohan yang sudah mengepalkan kedua tangannya, tiba-tiba saja dia langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung juga mendekati Aaric sambil menarik kerah kemeja Aaric.
Aaric yang diperlakukan seperti itu oleh Papah Zohan dia hanya bisa diam dan juga pasrah saja tanpa melawan sedikitpun.
Aaric yang sudah berdiri didepannya, Papah Zohan langsung saja memberikan beberapa bogem mentah kewajah dan perut Aaric.
Papah Zohan yang sudah tersulut emosi, dia juga langsung saja mengambil tongkat golf miliknya yang terletak disudut ruangan.
Tongkat golf yang sangat keras dan cukup berat itu, Papah Zohan langsung saja dia ayunkan ketubuh Aaric yang sudah tidak berdaya diatas lantai.
Sekujur tubuh Aaric sudah sangat kesakitan sekali, sebab sang Papah memang tidak main-main dalam memberikan hukuman kepada Aaric.
Namun berbeda lagi jika Papah menghukum Ava, sebab dia anak perempuan.
Wajah tampan yang tadi bersih, sekarang dipenuhi dengan darah dan luka lecet dimana-mana.
" Papah tidak mau tahu, secepatnya kamu harus menikahi Dian Aaric!! ",, kata Papah Zohan sambil menunduk menatap Aaric yang meringkuk diatas lantai.
" Tapi Dian........ sedang marah kepada Aaric Pah ",, jawab Aaric kepada Papah Zohan sambil terbatuk-batuk mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
" Papah tidak peduli itu, jika kamu tidak bisa mendapatkan maaf dari Dian, jangan pernah mengajak berbicara Papah lagi Aaric!! ",, kata Papah Zohan kepada Aaric dengan sangat tegas sekali.
" Kamu itu laki-laki dewasa harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang sudah kamu perbuat, jangan membuat Papah malu dihadapan Ayahnya Dian Aaric!! ",, kata Papah Zohan lagi kepada Aaric.
" Maafkan Aaric Pah ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Papah tidak butuh maafmu, dan jika kamu ingin meminta maaf, meminta maaflah kepada Dian Aaric ",, jawab dari Papah Zohan kepada Aaric.
" Bangun!!!, bersihkan lukamu dan kembali kedalam kamar kamu, dan segera selesaikan masalah kamu itu dengan Dian!! ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
Dan setelahnya Papah Zohan langsung saja berlalu dari hadapan Aaric tanpa membantu Aaric bangun terlebih dahulu.
Papah Zohan yang sudah berada diluar ruang kerjanya, dia langsung saja menelfon Dokter Pribadi Keluarganya untuk segera datang kemansionnya untuk mengobati luka dari Aaric tadi yang baru saja dipukulinya itu.
Begitulah Papah Zohan, tidak akan segan-segan menghukum semua anak-anaknya jika mereka bersalah.
Dan hukuman yang diberikan oleh Papah Zohan kepada kedua anaknya menyesuaikan umur mereka.
Jika Aaric dan Ava masih kecil dulu, hukuman yang Papah berikan pastinya berbeda dengan hukuman yang Papah Zohan berikan sekarang.
Tegas, disiplin dan juga keras begitulah Papah Zohan mendidik kedua anaknya.
Papah Zohan yang sudah menghubungi Dokter Pribadinya, dia langsung saja berlalu lagi kedalam ruang Keluarga mansionnya.
" Maafkan lama saya tinggal Tuan Alano, Nyonya Elsie ",, kata Papah Zohan kepada Papi Alano dan juga Mamah Elsie, ketika dia sudah sampai didalam ruang keluarga lagi.
" Tidak apa-apa Tuan Zohan, saya mengerti ",, jawab Papi Alano kepada Papah Zohan.
Sedangkan Mami Elsie dia hanya tersenyum formal saja kepada Papah Zohan.
" Ngomong-ngomong tadi kalian semua sedang membicarakan tentang apa?? ",, tanya Papah Zohan kepada mereka semua.
" Kami sedang membicarakan jika Derral akan mengajak pindah Ava kemansion dia sendiri Pah ",, jawab Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
Dan Papah Zohan langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Derral.
" Benar Pah, saya ingin mengajak Ava untuk tinggal dimansion saya sendiri ",, kata Derral juga kepada Papah Zohan.
" Ok, baiklah jika itu kemauan kamu, lagi pula kamu sekarang juga sudah menjadi suami dari Ava ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
" Tapi dengan satu syarat, jangan sampai kamu mengecewakan Papah Derral ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Derral.
" Iya Pah, Derral mengerti ",, jawab Derral kepada Papah Zohan dengan sangat mantap sekali.
" Bagaimana Ava?? ",, tanya Papah Zohan kepada Ava.
" Iya Pah, Ava mau, karena memang sekarang Derral sudah menjadi suami Ava ",, jawab Ava kepada Papah Zohan.
" Kapan rencanya kalian berdua akan pindah?? ",, tanya dari Papah Zohan lagi kepada Derral dan juga Ava.
" Hari ini Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan, dan langsung saja mengalihkan pandangan dari Ava kearah Derral.
Sebab Ava sedikit terkejut, karena dia tidak menyangka jika akan diajak pindah hari itu juga oleh Derral, karena Derral sebelumnya tidak berbicara dulu dengannya.
Papah Zohan hanya menganggukkan kepalanya saja ketika mendengar jawaban dari Derral.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...